
Nita dan Niko sudah berada di bandara,dan sebentar lagi waktu penerbangan Nita tiba.
"Jaga diri mu baik-baik,dan jangan lupa untuk menghubungi ku begitu kau tiba disana." ucap Niko dengan memegang kedua tangan Nita. Terlihat ada semburat kesedihan di wajahnya namun ia menutupinya dengan senyum.
"Hem, tidak usah khawatir aku cukup pandai menjaga diri kok,aku bisa berlari cukup kencang kalau ada bahaya.hehe" jawab Nita .
"Cih,tapi kau tetap butuh bantuan ku untuk kabur dari rumah Juan kan? jadi,kau tetap harus menghubungi ku apapun dan kapanpun kau butuh bantuan ku. mengerti?" jelas Niko dengan mencubit pipi chubby Nita.
"Auwh,,atit.." ucap Nita dengan manja.
"Coba ku lihat sesakit apa sih?" Niko mendekat kan wajah nya ke pipi Nita dan "cup.." menciumnya.
Sontak wajah Nita merona,dan refleks menutup kedua pipinya dengan telapak tangan nya karena malu.
"Sudah ku obati" bisik Niko di telinga Nita.
"Uuhh,jahil. Kalau mau begitu bilang dulu dong,biar jantungku ga berdetak sembarangan begini." ucap Nita sambil melangkah mundur sedikit dari Niko untuk menormalkan diri nya.
Niko yang melihat nya pun semakin dibuat gemas dengan tingkah Nita.
"Apa kalau aku bilang dulu maka aku boleh meminta lebih?" tanya Niko.
"Ap..apa?" jawab Nita yang bingung dengan pertanyaan Niko,ia merasa termakan omongan nya sendiri.
"Apa kau pasti mengijinkan? baiklah." tanya Niko lagi.
Kini Niko mulai melangkah maju mendekati Nita. Membuat Nita gugup.
"Aku ingin mencium mu lagi" ucap Niko tepat di hadapan Nita.
Refleks Nita berjongkok seolah menyelamatkan diri, ketika Niko terlihat mencondongkan sedikit wajah nya pada Nita.
Dengan cepat Nita merangkak menjauh dari Niko. Karena tak bisa mendekati Nita,Niko pun menyunggingkan senyum ketidak percayaan nya, lagi-lagi Nita bertingkah konyol yang malah makin membuat nya tertarik pada Nita.
"Sampai jumpa lagi pacarku,nanti aku akan menghubungi mu.dadah" ucap Nita setengah mengeraskan suaranya sambil melambaikan tangan ke arah Niko yang berada sekitarnya 3,5 meter darinya.
Setelah itu Nita langsung membalikkan badannya dan melangkah kan kakinya agak cepat agar cepat menjauh dari Niko. Namun tiba-tiba langkah nya terhenti saat seseorang melingkar kan tangannya di pundak dan perut Nita dari belakang.
__ADS_1
Deg...
"Aku akan sangat merindukan mu." ucap Niko dengan nafas yang memburu karena berlari mengejar Nita.
Tidak ada wanita di dunia ini yang tidak merasa bahagia manakala di perlakukan manis seperti itu oleh orang yang dicintainya. Begitu juga Nita.
"Ehem,,A..aku juga. Tap..pi, aku harus segera pergi." jawab Nita yang sedikit tergagap karena salah tingkah.
Niko melepaskan pelukannya, membalikkan badan Nita agar menghadapnya.
"sepuluh detik,aku hanya minta waktu sepuluh detik." ucap Niko,dan tanpa aba-aba,Niko mengecup bibir Nita kemudian beralih ke keningnya.
"Pergilah,," ucap Niko sambil memegang pipi Nita.
Nita yang masih terkejut pun hanya bisa mengangguk lalu berbalik dan berjalan meninggalkan Niko. Dengan perasaan campur aduk,ia tak berani menoleh ke belakang. Hanya senyum yang mengembang diwajahnya.
"Nita!! aku mencintaimu!" teriak Niko yang sudah berada cukup jauh dari Nita. Dan Nita pun menoleh,dan memperlihatkan senyumnya pada Niko,dan melambaikan tangan nya.
*
Kini ,Nita sudah berada di dalam pesawat. Ia duduk di sebelah jendela. Setelah kru pesawat selesai memberikan arahan, pesawat pun lepas landas.
