Inikah Cinta

Inikah Cinta
82


__ADS_3

"Sedang apa kau?" tanya Juan pada Nita yang tengah duduk santai di depan TV.


"Tanpa ku jawab juga pasti kau sudah tahu aku sedang apa kan?" jawab Nita acuh dengan pandangan masih fokus pada acara di TV.


Juan mendekati Nita, menggelengkan kepalanya melihat tingkah Nita.


"Rupanya kau pecinta drama juga? dasar wanita." ejek Juan.


"Gak juga sih,dari pada bosan di rumah. Mungkin kalau aku tanaman juga pasti akan layu karena kurang sinar matahari,2 minggu aku di dalam rumah terus. Aku gak bisa membayangkan kalau harus 3 bulan begini,huft." keluh Nita namun dengan nada datar menyindir Juan.


"Hei! aku tidak pernah melarang mu keluar rumah kok! Hanya saja bukan sekarang,karena kau bisa kabur nanti." sahut Juan tak mau kalah.


"Ya,tidak melarang keluar rumah tapi pasword pintu saja aku belum dikasih tahu,terus apa tadi? boleh tapi bukan sekarang? Yee,anak sekolah juga tahu apa kesimpulan dari kalimat itu. Yaitu aku ga bisa pergi. Begitu kan? Cih,dasar menyebalkan sekali, ini sama saja perampasan hak dan kebebasan orang kan? bagaimana bisa orang yang pintar dan jenius seperti kamu melanggar hak asasi manusia.Ish..ish..ish.." timpal Nita.


Juan sudah mulai geram dengan Nita,hari ini dia benar-benar dibuat bad mood oleh Nita. Mulai dari pagi tadi tidak biasanya dia tidak menemukan makanan tersaji di atas meja, sekarang saat ia baru pulang dari kantor pun tak ada apapun yang dimasak Nita, padahal ia tak sempat makan seharian,malah dilihat nya Nita sedang duduk santai di depan TV asyik nonton drama.


"Hei! jangan ajari aku soal hak. Aku suamimu,mana hak ku dapat pelayanan dari istri setidaknya sarapan pagi atau makanan di saat aku baru pulang begini hah? Bisa-bisa nya kau malah asyik santai nonton drama begitu.huft" omel Juan sambil melonggarkan dasi yang dipakainya.


"Waow?? apa aku tidak salah dengar??" tanya Nita heran dengan perkataan Juan barusan.


"Apa? kenapa?" timpal Juan lagi.


Perdebatan mereka semakin memanas.


"Kau bilang kau suamiku? dan aku istrimu? Terus apa tadi? minta di siapkan sarapan dan makanan saat kamu pulang? wah wah wah,gak sekalian minta disiapkan air mandi? atau pijit sepulang kerja? atau.. dimandikan? hahahaha" tawa Nita pecah.


"Tunggu! kenapa kalimat yang dikatakan Nita barusan terdengar aneh? tapi Nita kan menirukan kata-kata yang aku ucapkan,kenapa terkesan seolah kita suami istri betulan dan menjalani rumah tangga bersama? tapi maksudku bukan itu. Argh aku hanya kesal karena lelah dan juga lapar. Ya,hanya karena itu makanya Nita jadi pelampiasan kekesalan ku." ucap Juan dalam pikirannya.


"Haruskah aku mengingat kan mu Kim Juan? pertama aku tidak merasa kita sudah menikah,jadi mustahil kau suamiku dan aku istrimu,aku juga tidak merasa tanda tangan surat nikah tuh. Kemudian soal sarapan dan makan malam,sepertinya sejak dua Minggu lalu pekerjaanku di rumah ini sudah layaknya asisten rumah tangga,namun kau tak pernah menghiraukan nya. Soal sarapan dan makan malam,hanya hari ini aku tidak masak. Mau tahu kenapa? karena setiap hari yang makan hanya aku sendiri,bahkan aku terpaksa makan lebih banyak dari porsiku biasanya karena aku merasa sayang membuang makanan itu,bahkan berat badanku mungkin sudah bertambah lebih dari 2 kg karena ini,dan bukan hanya itu alasannya. Karena bahan masakan dan beberapa camilan di kulkas juga sudah habis,aku tidak bisa pergi belanja. Begitulah keadaannya tuan Kim Ju.An." jelas Nita dengan penuh kesal.


"O..em..it..itu,dari kemarin aku hanya belum ingin makan makanan mu saja,dan aku juga sibuk sehingga aku tidak banyak waktu untuk makan dirumah. Tapi hari ini aku sedang ingin makan masakanmu." jawab Juan dengan terbata karena merasa bersalah,semua yang dikatakan Nita itu benar.


