
Sementara di panti asuhan, Ella sudah meresmikan rumah peninggalan ayahnya sebagai panti asuhan baru. Begitu gembiranya mereka mendapatkan rumah yang cukup lebih baik dari sebelumnya. Apalagi rumah Ella sedikit lebih besar hingga anak-anak mulai berlarian memperebutkan kamar mereka sendiri.
Ella yang duduk di sofa sambil melihat mereka hanya bisa tersenyum saja lalu menundukkan kepala. Memikirkan Devan yang belum juga memberinya kabar sekarang.
"Apa dia masih sibuk, kak Hansel?" tanya Ella pada sekretaris Hansel yang duduk di sofa lain. Hansel melihat jam tangan sudah menunjukkan pukul 13.34 siang.
"Sepertinya masih sibuk, Nona."
Sekali lagi Ella hanya menunduk setelah mendengarnya. Hansel yang melihatnya murung hanya bisa diam saja. Maysha yang dari tadi mondar mandir bersama anak seumurannya akhirnya mendekati Ella.
"Bun-nah, kica pulang sekalang. Maysha mawu cidul." Maysha merengek sambil mengusap kedua matanya. Anak kecil ini sudah dari tadi menahan ngantuknya.
"Haha, baiklah. Sini Bunda gendong Maysha." Ella tertawa sedikit lalu berdiri dan menggendong Maysha.
"Kak Hansel, sekarang bisakah membawa kami pulang? Maysha sepertinya ingin tidur," lanjut Ella berbicara pada Hansel yang sibuk dengan ponselnya. Lelaki ini juga agak heran kenapa Devan tak mengirimnya pesan satu pun.
"Apa Nona Elisa baik-baik saja sekarang? pikir Hansel mengira Devan lama di rumah sakit karena sudah terjadi sesuatu pada Elisa.
"Kak Hansel," panggil Ella kembali.
"Astaga maaf, ada apa Ella?" Hansel sadar lalu berdiri melihat Ella.
"Itu, apa kau mau membawa kami kembali ke villa? Maysha ingin tidur sekarang," ucap Ella melihat Maysha yang sudah nampak setengah tidur.
"Kalau begitu berikan Maysha padaku. Kau izin dulu kepada Bu panti." Hansel tersenyum dan mengambil Maysha lalu melihat Bu panti yang sibuk mengatur anak-anak panti.
"Baiklah, Kak Hansel." Ella mengerti lalu pergi izin ke Bu panti duluan. Sedangkan Hansel keluar membawa Maysha yang sudah terlelap. Hansel menyandarkan Maysha ke kursi tengah dengan hati-hati lalu duduk di kursi pengemudi menunggu Ella keluar dari panti asuhan.
__ADS_1
Tak menunggu waktu lama, Ella keluar dengan sebuah kotak di tangannya bersama Bu panti lalu ia pun pamit pada wanita paruh baya ini dan kemudian masuk ke kursi tengah. Ella sedikit terkejut melihat Maysha yang sudah tidur sambil mengigau ingin minum susu. Ella meletakkan kotaknya lalu meraih kepala Maysha dan menyandarkan anak kecil ini kepangkuannya. Terlihat begitu perhatiannya Ella pada Maysha. Hansel yang melihatnya dari kaca spion sedikit tersenyum.
"Nona Ella, sepertinya beda dari wanita lain. Jarang sekali aku temukan perempuan sepertinya yang begitu lembut dan baik pada anak-anak." gumam Hansel lalu mulai menyalakan mesin. Maklum, wanita yang sering ditemuin Hansel selalu sibuk dengan karir mereka. Bahkan untuk melirik anak-anak seperti Maysha saja mereka kadang risih, sangat beda dari Ella. Mobil pun melaju kembali ke villa.
Sesampainya di villa, Ella pun menggendong Maysha untuk masuk ke villa dan sekali lagi Maysha mengigau. Ella dan Hansel yang mendengarnya seketika tertawa bersama. Namun, baru saja membuka pintu, tawa Ella berhenti ketika dirinya merasa pusing. Hansel pun meletakkan kotak Ella ke lantai lalu mengambil Maysha agar anak kecil ini tidak jatuh bersama Ella.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Hansel kuatir sambil menggendong Maysha.
"Itu, sepertinya aku terlalu kecapean." Ella berkata sambil menyentuh kepalanya. Ini bukan karena lelah saja, tapi efek pukulan tamparan dari Devan yang masih belum hilang.
