ISTRI MUDAKU MAFIA

ISTRI MUDAKU MAFIA
bab 17


__ADS_3

Dan saat ini aku butuh seseorang yang membuatku lupa akan dukaku, Walau sementara.


ku gigit bibir bawahku lalu mendongak ke atas untuk melihat wajah andreano yg saat ini berada di samping memelukku.


Seorang Pria tampan dengan sorot mata tajam terang terasa begitu hangat.


Ok. saat ini aku sedang merasa jauh dari kata waras, walau aku bukan pemabuk tapi pengaruh alkohol tetap saja berdampak, bisa membuatmu memikirkan sesuatu yg mungkin gila.


Dan itulah fakta yg terjadi kepadaku di malam dan saat ini juga.


Rasa penasaran membuatku gila dan ingin tau, Bagaimana andreano si Pria ini menghiburku.


"Katakan! bagaimana kamu bisa menghiburku?"


kataku membuat andreano menarik senyumnya seakan ini tepat seperti yg dia bayangkan.


"Memberimu pelukan hangat seperti ini"


andreano menarikku semakin dekat lalu kemudian mengelus rambut panjang ku dengan sangat lembut.


Aku bisa merasakan debaran di dada nya dan nyaman nya berada di dada bidang itu.


Aku yg sudah merasa jauh dari kewarasan mengigit bibirku sendiri lalu mulai melirik ke jakun nya yang baik turun seakan ada gairah di dalam nya.


"Hanya Pelukan??"


tanyaku membuatnya terkejut.


"Tentu saja tidak , tapi guw ingin minta persetujuan lu dulu, kalo lu mau akan gue tunjukin gimana caranya kita berdua, terlebih lu untuk melupakan dukamu walau sesaat"


katanya membuat mataku membulat seketika.


Karna penasaran aku kembali menggigit bibir bawahku lalu mencoba meraih wajah tampan itu.


"Aku setuju, Lakukan saja"


andreano tersenyum lalu menarik wajahku tanpa jeda dia langsung mencium bibirku,


dan jujur saja belum pernah aku merasakan ini sebelum nya,


entah dari kekasih ku yang baru saja meninggal atau dari tunanganku yang memang kaku menurutku.


"Pria ini sangat pintar berciuman" batinku,


hingga kurasa mungkin saja aku sudah mabuk bukan karna alkohol yang ku minum tadi melain kan karna ciumannya,


andreano membuatku membuka mulut hingga dia bisa memasukkan lidahnya, semakin aku mengikuti alurnya, Andreano semakin menarik pinggangku untuk membuat ku lebih dekat kepadanya.


"Apa ini cukup untukmu?? Mau menghabiskan malam ini,semalam suntuk denganku?"


Tawaranya tanpa basa basi hingga membuatku menggigit bibir ku kuat kuat karna sangat gugup.


"Kita habiskan malam ini bersama, dan besok mari kita lupakan" lanjutnya..


"Apa maksudnya?? TIDUR dengan nya????" pikirku.


"Ayo kita cari kamar" Ajak andreano sambil menarik tanganku untuk ikut bersamanya.


Saat berjalan di belakang andreano, aku merasa pandanganku semakin berkunang,


mungkin ini adalah efek minum terlalu banyak.


Bagaimana tidak?? aku yang seorang Wanita meminum alkohol sampai 2 botol, seperti minum jus saja.


Walaupun aku tidak mabuk tapi minuman keras itu selalu memberika efek samping.


Dan tak lama kita Sampai di sebuah kamar yg sudah di pesan oleh andreano.


"Akan ku buat kamu melupakan semua masalahmu sexy.." ucap andreano sambil menutup pintu agar org lain tak melihat privasi kita.


Masih hanya dengan ciuman tapi andreano sudah begitu penuh gairah.


andreano mulai menurunkan jajahan bibirnya ke leher jenjang ku dan memberikan ciuman, ciuman yang begitu lembut sambil menyudutkan ku di dinding.


