ISTRI MUDAKU MAFIA

ISTRI MUDAKU MAFIA
BAB 66


__ADS_3

"Aku aku akan membalasmu, lepaskan kakimu dari kepalaku, pecun!" sudah terkapar di tanah masih saja berlagak sok jagoan, Lena semakin menekan kakinya ke kepala lelaki itu.


"Aow!! brengsekk kamu" teriaknya marah, tapi tak berdaya, dia berusaha memberontak dan memegangi kaki Lena.


"Nah lho, sudah membuat ulah lagi to" celutuk seorang ibu pedagang sayur yang tidak jauh dari tempat kejadian.


"Ah kelamaan lu Len" teriak Elvi yang sudah geram dengan lelaki itu, dengan mengambil barang sedapatnya, Elvi menghantam wajah lelaki itu.


Brakk!


"Eh...eh, buncisku neng, lha sayur terong ku juga" pekik seorang pedagang sayur berusaha menahan sayurannya yang di ambil Elvi secara paksa, namun tak berhasil. Sayur tersebut di hantamkan wajah Lelaki malang itu bertubi-tubi hingga hancur berserakan buncis dan terongnya.


"Aww! kurang ajar kalian semua!"


"masih bermain ngancam lu ya"


Jeddeerr, jeddeerr... rambut Lelaki itu ditarik dan di benturkan ke peti wadah sayur oleh Levi. Saking kerasnya waktu menarik rambut, hampir saja Lena jatuh terjengkang. Tak lama hanya terdengar rintihan lelaki itu memegangi kepalanya yang bocor dan mengeluarkan banyak darah.


"Mampus lu!" ucap Lena sembari memberi hadiah, sebuah injakan keras di perut lelaki itu.


BUKK!


"Hegg, Auuwww" lelaki itu meringis kesakitan, kemudian kami pergi meninggalkannya begitu saja. Dan tak lama lelaki itu sudah di kerubutin orang, entah mau menolong atau cuma melihatnya kami tak tahu, kami juga tidak mau ambil pusing.


"kamu si Jang berani bertingkah sama cewek-cewek itu, mereka itu bukan manusia, tapi settan semua" ujar teman lelaki itu yang mungkin sudah mengenal kami yang arogan dan yang dulu pernah menguasai pasar ini. Semua preman di pasar ini tunduk sama kami.

__ADS_1


"Mang komeeeng!" teriak Elvi histeris, saat melihat penjual bakso yang sedang sibuk melayani pembeli. Tahu ada yang memanggilnya, mang Komeng melihat ke arah suara yang memanggilnya. Seketika gemetar kakinya, dia meremas topi yang di pakainya dengan kasar. Terlihat dari jauh gerombolan cewek cantik menghampirinya sambil melambaikan tangan dan tersenyum riang kepadanya.


"Waduuuhh, mampus aku! Bella dan genknya" ucap mang Komeng ketakutan, wajahnya berubah pucat.


"Ada apa mas, kok kayak ketakutan gitu, kayak lihat settan" tanya pembeli bingung, dengan perubahan sikap mang Komeng yang langsung berubah.


"I-ini lebih seram dari settan mass, i ini ra-ratunya set ttan" jawab mang Komeng terbata-bata ketakutan, sambil menunjuk ke arah para cewek cantik yang berjalan mendekat ke arahnya.


"Weleh-weleh... itu mah bidadari mas, bukannya settan" ujar seorang lelaki yang terpesona akan kecantikan Bella and the Genk, dia merasa senang saat para wanita cantik itu berjalan mendekatinya dan tersenyum manis.


"Aku saranin, mending mas segera pergi dari sini" saran mang Komeng panik pada lelaki yang di depannya.


"Lho aku kan mau beli baksomu mas, gimana sih! apalagi ada bidadari-bidadari cantik yang akan menemani" lelaki itu tetap ngeyel, mang Komeng hanya bisa mengangkat bahu pasrah. Teringat beberapa waktu silam, saat mang Komeng jualan dan sedang ramai-ramainya, Bella and the Genk datang dan makan bakso. Saat selesai mereka pergi begitu saja, terang saja mang Komeng berteriak minta bayaran untuk bakso yang di makan Bella dan teman-temannya. Bukannya uang yang di kasih, malah amukan.


