Inikah Cinta

Inikah Cinta
72


__ADS_3

Di Hotel A, semua persiapan acara telah selesai. Terlihat beberapa staf hotel dan perusahaan berada di aula tempat launching untuk menyambut para tamu dan mengerjakan hal lain untuk kelancaran acara tersebut. Para wartawan juga sudah mulai banyak yang berdatangan, ini bukan hanya acara launching produk baru melainkan juga acara konfirmasi mengenai isu tentang Juan yang menyukai sesama jenis. Ini merupakan berita terhangat sejak 3 hari lalu. Kenapa tidak? Juan merupakan pengusaha muda yang menjadi incaran banyak wanita di negeri ini. Walaupun foto yang beredar tak menampilkan jelas wajahnya,namun dari postur tubuh nya sudah mampu menarik perhatian dan meyakinkan para kaum hawa bahwa Juan adalah pria yang tampan. Selama ini publik hanya dibuat penasaran seperti apa sosok sang direktur K group,karena setiap kegiatan hanya diwakili oleh Liem yang merupakan sekretarisnya.


Tok..tok..tok..


Seseorang mengetuk pintu ruangan Juan,itu menyadarkan Juan dari lamunannya.


"Masuk!" jawab Juan.


"Juan,di luar ada nona Mimi. Dia ingin menemuimu." ucap Liem.


"Mau apa dia kemari? suruh masuk!" jawab Juan.


"Baik" Liem keluar dan mempersilahkan Mimi untuk menemui Juan.


"Halo sayang? bagaimana kabarmu?" ucap Mimi seraya memasuki ruangan Juan dan berjalan mendekatinya.


"STOP!! berhenti disitu saja!!" perintah Juan yang sudah tahu apa yang akan dilakukan Mimi padanya. Wanita itu pasti akan bergelayut manja padanya. Itu membuat Juan sangat risih.


Mendengar itu,Mimi mengerucutkan bibirnya tanda tak suka,dan cemberut. Tapi,ia akhirnya menerima perintah Juan. Di mengambil duduk di sofa yang berada tak jauh dari kursi kerja Juan.


BRUKKK


"Wah sofa ini lumayan empuk dan nyaman. Kau tak mau duduk disini bersamaku kak?" ucap Mimi sambil menepuk sofa di sebelah ia duduk.


Juan tak menggubris dan hanya memandang sebal pada Mimi.


"Yaa,wajahmu terlalu tampan untuk bersikap terlalu jutek padaku kak. Padahal aku tak membuat masalah lho." celoteh Mimi dengan manja.


"Mau apa kau kemari?!" tanya Juan sinis.


"Mau apa lagi kalau bukan aku merindukan mu kak." jawab Mimi dengan memasang senyum tercantik ya seolah tak ada salah.


"Aku sibuk. Jadi,kalau tidak ada yang penting kau bisa pulang." ucap Juan.


"CK..CK..CK..aku tahu kau masih belum melupakan Yuri kan kak? kau masih belum punya kekasih hingga saat ini. Kurasa gak ada salahnya kalau kakak menikah dengan ku kan? kita sudah mengenal cukup lama. Kita sudah tahu karakter masing-masing,dan lagi dengan kita menikah maka perusahaan tidak akan mengalami kerugian dan kakak juga terbebas dari tuduhan pecinta sesama jenis kan? ini pernikahan yang sangat menguntungkan bukan?" tutur Mimi. Namun,Juan sama sekali tidak tertarik dengan pembicaraan ini,apa lagi menikah dengan Mimi.


"Ada lagi yang mau kau katakan?" tanya Juan tak menanggapi perkataan Mimi.


"Apa kakak sudah memikirkannya? bagaimana bisa kakak berkata begitu tanda merespon perkataanku?" ucap Mimi mulai kesal dengan Juan.


"Aku tidak tertarik menikah denganmu. Kau hanya ku anggap adik ku sejak kecil. Aku tidak punya niat menikahi adikku sendiri. Apa kau sudah mengerti maksudku?" tanya Juan datar.


"Kak?!!! aku bahkan tak terlahir dari ibu mu. Aku wanita dewasa yang normal, apa kau sama sekali tidak tertarik dengan penampilan ku sekarang? Aku merubah diriku supaya kakak mau melihatku sebagai seorang wanita, bukan adik. Apa kakak masih tidak mengerti perasaanku? kak? aku mohon. Kita bisa mencobanya dulu dari awal. Aku mencintaimu sejak dulu kak." ucap Mimi penuh iba dan penghayatan.


Juan tahu Mimi memang mencintainya sejak SMA,namun ia tak mau menyakiti nya karena ia sama sekali tidak menaruh hati padanya, karena itu lah ia menjaga jarak dengan Mimi.


