
sesampai dirumah aku bergegas mandi dan kemudian berkemas kemas. hari ini jadwalku dan Agnes yang bertugas jadi piiket rumah selain kamar masing masih.
" Agnes, Lisa ke kamar dulu yah. mau lihat kartu sim tadi udah bisa hubungin Adi atau nggak" ucapku yang tidak sabar mau berbicara dengan Adi dan Ibu
" ok Lis sana gih. aku masih mau mandi dulu"
" ok" aku pun masuk ke kamar, mengambil handpone dan mencoba menggunakan kartu tadi.
'coba telpon Adi dulu siapa tau dah masuk' fikirku dalam hati
" tutttt... tuttt.ttuuut..tuttt" mendengar bunyi dari handpone ku aku senang bukan main setelah beberapa hari uidak berbicara dengan Adi dan Ibu hari ini aku sudah bisa melepas rinduku
" tettt..tett...tettt" suara yang kalah kuat membuatku terkejut. taliannya terputus yang artinya Adi tidak menjawab telponku
Aku mencoba beberapa kali namun hasilnya tidak ada juga. Semakin membuatku tidak tenang dan sangat kwatir.
" Adi.....Ibu....Lisa kangen kalian" ucapku pelan tak terasa butiran bening itu menetes dengan deras. ku peluk lututku dan membenamkan wajahku di atas lututku.
Perasaanku semakin aneh. Bagaimana tidak, Ibu yang aku tinggal sekarang dalam keadaan sakit yang cukup parah.
Kudengar pintu kamarku terbuka dengan pelan . aku tau itu pasti Agnes yang masuk ke kamAr.
" Lis... kamu kenapa Lis?" tanya Agnes duduk disampingku dan mengangkat daguku.
__ADS_1
Mulutku tak mampu mengucapkan kata kata. hati ku seperti di tusuk oleh banyak duri mawar yang sangat tajam.
" kamu kenapa Lis. cerita sama aku dong..." sambung Agnes yang sedang menyingkirkan rambut panjang teruraiku
" ya udah kalo kamu belum bisa cerita nggak papa. tapi Aku dengan senang hati akan mendengarkanmu kalo nanti mau cerita" ucap Agnes seraya memelukku.
Agnes memang seumuran denganku tapi dia adalah teman yang bisa di percaya juga dewasa walau sedikit mata duitan. Beberapa saat terdapat keheningan di kamar kami sebab kami diam saling berpelukan saja. Tiba tiba handpone ku berbunyi lagi
" I got the eye of the tiger, a fighter
Dancing through the fire
'Cause I am a champion, and you're gonna hear me roar
'Cause I am a champion, and you're gonna hear me roar
Oh-oh-oh-oh-oh
Oh-oh-oh-oh-oh
Oh-oh-oh-oh-oh
You're gonna hear me roar"( ringtone panggilang masuk handpone Lisa dari lagu "ROAR" KATTY_PERY)
__ADS_1
Terlihat dalam layar handpone bekas dari mbak Ana tertera atas panggilan dari 'Adi'. Sesegera mungkin Lisa menutup dan menelpon balik nomor Adi karna Lisa tau biaya panggilan dari Indonesia ke Malaysia sangatlah mahal.
"tutt..tuttt...tuttt"
" halo Adi ini nomor kak Lisa. kenapa tadi kamu tidak angkat waktu kaka hubungi handpone mu? Apa selama ini Ibu ada keluhan keluan yang lain? trus gimana kabar kamu dan Ibu? " ucapku dengan banyak sekali pertanyaan sampai tidak ada waktu untuk Adi berbicara.
" satu satu dong tanya nya kak Lis. biasanya yang suka ngomel itu Adi lih kok skanrang kakak yang ngomel melebihi Adi..."
" ok ok maaf maaf dong dek. Gimana kabar kalian" ucapku pelan
" syukulah kami disini sehat dan aman aman aja kk walau.."
" walau apa dek?" tanyaku tak sabar mendengar apa yang terjadi.
" walau.... walau...wa..la..u walau kami rindu sekali sama kk Lisa." jawab Adi. namun hatiku tak terima begitu saja jawaban Adi. aku merasa ada hal yan disembunyikan
" bener loh dek?" tanyaku memastikan
" ia loh kk, emang Adi pernah bohong toh?" jawab Adi meyakinkan ku
" gg pernah sih " ucapku menggaruk kepala yang tidak gatal
" kan..."
__ADS_1
Author mau LIKE DAN VOTE SERTA COMENTNYA DONG KAKA KU .