Inikah Cinta

Inikah Cinta
108


__ADS_3

"Selamat tinggal,ku harap aku tidak akan menginjak kan kaki di negara ini. Terima kasih untuk semua nya. Maaf,aku harus melupakan semuanya." batin Nita yang saat ini sudah berada di pesawat.


Disisi lain, Juan yang baru sampai di bandara pun dibakar api emosi dan kecewa dengan Nita setelah ia tahu ada namanya di daftar penumpang di pesawat menuju Indonesia. Ia tak menyangka kalau Nita akan dengan mudah nya meninggalkan nya setelah apa yang mereka lakukan hari ini dan pengakuan nya. Dada nya terasa perih dan sesak, mata nya memerah dan berkaca-kaca namun tak mampu meneteskan air mata. Ia duduk di bangku tunggu di sana.


"Inikah cinta?? Cih,aku tak percaya aku bisa merasakan ini. Sakit, dan sesak di sini." batin Juan sambil tangannya memegang dadanya dengan pandangan kosong dan wajah penuh kecewa dan sedih.


"Huh,lucu sekali. Ha-ha setidaknya kau bisa menolak ku secepatnya tanpa menunjukkan ekspresi seolah kau mengerti dan menerima ku." gumam Juan saat terlihat bayangan wajah Nita saat ia bilang tak apa dengan apa yang mereka lakukan.


"Tidak.! ini tidak benar.! aku tidak boleh menyerah, dia masih istriku. Kemanapun dan kapanpun ia,maka dia tetap milikku. Dan aku tidak akan membiarkan dia pergi dariku. Ke ujung dunia pun, aku akan menemukan mu." gumam Juan penuh tekad. Kemudian mengambil ponselnya, dan menelfon seseorang suruhannya.


Tak hanya Juan yang terkejut dengan kepergian Nita. Saat ini, Niko pun tengah duduk di balkon rumah nya. Ia tak mengira jika Nita akan menelfon nya dan mengatakan bahwa ia lebih memilih hubungan sebagai teman dengan nya. Tak lebih dari itu. Kemudian ia juga sempat berpamitan untuk pulang ke Indonesia. Sempat Niko akan menyusul nya. Namun di saat yang sama terdengar pengumuman bahwa pesawat yang akan Nita tumpangi sudah akan berangkat. Ya,saat Nita menelfon memang ia sudah berada di dalam pesawat.


"Tolong,jangan cari aku. Lanjutkan hidupmu dengan wanita lain yang akan membalas cinta dan kebaikan mu. Kau pasti akan menemukan kebahagiaan mu,tapi bukan denganku." Kalimat yang dikatakan Nita terngiang di kepala Niko. Kalimat yang terdengar ringan sekali ketika diucapkan oleh Nita. Rasa kecewa jelas ada dalam diri Niko. Tapi entah mengapa,ia seakan mempu menerima apapun alasan Nita menolak perasaannya walau ia tak tahu apa alasan pasti nya. Yang jelas ia merasa bahwa pulang ke Indonesia hanya pelarian Nita saja.


Walau sempat menitikkan air mata saat mendengar penolakan Nita, akhirnya dengan tenang Niko mampu menerima dengan lapang dada.


"Baiklah,di manapun dan dengan siapa pun kamu menjalani hidup mu,ku harap kau selalu bahagia." batin Niko sambil menatap lekat ke langit.


***


Setelah beberapa jam perjalanan,akhirnya pesawat yang ditumpangi Nita sampai juga di bandara internasional Soekarno-Hatta.


"Maaf bu, silahkan anda ke ruang tunggu sebelah sini sebentar." ucap salah seorang petugas bandara pada Nita.


"Kenapa pak? apa ada yang salah dengan bawaan saya? saya tidak ada barang bawaan lain di bagasi. Saya hanya bawa tas ini kok." tanya Nita yang merasa curiga dengan petugas tersebut.


"Maaf bu,kami hanya menjalankan tugas. Nanti anda akan tahu begitu anda sampai di sana. Silahkan ikuti saya." jawab petugas itu lagi. Membuat Nita makin curiga,namun dengan terpaksa mengikuti nya hingga sampai di ruang tunggu VIP.


"Silahkan duduk nona." petugas itu mempersilahkan Nita dan menghidangkan secangkir teh panas beserta beberapa kue.

__ADS_1


"Jelas,pasti ada yang salah. Untuk apa aku ditempatkan di ruang VIP ini? siapa yang akan menemui ku? aku bukan orang se penting itu untuk di temui, apalagi di ruang VIP seperti ini." batin Nita yang makin curiga.