"Lebih baik kau duduk saja dulu, biarkan aku yang bawa Maysha ke atas," saran Hansel melihat sofa.
"Maaf sudah merepotkanmu, Kak Hansel," ucap Ella menunduk sedikit.
"Tidak apa-apa, ini juga tugasku. Sekarang aku naik dulu," ucap Hansel mulai masuk diikuti Ella di belakangnya yang masih menyentuh kepalanya.
"Tunggu dulu," Ella menahan Hansel sebentar.
"Ini botol dot milik Maysha, dari tadi Maysha mengigau memintanya." Ella memberikan botol itu kepada Hansel.
"Baiklah, terima kasih atas perhatianmu, Ella." kata Hansel tersenyum lalu berjalan menaiki anak tangga. Ella kembali lesu, lalu melihat kotaknya di lantai. Ella mengambilnya lalu berjalan ke arah sofa dan kemudian duduk bersandar. Ella menghela nafas sebentar lalu melihat kotak di atas meja.
"Apa isi kotak ini?"
Ella mengambil kotak kayu itu dan melihatnya terkunci dengan borgol kecil. Kotak kayu ini tak sengaja tadi dilihat oleh anak-anak panti saat memasuki salah satu kamar yang tak lain kamar milik Aline, hingga mereka pun memberikannya pada Bu panti lalu beranggapan jika kotak kayu ini milik Ella dan akhirnya kotak kayu itu ada sekarang di depan Ella.
"Seingatku, aku tak pernah mengoleksi benda-benda lalu menyimpannya di kotak ini. Tapi jika dilihat-lihat, mana mungkin kotak ini punya Aline. Apakah kotak ini punya Ayah?"
__ADS_1
Ella menggaruk sedikit kepalanya lalu membolak balikan kotak itu dan tiba-tiba Ella terkejut pinggir kotak rusak.
"Astaga, kayunya mulai rapuh, kotak ini pasti sudah lama." gumam Ella perlahan membukanya.
Kedua mata Ella melebar sedikit melihat sebuah album foto kecil di dalam kotak serta beberapa surat-surat juga. Seketika itupun kedua mata Ella membola melihat beberapa foto di dalam album.
"Ini-ini kan?"
Kedua tangan Ella langsung gemeteran melihat foto sebuah keluarga yang berjumlah 4 anggota, apalagi sangat terkejut melihat foto ayahnya dan juga seorang wanita serta anak perempuan berdiri di dekatnya yang lebih tinggi darinya di dalam foto itu.
"Apakah itu foto keluargamu dulu, Ella?" tanya Hansel membuyarkan pandangan Ella. Ella menoleh melihat Hansel yang duduk di dekatnya.
"Aku tidak tahu," ucap Ella semakin gemeteran.
"Ella, kau baik-baik saja?" Hansel mulai cemas melihat Ella tiba-tiba meneteskan air mata.
"Aku-aku tidak tahu," lirih Ella terbata-bata.
"Ella, hei! Kamu kenapa?" tanya Hansel, tapi Ella seperti tak bisa bicara. Hansel segera merebut foto itu lalu melihatnya dengan jelas. Kedua mata Hansel membola melihat foto wanita dan juga anak perempuan yang tak asing baginya.
"Lho, ini kan Nyonya Chelsi dan Nona Elisa?" gumam Hansel nampak tak percaya jika Nyonya Chelsi punya hubungan dengan Pak Shan.
"Ella, apakah ini Ibu dan saudara-" ucap Hansel berhenti setelah melihat Ella yang seakan ingin pingsan di dekatnya.
"Astaga, Ella!" kaget Hansel menjatuhkan foto itu lalu dengan panik mengguncang Ella agar tetap sadar. Tapi percuma, Ella kini tak kuat dan begitu lemas setelah melihat foto wanita itu yang sangat ia kenal, apalagi sering tampil di acara TV. Hansel segera berdiri menghubungi dokter.
"Apa dia Ibu kandungku? Jika begitu, siapa anak perempuan ini?" pikir Ella dan perlahan mulai pusing kembali lalu melihat Hansel yang sibuk menghubungi Dokter. Ella sangat terkejut hingga meneteskan air mata. Ternyata, wanita yang dia kagumi dulu di TV sejak remaja adalah Ibu kandungnya. Sangat jelas, dibalik foto itu ada kalimat yang tertera.
__ADS_1
"Ayah, Ibu, Ara, kalian keluargaku."
...______...