Inikah Cinta

Inikah Cinta
77


__ADS_3

"Pagi,apa tidurmu nyenyak?" tanya Niko pada Nita.


"Sudah pasti.(Nita tersenyum),Berkatmu aku bisa menikmati tidurku dengan sangat nyaman. Hem,aku lega sekali. Rasanya aku tidak percaya besok aku sudah bisa pulang ke Indonesia dengan tenang. Terima kasih banyak Niko." tutur Nita dengan wajah berseri.


"Syukurlah,aku senang melihatmu sesenang ini. Huft,tapi setelah hari ini aku pasti akan sangat merindukan mu,butuh waktu cukup lama untuk kita bertemu lagi,tapi aku akan mengusahakan secepatnya." ucap Niko yang juga tersenyum manis.


"Aku yakin kau pasti bisa,dan aku akan selalu berdoa agar kau dan keluargamu bisa mengatasi kesulitan ini. Kalian orang baik,pasti Tuhan akan memberikan jalan keluar.Percayalah." Nita menyemangati Niko sambil menepuk perlahan pergelangan tangan Niko.


Deg..


Dalam hati Niko merasa tak ingin suasana itu berhenti. Sarapan berdua dengan Nita,melihat senyumnya,membuat Niko merasa senang. Wanita polos dan sederhana,jauh dari kesan wanita pemerhati penampilan dan glamor,tidak cantik karena riasan,namun kecantikan sederhana yang terpancar dari kebaikan hatinya. Jiwa penyayang nya terhadap orang tua sangat menyentuh hati Niko, kesabaran dan ketulusan nya begitu luar biasa. Niko berharap,kali ini benar-benar cinta yang sesungguhnya,cinta yang mampu membuatnya bersama dengan orang yang dicintai nya tanpa adanya perpisahan seperti sebelumnya.


"Hei..hei.. chef tampan satu ini pagi-pagi sudah ngalamin.ckckck" ledek Nita menyadarkan Niko.


"Eh,yasudah, makanlah dulu." Niko sudah menyiapkan sarapan untuk mereka.


"Tanpa kau suruh aku sudah sedang makan. Aku tak mau menyia-nyiakan makanan enak yang ada di hadapanku ini.hehe" Nita pun tak sungkan untuk langsung memakannya. Dia makan dengan lahap.


"Dasar,eh jam berapa kau akan menemui Desi?" tanya Niko di sela sesi makan mereka.


"Dia sedang mengemasi barang-barang nya. Katanya jam 1 siang nanti dia sudah sampai sini." jawab Nita.


"Oh,apa perlu kujemput dia saja?"


"Ah,tak perlu. Desi sudah cukup dewasa untuk kesini sendiri. Dia bukan anak TK lagi.hehe" jawab Nita dengan candaannya.


"Baiklah." jawab Niko.


"Em,apa kau hari ini ada waktu?" tanya Nita ragu.


"Tidak,kenapa?" jawab Niko yang dalam hatinya berharap Nita mengajaknya pergi ke suatu tempat. Dia ingin lebih lama berdua dengan Nita. Dia ingin sekali menanyakan jawaban dari pernyataan cinta nya tempo hari.


"Em,apa kau tidak keberatan kalau aku memintamu menemaniku ke pantai? itu,e,,aku mau menunjukan foto pantai di pulau Jeju ini pada keluargaku. Ta,tapi kalau sekiranya kau lelah atau,atau.." ucap Nita ragu dan akhirnya terpotong oleh jawaban Niko.


"Tentu,aku akan mengantarmu." jawab Niko tegas.


"Hah? benarkah?" tanya Nita tak percaya.


"Iya,aku tidak akan bercanda denganmu. Aku selalu serius dengan ucapan ku kan?" jawab Niko.


"Terima kasih banyak,aku kembali merepotkan mu. Aku tahu,kau selalu serius dan pasti sangat bisa diandalkan.he"


"Dan,,(Niko menjeda ucapannya) dan akupun serius dengan perasaan ku. Kau tahu itu kan?" tanya Niko,yang sontak mengejutkan Nita.


