
AWAS ADEGAN PANAS, BOCIL MINGGIR DULU!!
hujan gerimis turun sejak tadi malam, membasahi bumi gersang nan panjang. Langit tertutup awan gelap, segelap hatiku yang penuh kecemasan.
"Hoaaam" aku menguap, dan meregangkan badanku sebentar.
"Sudah jam berapa ini ya?" gumamku. Aku tengok jam menunjukkan pukul 07.00 pagi, tapi rasanya aku males untuk bangun. Sontak Aku kaget teringat tespack yang aku beli kemarin.
"Busyet gue lupa!" lalu aku segera beranjak ke kamar mandi.
"Anjiiiirrrr! hasilnya masih sama kayak kemarin" desisku, setelah aku melakukan tes urin lagi, dan hasil tespack tersebut memperlihatkan garis dua.
"Terpaksa gue harus menemui dan memenuhi janjiku pada Prasetyo, Brengsyek!"
beberapa saat kemudian.
"Hehehehe, ketemu lagi deh" aku hanya mendengus kesal pada Prasetyo, dia hanya cengengesan di depanku.
"Lu emang licik ya! ini pasti akal-akalan lu doang kan?" tudingku ke arah mukanya.
"Kan sudah aku bilang, kamu pasti akan datang mencariku. Benerkan??" aku hanya mendengus sebal mendengar ledekannya.
"Hayo nggak boleh cemberut dan manyun, nanti kamu tambah jelek lho"
terpaksa aku pasang senyum manis biar dia seneng.
"Nah gitu dong, yuk tancap gass!"
aku turutin saja kemauan Prasetyo, toh aku memang butuh bantuannya.
****
POV Prasetyo
Pras :"Lama amat giliran aku nongol
Thor!"
author :"nggak usah bawel, buruan sana
tunjukin aksi kamu"
Pras. :"siiiip, tak buat semantap
mungkin, tenang aja kamu Thor"
Keesokan harinya aku jemput Viska di tempat pertama kali janjian, wajahnya yang judes sudah terlihat, kayaknya sebel banget sama aku. Tak apa, meski judes tapi tetep cantik kok.
"Berangkat sekarang yuk! nanti nggak kebagian kamar malah kacau"
"kemana kita?"
"hotel lah... emang kemana lagi??" seruku cuek, tak memperdulikan wajahnya yang lagi manyun.
"Hmm, terserah lu aja" dia hanya menjawab pasrah.
"Asyeeek, sebentar lagi aku akan menikmati tubuhnya yang seksi" senyumku mesum. Segera ku naiki motor meticku, di susul dia di belakangku naik dengan malas.
"Pegangan dong sayang, biar mesra gitu kayak di tipi-tipi" aku tarik tangan Viska untuk berpegangan pada pinggangku, tapi di tepisnya tanganku.
"Apaan sih! ih, norak"
"yaelah, pegangan doang apa susahnya sih, nanti kalo kamu jatuh gimana?"
"emangnya gue anak kecil!!" katanya mendelik padaku.
__ADS_1
"Hayo, janjinya gimana? harus nurut sama aku to??"
"Hmm...iya iya, bawel" jawabnya jutek, terus tangannya melingkar di perutku, aku tersenyum senang.
"Nah gitu dong, kalo gini kan tambah asyek, maju dikit duduknya sayang" kemudian dia menggeser maju duduknya, makin rapet makin terusik pula adik kecilku.
"yuk berangkaaaat!!" teriaku semangat.
-Jatuhhhh cintahhhh, berjuta rasanyahhh...
Biar siang, biar malam, terbayang wajahnyahhhh-
kulirik dia lewat spion. Tahu saat tak lirik, dia memalingkan wajahnya dari pandangan spion. Aku tersenyum geli, kemudian melanjutkan nyanyiku.
-Jatuh cintahhh, berjuta indahnyahhh
Biar hitam, biar putih, manislah nampaknyahhh
Dia jauh, aku cemas tapi hati rindu, huhuhu...
Dia dekat, aku senang tapi salah tingkah hahaha...-
kulihat di spion, dia tersenyum manis.
-Dia aktif, aku pura-pura jual mahal,
hal hal hal...
aku diam, dia cari perhatian, woo, repotnyaaaa-
Aku sengaja mengeraskan suaraku untuk menyindirnya,
"ih apaan sih, emang gitu liriknya?" di cubitnya perutku.
-Jatuh cinta, berjuta indahnya,
Dipandang, dibelai, amboi rasanya
Woo-woo, Jatuh cinta berjuta nikmatnya,
Menangis, tertawa karena jatuh cinta, woo, asyiknya.-
Aku sudahi nyanyiku.
"Mana bayaran nya?" tangan kiriku menengadah ke arahnya, ku lakukan motor dengan pelan.
"Bayaran apa?" dia nampak bingung, aku tersenyum gemas lihat mukanya yang kebingungan.
"Lha kan sudah tak nyanyiin"
"siapa suruh lu nyanyi, suara ancur aja belagu"
"ya udah, tak hitung kamu utang aku dua rebu"
"ish, ngaco lu" desisnya, mengerutkan alis. Aku cuma tertawa kecil.
"Coba tebak, yang aku nyanyikan tadi lagu siapa?"
"nggak tau gue" jawabnya cuek.
