
"Ini, haruskah aku ikut masuk?" tanya Nita pada Juan. Ia terlihat ragu untuk turun dari mobil yang sudah berada di depan gedung K grup. Bukan tanpa alasan, disana sudah berjejer para wartawan dengan kameranya yang sudah siap mengambil gambar dan juga para karyawan yang siap menyambut mereka.
"Tidak" jawab Juan santai kemudian dia keluar lebih dulu dari mobil.
"Huft, syukurlah" gumam Nita sambil menghembuskan nafas lega dan menenangkan dirinya. Namun itu tak berlangsung lama,ketika Juan membuka pintu penumpang dimana ia duduk dan mengulurkan tangannya pada Nita.
"Ayo,turun sayang." ucap Juan dengan senyum mengembang di bibirnya. Terdengar sangat ramah,hingga orang lain yang mendengar dan melihatnya pasti akan mengira itu sangat romantis.
"Hah??" Nita terkejut dan merasa bodoh Karena percaya dengan omongan Juan tadi.
"Mau ku gendong sayang?" ucap Juan lagi,kali ini ia langsung meraih tangan kiri Nita dan mencium punggung tangannya. Nita hanya bisa melongo dibuatnya.
"Cepatlah turun kalau tidak mau ku seret paksa!!" ucap Juan dengan suara pelan yang hanya bisa di dengar oleh Nita.
Sambil gugup dan sedikit menundukkan wajahnya Nita pun mengikuti perintah Juan. Semua kamera tak mau terlewat mengambil gambar,dan wartawan juga langsung menghujani pertanyaan. Namun Nita hanya berusaha menutupi wajahnya dan berlindung di balik punggung Juan. Tapi entah kenapa kali ini Juan sepertinya sangat santai menghadapi mereka. Ia dengan senang hati menjawab pertanyaan dari para wartawan yang entah apa karena Nita tak begitu mempedulikan nya,ia hanya fokus pada dirinya yang terlalu tak nyaman dengan situasi ini. Namun ia masih merasakan Juan menggenggam tangannya dengan erat dan sesekali mengusap punggung tangannya,dan itu mampu sedikit menenangkan Nita.
"Maaf,kalian bisa mengajukan wawancara di lain waktu. Untuk saat ini pak Dirut hanya bisa menjawab sebatas ini." ucap seorang pengawal sambil memberikan jalan jalan untuk Juan dan Nita masuk ke dalam gedung K group.
"Huuft," Nita menghembuskan nafas lega begitu masuk ke K grup. Rasanya kini ia sudah bisa bernafas dengan normal lagi.
"Puft,hahaha" tawa Juan pecah melihat ekspresi pucat Nita. Mereka sedang berada di lift khusus direktur sehingga Juan tak perlu menahan tawanya kali ini.
"Apa? ada yang lucu? cih.." tanya Nita yang tak suka melihat Juan yang seolah senang melihat penderitaan nya.
"Iya,kau terlihat lucu sekali." jawab Juan dengan menahan tawanya.
"Terserah kamu saja lah." ucap Nita yang tak peduli dengan Juan.
Tingg
"Selamat datang tuan,silahkan." Ucap dua pria tampan dan tegap menyambut Juan dan Nita begitu pintu lift terbuka.
"Waow,mereka keren sekali." gumam Nita melihat dua pria itu. Juan yang mendengarnya langsung menarik tangan Nita untuk berjalan mengikutinya.
Sedang dua pria itu merasa sedikit terkejut mendengar ucapan Nita.
"Ha,Bu direktur memuji kami?" batin mereka.
"Kau, bersikaplah yang baik. Lebih baik tak berkata apapun daripada malah memuji pria lain di depan suamimu sendiri." ucap Juan di telinga Nita lalu mencium keningnya.
"hah?" Nita hanya diam mendengar ucapan Juan yang pelan namun sangat jelas penuh tekanan. Seolah ia benar-benar sedang diperingati oleh suami sungguhan.
