ISTRI MUDAKU MAFIA

ISTRI MUDAKU MAFIA
Bab 81


__ADS_3

Di sapa secara tiba-tiba dari belakang, Viska kaget dan menoleh ke arah belakang.


"siapa ya?" tanya Viska kebingungan.


"Hehehehe, sudah lupa sama kami ya mbak Bella" sahut si botak tersenyum yang di manis- manisin. Viska hanya merapatkan alisnya, mencoba mengingat kedua orang yang ada di depannya.


"ini gue mbak Marko dan ini Josep, bekas anak buah mbak tempo dulu di kawasan pasar" terang si botak mencoba mengingatkan Viska. Ku lihat Viska gelagatnya berubah sedikit panik.


"maaf saya tidak mengenal kalian, mungkin kalian salah orang" sanggah Viska dengan wajah biasnya. Aku hanya terdiam memandang Marko dan Josep secara bergantian.


mendapat jawaban seperti itu, Josep dan Marko pergi meninggalkan kami, tapi pandangan mereka ke arah Viska masih ada rasa tak percaya, kalau Viska bisa lupa akan mereka.


"Siapa mereka beb? kayaknya sudah mengenal baik denganmu" tanyaku penuh selidik, sambil terus memperhatikan kedua orang itu yang semakin menjauhi kami.


"tau tuh, aku aja gak kenal mereka beb" jawab Viska sambil menyesap sedotan air kelapa muda yang ada di depannya.

__ADS_1


"Ya sudahlah, lupakan saja. Toh orangnya juga tampangnya serem-serem gitu" balasku seraya mengambil kelapa muda yang ada di depanku, kemudian ikut menyedotnya airnya dan sedikit mengambil daging kelapa mudanya kemudian aku lahap dengan nikmat.


"Tunggu bentar ya beb, aku mau ke WC sebentar" ucap Viska seraya beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju arah WC.


"Hu'um" jawabku sekenanya karna aku masih mengunyah kelapa muda.


Eitss!! Kenapa Viska malah berbelok tidak jadi masuk ke WC, ekor mataku menangkap gerakan Viska yang membuatku sedikit curiga, ya cuma sedikit kok, tapi itu sudah membuatku penasaran. Akupun hanya melihat mengikuti kemana arahnya Viska berjalan.


"Wah, jangan-jangan mau ketemu mantannya nih" pikirku.


Agar tidak tertinggal jauh, aku berlari-lari kecil membuntuti Viska. Kayak seorang detektif amatiran yang takut kehilangan mangsa buruannya. Hatiku sedikit was-was, mau kemanakah gerangan Viska dan mau ngapain juga dia berjalan menuju keluar area pantai, dan kenapa pula dia tidak bilang padaku, toh kalau dia bilang kan aku juga akan mengijinkan dan akan mengantarkannya. Tidak perlu jauh-jauh berjalan gini, bikin capek badan saja.


Tiba-tiba Viska menoleh kebelakang, sontak dengan reflek akupun bersembunyi di tempat seadanya.


"Mau ngapain kamu mas? nyolong ya?" hardik seorang penjual mie ayam, yang kebetulan aku bersembunyi dibalik gerobak mienya. Matanya melotot penuh curiga, aku hanya bisa mengacungkan jariku di depan mulut.

__ADS_1


"Ssstt!! maaf mbak, aku gak mau nyolong cuma lagi membuntuti pacarku itu" jawabku dengan suara pelan dan menunjuk Viska yg berjalan menjauhi. Dan si mbak penjual ayam juga ikut melihat Viska sambil manggut-manggut.


"Kenapa tu ceweknya mas? ngambek ya? atau lagi marahan sama kamu" tanya si mbak mie ayam penasaran.


"Huh, pingin tau aja urusan orang" gerutuku dalam hati.


"Nggak mbak, cuma tadi pamitnya sama aku mau ke WC, eh gak taunya malah sampe keluar pantai gini"jelasku sambil mengamati Viska.


" Makasih ya mbak, aku mau kembali mengejar pacarku itu" ujarku lebih lanjut terus membuntuti Viska.


"Hai botak!! berhenti lu" teriak Viska.


Dia percepat jalannya menghampiri Marko dan Josep. Karna merasa di panggil, Marko dan Josep menoleh hampir bersamaan


"Anjing lu ya"

__ADS_1


PLAKKKK!!!


__ADS_2