Inikah Cinta

Inikah Cinta
11


__ADS_3

" ahhh. terserah kamu aja" ucapku menghempas tangan ku.


Di luar dugaanku


" prang......" suara sesuatu terjatuh


aku berbalik kebelakang dan melihat apa yang ku sentuh tadinya


" astaga......" mulutku menganga dan mataku melotot melihat ponsel yang terjatuh akibat ulahku


" maaf... maaf kan saya" ucapku dengan terbata bata dan sangat gugup. sampai sampai melihat tuan dari pemilik ponsel itu pun aku tidak berani. Segera ku kutip ponsel itu dan kuserahkan pada pemiliknya


" maaf kan saya .. maafkan saya " ucapku semakin gugup melihat ponsel itu brand ponsel mahal yang baru keluar baru baru ini.


Tuan pemilik ponsel itu tidak berkata kata sama sekali membuat hatiku semakin tak karuan.Dengan wajah yang tetap menunduk kulihat sekilas bahwa pemilik ponsel itu adalah seorang lelaki.


" maafkan saya pak" ucapku lagi.


Kurasakan tubuhnya semakin mendekat. semakin dekat lagi hingga menyentuh daguku serta mengangkatnya.


"Hey itu kamu....." ucapnya terkejut denganku. tidak kalah denganku juga yang sangat terkejut. jika mungkin nyamuk atau lalat ada mungkin sudah mendarat bebas di lidahku. ( hehehheheh)


" astaga maaf kan saya pak..." aku semakin merasa bersalah


" sudah sudah, its ok. tidak usah dipikirkan ponsel saya hanya terjatuh saja tidaklah rusak."

__ADS_1


" oh ia kamu, bukan maksud saya rumah kamu di sekitar sini juga ?" tanyanya lagi


" ia pak. di apartement ujung jalan sana tuan."


" trimakasih sudah menolong saya pak, oh ia ini teman saya namanya Agnes." sambungku lagi memperkenalkan Agnes yang sepertinya sangat bingung.


" Agnes pak"


" saya Bram"


#flas back on


Setelah pulang dari cafe milik mbak Ana aku sedikit terburu buru karena sudah sangat larut malam. Aku risau Adi akan menunggu dan mencemaskanku.


Setelah turun dari angkot Aku harus berjalan sedikit menuju gang yang mengarah ke rumahku. Tapi sebelum masuk ke gang itu aku melihat ada sebuah mobil yang terparkir di tepi jalan. Terlihat seorang bapak yang sudah berumur sedang kesusahan mengangkat ban serap yang di belakang mobilnya.


" trima kasih adek"ucapnya dan kemudian dengan kebingungan bagaimana menukarnya


" bapak, bisa saya bantu pak? kelihatannya bapak sedikit tidak mengerti dengan menukar ban ini pak" ucapku sedikit takut bercampur kasian


" ya... memang saya tidak mengerti hal hal seperti ini. biasanya saya suruh otomotif saja, tapi hari ini sudah sangat larut"


" ya sudah gak papa pak, biar saya aja. dulu saya pernah kerja di bengkel mobil pak"


aku mengambil pendongkrak kemudian membuka dan memasangnya dengan cepat.

__ADS_1


" sudah pak.tinggal masukin ban yang ini ke belakang" ucapku sesekali mengusap keringat di dahiku


" kamu memang terbaik. patut di acungin jempol loh" ucapnya dengan mengangkat kedua jempolnya ke arahku


"bapak terlalu berlebihan aja"


" tidak dek, memang kamu sangat jago. oh ia nama kamu siapa dek?"


" nama saya Lisa pak" jawabku singkat


" oh lisa..., saya Bram. trimahkasih adek sudah tolong bapak" ucap bapak bram kepadaku sambil menyodorkan beberapa lembar uang berwarna merah dari dompetnya kepadaku


"sama sama pak. tidak usah pak, saya iklas menolong bapak" ucapku menolak dan kemudian mendorong ban bocor itu ke belakang mobilnya serta menutupnya.


" saya pamit pak, adik saya mungkin sudah menunggu saya" ucapku kemudian berbalik dan berlari ke gang rumahku.


Tentu saja dugaanku tidak salah. masih di ujung jalan aku sudah melihat Adi berjalan mondar mandir di depan rumah kecilku. ku lambaikan tanganku ketika dia melihat ke arahku kemudian aku berlari kecil menujunya


" kk lisa" ucap adi yang sudah mulai tenang melihat kakak nya pulang.


" kk lisa kok lama pulangnya. kakak itu perempuan loh" ucap adi setelah lisa telah dekat


" maaf dek, tadi kaka ngobrol sama mbak ana dulu dek" lisa menghampiri adi


" ya sudah, lain kali jangan gitu kak. kan adi jadi kwatir sama kakak"

__ADS_1


#flas back off


__ADS_2