Sekilas ia mendengar wanita yang duduk di sebelahnya beranjak dari duduknya,mungkin mau ke toilet. Nita tak mempedulikan nya. Namun beberapa saat kemudian seseorang menyentuh pundaknya,Nita pun membuka penutup matanya.
"Maaf mengganggu istirahat anda nona." ucap seseorang yang ternyata pramugari.
"Ah, tidak apa-apa." jawab Nita.
"Penumpang di sebelah anda sedang ke toilet kah nona?" tanya nya lagi.
"Eh, sepertinya begitu.Ada apa ya?" jawab Nita balik bertanya takut ada sesuatu.
"Begini nona, beliau memiliki kelainan pada jantung nya,dan saat ini kondisinya sedang lemah, sehingga kami akan memindahkan tempat duduknya di kursi VIP supaya lebih mudah menangani jika terjadi sesuatu. Kebetulan ada penumpang yang mau bertukar tempat duduk dengannya."
"Ooh begitu,iya silahkan anda tanyakan pada beliau saja nona." jawab Nita.
"Baik,terima kasih nona." jawab pramugari itu,lalu pergi meninggalkan Nita. Setelah nya Nita pun kembali memakai penutup matanya,berniat untuk tidur. Namun niatnya belum juga terwujud,lantaran beberapa saat kemudian ia mendengar seorang pramugari membantu mengambilkan barang milik penumpang di sebelahnya untuk dipindahkan. Nita tak menggubris nya,lalu memalingkan wajahnya ke arah jendela. Hingga lagi-lagi terdengar suara seseorang meminta ijin untuk duduk di sebelahnya.
__ADS_1
"Permisi,aku akan duduk di sebelah mu menggantikan penumpang tadi." ucap pria itu.
Deg..
Untuk sesaat Nita terkejut mendengar suara itu, seperti tidak asing di telinga nya. Namun dengan cepat ia menepisnya. Lalu menjawabnya dengan anggukan kepala.
Beberapa saat kemudian Nita dibuat terkejut lagi saat penumpang di sebelahnya kembali bersuara.
"Ternyata,ini rencanamu untuk kabur dariku? tapi sayang, sekarang malah aku duduk di sebelah mu." ucap nya.
"yang benar saja,bahkan dalam mimpi pun suara nya terdengar begitu jelas" gumam Nita dalam hati,namun merasa ada yang aneh,Nita pun memutuskan membuka penutup matanya dan menoleh ke seseorang yang ada di sebelah nya sekarang.
"Hah?!!!" bagai di sambar petir,itulah perumpamaan yang tepat untuk situasi nya saat ini. Rencana nya untuk kabur dari Juan,nyatanya pria itu sekarang malah sedang duduk santai di sebelahnya. Di tengah perjalanan nya untuk lari darinya.
Nita membulat kan matanya,seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Mengerjapkan matanya berkali-kali untuk meyakinkan dirinya. Berharap itu hanya halusinasi nya saja.
"Kenapa? Kaget?" tanya Juan lagi.
Sirna sudah harapan Nita untuk bisa kabur dari Juan. Seketika wajahnya memucat,dan jantung nya seolah berhenti berdetak.
Berbeda dengan Nita yang terkejut melihat nya,Juan malah dengan santai memasang senyum di wajahnya. Seolah mengisyaratkan kemenangan nya.
"Ba,,bagaimana bisa?" tanya Nita dengan terbata-bata.
"Kau lupa? Karena aku Kim Juan." jawabnya,lalu mengusap ujung kepala Nita.
"Istriku memang hebat merencanakan perjalanan,mari kita nikmati perjalanan kita." ucap Juan lagi. Lalu mengambil penutup mata yang tersemat di kepala Nita dan memakainya sendiri. Duduk dengan menyilang kan kedua tangannya di dadanya, menghembuskan nafasnya lega.
"Ternyata penutup mata ini sangat nyaman dipakai. Aku tidur dulu. Terima kasih istriku." ucap Juan lalu menyunggingkan senyum nya.
"Cih,,dasar manusia es menyebalkan.huhh..hufft sabar..sabar.." ucap Nita.
Dalam hatinya "Begitu pesawatnya mendarat di Singapura,aku akan dengan cepat melarikan diri. Ya,aku akan berlari meninggalkan nya. Lihat saja nanti."
***
SELAMAT MEMBACA..
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, Favorit DAN KOMEN YANG MENDUKUNG YAH..THANK YOU 🙏🙏🙏🤗🤗