Inikah Cinta

Inikah Cinta
67


__ADS_3

"Maaf, membuat mu lama menunggu" ucap Nita yang baru saja duduk di kursi sebelah kemudi dimana Niko berada sekarang.


"Tidak masalah,jadi mau kemana kita?" jawab Niko.


"em,aku belum pernah melihat Seoul,jadi aku ikut kemanapun kamu akan menunjukan kota Seoul padaku." Jawab Nita dengan senyum antusias di wajahnya.


"yah,, sebelum nya kau yakin sudah benar-benar sehat?" tanya Niko memastikan sambil menyentuh kening Nita untuk mengecek suhu tubuhnya,namun Nita langsung menyingkirkan tangan Niko. Bukan risih,hanya ia tak nyaman dengan kedekatan mereka. Karena ia tak mau memberikan harapan untuk Niko. Bukan ia tak punya perasaan padanya,tapi ada sesuatu dalam dirinya yang entah kenapa membuatnya tak mudah untuk menerima perasaan Niko dan membalasnya begitu saja.


"A..Aku baik-baik saja. Ayo let's go!" set Nita mengalihkan perhatian Niko. Niko pun tersenyum dan mengikuti kemauan Nita.


Beberapa saat mereka tiba di sebuah pusat perbelanjaan,dan mereka memasuki sebuah toko baju. Nita memilih baju yang sekiranya sesuai dengan keinginannya. Niko dengan sabar menemani dan sesekali bercanda dengan Nita untuk memecah kecanggungan di antara mereka.


(Waah ini baju atau emas sih? kenapa harganya mahal semua? haruskan aku meminta Niko membawaku ke toko yang harganya lebih murah?huft) gumam Nita dalam hati dengan lesu nya. Kemudian mendekat pada Niko yang berdiri di belakangnya.


"Bagaimana? sudah dapat?" tanya Niko.


"Belum,aku kurang suka modelnya. Em,apa kita bisa pindah ke toko lain? pinta Nita.


"Kenapa tidak,yuk." jawab Niko.


Kemudian mereka pun keluar dari toko itu dan berpindah ke toko lain. Sambil melihat-lihat mall itu Nita mengedarkan pandangannya ke segala arah.


"Wahh bagus sekali mall ini? semua orang ini pasti orang kaya,lihat penampilannya. Wahh luar biasa sekali." batin Nita kala melihat beberapa orang yang berpenampilan elegan dan juga beberapa mengenakan stelan jas yang tengah duduk di sebuah restoran di mall itu. Mungkin sedang mengadakan pertemuan bisnis atau mungkin karyawan. di sekitar mall ini yang sekedar makan siang saja.


"Itu,ada toko yang bagus. Mau coba kesana?" ucap Niko menyadarkan Nita.


"Ah,yuk" jawab Nita dan mengikuti langkah Niko yang menggandeng tangannya untuk mengikuti langkahnya.


Mereka pun sudah memasuki toko yang dimaksud, setelah beberapa saat Nita memilih sebenarnya ia masih belum menemukan yang pas dengan isi dompetnya,namun ia tak enak jika harus meminta Niko berpindah toko lagi. Akhirnya ia memilih baju yang paling pas model dan harganya.


"Terima kasih" ucap Nita pada sang kasir setelah ia menyelesaikan pembayaran nya.


Ia mengedarkan pandangannya ke semua arah namun tak melihat keberadaan Niko. Ya tadi ia sempat ijin pada Nita kalau ia ingin ke toilet sebentar,namun ink sudah cukup lama setelahnya namun Niko belum juga kembali.


Nita mengirim pesan pada Niko.


"Aku sudah selesai,aku tunggu di restoran dekat toko tadi ya." tulis Nita pada pesan SNS nya untuk Niko.


"Selamat siang nona,ada yang bisa saya bantu?" sapa seorang pelayan wanita yang mendekati Nita,pelayan itu terlihat masih begitu muda,mungkin seumuran 20an tahun.


"Ah,iya. Aku mau pesan minum saja." jawab Nita.


Pelayan itu pun menyodorkan menu pada Nita,ia memilih untuk nya dan untuk Niko.

__ADS_1


"Baik,kami akan menyiapkannya." ucap sang pelayan seraya meninggalkan Nita.


"Haish,minuman saja semahal itu. Mall macam apa ini? isinya barang-barang mahal semua. Pokoknya aku harus minta kenaikan gaji pada Niko setelah ini." batin Nita,sambil ia melihat keluar dari restoran itu yang hanya dipagar kaca.


Ting


Sebuah pesan dari Niko


"Ok,kau tunggu disitu dulu."


"Ya" jawab Nita.


"Ini pesanannya Nona" ucap pelayan sambil menyajikan pesanan Nita.


"Ah iya,terima kasih." ucap Nita.


"Sama-sama. Apa ada yang anda inginkan Nona.?"


"Em, sebenarnya aku membutuhkan teman untuk sedikit ngobrol tapi itu tidak mungkin kan?" ucap Nita.


"Apa anda sendiri? kenapa anada memesan 2 minuman nona?" tanya pelayan penasaran.


"Sebenarnya aku dengan teman,tapi dia sedang ada urusan sebentar sehingga aku harus menunggu. Hanya saja aku belum terbiasa sendiri di tempat ramai begini. Ah,tidak apa-apa nona se Yong." ucap Nita sambil ia melihat nama yang terpasang di seragam pelayan itu.


"Ah,bagaimana kalau saya bawakan beberapa kue?" tawar se Yong.