"Ahh" desahku tanpa sadar saat ciuman itu berubah menjadi sebuah gigitan yg cukup keras dan berulang ulang.


andreano lalu mendorongku ke ranjang dan naik di atasku, aku terdiam dengan mataku yang melotot luar biasa.


Andreano mulai mencium bibirku lagi sebagai permulaan dari gairah luar biasa yang akan di lakukannya,


"sekarang saatnya cantik, kamu sangat menarik"

__ADS_1


bisik nya sambil mulai membuka resleting depan gaun hitam ku.


di saat itu kita di kagetkan dengan suaran gedoran pintu yang begitu menuntut.


Andreano turun dari ranjang dan segera membuka pintu karna suara gedoran makin keras.


Dengan tenang Andreano membuka dan "aoooooo, bangsat" begitu saja terucap oleh andreano karna suatu tonjokan,


meski tidak jatuh tapi kulihat Darah mengalir di satu lubang hidung nya.


Jelas aku kaget dengan kejadian barusan yang tepat di depan mataku.


Mungkin tadi matanya sedikit gelap karna kaget tiba-tiba di tonjok begitu saja.


Selang beberapa detik Andreano menoleh ke arahku tetap dengan senyum manisnya lalu berjalan menghampiriku,


"Kunci pintu dari dalam dan tunggu sampai guw kembali, jangan pernah buka pintunya kecuali gue yang manggil"


Tanpa jawaban apapun aku hanya bisa mengangguk.


Tanpa basa-basi dia berikan tendangan ke pria tadi sampai tersungkur keluar kamar,


dia berjalan keluar sambil meraih gagang pintu untuk menutupnya.


dengan cepat aku turun dari ranjang dan segera mungkin mengunci pintu.


"Apa tadi yang kulihat?? siapa dia?? dan kenapa tiba-tiba?? tau dari mana si Andreano Lagi di kamar ini?? atau memang ini kamar langganan andreano? atau pria tadi mengikuti kami?"


pikirku mulai gak karuan.


"Ah sudah lah bukan urusan gw, mungkin memang musuh, itu masalah mereka"


aku mulai berfikir lebih tenang.


Ku dengar sudah tidak ada suara apapun di depan kamar,


sepi, hening dan tidak terdengar sedikit pun suara kekerasan atau sekedar orang mengobrol.


entah apa yg aku pikirkan,


bukan nya cepat cepat pergi justru aku malah kembali naik ke atas ranjang dan mulai memejamkan mata karna kepala ku mulai semakin berat.


Kurasa baru saja mataku terpejam ke dengar suara ketukan pintu, pelan, halus dan memanggil dengan sebutan cantik.


Aku mulai sadar kenapa tidak aku pergi saja tadi? sekarang gw harus apa??


bukain pintu?? kalau pria yg tadi gmna??


tapi kalau ternyata memang Andreano, pasti akan ada kelanjutan adegan tadi.


Ah ya sudahlah tidur saja, persetan siapapun yg mengetuk pintu.


Yang terpenting sekarang aku butuh istirahat karna kepala ku semakin sakit,


lumayan lah kamar gratis, aku tidak perlu pulang ke rumah dalam kondisi seperti ini, dan tidak terus terus an di bar meminum alkohol itu.


Untuk nanti aku keluar kamar, aku pikirkan nanti setelah aku bangun tidur saja.


Ku tutup kepala ku pakai bantal supaya tak terdengar ketukan depan pintu..


dan aku mulai tidur senyaman mungkin


aku berusaha membuka mataku yang yg sudah di terpa oleh cahaya matahari,


ku coba mengumpulkan semua kesadaran ku sambil memerhatikan sekitar.


"Gie dimana??" batin ku mulai bingung


Baru ku sadar kalau aku masih di kamar yg di pesan Pria itu semalam.


"Andreano, iya Andreano apa semalam dia yang mengetuk pintu?, aku harus cepat pergi dari sini, sebelum Andreano kembali lagi kesini"


ku rasa aku harus mandi sebentar supaya terasa lebih segar karna alkohol semalam.