"Wah,pak Dirut ternyata orang yang romantis sekali." sayup-sayup terdengar ucapan pegawai wanita yang berdiri tak jauh dari Juan dan Nita,yang kini siap memasuki sebuah ruangan.
Jegreg...
Pintu ruangan itu terbuka,hawa dingin langsung menghembus dan menusuk ke dada Nita. Ia bisa merasakan aura tegang dari dalam ruangan itu.
Juan berjalan masuk lebih dulu dan diikuti oleh Nita. Hingga Juan berhenti tepat di hadapan semua yang menatap tajam pada mereka.
Juan membungkukkan tubuhnya sedikit untuk memberi salam diikuti oleh Nita lalu merekapun duduk.
__ADS_1
Nita merasa kikuk harus bersikap seperti apa,karena baru kali ini ia berada di depan sebuah ruangan,menjadi pusat perhatian orang-orang dengan penampilan sangat rapi,keren dan tegas. Keringat dingin nya tak mau keluar saking dingin nya hawa di sana. Mungkin AC nya terlalu tinggi atau karena tatapan mereka yang terlalu kaku. Hanya kakek dan nenek Kim yang ia kenal yang duduk tak jauh dari nya.
"Selamat pagi. Mohon maaf membuat kalian menunggu. Seperti yang kalian lihat,saya datang bersama seorang wanita yang kalian pasti sudah bisa menebak dia siapa. Bukan hanya isu yang beredar,namun saya sudah siap dengan buktinya. (Sekretaris Liem)" panggil Juan di sela ucapan nya. Dan sekretaris Liem mengangguk lalu mengedipkan matanya pada asisten lainnya untuk menunjukkan bukti yang dimaksud Juan.
"Kami belum sempat mengadakan pesta pernikahan karena memang istri ku ini berasal dari keluarga biasa dan tak begitu suka dengan keramaian. Namun, secepatnya kami akan merencanakan nya. Saya harap dengan ini kesalah pahaman terhadap saya sudah terjawab." tambah Juan,dan ditanggapi dengan anggukan kepala mereka yang ada di ruangan itu tanpa terucap sepatah katapun dari mereka.
Sungguh itu betul-betul tempat yang sangat membuat canggung bagi Nita. Ia sampai kesulitan untuk hanya sekedar menelan ludah. Pandangan tajam dari semua orang terlihat begitu dingin dan menusuk. Terlihat banyak tanda tanya pada dirinya dan mungkin tidak suka dengannya. Hingga Juan tiba-tiba menggenggam tangan Nita,seakan tahu apa yang sedang dirasakan oleh Nita.
"Kurasa penjelasan dari saya sudah cukup. Ah,dan untuk satu Minggu kedepan pekerjaan saya sementara akan ditangani oleh sekretaris Liem dan asisten Song." ucap Juan.
"Kenapa?" tanya salah seorang diantara mereka.
Juan tersenyum lalu menjawab dengan santai.
"Apakah harus diperjelas apa yang akan aku kerjakan yang merupakan pengantin baru? bagaimana sayang?" jawab Juan sambil memandang Nita intens dengan senyumnya. Lalu mengedipkan sebelah matanya.
"O...em.." Nita tak tahu harus menjawab apa.
"Baiklah,terima kasih sudah mengadakan pertemuan ini. Kalau begitu kami permisi dulu." Ucap Juan dan langsung beranjak dari duduknya lalu membungkuk kan badannya memberikan hormat lalu pergi dari sana dengan menggandeng Nita untuk mengikutinya.
Setelah Juan meninggalkan ruangan itu,beberapa orang hanya bisa saling bertanya satu sama lain. Mereka menanyakan tentang kebenaran hubungan Juan walaupun bukti sudah mereka lihat sendiri.
"Dasar anak sialan. Beraninya kau mempermainkan perasaan anakku." batin tuan Aichi sambil mengepalkan tangannya memusatkan marah disana.
