Inikah Cinta

Inikah Cinta
83


__ADS_3

"Akhirnya sampai juga,Aku lelah sekali." keluh Nita sambil merebahkan tubuhnya di sofa begitu sampai di apartemen.


"Aku mau mandi,kau jangan lupa bereskan semua belanjaan itu.!" ucap Juan sambil berlalu melewati Nita dan memasuki kamarnya.


Brakk


"haaah,haruskah aku menyelesaikan 3bulan di tepat ini bersama pria menyebalkan itu? Bodoh,kau bodoh Nita. Tak seharusnya kau mengikuti permainan gila nya. Ya,dia lebih tepat di sebut pria gila dari pada pria menyebalkan.huft." keluh Nita lagi.


"Yah mau bagaimana lagi, sekarang aku pengangguran sejati,hanya dia yang dengan paksa menampung ku di negara ini. Lebih baik cepat ku bereskan semua ini." gumam Nita yang kemudian beranjak dari duduknya dan meraih semua barang belanjaan dan menyimpan nya di kulkas.


Malam semakin larut, terlihat lampu kamar Juan sudah padam tanda si pemilik sudah tidur. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 1 malam,Nita masih duduk di sofa denan ditemani TV yang masih menyala namun dengan volume kecil.


Nita berjalan mematikan semua lampu di tempat itu. Hanya membiarkan cahaya TV yang sedikit menerangi ruangan itu. Ia sebenarnya tak fokus menonton acara di TV itu. Dia menggunakan nya untuk menemani kebosanan dan kesepiannya saja. Dia membaringkan tubuhnya di sofa dengan pikiran yang entah kemana.


"Niko.." gumam Nita saat terlintas di benak nya wajah pria yang dua minggu lalu menyatakan perasaan padanya. Bahkan belum juga Nita menjawab pernyataan itu namun kini situasinya lain. Sungguh ini bagai mimpi, semuanya terjadi begitu cepat. Seolah Nita diajak lari maraton atau lari secepat mungkin untuk menghindari penjahat.


Pandangan matanya mulai berkaca-kaca namun kelopak matanya seakan sudah tak mampu menyangga lagi,sehingga tak terasa Nita memejamkan mata nya dan terlelap di sofa dengan lengannya yang dijadikan bantal.


Tanpa disadari Nita,Juan sedari tadi berdiri di belakang sofa dimana Nita tidur. Ia menghentikan langkahnya ketika mendengar Nita mengucapkan nama Niko,ada rasa kecewa dan marah dalam dirinya. "Kenapa dalam hatinya ada nama Niko? bukan dirinya? bahkan nama yang disebut nya saat terlelap adalah nama Niko,bukan dia?" batin Juan.


"Tunggu,ada apa denganku? apa peduliku kalau dia suka dengan Niko? justru bagus kan? sekarang aku hanya meminjamnya sebentar dari Niko. Setidaknya ia tak akan terlalu merasa bersalah setelah perjanjian ini selesai." batin Juan lagi.


Tak mau larut dalam kekesalannya akhirnya ia memutuskan kembali ke kamarnya dan melanjutkan tidurnya.


"Ting..tong..Ting..tong.."


Bunyi bel berulang kali mengusik tidur Nita.


"Eugh,siapa sih.Huaaamm" gumam Nita sambil mengucek kedua matanya dan menutup mulutnya yang masih menguap.


Tanpa memperhatikan penampilannya,ia berjalan menuju pintu dan langsung membuka pintunya.


"Ya,sia...pa?" ucap Nita yang terkejut melihat seseorang yang ada di hadapannya kini.


"Hah? Ne..nenek? Ka..kek? kalian?" ucap Nita terbata-bata dan langsung membelalakkan matanya.


"Aishh cucuku ini,apa kau baru bangun?" tanya nenek dengan senyum mengembang diwajahnya dan pandangan matanya menilai dari kepala hingga kaki.


"Eh,,i..itu..ah..iya." jawab Nita yang masih bingung harus menjawab apa karena ia masih terkejut dengan kedatangan mereka.


"Sudahlah nek,jangan menggodanya terus. Namanya juga pengantin baru,ayo kita masuk dulu. Kita letakkan kado ini dulu." ucap kakek Kim yang langsung melangkah masuk ke dalam apartemen dengan membawa sebuah kotak besar berwarna merah,nenek Kim pun mengikutinya.


"Ayo Nita.." ucap nenek Kim sambil melambaikan tangan meminta Nita masuk. Karena Nita terlihat masih terpaku di depan pintu.


"I..iya nek." Jawab Nita yang langsung berlari mengikuti kakek dan nenek.

__ADS_1


"Mana Juan?" tanya kakek Kim begitu Nita sampai di ruang tengah.


"Ah,jam segini dia sudah berangkat ke kantor kek." jawab Nita.


"Apa?? dia masih kerja??" tanya nenek Kim tak senang mendengar jawaban Nita.


"I..iya nek. Seperti biasa.he" jawab Nita sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Keterlaluan! dasar anak nakal itu. Bagaimana bisa dia lebih cinta pekerjaan nya dari pada istrinya,huh bukannya pergi bulan madu malah pergi kerja. Kakek,kapan kita akan dapat cucu buyut kalau cucu laki-laki mu yang nakal itu masih sibuk kerja?! kau harus tanggung jawab!!" omel nenek Kim pada kakek Kim.


"Tunggu! nek,aku selalu menanyakan pada sekretaris Liem,katanya semua urusan sementara diurus olehnya. Bahkan selama dua minggu ini aku diminta istirahat juga karena urusan kantor sudah beres olehnya. Asisten Song juga berkata demikian." jelas kakek Kim. Kemudian mengalihkan pandangannya pada Nita,diikuti dengan nenek Kim.


