
Di Bandara telah berkumpul setiap calon pekerja TKI ke malaysia. Ada rasa yang sangat berat di hati Lisa saat meninggalkan adi adik satu satunya yang akan menjaga ibu mereka.
"Adi, kamu jangan bilang atau minta tolong orang lain untuk mengambil uang dalam ATM mu" Lisa menerangkan pada adiknya agar tidak ceroboh
" ia ka Lis" jawab Adi tanpa bantahan
" ya udah kamu balik aja duluan. kasian ibu sendiri di rumah. kaka nggak papa, masih ada kok teman teman kaka disini dek"
" ya udah kk, Adi balik dulu ya kk"
" hati hati sayang, ini uang rupiah kaka kamu ambil aja semua. Toh kaka nggak pakai juga kok disana" Lisa menyerahkan uang recehan dan ada 2 atau 3 keping uang lima puluh ribu
" makasi ya kk, kaka harus kabarin Adi kalau kaka udah sampe disana. jangan terlalu cqpek juga harus ingat makan kak"
" ia adik kaka yang paling kaka sayang, kaka pasti ingat semua "
Adi memeluk Lisa dengan erat. tapi Adi harus menampakkan kalau dia kuat tanpa kakanya ada bersamanya. Adi tak mau jadi beban pikiran bagi Lisa yang mungkin Pikirannya sudah penuh dengan tekanan hidup yang tak semestinya di rasakan selayaknya anak yang baru menginjak umur hampir 18 tahun.
__ADS_1
" kalau ada apa apa kamu harus bagi tau kaka terlebih dahulu Di"
" beres boss" Adi meletak ujung jarinya di kening menandakan dia ada di bawah komando kakanya
" ka Lisa sayang kamu dan ibu" Lisa memeluk kembali Adi.
" Adi juga kaka. kaka harus semangat yah. semangat untuk Adi dan Ibu"
" pasti de"
Tak mau merusak hatinya Lis memutuskan agar lebih cepat pergi ke ruang Tunggu.
Tapi saat duduk di kursi ruang Tunggu Lisa melihat seorang nenek tua yang memakai tongkat menjatuhkan paspornya tanpa disadarinya.
melihat itu Lisa mengutip paspor dan memberi kepada nenek itu.
Akibat barang tentengan yang di miliki nenek itu terlalu banyak nenek itu kembali mengabaikan paspornya hingga terjatuh di bawah kursi. melihat itu Lisa mengambil paspor itu dan kemudian duduk di sebelah nenek itu.
__ADS_1
" nenek mau pergi kemana?" tanya Lisa
" nenek mau pergi ke rumah anak saya nak. Dia menikah dengan orang malaysia nak"
" oh..., nenek satu pesawat dengan saya. saya lihat nenek selalu mengabaikan paspor nenek. biar saya aja yang pengan dek nanti nenek dekat dekat saya aja nek biar Lisa boleh bantu bantu kalo nenek kesusahan nanti" ucap Lisa panjang lebar
" Makasih ya nak"
" masama nek , biar lisa aja yang bawakan tas tentengan nenek ke pesawatnya."
"makasih nak, sungguh kamu anak yang baik dan cantik"
" ah nenek biasa aja. ini hanya hal kecil nek"
Lisa melihat semua teman teman se agent Lisa sudah berkumpul dan hendak naik ke pesawat. Lisa mengarahkan nenek itu ajar verjalan di depannya agar Lisa bisa mengawasinya. menunjukkan tempat duduk nenek itu dan menyerahkan barangnya. Setelah itu Lisa duduk di kursi yang sesuai dengan tiket. Kebetulan berada di kursi tengah.
" permisi kak..." Lisa menyapa seorang lelaki yabg duduk di samping gang sehingga Lisa harus melewatinya agar duduk di sampingnya.
__ADS_1