"uhuk..uhuk.." Nita sedikit tersedak,karena ia tahu kemana arah pembicaraan Niko.Ia sempat lupa dengan pernyataan cinta Niko tempo hari. Ia berpikir itu pasti kesalahan,tak mungkin Niko benar-benar menyukainya. Pria tampan,baik,ramah dan mapan begitu sangat tidak mungkin menaruh hati padanya yang biasa saja. Walau tak dipungkiri Nita terpukau dengan sosok Niko,namun itu baru sebatas kagum. Ya,mungkin itu. Karena ia tak berani menilai itu adalah cinta. Begitupun Niko,mungkin karena saat ini wanita yang sedang dekat dengannya cuma aku,sehingga ia bisa sedikit lupa dengan mantan kekasih nya yang sudah meninggal itu.


"Minumlah" ucap Niko sambil menyodorkan minum dan tangan lainnya menepuk pelan punggung Nita.


Tak menyia-nyiakan nya,Nita meminumnya hingga habis.

__ADS_1


"Sudah lebih baik?" tanya Niko sambil memegang kedua pipi Nita. Sungguh situasi yang sangat mengkhawatirkan. Sudah pasti jantung Nita yang perlu dikhawatirkan, khawatir lompat saking kikuk nya karena wajah Niko menatapnya begitu dekat,hingga hembusan nafasnya pun terasa di wajah Nita. Dan lagi,pasti Niko dapat merasakan pipi Nita yang sontak menjadi panas saking terkejutnya.


"ehem,,ehem,,ya,,ak,, aku su..sudah lebih baik. Lihat kan?" jawab Nita gugup menahan groginya.


(Aku ingin sekali mencium wajah menggemaskan ini) batin Niko.


"Ta.. tanganmu" ucap Nita mengingat kan Niko untuk mengalihkan tangannya dari wajah Nita.


"Eh,aku siapkan mobil. Kau bisa langsung keluar kalau kau sudah selesai." ucap Niko sambil beranjak dari duduknya yang juga sedang menyembunyikan salah tingkahnya serta menyembunyikan detak jantungnya yang terasa berdetak begitu cepat. Ia bahkan lupa kalau ia sedang meminta jawaban pernyataan cinta nya dari Nita. Ia baru menyadari ketika ia sudah duduk di dalam mobilnya sambil menunggu Nita.


Drrrttt


"Halo,Des. Gimana? kau sudah selesai?" jawab Nita di telefon yang tersambung dengan Desi.


"Sudah, sebentar lagi aku kesana." jawab Desi.


"Ok, aku tunggu. Hati-hati ya."


"Tenang,justru kamu yang harus hati-hati kak.hehe" ledek Desi.


"Aku masih dirumah Des,gak kemana-mana juga. Insyaallah aman lah."


"haha,maksudku kamu harus hati-hati dengan hati mu kak. Serumah dengan pria ganteng nan baik pasti hati mu terganggu." ucap Desi dengan tertawa kecilnya.


"Apaan sih."


"Pokoknya siap-siap hatimu jatuh lho kak,Jatuh Cinta.hihi" goda Desi.


(Dasar anak itu,masih aja ga bisa lihat yang bening-bening dikit.) gumam Nita setelah mematikan telefon nya.


"Eh,ya ampun Niko sudah menunggu ku di mobil. Sampai lupa." ucap Nita begitu ia mengingat kalau sudah meminta Niko mengantarnya ke pantai hari ini. Ia pun segera mengambil tas nya dan berlari menyusul Niko yang sudah menunggunya di mobil sedari tadi.


"Maaf,sudah membuatmu lama menunggu. Tadi Desi telefon." ucap Nita begitu ia duduk di kursi sebelah Niko.


"Tak apa,tapi kau harus bertanggung jawab karena sudah membuatku menunggu." ucap Niko dengan pura-pura memasang wajah cemberut.


"Hehe,pria tampan gak baik lho kalau suka marah. Nanti bisa cepat tua. Tapi karena aku yang salah,maka dengan terpaksa aku akan bertanggung jawab." ucap Nita.