"Ooh kalau begitu buat saja dirimu hari ini seperti hari biasanya. Beres kan?" respon Nita dengan acuh dan kembali fokus pada layar Tv di hadapannya.


Street


"Heii,itu telurku!!" teriak Nita karena telur rebus yang baru dikupasnya dengan tiba-tiba disambar oleh Juan dan langsung dimakan olehnya.


"Lumayan,buat mengganjal perut." ucap Jun yang sudah sukses menelan telur rebus yang dimakannya.


"Huft,itu satu-satunya makanan yang tersisa dan aku juga lapar." keluh Nita dengan nada lemah dan lesu.


"Ap-apa? jadi kau serius kalau di kulkas sudah tidak ada apapun?" tanya Juan seolah tak percaya.


Nita hanya mengangguk kan kepalanya dengan wajah lesunya.


"Astaga,jadi kau juga seharian belum makan??" tanya Juan penasaran.


Dan kembali Nita hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


"Huft,lalu kenapa kau tidak beli saja? atau pesan makanan on line saja?"


"Apa kau lupa? disamping aku tidak tahu Pasword pintu rumahmu ini juga aku tidak punya ponsel. Entah kemana ponselku. Mungkin seseorang sudah mencopetnya tanpa sepengetahuan ku." jawab Nita.


"Aish,kenapa kamu tidak bilang dari pagi??" tanya Juan lagi.


"Kemarin kau pulang dini hari,dan aku lelah berkali-kali harus memanaskan makan malam karena mungkin kamu akan makan. Tapi ternyata tidak,padahal aku sudah sangat mengantuk,akhirnya aku bangun kesiangan." jelas Nita.


"Ya sudah kau boleh pergi belanja sekarang,beli semua kebutuhan kita untuk satu minggu kedepan. Kau bisa naik taksi atau apalah terserah kamu. Dengarkan ini password pintu nya. Tapi ingat,jangan sekali-kali kau berani memberitahukan pada orang lain. Jika itu terjadi maka bersiaplah kau akan terima hukuman dariku." jelas Juan yang kemudian memberikan password pintu pada Nita,dan ia merespon dengan mengangguk tanda mengerti.


"Yasudah,aku mau mandi dulu. Kau kuberi waktu satu jam untuk belanja." ucap Juan tegas,namun Nita tak menjawabnya sama sekali.


"Hei,kenapa kau diam saja?!" Juan heran dengan sikap Nita. Tadi minta password tapi sekarang sudah dikasi tahu malah ekspresi nya datar dan tak langsung pergi.

__ADS_1


"Huft,bagaimana aku bisa pergi ke swalayan untuk belanja hanya diberi waktu satu jam? sedangkan jika jalan kaki ke mini market terdekat butuh waktu sekitar 30 menit. Sedangkan jika naik taksi aku tidak bisa langsung dapat taksi karena tidak bisa pesan taksi on line karena tidak punya ponsel." jawab Nita.


Juan memijit pangkal hidungnya yang mungkin terasa kencang karena berdebat dengan Nita.


"Ya sudah,kau tunggu saja dulu disitu. Sebentar lagi aku siap,kita pergi belanja bersama saja sekalian kita makan malam di luar saja. Aku sudah terlalu lapar untuk menunggu pesanan makanan on line nanti." ucap Juan sambil berlalu meninggalkan Nita.


"Aku harus menunggumu mandi?" tanya Nita.


"Pertanyaan itu tidak usah ditanya lagi,atau kau memang mau ikut membantuku mandi dan menggosok punggungmu? Wah dengan senang hati tuh." jawab Juan dengan senyum jahil menggoda Nita.


"Mandi nanti saja,kita pergi belanja sekarang saja. Aku sudah lelah dan lapar. Jadi lebih cepat belanja maka lebih cepat kita makan.iya kan?" ucap Nita dengan menangkupkan kedua telapak tangan nya memohon pada Juan.


"Haishh,kau ini. Aku lebih lelah darimu tahu.!" timpal Juan.


"Iya iya aku tahu,makanya ayo cepat kita langsung pergi sekarang saja.yah?" ucap Nita yang langsung berlari menuju pintu dan membukanya kemudian mempersilahkan Juan untuk keluar rumah lebih dulu.


"Pintu sudah saya bukakan tuan,silahkan."


"Huft,iya iya." Juan langsung melangkah keluar rumahnya.


"Asyiiik" seru Nita,hingga Juan yang melihatnya memicingkan sebelah alisnya karena heran dengan ekspresi Nita yang terlihat sangat bahagia layaknya anak kecil yang dituruti permintaan nya.


"Ckckck,ayo cepat jalan!" teriak Juan yang ternyata sudah beberapa langkah di depan Nita.


"Iyaaa" jawab Nita sambil berlari mengikuti Juan.