"Sayangnya aku sudah terlanjur menganggapmu sebagai adik,tak lebih dari itu. Apapun yang kau minta akan aku usahakan asal jangan memintaku menikahimu,karena aku tidak mencintai adikku sebagai seorang wanita. Tetaplah jadi Mimi yang baik, adikku yang manis dan manja. Kakak berharap kau akan mendapatkan laki-laki yang juga tulus mencintaimu." ucap Juan yang membuat Mimi menitikkan air mata.


"Kak?" ucap Mimi mengharap Juan merubah pikirannya.


"Aku harus pergi ke hotel A untuk launching produk. Kau bisa merapikan penampilanmu dulu,jangan sampai kau keluar dengan wajah berantakan." ucap Juan sambil beranjak dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan Mimi di ruangannya.

__ADS_1


"Tunggu!!" pinta Mimi. Juan pun menghentikan langkahnya saat ia sudah memegang handle pintu.


"Bagaimana jika nenek tahu kalau kau adalah penyuka sesama jenis?" ucap Mimi dari duduknya tanpa memandang pada Juan.


"Kau tak mungkin memberikan informasi seperti itu padanya kan?" ucap Juan.


"Heh,sayangnya mungkin saat ini beliau sudah mengetahui beritanya." jawab Mimi dengan sinis.


"B..ngsekk!!" ucap Juan dengan nada marahnya,lalu ia keluar dari ruangannya dengan membanting pintu.


Mimi kaget dengan tindakan Juan,namun ia tak menyesal sudah memberikan informasi pada nenek Kim. Namun ia menangis sejadinya di ruangan itu karena ia merasa sia-sia dengan apa yang ia lakukan selama ini untuk menarik perhatian Juan,nyatanya hingga saat ini pun Juan sama sekali tak melihatnya sebagai seorang wanita.


**


Di Hotel A. Nita dan Niko sudah berada di lobby hotel. Suasana sudah ramai dengan para tamu yang sudah mulai datang dan wartawan yang begitu banyak.


"Kita ke ruang mana?" tanya Niko.


"Sebentar,tadi nenek bilang akan mengirim pesan." jawab Nita sambil mengeluarkan ponselnya.


"Ah,katanya kita tinggal tanya pada receptionist" imbuh Nita.


"Ok,yuk" ajak Niko seraya menarik Nita dengan menggandeng tangannya.


(ugh,manis sekali) Batin Nita sambil tersenyum simpul karena melihat tindakan Niko menggandeng tangannya.


"Ada yang bisa kami bantu tuan?" kata salah satu receptionist ketika Niko sudah di hadapannya.


"Kami diminta datang oleh nenek Kim, saya Niko dan ini Nita." jawab Niko,dan receptionist pun langsung mengangguk mengerti.


"Baik" jawab Nita dan Niko bersamaan.


"Waah,dekorasi hotelnya bagus sekali" gumam Nita sepanjang perjalanan menuju ruangan yang akan ditunjukkan oleh pegawai hotel itu.


Niko hanya tersenyum melihat Nita. Ia masih menggandeng tangan Nita,seolah takut Nita akan hilang jika ia melepas tangannya.


"Ini ruangan anda tuan Niko" ucap nona receptionist sambil menunjukan sebuah kamar bernomor 3301 untuk Niko.


"Ah,terima kasih nona." ucap Niko sambil sedikit membungkukkan punggungnya.


"Sama-sama tuan."


"Ayo kita masuk" ajak Niko pada Nita.


"Ah,tuan!!" cegah sang receptionist.


"ya?" jawab Niko sambil menoleh pada receptionist seolah bertanya ada apa.


"Ini hanya untuk tuan. Sedangkan kamar nona Nita ada di sebelah sana." jawab receptionist yang menunjukan kamar lain untuk pada Niko.


"Ah,begitu?" ucap Niko.

__ADS_1


"Itu kamar nona Nita,diujung lorong tuan. Kamar nomor 3320." jelas receptionist.


"Baiklah" ucap Niko seraya mengagumkan kepalanya tanda mengerti.


"Kalau begitu saya permisi mengantar nona Nita,sebentar lagi akan ada pegawai yang mengantar semua kebutuhan Anda untuk acara nanti. Jika anda membutuhkan hal lain anda bisa memintanya pada pelayan."


"Tidak,Terima kasih." jawab Niko.


Kemudian Nita dan receptionist pergi menuju ruangan Nita,sementara Niko masih melihat punggung mereka sebelum ia masuk ke kamarnya setelah melihat Nita sudah memasuki kamarnya juga.