"Siap ini?!" tanya Nita kaget. Karena tiba-tiba Niko datang dari arah belakang Nita dan menutup kedua matanya dengan tangan.


"Coba tebak siapa aku" suara Niko yang dibuat beda untuk mengecoh Nita.


"Tidak mungkin kalau bukan Niko kan?" jawab Nita,bersamaan dengan Niko yang melepaskan tangannya yang menutupi mata Nita.


"Tepat sekali.! maaf membuat mu lama menunggu." ucap Niko sambil mengusap ujung kepala Nita.


"ah,tak apa. Itu aku sudah membelikan minum untukmu." ucap Nita sambil menunjukan minuman yang di maksud.


"Terima kasih" ucap Niko sambil duduk di hadapan Nita.


(syukurlah,jantungku aman.) gumam Nita dalam hati karena tak nyaman dengan perlakuan Niko barusan.


"Kau tak pesan makanan?" tanya Niko yang hanya melihat minuman dan kue di hadapan Nita.


"Ah,kue ini belum habis. Dan lagi ku pikir kau akan lebih lama,jadi aku belum memesan makanan." jawab Nita.

__ADS_1


"owh,maafkan aku. Biar ku pesankan." ucap Niko yang langsung memanggil pelayan dan memesan beberapa makanan untuk makan siang mereka.


"Maaf,tadi setelah dari toilet tadi aku tak sengaja berpapasan dengan teman SMA ku. Dia bersama istri nya yang sedang hamil. Mereka baru saja belanja perlengkapan bayi,karena perkiraan lahirnya sebentar lagi. Kita teman dekat,namun komunikasi sempat terputus karena saat itu aku kuliah di luar negri dan ia beserta keluarganya pindah ke Australia. Belum lama ini dia kembali ke Korea setelah menikah. Dan yang membuat ku terkejut adalah,istrinya adalah siswa yang selalu dijahilinya ketika SMA dulu." cerita Niko sambil sedikit tawa di sela ceritanya.


"Wah,memang jodoh itu hanya tuhan yang tahu. Semoga mereka selalu bahagia dan proses persalinan istrinya nanti lancar dan juga bayinya sehat." ucap Nita merespon cerita Niko.


"Ku harap begitu." ucap Niko sambil tiba-tiba ekspresinya berubah serius dengan menatap Nita.


"Dan ku harap jodohku adalah kamu" ucap Niko menambahkan.


DEG...


Nita terpaku mendengar itu. Ia sempat melupakan pernyataan cinta Niko kemarin. Ia gugup dan tak tahu harus menjawab apa. Sebenarnya ia senang mendengarnya,namun mulutnya terasa kelu untuk menjawab pernyataan itu. Kata-kata nya seolah tercekat di lehernya.


"Kau tak harus menjawabnya sekarang,aku mengerti dirimu. Yang penting kita bisa bersama seperti ini." tutur Niko yang mampu membuat Nita merasa sedikit lega dengan situasi itu.


Beberapa saat kemudian makanan yang dipesan pun datang dan mereka makan dengan situasi yang canggung walaupun sesekali Niko mencoba mengajak Nita membicarakan hal lain,seperti kehidupannya di Indonesia hingga menanyakan teman dan keluarganya juga. Namun Nita hanya menjawab seperlunya,apa lagi tentang keluarga nya. Ia tak menjelaskan secara rinci tentang kondisi keluarganya.


Setelahnya merekapun langsung bergegas kembali ke apartemen saat Nita menerima pesan dari asisten Song bahwa ia akan menjemput Nita lebih awal karena nenek Kim ingin segera bertemu dengan nya.


Sesampainya di basemen apartemen,Nita terburu-buru keluar dari mobil Niko. Namun tiba-tiba Niko meraih tangan Nita dan mencegahnya.


"Ya?" tanya Nita yang terkejut dengan tindakan Niko.


"Sebentar" ucap Niko,lalu ia meraih sesuatu dari saku jasnya dan meletakkan benda kotak di telapak tangan Nita.


Nita mengerutkan keningnya seraya bertanya "apa ini?"


"Buka saja" jawab Niko. Dan Nita pun membukanya dan melihat isi dari kotak yang diberikan Niko. Begitu ia membukanya terlihat sebuah kalung berlogo N di sana. Indah,desain yang sederhana namun terlihat sangat indah dan elegan.


Nita menoleh pada Niko dan menatapnya mengisyaratkan maksud Niko memberikan itu padanya.


"Walau kau belum memberikan jawaban tapi bukan berarti aku tak boleh memberimu hadiah karena kerja keras mu untuk restoran ku kan? anggaplah itu hanya hadiah dariku. Kau mau kan?" pinta Niko.


"Biar ku pakaikan" tambah Niko lagi yang tak mau menunggu Nita menjawab pertanyaan nya dan langsung meraih kalung itu dan memakaikannya di leher Nita.


Walau masih bingung dan ragu dengan dirinya,tapi Nita tetap menuruti kemauan Niko.


"Terima kasih" ucap Nita dan langsung keluar dari mobil Niko yang hanya dijawab senyuman manis darinya.


"Hah,Nita ku harap kau akan segera membalas perasaanku" gumam Niko di dalam mobil setelah Nita terlihat sudah memasuki apartemen itu.


***

__ADS_1


AUTHOR


TERUS DUKUNG AUTHOR DENGAN MENINGGALKAN JEJAK LIKE DAN KOMEN POSITIF UNTUK MENYEMANGATI DAN KEMAJUAN AUTHOR YA.THANK YOU..🙏🙏❤️


__ADS_2