"Maaf pak, bolehkah saya ke minimarket sebentar? ada sesuatu yang harus saya beli secepatnya karena saya sangat membutuhkan nya sekarang." ucap Nita berusaha keluar dari sana.


"Maaf nona, sesuatu apa yang ingin anda beli? biar kami saja yang belikan." jawab petugas itu, membuat Nita mengerutkan keningnya dan makin yakin bahwa ada seseorang yang sengaja menahannya di sana. Orang yang ia kenal dan punya kuasa untuk ini pasti dia adalah Juan.


"Ehm, seperti nya saya akan merasa canggung dan malu jika anda yang membeli nya pak. Karena saya juga harus langsung menggunakan nya."Jawab Nita yang membuat petugas itu terdiam dan terlihat sedang berpikir.


"Baiklah,saya merasa saya sedang haid sekarang. Dan saya sama sekali tidak punya persediaan pembalut saat ini. Jadi,apakah saya boleh membeli nya dulu? karena kalau tidak pasti saya akan malu saat keluar dari ruangan ini nanti, apalagi saya memakai celana dengan warna cukup terang. Bagaimana jika orang-orang melihat ke arah saya?" jelas Nita sambil memasang ekspresi khawatir.


"Ah,maaf nona. Kalau begitu mari saya antar." jawab petugas itu.


"Mm,tapi anda tidak akan mengantarkan saya hingga ke toilet kan?" tanya Nita bermaksud membuat celah untuknya jauh dari petugas itu.


"A..itu tidak mungkin nona. Saya akan menunggu di depan minimarket."


Di dalam minimarket,Nita mencari cara untuk lepas dari pantauan petugas itu. Hingga ia menemukan ide dengan memberikan minuman hangat pada petugas itu dan memintanya menunggu sedikit lebih lama,karena ia harus membersihkan diri terlebih dahulu dan disetujui oleh petugas tersebut. Hingga saat ia lengah,Nita berhasil keluar tanpa sepengetahuan nya. Kemudian dengan cepat ia keluar dari bandara dengan menaiki sebuah taksi yang baru saja menurunkan penumpang di sana.


"Cepat jalan pak.!" pinta Nita.


"Kemana mba?" tanya supir taksi itu.


"Pokoknya jalan dulu, cepat.!" perintah Nita yang sudah tak sabar.


"Baik."


"Huft, akhirnya." gumam Nita yang sudah merasa lega.


Sepuluh menit berlalu,sang supir taksi pun menanyakan kembali kemana tujuan Nita. Namun,karena ia tak tahu harus kemana. Ia pun turun di sebuah warung makan kecil di pinggir jalan.

__ADS_1


***


Di bandara..


"Brakkkkk!!!" Juan yang marah karena kembali kehilangan jejak Nita pun melampiaskannya dengan menggebrak meja di depannya.


"Maaf tuan,kami lengah. Kami kehilangan jejak nyonya." ucap petugas yang tadi diminta menjaga Nita.


"Dia pasti belum jauh,Cepat cari dan temukan dia.!!" perintah Juan dengan geram. Dan beberapa orang suruhan Juan pun langsung melakukan perintahnya.


"Apa lagi?!!!" tanya Juan dengan suara tinggi saat menerima telepon yang tiba-tiba.


"Nenek Kim masuk rumah sakit,dan kondisi nya kritis. Sebaiknya kau cepat kembali." Jawab Liem. Tanpa menjawab apapun, Juan langsung mematikan hubungan telefon nya.


"Sshhiit!!!!!" emosi Juan betul-betul sudah pada puncaknya.


"Terus cari Nita sampai ketemu. Dan jangan kembali sebelum kau membawanya,atau kau tidak akan pernah bisa menemui keluarga mu.!" ucap Juan penuh penekanan dan ancaman pada seorang bodyguard yang masih berdiri di sisi nya.


"Baik tuan." Jawabnya.


Juan langsung keluar dari ruangan itu,dan langsung melakukan perjalanan kembali ke Korea dengan pesawat Jet pribadi miliknya.


Sementara,Nita yang merasa sedang diikuti dan dicari oleh Juan pun tak mau sampai ditemukan olehnya. Ia membuang ponselnya agar tak bisa dilacak oleh Juan. Untung ia sudah menghubungi keluarga nya untuk pindah rumah kemarin,sehingga ia yakin saat ini mereka sudah berada di tempat yang diberitahukan oleh Nita. Sekarang tinggal dia berusaha menuju ke sana tanpa diketahui oleh orang-orang suruhan Juan.


****************************************


Sudah komen belum? Yuk,kasi aku dukungan melakui komentar,biar aku makin semangat dan rajin update karena inspirasi dari kalian.


🤗🤗🤗🤗❤️❤️❤️❤️🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2