**


Di luar hotel, sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan pintu masuk hotel. Para wartawan mulai riuh melihat kedatangan mobil tersebut. Benar saja,seorang pria keluar dari pintu depan kemudi mobil tersebut. Pria berperawakan tinggi dengan postur yang sesuai dengan tinggi badannya. Memakai setelan jas rapi dan berwajah rupawan yang selama ini berseliweran di media bisnis Korea mewakili K grup. Dia adalah sekretaris Liem. Wajah tenang tanpa ekspresi tak sedetikpun memandang ke arah para kerumunan di sekitarnya. Ia fokus berjalan menuju pintu belakang penumpang dan membukanya.


Kasak kusuk para wartawan yang meminta para kameramen nya siap untuk mengambil gambar pun makin riuh,mereka tak sabar melihat sosok di dalam mobil yang diduga adalah direktur K group yang sebenarnya. Mereka tak boleh melewatkan momen jepretan kamera pertama pada sosok itu,karena Kali ini wajah direktur K group akan menghiasi berita dan cover majalah bisnis untuk pertama kalinya.


Kaki jenjang dengan sepatu mewah dan stelan jas yang terlihat begitu elegan telah menapak keluar. Tak ada mata yang berkedip mana kala sosok itu benar-benar muncul turun dari mobil. Pria muda,berperawakan tinggi,tubuh proporsional menggunakan kacamata hitam nya mampu memukau siapa saja yang melihatnya. Aura dingin dan tegas begitu jelas dari wajahnya. Dia adalah Kim Juan.


Para wartawan mulai mengambil gambar dan berlari mendekat untuk berebut mengajukan pertanyaan masing-masing. Namun dengan sigap para staf pengaman hotel mengkondisikan mereka sehingga Juan dan sekretaris Liem dengan mudah menerobos mereka dan masuk ke dalam hotel.


"Kalian boleh mengajukan apapun pertanyaan kalian,setelah acara launching selesai. Dan kalian sudah disiapkan tempat tersendiri untuk sesi tersebut. Silahkan mengikuti arahan tim kami." ucap kepala staf keamanan hotel itu memberikan informasi pada para wartawan seraya mengkondisikan nya.


**


"Bagaimana? apakah menurutmu nenek sudah mendengar gosip menyebalkan itu?" tanya Juan sambil berjalan menuju tempat launching.


"Sepertinya belum tuan. Saya sudah mengontrol agar sebelum acara ini selesai tak ada seorangpun yang menemui beliau selain anda." jawab Liem.


"Bagus" jawab Juan lega.


"Namun,sepertinya nona Nita dan tuan Niko juga akan menghadiri acara nanti,Nyonya besar yang mengundangnya." jelas Liem.


"Apa?" tanya Juan terkejut mendengarnya dan menghentikan langkahnya sejenak.


"Kenapa?" tanya Liem takut ada kesalahan.


"Tidak apa-apa. Biarlah, jamu dan layani mereka dengan baik." jawab Juan sambil melanjutkan langkahnya,namun dalam benaknya tengah memikirkan sesuatu.


"Baik" jawab Liem.


"Bagaimana bisa pria menyebalkan itu harus ada di acara ku?" gumam Juan.


"Anda mengatakan sesuatu?" tanya Liem yang tak begitu jelas mendengar perkataan Juan.


"Ah,tidak." jawab Juan diikuti dengan mendengus kesal.


Mereka memasuki aula tempat launching produk baru akan dilaksanakan. Sekali lagi Juan melihat situas memastikan semua sudah disiapkan dengan baik,setelah itu ia langsung menyapa semua tamu undangan yang sudah datang. Namun ekspresi nya berubah saat melihat sosok wanita yang tadi ditinggalkannya sedang menangis di ruang kerjanya,bagaimana bisa dia sudah ada di tempat ini dengan ekspresi wajah sumringah seolah tak terjadi apa-apa. Hal itu mengingat kan nya pada kejadian saat ia memergoki Yuri palsu di Australia. Ekspresi yang ditunjukan Mimi adalah ekspresi yang sangat dibenci oleh Juan. Manis di luar namun sebenarnya menjijikan.


"Selamat, calon menantuku" sapa tuan Aichi,ayah Mimi pada Juan sambil menjabat tangan dan memeluk Juan. Sontak wartawan yang berada di dekat mereka pun langsung mengambil gambar dan mengabadikan sapaan tuan Aichi barusan.


***

__ADS_1


AUTHOR


HAPPY READING MY READERS. JANGAN LUPA LIKE,VOTE BIAR AKU SEMANGAT,DAN KOMEN JUGA YA BIAR AKU SEMANGAT DAN MAKIN MAJU DENGAN SEBISA MUNGKIN MEMPERBAIKI KESALAHAN DAN KEKURANGANKU DARI KOMEN YANG KALIAN TULIS. THANK YOU..🙏🙏🤗🌻🌻❤️❤️


__ADS_2