Inikah Cinta

Inikah Cinta
95


__ADS_3

"Ranjang ini cukup besar untuk ditiduri dua orang. Kau tidak mau tidur di sini?" tanya Juan pada Nita yang sudah berbaring di sofa dekat ranjang tempatnya tidur.


Mendengar pertanyaan Juan membuat Nita risih, sebenarnya agak malas buatnya menjawab pertanyaan Juan. Karena Juan pasti sudah tahu jawabannya.


"Cih,tidak usah basa basi tuan muda. Saya tidak tertarik. Selamat malam." jawab Nita,yang langsung menutup tubuhnya dengan selimut hingga kepala.


Juan hanya terdiam,matanya belum terasa mengantuk untuk diajak tidur walaupun waktu sudah cukup larut. Ditambah Yuri yang sejak tadi mengganggunya dengan mengiriminya pesan agar ia tidur dengannya di kamar Yuri. Permintaan yang jelas tak bisa dikabulkan oleh Juan saat ini.


"Hei,apa kau benar-benar sudah tidur?" Juan mencoba membangunkan Nita. Namun tak ada respon. Mungkin Nita memang sudah tidur.


Juan mendengus kan nafasnya. Sekilas teringat dalam bayangannya keharmonisan ayah dan ibunya sewaktu ia masih kecil. Namun kebahagiaan itu harus berakhir ketika kecelakaan merenggut nyawa kedua orang tuanya. Kisah cinta yang luar biasa. Kedua orang tuanya yang saling mencintai itu rela mengorbankan nyawa demi menyelamatkan Juan,buah cinta mereka. Karena ingatan itulah,Juan tidak mau mengecewakan kakek dan nenek Kim yang telah merawat nya dengan penuh cinta juga. Tidak mungkin baginya mengungkapkan bahwa pernikahan nya dengan Nita tanpa dilandasi cinta,bahkan hanya sebuah kontrak. Cinta? sebenarnya apa itu cinta? apakah ia benar-benar mencintai Yuri? Terasa nyeri di dadanya karena merasa bersalah telah membohongi kakek,nenek dan keluarga dan juga mendiang kedua orang tuanya.


Juan memijat keningnya yang terasa kencang memikirkan hal ini. "Sial.!! kenapa hal ini lebih rumit daripada mengurusi bisnis.huft." gumam Juan.


**


"Hei.! bangun.!!" ucap Juan sambil menunjuk pundak Nita yang terlihat masih nyenyak dalam tidurnya.


"Astaga,wanita ini maas sekali. Hai,bangunn.!" percobaan kedua Juan dengan sedikit meninggikan suaranya. Namun Nita hanya menggeliat kan sedikit tubuhnya saja tanpa terlihat gelagat akan bangun.


Senyum licik tersungging di bibirnya Juan. Tersimpan niat jahatnya untuk mengerjai Nita.


"KEBAKARAN!!!!!" Teriaknya tepat di telinga Nita. Membuat Nita sontak membelalakkan matanya dengan ekspresi terkejut dan panik.


"Ap..apa.!! apa.?! ada apa.!??" Nita gelagapan bangun dari tidurnya karena panik,dan reflek hendak berlari. Namun tanpa sengaja langkah kakinya terjerat selimut yang menutupi tubuhnya.


"Aaaaahkkk,,Brugghh!" Nita terjatuh dan tanpa sengaja menimpa Juan yang berdiri di hadapannya sambil menahan tawa melihat Nita yang terbangun karena kaget. Namun tawanya hanya berlangsung sesaat sebelum Nita tiba-tiba tersandung dan menimpanya.


"Eugh.." lenguh Nita yang merasa kesakitan di keningnya yang membentur kening Juan di bawahnya. Hingga saat Nita membuka mata,barulah ia sadar situasi nya saat ini.


"Hupp..!!" Nita reflek menutup mulutnya karena merasa tak percaya dengan apa yang telah dilakukannya,hingga ia melihat ekspresi wajah kaku penuh amarah di hadapannya saat ini.

__ADS_1


"Ma,,maaf,,A..aku tidak sengaja." ucap Nita tergagap sambil berusaha beranjak dari posisinya saat ini yang terasa sangat tidak nyaman.


Srettt


Tiba-tiba Juan menarik pinggang Nita,dan membawanya dalam pelukannya. Hingga Nita berusaha, melepaskan dirinya namun ditahan oleh Juan.


"Sebentar, sebentar saja." ucap Juan dengan suara rendahnya. Sejenak membuat Nita memikirkan apa yang salah dengan pria ini. Namun bibir nya terasa seperti terkunci hingga tak bisa berkata-kata. Suasana kemudian hening, hanya suara detak jantungnya yang berdetak kencang menahan entah apa rasa dalam dirinya.


"Tunggu,bukan hanya aku. Detak jantung Juan juga terdengar sangat cepat,ya aku bisa mendengarnya" ucap Nita dalam benaknya. Ya jelas saja ia bisa mendengar detak jantung Juan,karena kepalanya berada persis di atas dada bidang Juan.


"Astaghfirullah,sadar Nita. Sedang apa kamu." gumam nita dalam hati sambil mengerjapkan matanya untuk menyadarkan dirinya. Tak mau berlambang dalam posisi itu,Nita pun memutuskan melepaskan dirinya dari pelukan Juan yang terasa cukup erat.


Cukup kuat ia berusaha namun tangan Juan seolah tali yang melingkar kuat pada nya.


