ISTRI MUDAKU MAFIA

ISTRI MUDAKU MAFIA
BAB 76


__ADS_3

POV PRASETYO


Adzan subuh berkumandang, seruan panggilan untuk Bersujud kepada yang Maha Esa.


"Huaammp" bangun tidur, ku keluar sebentar, mencari angin pagi yang dingin namun menyegarkan.


Anak istriku masih berbungkus di balik selimut.


"Sebaiknya jamaah ke musholah ah, biar dapat pahala 27 derajat" gumamku, lalu mengambil air wudhu dari kran yang ada di samping rumah. Aku berjalan ke mushola dengan berjalan kaki, memang letaknya tak jauh dari rumahku. Entah di terima atau tidak sholatku, yang penting aku melakukan kewajibanku sebagai orang muslim. Karna aku banyak melakukan perbuatan dosa maksiat.


Jadi teringat pelajaran Fiqih, di sekolah dulu. Mengenai keutamaan sholat subuh berjamaah.


Membawa rezeki yang luas. Rasululah SAW bersabda:


( yang artinya)


“Ya Allah Berkahi Umatku di waktu paginya. Oleh karenanya kebiasaan Nabi SAW jika mengutus pasukan perang, beliau utus di pagi hari. Dan sahabat Sokhr Alghamidy adalah seorang pedagang, maka beliau mengirim atau membuka dagangannya di pagi hari, akhirnya beliau menjadi kaya dan banyak harta.” (HR Ibnu Hibban)



Memperoleh rezeki yang berkah



3.Mendapatkan ketenangan jiwa




Ketika sholat tepat waktu maka dapat berjamaah dan tentu memiliki pahala yang besar




Selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT dan ini adalah janji Allah SWT




Orang-orang yang sholat Subuh disaksikan oleh para malaikat. Mereka juga mendapat kehormatan, karena para malaikat meninggikan nama-nama orang yang senantiasa sholat Subuh di hadapan Allah SWT.




Mereka juga akan didoakan dan dimintakan ampunan atas dosa-dosa mereka oleh para malaikat




Pahalanya sama seperti sholat satu malam penuh



__ADS_1


Dimudahkan untuk masuk surga, sebagaimana Rasulullah bersabda:


"Barangsiapa yang sholat dua waktu yang dingin maka akan masuk surga.'' (HR Bukhari)




10 Pahalanya seperti orang yang menjalankan haji dan umrah




Membuat orang mengingat Allah SWT sepanjang hari




Sholat Subuh punya posisi yang agung dalam Islam karena sholat ini adalah momen yang paling dekat dengan Allah SWT dan menandakan kedekatan seorang Muslim dengan Allah SWT




Sholat Subuh itu lebih dari dunia dan seisinya. Dalam hadits Muslim, “Dua rakaat sholat sunah Fajar lebih baik dari dunia dan seluruh isinya.”






Sholat Subuh menjadikan seorang Muslim dalam lindungan dan pemeliharaan Allah. Diriwayatkan dari Nabi "Barangsiapa yang sholat subuh berada di bawah perlindungan Allah."




Aku hanya menunduk malu, malu kepada Gusti Alloh. Betapa aku di karuniai banyak kenikmatan, namun terkadang aku melupakannya. Termasuk pagi ini aku masih bisa menghirup udara segar, adalah salah satu bentuk kenikmatan yang di berikan Gusti ALLOH kepadaku.


Selesai dari musholah, aku membuat kopi, lalu duduk di kursi teras rumah. Sambil melihat posnelku siapa tahu ada pesan masuk tadi malam yang tidak aku ketahui.


"Ah nikmatnya, bisa menyeruput kopi sambil menyesap rokok"


"nikmat mana lagi yang kau dustakan, bisa ngopi dan bisa ngerokok juga bagian dari kenikmatan. Hehehe" gumamku sendiri.


Drrttt... drrttt... hapeku bergetar, ada sebuah pesan masuk, setelah kubuka, ternyata pesan dari Viska.


-Beb nanti ketemu ya, aku lagi galau-


Aku tersenyum membaca pesan dari Viska, tak kira dia Sudak tidak mau lagi untuk menemui ku. Paska keributan kemarin dengan Fatimah istriku.


-Ketemu dimana sayang?-


-terserah kamu beb,pagi ya?-

__ADS_1


-Okey, hotel laksana ya?-


-iya beb, ketemu di tempat biasa-


-okey cayangku-


Ku sruput lagi kopiku, dan ku hisap rokokku dalam-dalam.


