Istri Kontrak Sang Presdir

Istri Kontrak Sang Presdir
Bab 26 : Lirik-lirikan mata


__ADS_3

Aradella diam-diam melirik Devan. Ada sesuatu yang ingin dia katakan pada lelaki yang duduk di sampingnya yang lagi mengobrol dengan Maysha. Tapi Ella juga tak berani untuk katakan itu. Namun ternyata aksi lirik-liriknya malah disadari oleh Devan membuat Ella langsung menunduk merasa gugup lagi.


"Aduh, gimana nih ... kenapa aku sekarang selalu gugup begini jika berada di sampingnya? Padahal awal-awalnya tidak segugup ini."


Ella menyentuh dadanya dan menepuknya sedikit menghilangkan rasa yang tidak jelas yang mulai menyelimuti dalam hatinya. Gelisah, rasa cinta yang timbul ini malah akan membuatnya terluka.


"Hm, apa yang ingin kau katakan?" tanya Devan menebak kegelisahan Ella yang dari tadi terdiam. Ella melihat Devan, sungguh terkejut jika Devan benar-benar bisa menebak isi hatinya. Ella memainkan kedua jari telunjuknya bercampur rasa takut jika Devan akan marah setelah mendengar perkataannya ini.


"Itu--" Ella sedikit gagap.


"Hm, itu apa?" Depan mulai meliriknya sinis.


"Itu ... sebelum ke rumahku. Bisakah anda membawaku ke panti asuhan KASIH BUNDA?" Ella sedikit berharap Devan bisa menyetujuinya.


"Untuk apa kau ingin ke sana?" tanya Deva sekali lagi.


"Aku ... mau melihat anak-anak panti, aku sudah lama--" Ella terhenti sebab Maysha malah berbicara.


"Wah, Dejhi. May-maysa mau ke sana." Maysha merengek manja ingin ikut ke panti asuhan. Ini juga sangat bagus untuk Maysha yang bisa melihat anak-anak lain di panti tersebut. Ella menatap Devan sedikit takut jika Devan malah akan melarangnya ke panti asuhan.


Raut wajah Ella sedikit sedih, ia sudah lama tidak pergi ke panti tersebut untuk melihat anak-anak panti yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri. Hanya mereka yang sering menghibur Ella saat gadis ini terpuruk atas perlakuan Bu Kalista.


Devan melihat Ella lalu melihat Maysha yang memohon terus padanya. Devan mulai tidak tega dan akhirnya menyetujuinya.


"Baiklah, kita ke panti dulu,"


"Hansel, bawa kami ke panti asuhan KASIH BUNDA dulu." Devan memerintah Hansel yang masih mengemudi mobil.


"Baik, Presdir." Hansel patuh lalu berbelok ke jalan kanan menuju ke panti yang dimaksud Ella.


Ella sekali lagi menunduk, rasa itu kembali ia rasakan. Bahkan sudut bibirnya sedikit terangkat terlihat dirinya diam-diam tersenyum. Merasa Devan adalah Presdir yang baik, cuma ada sesuatu yang selalu membuatnya gundah.


Sementara Maysha sangat senang mendengarnya lalu lompat ke arah Ella. Ella ikut senang akan hal ini. Kedua perempuan ini semakin akrab satu sama lain. Apalagi Devan yang lagi duduk sambil melihat tingkah Maysha yang banyak, sesekali meneguri Maysha. Tapi Anak kecil ini malah lebih asik bersama Ella.


Devan mulai kembali melirik Ella, memperhatikan tingkah dan ekspresi yang dikeluarkan gadis ini. Terlihat Ella mulai ceria mengobrol dengan Maysha. Ini membuat Devan melihat ke arah berlawanan ke jendela sebelahnya.

__ADS_1


"Dia ... lumayan menariknya juga." gumam Devan diam-diam tersenyum lalu melihat jarinya yang terdapat sebuah cincin pertunangan. Pikirannya terhadap Ella langsung buyar setelah melihat cincin itu. Devan mengepal tangannya merasa agak sedikit kecewa. Kecewa pada dirinya sendiri yang mulai menyukai Ella, padahal dirinya sudah bertunangan dengan wanita yang sangat dia cintai.


"Setelah dia mendapatkan rumah miliknya, aku akan membawanya periksa ke Dokter. Jika memang dia tidaklah hamil, aku akan mengurus berkas perceraiianku terhadapnya. Aku takut, kehadirannya di Villaku akan membuat cintaku terhadap kekasihku malah berpindah kepadanya. Itu tidak boleh terjadi."


Devan kini gundah serta gelisah untuk menceraikan Ella nantinya. Hatinya yang mulai menyukai Ella tidak sanggup untuk berpisah dengan Ella.


"Apakah gadis ini juga mencintaiku?" pikir Devan kembali diam-diam melirik Ella. Ella yang selalu dilirik akhirnya melihat Devan lalu tersenyum semanis mungkin. Mata Devan sedikit melebar lalu memalingkan wajahnya nampak acuh. Ella manyun mulai kesal lagi merasa dicuekin terus. Sekarang, wajah Devan merona. Menyembunyikan wajahnya yang memerah tersipu.




Sesampainya di panti asuhan. Ella turun dari mobil lalu melihat rumah sederhana yang mulai agak mengalami kerusakan pada genteng atap rumah serta sudut rumah. Ella prihatin dengan kondisi panti asuhan ini dan bermaksud rumahnya nanti bisa dijadikan pengganti panti asuhan.


