ISTRI MUDAKU MAFIA

ISTRI MUDAKU MAFIA
BAB 62


__ADS_3

POV VISKA


Tekanan-demi tekanan aku alami, lelaki yang sepenuhnya ku percaya kini juga telah mengkhianati ku. Keegoisanku mengalahkan akal sehatku. Aku tak bisa menyalahkan sepenuhnya Prasetyo, bagaimanapun Fatimah hamil bukan salah Prasetyo. Dia mempunyai hubungan yang sah, baik secara hukum maupun agama. Aku tak berhak melarangnya. Yang membuat aku emosi, kenapa semua tidak mengerti keadaanku. Baru saja berita kanker serviks yang aku derita beralih menjadi stadium 2 jalan, itu sudah membuatku tertekan lahir batin di tambah tekanan dari pihak keluarga yang megharuskanku meneruskan pertunangan dengan lelaki yang selama ini merongrongku, kini Di tambah berita kehamilan Fatimah. Huh, bisa-bisa kepalaku pecah memikirkan ini semua.


"Semuanya brengsek!" Hardikku memecah kesunyian angin malam, sendiri aku di pantai, hanya deburan ombak yang menemaniku saat ini.


"Aaarrrrghhh!!" ku berteriak sekencang mungkin, sambil melempar batu kecil ketengah lautan.


Sebua city car warna merah mendekatiku, seorang gadis cantik turun dan bersedekap, memandangku dengan tatapan sinis mengejek.


"Sudah butuh kami guys?" menyelipkan rokok mild di sudut bibir tipisnya, lalu menghembuskan ke udara.


Kulirik lewat ekor mataku, ku tersenyum menghampirinya, lalu kutoyor jidatnya pelan.


"Mana yang lainnya"


"tu" sambil matanya melirik kedalam mobilnya, beberapa gadis cantik yang tak asing melambaikan tangannya dan tersenyum riang menatapku. Mereka berhamburan keluar memelukku dengan erat. Seketika hilanglah kesedihan yang melanda hidupku.


"Oh... Serly, Katrine, Elvi. Gue merindukan kalian" seruku menyambut rentangan tangan mereka. Dan kami berpelukan kayak anak kecil yang sudah lama tidak bertemu, kami sangat senang. Hingga berjingkat-jingkat kegirangan.


"Upss, masih ada kejutan satu lagi say" sanggah Serly, menghentikan kesenanganku. Aku berhenti dan menatapnya penuh tanya.


"Kejutan apaan Ser? jangan membuatku jantungan Napa" aku merapatkan alis, penasaran. Dari jauh sorot mobil menyilaukan kami, terasa familiar saat mulai mendekat. Sebuah city car putih.


"Siapa ya, perasaan aku hanya mengundang Serly aja lewat telpon tadi" aku hanya berkata dalam hati, dalam pandanganku menyelidik kedalam mobil putih yang ada di depanku.


Seorang wanita cantik, tinggi dan sintal, memakai serba putih dan mengenakan kacamata besar dengan rambut ikal kecoklatan.


"Lena?Lenaaa!!" pekik ku keras, aku teramat senang dengan kedatangan teman-temanku. Aku sangat membutuhkannya. Lena memeluk ku sangat erat, dan mencium pipiku kanan kiri, begitu juga sebaliknya.


"Kapan datang?"


"baru tadi sore, gue kangen suasana kota ini, terlebih lagi temen-temen gue yang gue kangeni selama ini" jawab Lena senang. Kami saling melepas kangen, dengan menanyakan keadaan masing-masing.

__ADS_1


"Kita harus merayakan ini!" seru Serly semangat, dan kami semua mengiyakannya.


"Eh tunggu dulu, kok bisa kebetulan begini, Elvi dan Katrine kok bisa datang juga" tanyaku bingung, aku menggaruk kepalaku kecil.


"ya, namanya juga paanggilan hati, iya nggak sob" celutuk Elvi sambil melirik Katrine.


"Yoi, kita mah tau, kalo elu lagi kesusahan, makanya kita bisa kumpul begini" sela Katrine bangga. Dia melingkarkan tangannya ke leherku.


"Ya udah yuk! jangan tunggu lama-lama, mumpung belum terlalu malam" ajak Serly tak sabar.


"Kemana nih?"


"udah lu ngikut aja, Deket sini kan ada tempat yang asyik buat berhibur diri" jawab Serly sambil melambaikan tangan, mengomando untuk mengikutinya. Kami menuju Hotel yang ada di pantai ini, kebetulan hotel ini menyediakan Villa untuk di sewakan, jadi kami menyewa sebuah Villa. Kalau menyewa Villa bisa menikmati beberapa fasilitas, salah satunya adalah room keluarga. Room keluarga ini cukup besar kisaran ukurannya 12 kali 4 meter, cukuplah untuk membuat tubuh kami kelelahan saat bergoyang ria di dalamnya.


"Len, lu tak lupakan pesanan kami" tanya Serly menaikan alisnya.


"tenang aja, udah gue siapin semua" balas Lena sambil mengeluarkan beberapa bungkusan putih kecil.