"Lho, masak nggak tau! itu lagi terkenal dan penyanyinya sangat tenar lho"
"emang gue nggak tau kok"
" tak kasih pilihan ya? A. Roma irama, B. Muchsin Alatas, C. Meggi Z, hayo, yang mana?" dia hanya menaikan alisnya, berpikir keras.
__ADS_1
"Eh, bukannya yang nyanyi itu cewek ya?"
"nah itu tau"
"kok lu kasih pilihannya penyanyi cowok!"
"hehehe, kirain kamu nggak tau"
"dasar licik!"
"ayo tebak, siapa penyanyinya" desak ku.
"Hmm, lupa gue"
"heleh, bilang aja nggak tau. Penyanyinya tu Budeku"
"lho kok budemu, emang siapa budemu?" tanyanya serius, aku terkekeh di buatnya.
"Bude Titiek Puspa hehehe, beruntung banget kamu kenal dengan keponakan bude Titiek Puspa nih" jawabku bangga.
"Wow, makin ngaco lu, hahaha" di tepuknya pundaku dengan pelan, aku malah suka.
Kami sudah di hotel.
"Lho, kok bukan hotel yang dulu" tanyanya heran.
"Biar nggak bosen, lagian aku juga sudah pesan kamar disini"
"sejak kapan pesannya?"
"sejak tadi pas nungguin kamu datang"
"sudah biasa disini?"
"hu'um, kalo nggak pesan dulu, nanti nggak kebagian kamar" jelasku.
"Hoi bos!!" karyawan hotel yang sudah kukenal melambaikan tangannya ke arahku, aku segera menghampirinya. Ku ambil kunci kamar yang di tangannya, lalu kuselipkan sebungkus rokok ke saku bajunya.
"makasih ya, bayarnya nanti setelah ceck out ya?"
"beres, kamu ganti cewek lagi? wah mantap"
"Ssssttt! jangan keras-keras, nanti kedengeran ceweku" ujarku sambil melirik Viska yang terus memperhatikanku. Aku segera melangkah ke Viska yang sudah menungguku, kemudian segera menuju ke kamar yang sudah aku pesan.
Di dalam kamar, kunyalakan lampu dan kipas angin. Ku peluk Viska, segera ku ***** bibir lembutnya. Dia malah membulatkan matanya lebar-lebar.
"Ada apa?" tanyaku heran.
"Lu nggak nyuruh gue mandi dulu!"
"hehehe, nggak sayang, kamu udah sangat cantik. Sekarang kamu miliku, jangan kecewakan aku" bisiku lembut, kembali kulumat bibirnya, dia membalas. Kami saling berpanggutan, dan saling menyesap satu sama lain. bagai Draculla haus darah.
Jaket Levis yang masih menempel di tubuhnya, aku buka tanpa melepas sesapan di bibir. Tangannya mulai berani nakal, dengan lembut mengusap punggungku. Bau harum tubuhnya, menambah hasratku semakin menggebu. Ku buka kancing kemeja Tartan warna putih yang ia kenakan, satu persatu hingga lepas semuanya. Terlihat balon kecil menantang indah yang masih terbungkus Bra coklat, dengan cepat aku lepas kaos street yang masih ku pakai, terlihat dadda bidangku dengan perut datar membentuk kotak-kotak,sixpack. Otot-otot lengan bisep yang besar, kekar, menambah aku kelihatan lebih gagah dan perkasa. Viska sekarang lebih agresif, tidak kayak pertama kali kita kencan. Kelihatan nafsu banget, melihat kegagahan dan bentuk tubuhku yang uwwuh...di ciuminya leherku, di gigitnya pelan, aku merinding di buatnya.
Pengait Bra yang membungkus indah kedua gunung kembarnya, aku buka dan ku lemparkan tak tentu arah.
Dengan berdiri, tubuh kami menempel erat, saling memberikan kehangatan masing-masing. Darah berdesir, merespon kenikmatan setiap sentuhan lembut. Daging kenyal kudekap di daddaku, rasa empuk hangat membuatku berkobar. Ku remas lembut punggung Viska, begitu juga sebaliknya. Kami saling memberi, kami pun tak menolak untuk menerima setiap sentuhan nakal. Semakin nakal, semakin liar pula gerakan dan cumbuan kami. *******, erangan nikmat keluar dari mulut kami saling sahut-sahutan. Kayak burung-burung pipit di pagi hari, yang bertengger di pohon mangga depan rumahku. Berdua bersama bertelanjang dadda, saling *******, menggigit,menjilat. Ku lingkarkan kedua tanganku di leher Viska, dan kedua tangan Viska memegang pinggangku.
Ku pandangi wajah Viska yang merah menahan malu.
"Apa yang kamu rasakan sayang" dia hanya terdiam, cuma senyum kecil tersungging di bibirnya.
"Apa kamu merasa jijik dengan apa yang kita lakukan ini?" dia membulatkan mata indahnya, kemudian menggelengkan kepalanya dengan pelan.
"Sekarang aku milikmu, aku juga menginginkannya, lakukan yang kamu suka padaku" ucapnya lirih, dia memandangku dengan sendu. Aku mengecup keningnya penuh sayang, dia memejamkan matanya, menerima kecupanku dengan tulus. Dengan tak langsung aku sudah mengamalkan ilmu sewaktu ikut Pramuka, yaitu Dasa Darma nomor dua. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Duh kerennya aku.
__ADS_1