"Hah, baru saja tobat, hahaha, dasar imanku masih mentah" batinku sambil garuk-garuk kepala, Ya maklumlah karna keimanan seseorang itu ada tingkatannya. Dan kadar keimanan juga bisa naik turun.


"Tumben pagi-pagi sudah rapi mas?" tanya Fatimah curiga, saat melihatku berdandan memakai seragam kerja.


"iya soalnya nanti ada rapat" jawabku singkat.


"Awas ya! kalau pergi kencan dengan Viska. Tak potong burungmu, lalu tak goreng" ancam Fatimah, sorot matanya tajam mendelik.


"Kalau di potong, kamu nggak bisa main-main lagi dong dengan burung" sahutku berkelakar.


Setelah mencium Aini, aku pergi menuju kantor. Hanya sekedar absen dan menampakan batang hidung dulu, biar teman-teman satu kantor tahu, kalau aku berangkat kerja. Meskipun nantinya juga pergi lagi, sampai jam kantor pulang.


"Weeeh, tumben berangkat pagi, biasanya jam Sembilan baru berangkat" kata teman kantor yang biasa bercanda denganku.


"Lha kan biasanya juga berangkat terus"


"Heleh, paling juga bentar pergi lagi"


"Ya maklumlah, kan ada tugas. Kalau kamu mau yang pergi tugas, juga nggak apa-apa" Sahutku sambil mengambil beberapa berkas sebagai modus, lalu aku masukin kedalam tas kerjaku.


"Nih, berkas ini nanti di Foto Copy, jangan lupa sekalian di jilid. Habis itu pergi ke kecamatan minta tanda tangan pak camat, setelah dari kecamatan bawa ke dinas sosial untuk di serahkan kesana. Gimana? mau?"


"Ogah ah, kamu aja yang sudah biasanya"


"Lha iya, Oya bilang sama pak carik ya? kalau aku pergi ke Dinsos, mengantarkan berkas ini. Karna ini hari terakhir untuk mengumpulkan, sudah di tunggu kok" kataku sambil tersenyum senang, sudah membohongi temanku. Memang setiap ada tugas, entah itu dalam bentuk berkas atau sekedar pelatihan atau pembinaan pegawai, pak Lurah sering menyuruhku untuk pergi melakukannya. Selain cakap, aku juga cekatan kalau di suruh tugas lapangan. Lebih bebas dan enjoy bisa mengenal orang-orang baru.


"Pras... Pras, enak kamu bisa jadi orang kepercayaan pak lurah" gumam temanku yang lainnya.


"Tenang bro, toh kalau dapat hasil aku selalu membagi rata dengan kalian gitu kok" ujarku tersenyum terus ngeloyor pergi.


"percaya deh, hehehe, jangan lupa kalau balik bawa cemilan ya?" kata temanku sedikit teriak, karna aku sudah ada di halaman kantor. Dan aku hanya tersenyum sambil mengacungkan ibu jari.


"Makan nih acungan jempol ku, balik ku juga besok pagi" desisku sambil menyalakan sepeda motorku. Di jalan aku mergoh ponsel dan memencet nomor kontak Viska, tak lama panggilanku terhubung.


"Hallo sayang, aku sudah di jalan nih. Kamu dimana?"


"Aku sudah sampe dari tadi beb, nunggin kamu"


"oke, lima menit aku sampai ya? i lopeyu!" ku tutup telpon, kemudian tancap gas motor.


Aku bersemangat sekali ketemu dengan Viska, selain kangen kehangatan tubuhnya. Kalau aku sedang bersama dengan Viska, perasaan menjadi nyaman dan penuh keasyikan. Banyak hal-hal yang kita lakukan secara spontan meskipun terlihat konyol, tapi kami menikmatinya dengan asyik.


"Kamu kenapa beb?" tanyaku heran pada Viska, terlihat dia merengut, cemberut, mukanya di tekuk, dan sedih banget. Ada bekas merah di pipi kirinya.


"Habis di gampar bapak" jawab Viska singkat, terus naik ke atas motor.


"Udah nanti tak ceritain, sekarang berangkat dulu. Aku pingin curhat sama kamu beb" kata Viska memeluk pinggangku, dan tak lama aku melajukan motorku pelan. Dalam perjalanan Viska hanya terdiam, dan bersandar di punggungku.



Visual Prasetyo

__ADS_1


terus dukung karyaku dan jangan lupa follow, vote,like and komen ya kak, trims.


__ADS_2