"Pria licik,aku yakin pasti ini hanya bagian dari siasatmu untuk sekedar mengukuhkan diri sebagai direktur dan presiden direktur nantinya. Tunggu,aku pasti akan membongkar semuanya." batin pria lain lagi yang merupakan bagian dari orang yang tak menyukai Juan sebagai pewaris K group.
"Syukurlah,cucuku memang keren dan bertanggung jawab. Kali ini aku memuji pilihanmu yang tepat." batin kakek Kim yang juga berada di sana.
"Semoga mereka bahagia dan kita lekas punya cucu buyut." jawab kakek Kim dengan tersenyum lepas.
"Amin" jawab nenek Kim.
***
"Hahhh, akhirnya" gumam Nita begitu sudah duduk di mobil.
"Terima kasih" ucap Juan yang juga sudah duduk di bangku kemudi.
"Ada minuman?" tanya Nita yang tak merespon ucapan Juan.
"Ini", jawab Juan sambil membuka laci di depan Nita dan mengambil sebotol air mineral padanya.
DEG
Sesaat jantung Nita berdegup kencang karena Juan yang terlalu dekat dengan nya. Bukankah dia bisa menunjukkan saja tanpa harus mengambilkan nya langsung? itu membuat Nita mematung karena salah tingkah.
"I,iya" jawab Nita sambil menerima sebotol minuman dari Juan itu dan langsung meminumnya.
"Alhamdulillah,segarnya. Ayo kita pulang.!' ajak Nita.
"em" jawab Juan yang kemudian melajukan mobilnya.
__ADS_1
"Ehh kita mau kemana? ini bukan jalan pulang ke apartemen mu kan??" tanya Nita yang terkejut karena Juan tak mengemudikan mobilnya menuju apartemen nya.
"Iya." jawab Juan singkat.
"Lhoh,bukannya tadi kau bilang kita akan pulang?! seharusnya belok di jalan tadi kan?" tanya Nita lagi yang mulai tak mengerti dengan Juan.
"Tenang saja,aku tidak akan membawamu ke tempat yang berbahaya kok. Kita memang akan pulang tapi tak lagi ke apartemen,kita akan pulang ke rumah baru kita." jelas Juan.
"Hah?? rumah baru?? maksudmu kau baru saja membeli rumah baru?" tanya Nita penasaran.
"Ya" jawab Juan menegaskan.
"Hah? kenapa tidak bilang dulu?? bajuku masih di apartemen, barang-barang ku juga.huf" keluh Nita.
"Biarkan saja,lagi pula barang-barang mu tidak banyak kan? Baju juga cuma beberapa. Aku sudah menyiapkan semua keperluan mu di rumah baru." jawab Juan santai.
"Astaga,sombong sekali. Hei,walau barang-barang ku sedikit itu juga berharga buatku, baju-baju ku walau hanya beberapa itu masih lebih layak disebut baju daripada baju pilihanmu yang terbuka dimana-mana! lebih baik ayok putar balik sekarang,kita ke apartemen dulu. Atau aku akan kesana sendiri??" debat Nita yang tak suka dengan tindakan Juan yang seenaknya.
Cekiiiitttt
Decit mobil Juan yang berhenti dengan tiba-tiba karena kesal dengan ocehan Nita. Baru kali ini ia menemui wanita yang tak suka dengan baju bermerek dan barang-barang mewah. Suka membantah apa yang dikatakan nya dan terlebih wanita ini sama sekali tak menyukainya,padahal diluar banyak wanita yang ingin sekali dekat dengannya dan melakukan segala cara untuk mencari perhatian darinya.
Juan memijit pangkal hidungnya yang terasa pegal,saat ini ia baru menyadari sepertinya keputusannya untuk menjadikan Nita istri pura-pura untuk menutup mulut para pemegang saham dan menghapus isu miring tentangnya itu salah besar. Nita bukan wanita yang mau begitu saja menurut. Kalau bukan karena terpaksa harus terlihat tak menyukai sesama jenis maka Juan lebih memilih untuk melajang dulu tanpa status berpacaran apalagi menikah.