"Itu mah soal gampang say" balasnya tersenyum senang. kami memasuki sebuah room yang sudah kami pesan, dan mulai mengaktifkan dengan suara kencang. Tubuh kami meliuk-liuk mengikuti irama musik, di sela-sela kesenangan kami. Kami minum-minum yang di sediakan hotel ini, Vodka, anggur merah dan beberapa jenis lainnya. Sedangkan aku memilih yang rendah alkoholnya. Dan tak lupa kami juga menikmati oleh-oleh yang di bawa Lena, sehingga membuat kami merasa terbang melayang-layang ke awan.


"Elvi, ini buat lu" seru Lena sambil menyodorkan serbuk putih ke arah Elvi, dengan senang hati Elvi mengambilnya dan langsung menikmatinya. Sedangkan Serly masih asyik dengan Mic-nya, suara dia cukup merdu. Dia menggoyangkan badannya mengikuti irama musik di ikuti dengan kami dan gelak tawa yang tiada habisnya.


"Eh, gue keluar bentar dulu ya, pala gue sedikit pusing nih" pintaku pada temen-temen, jalanku sedikit oleng, lalu aku duduk di kursi yang ada di teras room. Perasaan saat ini yang aku alami sangat tenang dan nyaman, hanya perasaan senang. Lupa semua dengan beban hidup yang menghimpit ku. Aku bermain dengan ponselku, dan mencari kontak nama Prasetyo. Setelah ketemu aku melakukan panggilan, entah kangen atau hanya sekedar pingin dengar suaranya aku sendiri tak tahu.


"Brengsek! kenapa telpon gue di tolaknya" maki ku pada Prasetyo, berulang kali aku mencoba menelponnya, dan akhirnya di angkat juga.


"Iya hallo beb, ada apa beb?" suara Prasetyo terdengar kuatir banget dengan keadaanku, karna waktu aku pergi tidak ngasih kabar ke dia.


"Oh sayang, kamu dimana? aku sangat membutuhkanmu" jawabku dengan kepala terasa berat karna pusing.


"Kamu dimana beb?" tanya Prasetyo dengan suara yang masih kuatir dengan keadaanku.


"hahahah bebyy, beri aku kehangatanmu sayang" jawabku semakin ngelantur, aku hanya tertawa kecil sendiri.

__ADS_1


"Okey, okey besok pagi kita ketemu ya beb" balas Prasetyo dari sebrang sana.


"Hohoho tidak bisa sayang, Gue maunya sekarang, Tut...Tut...tut..." ku matikan ponselku, kemudian kembali kedalam room menyusul teman-temanku yang sedang asyik bergoyang ria.


"Hai guys!! jalan-jalan yuk?" pintaku pada teman-teman, kebanyakan sudah pada mabuk.


"Jalan-jalan kemana Bell?" tanya Serly sambil memegangi kepalanya, mungkin sudah pusing juga karna kebanyakan minum, di tambah lagi habis nyesap oleh-oleh dari Lena.


"Kangen gue ma suasana tengah malem gini, kangen gila ma lu semua" ujarku pada teman-teman, dengan pandangan sedikit kabur karna pusing.


"Ah kelamaan, Ayuk!! dimana motor lu Bell?" kata Lena semangat, dia biasa menjadi driver motor juga, selain jadi driver mobil yang kami andalkan, dia juga jago naik motor.


"Di bawah pohon kelapa tadi di sebelah mobil lu kan Len" balasku dengan suara yang sedikit lemas.


"Ayoo keluar semua!! kita jalan-jalan cari angin" seru Lena lagi mengomando teman-teman. Lena keluar dan diikuti oleh kami semua, sambil tertawa lepas kami menghampiri motor yang di bawa kelapa.


"Posisinya seperti biasa ya?Bella, Katrine di depan. Serly dan Elvi duduk di belakang gue" atur Lena, dia mengambil posisi sebagai pemegang stang motor.


"okey sudah siap"


"jalaaaannn!! yuhuuuuyyy" serempak kami berteriak, tak perduli tengah malam. kalau sudah asyik dengan dunia kami, kami tak memperdulikan yang lainnya.


"Cewek-cewek gila, motor metick sekecil itu di naiki banyak orang, nyungsep baru tau rasa" celutuk seorang security hotel memandang kami penuh keheranan. Kami muter-muter di sekitaran pantai, puas berputar di area pantai, kami menuju alun-alun kota.


"Hwahahaha, tancap gasnya Len" teriak Serly dari belakang.


"Iya tambah dong gasnya, masak kalah sama becak" celutuk Elvi tak mau kalah.


"Ah pada bawel Lu, emang gampang apa, narik gas gini, lu enak cuma nangkring, lha gue banyak menanggung beban nih" balas Lena sewot, kami hanya cengengesan mendengar omelan Lena yang kami anggap lucu.


"Eh tu, tu! ada tumpukan kaos, sahut yuk?" tunjuk Katrine pada tumpukan kaos yang di jejer di trotoar jalan, karna dilihat pedagangnya sedang tiduran di samping jualannya. Pelan-pelan Lena menuju tumpukan kaos yang sedang di pajang di pinggir trotoar untuk di jual.


terus dukung karyaku dan jangan lupa follow dan beri hadiah biar semangat ya kak, trims.

__ADS_1


__ADS_2