
Ella mulai mencari handuk di dalam lemari, sementara Devan duduk santai di tepi ranjang melihat Ella serta memikirkan permintaan Elisa. Merasa jika ucapan Elisa ada benarnya. Tapi, dirinya juga belum berani untuk bicara empat mata pada Ibunya Elisa.
"Aku dan Elisa sudah berpacaran selama enam tahun. Tapi, jodoh itu rahasia Tuhan, tak tahu siapa yang akan menjadi pasanganmu kelak di masa depan. Sekarang, aku malah menikahi Ella. Pernikahan tak sengaja terjadi ini malah membuatku nyaman. Apakah Ella sungguh jodohku di kehidupan ini?"
Devan menunduk, rasa bersalah itu masih menyelimuti relung hatinya. Menyakiti dua perasaan wanita itu memanglah sakit, bahkan dirinya saja dapat merasakannya. Genggaman Devan pada celananya semakin kuat. Kini pikirannya mulai teralih pada Ella, berharap orang tuanya nanti menerima Ella apa adanya.
"Tuan," lirih Ella memanggilnya. Sudah berdiri di depan Devan dan melihat Devan sedang melamun.
"Tuan," sekali lagi Ella memanggilnya bahkan menyentuh bahu Devan agar tersadar. Devan tersentak, dan melihat Ella yang sedang tersenyum padanya.
"Tuan, baik-baik saja?" tanya Ella sambil memberikan handuknya. Devan tak menjawab melainkan berdiri langsung memeluknya. Handuk di tangan Ella bahkan jatuh saking terkejutnya dipeluk erat secara tiba-tiba.
"Tuan, ada apa?" tanya Ella deg-degan masih didekap.
"Biarkan ... aku memelukmu sebentar," lirih Devan sambil memejamkan mata. Merasakan kehangatan dalam pelukannya kali ini. Ella sedikit tersenyum dalam diamnya.
__ADS_1
"Em, itu. Tuan ... ini sudah aku siapkan. Apa Tuan tak jadi mandi?" tanya Ella mulai sedikit sesak.
"Huft," Devan membuang nafas lalu melepaskan Ella dan menatapnya, meraih kedua tangan istrinya lalu bertanya pada Ella.
"Apa kau tadi baik-baik saja di sini bersama Elisa? Apa Elisa tidak macam-macam padamu?" ungkap Devan bertanya soal kegelisahannya tadi di kantor, mengira Elisa dan Ella bisa saja bertengkar saat dirinya tak ada di villa ini.
Ella terdiam, sedikit terkejut mendengarnya. Ternyata Devan pulang karena mencemaskannya. Ella tersenyum lalu menganggukkan kepala.
"Hm, baik-baik saja, Tuan. Nona Elisa-" ucap Ella terhenti.
"Apa dia menyakitimu?"
"Huft, baguslah. Aku harap dia bisa mengerti secepatnya dan mau menerima kenyataan ini. Aku tak bisa lagi menikahinya," ucap Devan menghela nafas sebentar.
"Kenapa begitu, Tuan? Kau kan bisa menikahinya jika Tuan mence-" Ella terhenti setelah jari telunjuk Devan menyentuh bibir Ella.
__ADS_1
"Aku ini suamimu sekarang, Ella. Aku tak akan menceraikanmu. Jadi, jangan lagi meminta pisah dariku," kata Devan tersenyum. Ella menunduk, merasa sesuatu mulai dia rasakan di hatinya.
"Ke-kenapa tak akan bisa?" tanya Ella sedikit gemeteran. Devan tak menjawab, malah meraih wajah Ella lalu menyentuh kedua pipi gadisnya. Menatapnya dalam-dalam lalu dengan begitu dekat memberikan kiss tepat di bibir Ella. Mellumat lembut sambil memejamkan mata. Ella kaget dengan tindakan Devan. Tapi, lama-lama mulai menikmatinya lalu ikut memejamkan mata.
Devan melepaskan Ella mencoba mengantur nafasnya yang memburu, begitupun Ella juga barusan sesak nafas dan merona terus-menerus. Devan duduk di tepi ranjang dan segera meraih pinggang Ella jatuh ke pelukannya. Kedua mata mereka bertemu, saling tatap satu sama lain. Devan dengan cepat meraih kepala Ella dan kembali memberinya kiss di bibir mungil Ella. Ella terkejut kembali merasa Devan sekarang sedang dikendalikan oleh nafsunya.
Sangat jelas ciuman ini terasa makin panas dengan hawa yang bertukar di dalam tubuh mereka, gejolak cinta dalam diri mereka mulai meningkat. Satu tangan Devan mulai menyilip ke dalam baju Ella. Ella merasa merinding, tapi mendengar ucapan Devan membuatnya yakin jika Devan memanglah takdir untuknya menuju kebahagiaan yang dimimpikan Ella.
"Aku mencintaimu, Aradella. Kau Istriku tersayang."
Devan melepaskan Ella yang menunduk terus menerus merona. Devan tertawa kecil lalu menepuk-nepuk pelan kepala Ella dan seketika berbisik padanya membuat Ella terkejut langsung menatapnya.
"Bagaimana jika kau mandi bersamaku, Ella?"
__ADS_1
..._____...
Jangan lupa like untuk hargai karya author dan semangat terus agar novel ini bisa dilanjutkan sampai tamat