"Astaghfirullahaladzim!!" ucap Nita yang terkejut sekaligus takut karena Juan yang mengerem mobilnya mendadak,masih untung tidak ada mobil di belakangnya atau lainnya,kalau takdir buruk sedang menghampiri sudah pasti terjadi kecelakaan. Dan entah bagaimana kondisinya saat ini. Nita terpaku dan melongo dengan wajah pucatnya karena tak tahu dan tak bisa berkata-kata lagi saking deg-degan nya.
"Sebaiknya kau tutup mulutmu sekarang dan patuh kalau masih ingin tetap hidup.!" ucap Juan memperingatkan dengan nada tegas dan penuh penekanan. Setelahnya ia kembali melajukan mobilnya lagi,dan Nita memilih diam sepanjang jalan hingga mereka tiba di sebuah rumah yang terlihat cukup mewah dengan gaya minimalis.
Nita menghembuskan nafasnya lega,dengan kaki yang masih sedikit gemetaran ia turun dari mobil dan berjalan masuk ke rumah mengikuti Juan yang sudah lebih dulu berjalan di depannya.
"Ini kamarmu dan ini kamarku. Seperti yang sudah ku katakan,semua keperluanmu sudah ada di dalam. Kau bisa langsung beristirahat.Jika perlu sesuatu kau katakan saja,kamar kita bersebelahan." jelas Juan yang langsung masuk ke kamarnya.
"Tunggu!" cegah Nita pada Juan yang sedang menutup pintu kamarnya.
"Ya?"
"Ehem,maaf apa boleh aku minta ponsel ku?" tanya Nita dengan ragu-ragu.
"Dengan terpaksa aku harus mengatakan be.lum sa.at.nya." jawab Juan.
"Tapi,aku ingin menghubungi keluarga ku di Indonesia. Aku khawatir pada mereka,seharusnya aku sudah pulang. Tapi aku sama sekali belum memberikan kabar." Jelas Nita dengan raut wajah sedih.
"Keluarga mu baik-baik saja. Aku sudah memberitahu kan keadaanmu pada mereka,jadi kamu tidak usah khawatir." ucap Juan.
"Ooh.." ucap Nita yang sekilas merasa lega namun ia masih saja tak percaya sepenuhnya dengan perkataan Juan. Tapi ia tak bisa berbuat apa-apa,lebih baik sekarang ia beristirahat dan memikirkan cara bagaimana terbebas dari Juan. Ya,Nita berencana kabur dari Juan dan harus pulang ke Indonesia. Ia tak peduli lagi dengan semua yang ada disini. Setidaknya ia sudah membantu kakek dan nenek Kim dengan berpura-pura menjadi istri Juan sehingga posisi Juan sebagai Direktur tak lagi terancam.
***
AUTHOR
DI TENGAH KESIBUKAN KU,N MENULIS ADALAH KEBAHAGIAAN TERSENDIRI BUATKU,WALAU SERING TELAT UPDATE NAMUN PERCAYALAH AKU SELALU MENGINGAT KALIAN PARA READERS SETIAKU, AKU SELALU BERUSAHA YANG TERBAIK UNTUK UP EPISODE BARU UNTUK MEMBAHAGIAKAN KALIAN SEMUA. KARENA DUKUNGAN DAN LIKE DARI KALIAN JUGA KEBAHAGIAAN BUATKU. YANG SUDAH KOMEN DAN LIKE SERTA VOTE, TERIMA KASIH BANYAK. SEMOGA SEMUA PEMBACA SETIAKU SELALU DIBERI KESEHATAN SEHINGGA SELALU MENGIKUTI KARYAKU INI.AAMIIN
__ADS_1
🤗🤗❤️❤️❤️🌻🌻🌻