Mendapat pandangan intens penuh tanda tanya dari kakek dan nenek Kim membuat Nita seakan membeku karena tak tahu harus berkata apa lagi. Karena yang ia tahu selama dua minggu ini Juan selalu berangkat kerja dan dia hanya sendiri di rumah. Apakah jawaban nya salah? ada apa sebenarnya? batin Nita.


"Siapa yang datang Nita?" tanya Juan yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.


"Hah?? apa aku tidak salah lihat?" batin Nita yang melihat Juan di hadapannya dengan menggunakan baju santai berupa kaos oblong santai dengan celana panjang biasa juga. Jelas itu bukan penampilan yang biasanya ketika dia akan ke kantor. Itu penampilan nya di rumah.


"Itu Juan" ucap nenek Kim sambil sekali lagi memandang pada Nita.


"Kenapa kalian tidak bilang akan kemari?" tanya Juan dengan santai pada kakek dan nenek Kim.


"Anak ini,apa kami harus ijin dulu kalau mau bertemu dengan cucu kesayangan kami ini hah?" ucap kakek.


"Bukan begitu,harusnya jangan sepagi ini. Kalian lihat kan,Nita juga belum mandi." jawab Juan.


"Apa?" gumam Nita terkejut,karena dia mengira sekarang jam 7 pagi.


"Astaga,ma-maaf aku bangun kesiangan. Aku permisi mandi dulu kek,nek." ucap Nita sambil membungkuk kan badannya cepat dan berlari ke kamar Juan.


"Aneh" gumam nenek Kim.


"Aneh apanya? kalian mau minum teh?" tawar Juan yang seakan tahu apa yang sedang dipikirkan oleh nenek Kim.


"Ini,nenek bawa beberapa makanan. Lebih baik kau bantu nenek menyiapkan ini. Ayok" ucap nenek Kim yang langsung berjalan ke dapur mendahului Juan.


"Ya" jawab Juan dengan membantu membawakan bawaan nenek.


Sementara kakek Kim mengikuti dan meletakkan kotak merah yang dibawanya di atas meja di depan TV. Setelah nya ia menoleh pada sofa di depannya.


"Kenapa ada selimut disini?" gumam kakek Kim namun dapat di dengar oleh Juan dan nenek Kim.


"Ups,dasar cewek ceroboh!" batin Juan.


"Ah,iya itu Nita semalam nonton drama sambil tiduran di sofa situ. Saat tidur dia lupa gak membereskan selimut nya lagi karena sudah terlalu ngantuk,seperti yang kalian lihat tadi Nita bangun kesiangan kan? itu karena dia begadang nonton drama kesukaan nya." jelas Juan dengan bersikap senatural mungkin.

__ADS_1


"Apa? begadang nonton drama? jadi kalian tidak.." ucap nenek curiga.


"Ah,Nita sedang datang bulan. Jadi ku biarkan dia nonton.he" jelas Juan.


"Ooh. Kakek kita kalian tidur terpisah." ucap kakek.


"Mana mungkin,kan kalian tahu kalau apartemen ini hanya ada satu kamar utama. Dan satu kamar tamu,jadi mana mungkin Nita tidur di kamar tamu. Lagipula kalian lihat kan tadi Nita juga masuk ke kamarku bukan kamar tamu." Juan berusaha meyakinkan kakek dan nenek Kim.


"Ada yang bisa aku bantu nek?" tanya Nita yang baru datang dengan tergesa-gesa.


"Syukurlah kau tidak terlalu lama mandi." batin Juan yang merasa lega karena tak lagi harus beralasan pada kakek dan nenek Kim.


"Cepat sekali mandinya?" tanya nenek heran.


"Hehe,aku tidak perlu banyak waktu untuk mandi,apalagi kalian menungguku." jawab Nita.


"Bukankah wanita haid butuh lebih banyak waktu untuk mandi?" tanya nenek Kim.


"Hah? apa? haid? aku tidak sedang.Ouh" ucapan Nita terpotong saat Juan tiba-tiba mencubit pipinya.


"Pantas pipimu gembil,karena kau hanya sebentar cuci mukanya." ucap Juan mengalihkan pembicaraan.


"Ih,sakit tahu! lagian kan kau yang buat aturan agar aku tidak terlalu lama memakai kamar mandi mu itu. Huh,padahal yang selalu membersihkan nya aku,tapi aku tak bisa lebih dari 10 menit memakainya." keluh Nita.


"Bagus" batin Juan.


"Ooh jadi kamu terbiasa cepat mandi gara-gara pria ini?" tanya nenek Kim.


"Benar nek,bahkan saat aku ingin buang air pun aku terpaksa menahannya hingga dia keluar rumah,karena dia pasti akan mengomel. Ugh itu membuatku tak ingin buang air lagi." ucap Nita mengadu.


"hahaha, sudah-sudah ayo cepat kita siapkan makanan nya. Aku sudah lapar.he" ajak kakek.


Nita pun bersemangat dan bergegas menyiapkan makanan yang dibawa nenek Kim,dibantu oleh Juan. Sementara nenek dan kekek Kim hanya menunggu di meja makan dengan tersenyum bahagia melihat kedekatan Nita dan Juan.


"Syukurlah,cucu kita sudah menikah dengan wanita yang tepat." ucap nenek Kim.


"Benar,kita doakan semoga kita cepat dikasi cucu buyut yang banyak. Ya kan nek?" jawab kakek Kim.


"Tentu." jawab nenek.


***


AUTHOR


POKOKNYA GAK ADA BOSEN NYA DEH AKU BUAT INGETIN KALIAN BUAT LIKE DAN KOMEN DUKUNGAN KALIAN. KARENA ITULAH SUMBER SEMANGAT DAN KEBAHAGIAAN KU.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2