*


"Hei,bayar dong" ucap Nita sambil mengikuti perut Juan yang berdiri di sebelahnya.


"Hah? kenapa?" tanya Juan tak mengerti.


"Hei,aku tidak terlalu sayang mengeluarkan uangku untuk belanja,lagipula uangku tak seberapa. Jadi lebih masuk akal kalau kau yang bayar kan? (Ayo sayang dibayar dong..)." ucap Nita dengan berbisik di perkataan awalnya dan sedikit mengeraskan suaranya di kalimat terakhir dengan membuat nada manja layaknya permintaan seorang kekasih pada kekasih lainnya.


"Uluh..uluh..uluh..makasih sayang..kamu memang yang terbaik" puji Nita dengan sengaja mencubit kedua pipi Juan karena gemas.


"Aw,sakit sayang!" tegur Juan,yang kemudian mengulurkan kartu kredit nya pada kasir untuk membayar belanjaannya dengan Nita.


"Waah,kalian pasangan muda yang mesra sekali." Ucap sang kasir.


"Hah?" seru Nita dan Juan yang bersamaan saling menatap wajah satu sama lain karena tak nyaman dengan perkataan sang kasir itu.


"Ah,kita tak se mesra itu kok.hehe" jelas Nita mencoba memberikan informasi tentangnya yang sebenarnya.


"Semoga kalian berjodoh selamanya ya." imbuh sang kasir lagi. Mendengar itu sontak Juan terbatuk seolah tersedak air liurnya sendiri.


"Tidak mungkin!" batin Nita dan Juan bersamaan.


"Silahkan tuan,nyonya ini belanjaan anda." ucap kasir.


"Ah,iya terima kasih" ucap Nita sambil satu persatu menerima barang belanjaan nya yang sudah di kemas rapi.


Mereka berjalan beriringan keluar dari sana. Hingga mereka dikejutkan dengan adanya beberapa orang wartawan yang sudah menunggu di depan pintu swalayan dan tengah mengambil gambar mereka berdua.


Melihat itu,Nita sontak terkejut karena ia tahu,setelah ini pasti foto mereka akan beredar dan lagi yang terpenting adalah publik akan mengetahui seperti apa wajah istri dari direktur K group yaitu Juan. Mengingat itu Nita hanya bisa pasrah dan menepuk keningnya.


"Kacau deh hidupku" batin Nita.


"Astaga,bagaimana mereka tahu aku ada disini?" batin Juan yang kesal karena terus diganggu.


"Maaf,kami mau lewat." ucap Juan dengan angkuhnya kemudian langsung menarik tangan Nita agar langsung mengikuti langkahnya,namun ia tak peduli seberapa repot nya Nita menyamakan langkahnya dengan Juan,karena ia membawa tiga kantong berisi belanjaan mereka tadi.


"Tunggu! aku susah mengikutimu. Atau setidaknya bantu aku bawa ini dong." ucap Nita.

__ADS_1


"Aishh merepotkan sekali." ucap Juan.


"Ya sudah gak jadi,aku naik taksi saja."


"Sini!!" Juan mengambil satu kantong belanja dari tangan Nita.


"Ayo cepat,sebelum para wartawan itu mengetahui kemana kita akan pergi,aku malas berurusan dengan mereka" jelas Juan.


"Aw!!" pekik Nita yang tiba-tiba kakinya terselip dan hampir jatuh.


"Hati-hati" ucap Juan yang sigap langsung menangkap Nita.


"Em,maaf." ucap Nita sambil berusaha menegakkan tubuhnya.


"Em" jawab Juan singkat. Yang sebenarnya dia salah tingkah karena kejadian tadi.


"Ayo!" ajak Nita.


"Ah,iya." jawab Juan yang kini mengikuti langkahnya Nita yang berjalan di depannya.


"Hei,apa kakimu tidak apa-apa?" tanya Juan yang melihat cara berjalan Nita yang agak pincang.


"Gapapa,cm keseleo sedikit." jawab Nita tak menghiraukan sakitnya dan tetap berjalan cepat agar cepat sampai ke mobil.


"Alhamdulillah,ayo cepat nyalakan mobilnya. Kita cepat pergi dari sini. Biar ku tutup wajahku begini." ucap Nita tak sabar dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Sedang Juan yang melihatnya hanya menyunggingkan senyumnya tipis merasa lucu dengan tingkah Nita.


"Ok! bersiaplah" jawab Juan yang langsung memacu mobilnya membelah jalanan malam dengan kecepatan tinggi,tanpa mempedulikan penumpang di sebelahnya yang teriak ketakutan.


"Kita makan disini." ucap Juan begitu menghentikan mobilnya di depan sebuah restoran. Namun saat ia menoleh pada Nita,barulah ia terkejut karena wajah Nita yang terlihat sangat pucat dan berkeringat.