"Erg,Juan lepaskan Ak..ku.." ucap Nita sambil mendongak melihat Juan. Betapa terkejutnya ia saat mendapati ternyata Juan menutup matanya.


"Hah? Juan,kau tidak apa-apa? apa kepalamu terluka?! Duh bagaimana ini.? Juan bangunlah,Juan.!" Nita terlihat panik karena berpikir karena benturan saat terjatuh tadi membuat Juan terluka atau mungkin gegar otak.


Namun, tiba-tiba Juan meraih tangan Nita.


"Aku ngantuk,ngantuk sekali. Aku ingin tidur.Dan ini hukuman mu yang sembarangan menimpaku." gumam Juan lalu melepaskan tangan Nita dan kembali membawa Nita dalam pelukannya bagaikan guling.


"Ah,syukurlah. Kupikir kamu pingsan karena gagar otak,ternyata hanya ngantuk. Apa??? ngantuk?? apa apaan ini. Hei lepaskan aku duluuuu.!!" teriak Nita tepat di wajah Juan. Namun Juan hanya mengerutkan alisnya tanpa berniat untuk membuka matanya sedikitpun.


"Huft,kesabaran ku sudah hilang. Sekarang rasakan serangan dariku.! Hiyaa" gumm Nita yang langsung menggelitik perut Juan bermaksud membuat Juan melepaskan pelukannya.


Grebb


Dengan cepat Juan membalikkan posisi kini ia telah mengungkung Nita di bawahnya. Dan mengunci kedua tangannya. Sontak wajah Nita memucat,ia ketakutan melihat mata Juan yang menatapnya tajam dengan wajahnya yang juga terlihat merah seram.


"Ma..Maaf,Ak..aku,t.tadi..aku..ah iya ti..tidak sengaja,tap..tapi ap..apa yang kamu lakukan?" ucap Nita tergagap.

__ADS_1


Dengan intens,Juan menatap tajam pada Nita.


"Aku hanya ingin tidur." jawab Juan. Lalu merebahkan kepalanya di samping Nita. namun tangan dan kakinya masih menindih Nita.


"Kalau begitu tidur saja di ka...mar." Omelan Nita berhenti saat menoleh pada Juan dan mendapatinya sudah memejamkan mata dan terlihat sangat lelah,ketara dari lingkaran hitam di bawah matanya.


"Huft,memangnya berapa lama pria ini tidak tidur hingga terlihat begitu lelah begini. Setidaknya kau singkirkan tangan dan kakimu ini.! Aku kan ingin bangun.Huuft." ucap Nita yang geram dengan tindakan Juan.


Setelah beberapa saat,akhirnya Nita bisa lolos dari Juan dan sudah membawa Juan tidur di sofa di dekatnya.


"Syukurlah,jam berapa ini? ah, mumpung pria ini sedang tidur nyenyak lebih baik aku cari dimana dia menyembunyikan tas ku.Aheyy!!" gumam Nita seraya bersorak.


"Aarrrgggghhhhh,dimana dia menyembunyikan semua identitas ku? cih,dasar pria licik. Bisa-bisa nya dia hanya membiarkan tasku tapi sudah mengambil semua kartu identitas ku begini? huft" gumam Nita pasrah sambil terduduk bersandar di kursi dekat balkon.


"Dompet! ya mungkin di membawanya di dompetnya atau di saku bajunya. Ya,aku harus memeriksanya. Lihat saja,aku pasti bisa mengambilnya." gumam Nita sambil menatap tajam pada Juan yang tengah tidur.


Dengan susah payah dan hati-hati,akhirnya Nita berhasil mengambil dompet Juan yang ternyata disimpannya di saku celananya. Senyum cerah mengembang di bibirnya ketika ia menemukan kartu identitas miliknya. Namun,sesaat kembali mengkerut saat ia tak mendapati paspor miliknya.


"Ehm.." Juan bergumam dalam tidurnya. Membuat Nita dag dig dug sesaat. Tak mau ketahuan oleh Juan,akhirnya Nita memasukkan kembali dompet Juan di saku celananya kemudian segera pergi mandi,tak lupa ia menyembunyikan kartu identitasnya. Ia berpikir mungkin setelah ini ia akan mengetahui dimana Juan menyembunyikan paspornya,sambil mengawasi gerak-gerik Juan.


Tanpa diketahui oleh Nita,Juan menyunggingkan sedikit ujung bibir nya,ia tahu apa yang dilakukan Nita padanya. Namun ia berpura-pura tidur. Sebenarnya,ia sudah terbangun ketika tanpa sengaja Nita menjatuhkan kartu hotel. Tapi karena belum ingin bangun,Juan masih menutup matanya sambil menenangkan dirinya. Siapa sangka tiba-tiba Nita mendekati nya dan dengan hati-hati merogoh saku celananya,meraih dompetnya.


Dengan susah payah Juan menahan perasaan aneh dalam dirinya, awalnya ia mengira Nita diam-diam merayunya,namun dugaannya salah.


"Kucinhg kecil, tunggulah kejutan dariku." ucap Juan dalam hati.


****


AKU SELALU BERHARAP KALIAN MENYUKAI KARYAKU DAN SELALU MEMBERIKAN SEMANGAT DAN DUKUNGAN BUATKU DENGAN MEMBERIKAN SARAN DAN LIKE SERTA VOTE NYA YA.


BAHAGIA DAN SEHAT SELALU UNTUK KITA SEMUA..🙏☺️☺️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2