"Apa kau bilang?" tanya Niko dengan mendekatkan telinganya seolah tak jelas mendengar yang dikatakan Nita barusan


"Aku akan bertanggung jawab" jawab Nita.


"Bukan,bukan yang itu. Sebelum itu."


"Yang apa? oh jangan suka marah nanti bisa cepat tua." jawab Nita.


"Bukan,sebelumnya."


"Em,yang apa si? ah,pria tam..pan." jawab Nita terjeda karena Niko yang tiba-tiba sudah mendekatkan wajahnya pada Nita.

__ADS_1


"Ya,yang itu." ucap Niko dengan matanya menatap lekat pada Nita.


"Ehem,ap..apa,eh ka..kau mau apa?" tanya Nita gugup karena Niko terlalu lekat menatapnya.


"Kau lihat wajahku tampan?" tanya Niko.


"I..iya,benar. Kau memang tampan." jawab Nita.


"Huft,tapi aku tidak merasa wajahku ini tak berguna." keluh Niko.


"Mak..maksudmu? hah,mana mungkin.he..he.."


"Apa kau tertarik dengan ketampanan ku?" tanya Niko yang sebenarnya meminta pengakuan dari dalam hati Nita. Itu sangat jelas terbaca dari sorot matanya.


(what??!! demi apa pun aku sangat mengakui kamu itu tampan,pria Ter tampan,baik dan ramah yang pernah ku kenal dan ku temui. Tak bisa ku pungkiri wanita manapun pasti akan mudah bahkan ikhlas untuk jatuh cinta padamu. Termasuk aku,namun aku tak mau serakah dengan tidak menyadari diriku sendiri. Kita tak sebanding dengan mu. Ah,lebih tepatnya bagaimana aku bisa menyesuaikan diri dengan mu? terlebih keyakinan ku berbeda dengan mu. Haish,bagaimana cara menyampaikan nya ya? hemm tapi aku belum 100% yakin dengan perasaannya. Begitupun aku.) ucap Nita dalam pikirannya.


Cetakkk


"Awe,sakit!" Rajuk Nita,karena Niko yang menyentil dahinya.


"Hei,aku tahu aku memang tampan. Sampai termenung begitu,padahal aku sedang menunggu jawabanmu." ucap Niko dengan cemberut karena tak mendapat jawaban dari Nita.


"Ah,maaf. Iya,kau tanya apa tadi? eh bukan,maksudku kau memang tampan." jawab Nita yang di respon senyuman oleh Niko.


"Sudahlah,ayo kita berangkat." ucap Niko mengalihkan pembicaraan.


"Baik" jawab Nita,ia lega karena sudah terbebas dari tatapan Niko yang begitu dekat dengannya tadi.


"Wajah tampan ini tak berguna kalau kau sendiri tak tertarik padaku." ucap Niko di tengah perjalanan mereka.


"Ah,siapa bilang?? UPS" Nita kikuk dan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya lalu mengalihkan pandangannya ke luar jendela.


Mendengar jawaban Nita,Niko hanya tersenyum dengan sedikit melirik ke arahnya. Ia tak lagi mengatakan apapun,karena jawaban Nita barusan sudah cukup baginya. Dia menghembuskan nafasnya lega. Walau dia ingin langsung memeluk Nita,namun diurungkannya. Karena Nita terlihat malu dan salah tingkah saat ini.


"Terima kasih" ucap Niko.


"Ah,untuk apa?" tanya Nita tak mengerti. Namun Niko hanya menunjukkan senyumnya.


"Ooh,ya sama-sama" jawab Nita.


(Aneh,apa aku salah bicara? memangnya aku berkata apa? dia terlihat senang sekali. Bibirnya masih saja tersenyum begitu.) gumam Nita dalam hati sambil sedikit melirik pada Niko yang terlihat fokus menyetir namun dengan senyum yang masih menghiasi wajahnya.


Setelah itu,Nita memilih diam dan kembali melihat ke luar jendela mobilnya.Tak ada yang membuka suara lagi hingga mereka sampai di tempat tujuan.


***


AUTHOR


HAPPY READING MY READERS..

__ADS_1


jangan lupa LIKE dan komen ya..🤗🙏


__ADS_2