Aku bangun menuju kamar mandi dan mulai membersihkan diriku, kunyalakan sower dan air mulai keluar menyiram seluruh badanku,


"gue harus melupakan semua duka ini, karna kekasih gue gak akan mungkin bisa kembali, dan kejadian semalam, untung saja belum terjadi apa-apa, gak akan lagi gw melakukan hal konyol itu",


Tiba-tiba suara ketukan pintu kembali terdengar membuyarkan lamunanku, ku raih handuk, dan mungkin memang aku ini ceroboh.


Tanpa berfikir ku buka pintu dan ku lihat seorang pelayan laki-laki membawa nampan dengan 2 piring di atasnya.

__ADS_1


"saya gak pesan makanan, masnya salah kamar mungkin"


ucapku ke pelayan laki-laki itu.


"Gak mbak, ini mas andreano yang pesan, tadi sudah di tunggu lama, tapi mas andreanony malah pergi setelah dapet telfon, makanan nya di suruh antar ke sini"jawab nya.


"Ya sudah terimakasih mas",


ku terima makanan yg di bawanya.


"Ini dari mas Andre mbak" sambil menyodorkan potongan kertas.


"apa itu?"


"gak tau mbak, di titipin itu tadi"


ku trima juga kertas nya.


"Misi mas, pintunya boleh tak tutup Ndak?" ucapku mengagetkan si pelayan itu.


"mas nya ngLamun??"


"Ah, endak mbak, itu baju ny di pake mbak, jangan cuma pake handuk aja, pantes mas andre balik lagi, orang Mbaknya sexy gitu, cantik Lagi, biasanya kalou dah pergi balikny beda perempuan lagi" kata pelayan itu menjelaskan.


Baru ku sadar memang aku masih memakai handuk saja setelah mandi.


ku tutup pintu sedikit agak keras karna ucpan pelayan gak sopan,


aku berjalan menuju ranjang menaruh makanan yg seakan sedari tadi meminta segera untuk di santap,


"hemm, sarapan nasi goreng seenak ini, ngerti juga si andre kalau ni perut laper banget" gumam ku sambil dengan lahapnya aku makan,


satu piring nasi goreng habis ku makan,


ku lirik potongan kertas tadi, ku buka karna penasaran,


"apa ini.??? cuma no.telvon?, ah gak penting"


lalu ku remas dan ku buang begitu saja.


"Ekhhemm, sexy"


Deek seketika ku berhenti mengunyah,


"Suara itu????? amAndre?? sialll" aku Lupa mengunci pintunya lagi, dan cerobohnya, aku masih memakai handuk.


Aku menoleh ke belakang, ku lihat andreano berdiri bersandar di pintu,


dia tersenyum dan berjalan ke arahku.


takut dan was was kalau dia tiba-tiba melanjutkan kejadian semalam.


Andreano duduk dengan tenang di depanku.


"Siapa nama mu?"tanyanya


"Viska, Viska Aulia" jawabku sedikit lirih.


"Ok Vis, lu lanjutin makan nya,


ganti baju, nanti gue antar balik"


sambil nyodorin tas belanja, dan ternyata isinya sudah ada gaun, sepatu, serta beberapa makeup juga di belikan nya.


"baju lu pasti bau alkohol semalam".


"Ok" jawabku singkat tanpa mikir apapun tentang si andreano.


singkat cerita aku sudah di dalam mobilnya dengan andre yang fokus menyetir.


"Rumah lu di mana?"


tanya andrea memecah keheningan.


"lurus saja nanti ku tunjukin arahnya"


ku tunjukin ke arah di mana aku tinggal dengan teman teman ku, bukan ke rumah orang tuaku.


Sesampainya di rumah itu aku melihat teman ku sedang berbicara dengan seorang pria di depan pintu,


aku turun dari mobil dan langsung di tarik kasar tangan ku oleh pria itu.

__ADS_1


Dia tunangan ku, iya tunangan ku.


__ADS_2