Devan turun dari mobil diikuti oleh Maysha dan Hansel. Maysha kegirangan melihat beberapa anak-anak di dalam panti itu sedang bermain. Maysha lalu meraih tangan Ella lalu mendongak padanya.


"Bun-nah, Maysha mau masuk sicu!" Tunjuk Maysha ke dalam panti. Ella tersenyum lalu menuntun dan mengajak Maysha ikut bersamanya menemui Bunda panti asuhan.


"Presdir, menurut anda ... Ella ini perempuan yang baik, kan?" tanya Hansel berdiri di dekat Devan sambil melihat Ella berbicara pada seorang wanita tua.


"Ck, baik apanya. Dia hanya menyusahkan saja!" Devan masuk, ucapannya terdengar kesal. Kesal bukan karena Ella, tapi karena Hansel sering suka melirik Ella.


Maysha sangat girang diperkenalkan kepada anak-anak panti. Tanpa aba-aba atau pikir panjang, Maysha langsung mengejar anak panti untuk diajak bermain. Sungguh tingkahnya bikin senyum-senyum sendiri.


Devan yang tidak mau keponakannya lecet sedikitpun, akhirnya ia juga ikut mengawasi Maysha. Sementara Ella masih saja mengobrol dengan Bunda panti.


"Kau sudah lama tidak datang kemari. Anak-anak di sini mencari dirimu, tapi siapakah mereka?" ucap Bunda panti menunjuk Devan dan Maysha. Ella tertawa kecil melihat tingkah Devan yang malah ikut diantara kerumunan anak-anak. Sedangkan Hansel malah mendekati Ella dan kini lelaki ini sudah berdiri di dekat Ella.


"Dia Devan dan Maysha, Bun," ucap Ella menunjuk mereka.


"Kalau yang ini ...." Ella melihat Hansel lalu melihat Ibu panti.


"Wah ini pasti pacarnya, Kak Ella kan?" tebak seorang bocah yang berdiri tiba-tiba di dekat Ibu panti. Hansel sedikit terkejut mendengarnya, begitupun Ella juga terkejut.


"Ahaaha, bukan. Dia ini Kak Hansel, dia adalah Kakak angkatku." Ella tertawa sedikit melihat Hansel. Hansel tersenyum sedikit, ada rasa kecewa setelah mendengarnya. Entah kenapa tiba-tiba rasanya menusuk ke dalam hati.

__ADS_1


"Yah, kalau begitu. Kak Ella masih belum punya pasangan ya?" tanya bocah berumur 10 tahun lebih. Ella mengelus rambutnya, tapi tangannya ditarik oleh seseorang.


"Siapa bilang dia tidak punya pasangan," ucap Devan langsung menarik Ella jatuh ke pelukannya. Sedikit cemburu Ella dekat-dekat dengan Hansel.


"Eh, Om siapa?" tanya anak-anak melihat Devan. Devan sedikit tersentak dipanggil Om-om.


"Hm, aku ini ...."


Ella merasa dag-dig-dug mulai lagi gugup, apalagi Devan begitu dekat dengannya.


"Om siapanya Kak Ella?" tanya anak-anak lagi tambah penasaran.


"Aku ini ... suaminya. Iya kan, beb?" Devan tersenyum melihat Ella dan tak lupa menyentuh ke dua pipi gadis ini hingga Ella benar-benar tersipu.


"Iya kan, Beb--bek?" lanjut Devan berbisik ke telinga Ella. Ella tersentak merona ingin menjambak Devan. Awalnya, dia pikir kata Beb adalah nama sayang untuknya, tapi ujung-ujungnya pasti dikaitkan dengan BEBEK. Bikin kesal terus!


Anak-anak sungguh terkejut, apalagi Ibu panti. Ella segera mendorong sedikit Devan agar tidak terlalu dekat. Jantungnya seakan berdebar-debar mendengar Devan mengaku sebagai suaminya.


"Wah, pipi Bun-nah meyah!" Tunjuk Masysha pada Ella. Ella menunduk malu membuat Devan ingin tertawa melihatnya.


"Ahaha, lihatlah. Kak Ella mukanya merah." tawa anak-anak menunjuk Ella yang semakin tersipu. Bu panti pun mendekati Ella lalu memberi selamat pada gadis ini dan juga kepada Devan.


"Semoga kalian selalu diberi keberkahan dalam pernikahanmu dan selalu bersama, baik itu sakit maupun sehat, Nak Ella." ucap Bu panti tersenyum. Ella melihat Bu panti lalu melihat Devan. Devan tiba-tiba tersenyum padanya, membuat Ella jadi terdiam.


"Terima kasih, Bu. Hubungan kami pasti akan baik-baik saja terus." ucap Devan menarik pinggang Ella jatuh ke pelukannya lagi. Ella menunduk, rasanya itu mustahil untuk diwujudkan. Hansel yang melihatnya cuma tersenyum saja. Sementara Maysha tertawa cekikikan bersama anak-anak panti melihat Ella tersipu malu.


...________...


...🌷•|| VOTE ||•🌷...


Maaf ya readers author lama update, author lagi sibuk kerja🙏mohon pengertiannya ya🤗❤see you all


...Beri like (👍) komen (💬) share (💫) tips (💰) dan favoritkan (❤) ya readers 😍...


...Supaya author semangat!!...

__ADS_1


...Terima kasih sudah mampir di ceritaku ini...


...🌷•|| Semoga suka ya ||•🌷...


__ADS_2