"Hei,kenapa denganmu?" tanya Juan tak merasa berdosa sedikitpun.


Ditatapnya tajam Juan oleh Nita. Dan dia berteriak di depan wajah Juan. Juan pun dibuat terkejut olehnya.


"Masih tanya kenapa hah???!! Kau tahu aku ketakutan setengah mati tahu!! memangnya kau siapa sampai berkendara seperti itu?! kau pembalap?! atau ingin bunuh diri?! Tolong jangan libatkan aku!! aku masih lajang,aku belum menggapai mimpiku,aku belum punya anak,aku masih ingin hidup lebih lama,walaupun aku frustasi aku tidak akan konyol dengan memilih bunuh diri tahu!! hahhh,hufftt menyebalkan,bagaimana bisa ada manusia seperti mu!" omel Nita meluapkan kekesalannya lalu keluar dari mobil dan membanting pintu mobil dengan kencang dan berjalan gontai masuk ke dalam restoran. Meninggalkan Juan yang masih terpaku di dalam mobil karena ocehan Nita tadi.


"Waoww,ternyata singa betina itu mengerikan juga kalau marah." ucap Juan dengan menggelengkan kepalanya yang masih sedikit tak percaya Nita bisa sejarah itu. Namun dalam hatinya Juan merasa senang dan terhibur,lantaran ini pertama kalinya ada wanita yang bertindak seenaknya dan santai padanya. Kebanyakan wanita yang dekat dengannya hanya berpikir untuk mendekatinya,merayunya karena memanfaatkan kekayaan nya. Namun Nita justru seakan tak peduli dengan kekayaan dan juga ketampanan fisik Juan. Terlintas dalam benak Juan "mungkin Nita sudah menaruh hati pada Niko,sehingga ia tak tertarik padanya." agak kesal ketika Juan mengingat nama Niko. Tapi dia merasa sudah menang karena sudah berhasil menjauhkan Nita darinya.haha.


Kemudian Juan pun keluar dari mobil dan menyusul Nita yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam restoran. Ia khawatir Nita membuat masalah di sana. Namun begitu ia menemukan Nita yang sudah duduk di sudut restoran itu, sepertinya Juan tak perlu khawatir padanya lagi. Lantaran Nita sudah memesan banyak makanan untuk mereka.


"Hei,apa kau yakin akan menghabiskan semuanya?" tanya Juan tak percaya. Krena meja di hadapannya penuh dengan makanan.


"Kenapa tidak? kau lihat itu isi tiap piring saja tidak ada seper empat dari ukuran piringnya." jawab Nita sambil menunjuk makanan yang tersaji di meja.


"iya si" jawab Juan.


"Ya sudah ayo kita makan,karena sepertinya masih ada lagi yang belum disajikan. Aku heran bagaimana bisa kau mengajakku kemari,ini itu lebih ke restoran tempat kencan daripada mengobati lapar tahu." protes Nita.


"Ini restoran bagus. Kau tidak tahu kan." timpal Juan.


"Aku tahu ini restoran bagus,makanannya juga enak tapi porsinya lebih cocok untuk mereka yang sedang kencan,bukan untuk ku yang sedang kelaparan. Kau lihat itu,itu,dan itu. Ku yakin mereka adalah pasangan kekasih atau mungkin sedang kencan buta. Padahal aku harus mengisi energi ku lagi karena tadi ada yang seenaknya ugal-ugalan di jalan." omel Nita sambil menunjuk pengunjung lain yang ada di restoran itu dan ketika Juan menengok,benar saja semua sepertinya berpasangan dan dengan penampilan rapi. Tidak dengannya yang masih menggunakan stelan jas nya yang sudah tak ber dasi dan Nita yang hanya menggunakan sweater dan celana training.


"Pftt" Juan menahan tawanya melihat Nita yang terkesan tak mempedulikan sekitarnya.


"Aku tahu kau sedang menertawakan ku,tapi untuk saat ini aku lebih fokus pada makanan di depanku daripada kamu ataupun yang lainnya." jawab Nita sambil mengunyah makanannya.


Tanpa mereka sadari di sudut lain ada seorang wartawan yang sedari tadi mengikuti mereka,dia mengambil foto mereka diam-diam.


"Besok pasti akan menjadi berita utama di pencarian." batin wartawan itu sambil menyeringai.


***


AUTHOR

__ADS_1


PENASARAN DENGAN KELANJUTANNYA?? YUKK TERUS SEMANGATI AKU DENGAN KASI LIKE,VOTE DAN KOMEN YANG MENDUKUNG YAH. THAK YOU..🤗❤️😘😘


__ADS_2