"Nih bayarannya"


GROMPYANG... Pyarrr, gerobak bakso milik mang Komeng di rubuhkan, hingga kaca gerobak dan semua bakso serta barang-barang yang ada dalam gerobak hancur berantakan. Bakso mang Komeng tumpah ruah di jalanan, menggelinding ke semua arah. Tak cuma hanya itu, meja dan kursinya juga di lempar ke tengah jalan. Dan di tambah mang Komeng mendapat hadiah bogem mentah dari Elvi, yang membuat dia di rawat di klinik beberap hari. Bukan untung yang di dapat melainkan buntung yang ia terima. Mang Komeng saat itu menderita kerugian yang tidak sedikit. Lapor polisi, tentu mang Komeng dan keluarganya sudah inisiatif melaporkan hal ini ke kantor polisi. Namun tidak berpengaruh pada Bella and the Genk. Nyatanya, beberapa hari kemudian, rumah mang Komeng di satroni Bella and the genk hingga membuat dia kembali babak belur dan kembali di rawat ke klinik lagi, padahal baru balik dari klinik dan sorenya langsung balik lagi ke klinik. Ini yang membuat mang Komeng trauma dan ketakutan saat ada Bella and the Genk datang kembali ke warungnya. Terutama Elvi si tenaga Badak yang membuat mang Komeng bergidik ngeri, bila mengingat kejadian itu.


"Hai mang, apa kabar ni" sapa Elvi, sembari melempar senyuman ke arahang Komeng.


"Ba-baik neng" jawab mang Komeng membungkuk, sambil membalas senyum Elvi, senyum penuh kepalsuan dan ketakutan.


"Bakso ya mang, Lima" kata Elvi sambil mengangkat tangannya, dan menunjukan jari-jarinya. Mang Komeng heran, orangnya empat kok pesannya lima.


"Ehh, malah bengong, buruan mang kami lapar" sengak Lena, sambil menggeprak meja pelan.

__ADS_1


"Cantik-cantik kok galak sih mbak" celutuk lelaki itu tersenyum ramah, yang sedari tadi memperhatikan Bella and the Genk. mereka yang di goda begitu cuma diam dan bersikap dingin terhadap cowok yang ada di belakangnya. Dengan cekatan mang Komeng meracik bakso yang di minta, setelah semua di rasa cukup, mang komeng menyajikan di depan mereka masing-masing.


"Yang satu ini buat siapa ya neng" tanya mang Komeng gugup, dan sangat hati-hati saat bertanya.


"Siniin mang, itu buat gue" lambai Elvi, lalu mang Komeng menaruh semangkok lagi di depan Elvi. Elvi tersenyum senang menghadapi dua mangkok bakso dengan porsi yang mantap. Aku menikmati bakso dengan teman-teman sambil bercanda ria, mengingat kejadian-kejadian lucu dan konyol saat kami masih sangat arogan di pasar ini.


"Maaang, minumnya cepat aku kepedasan nih" seru Katrine sambil mengipasi mulutnya dengan tangannya, wajahnya yang imut berubah jadi merah karna menahan pedasnya bakso mang Komeng.


"I-iya neng, tunggu sebentar ini sudah mau jadi" jawab mang Komeng, dengan segera menyajikan minuman ke depan kami. Katrine dengan segera mengambil minumannya dan langsung meneguknya hingga habis.


"Tambah lagi mang, kurang" ucap Katrine keras.sambil mengibas-ibaskan tangan di depan mulutnya.


"Lu sih serakah, ambil sambalnya banyak-banyak, sukurin " sahutku melirik Katrine sambil tersenyum mencibir.


"Iya neng tunggu sebentar" dengan cekatan, mang Komeng membuatkan minuman lagi buat Katrine, dia nampak gugup dan berkeringat.


"Cantik-cantik kok rakus" celutuk lelaki yang di belakang kami, dia melirik kami dan tersenyum sinis ke arah kami. Merasa di ejek, Lena langsung berdiri dan beranjak menghampiri lelaki itu yang sedang asyik menyedot es yang di gelas.


"Ngomong apa lu barusan!" Gertak Lena, sambil mencengkeram kerah baju lelaki itu. Melihat gelagat yang tidak enak, mang Komeng hanya melihat dan berdoa dalam hati semoga gerobak baksonya selamat dari amukan badak.


"Haduh Gusti, semoga warungku aman dari amukan badak" gumam mang Komeng dalam hati, dia sudah gelisah melihat kejadian ini. Aku hanya tersenyum, dan kembali menikmati baksoku. Bodoh amat apa yang akan di lakukan Lena dengan lelaki yang di belakangku, mau di tonjok kek, mau di perkosa sekalian aku juga tak peduli. Aku yakin temanku itu pasti bisa mengatasi hal tersebut dengan baik, karna ini bukan pertama kalinya kejadian ini kami alami.


(Bella adalah nama samaran Viska Aulia, nama yang di gunakan waktu menjadi biduan dan menjadi foto model?)


terus dukung karyaku dan jangan lupa follow ya kak, trims.

__ADS_1


__ADS_2