
OB tersebut mendorong tubuh Lena, dengan reflek Lena mengayunkan tangan ke kepala OB tersebut
PLAKK!
"Belum mandi lu ya?" sentak Lena kasar, karna mendapat perlakuan yang tidak wajar Ob tersebut hanya memandang Lena penuh keheranan.
"Uh mulut lu bau jigong, sudah Sono pergi lu" timpal Lena sambil mengusap mulutnya dan membalas mendorong tubuh Ob keluar, sedangkan Ob tersebut pergi dan ngedumel tak jelas. Kami hanya terkekeh melihat tingkah konyol Lena.
"Makanya punya bibir tu di jaga, jangan asal nyosor aja" celutuk Elvi cekikikan, dia puas melihat Lena yang kecewa dengan mangsanya.
"Kirain dapat mangsa empuk, ternyata buduk" sungut Lena kecewa, dan berjalan keluar menuju mobilnya.
"Makan tu jigong, hahahaha" teriak Elvi meledek Lena, Aku hanya tersenyum kecil saat melihat teman-temanku bercanda dan membuat ulah.
"Udah ah jangan becanda Mulu, ayo cepat kita ke basecamp" seruku pada temena-teman, satu persatu beranjak dari tempatnya dan menuju mobil Lena. Serly pergi mengajar dan aku mengendarai sepeda motorku menuju basecamp. basecamp kami tidak jauh dari pantai ini, perjalanan cuma 10 menit naik motor.
Setelah sampai basecamp.
"Assalamualaikum! Bu Salamah?" panggilku pada ibu Salamah, orang yang aku percaya menjaga Basecamp kami di saat kami sedang pergi.
"Waalaikumsalam, ehh nak Bella, apa kabar?" seru Bu Salamah dari dalam rumah, dia berlari kecil menyambutku. Bibirnya tersenyum senang saat melihatku, aku mencium tangannya kemudian memeluk Bu Salamah.
"Baik Bu, ibu sendiri apa kabar?"
"ibu juga baik nak Bella, Oya kemari sama siapa?"
"itu temen-temen bu" jawabku sambil menoleh ke arah teman-temanku yang baru datang menaiki mobil Lena.
"Oii, ibu Salamah" teriak teman-temanku senang, lalu berhamburan mendatangi ibu Salamah dan memeluknya. Ku hanya melihat ibu Salamah senang dengan kedatangan kami.
"ibu senang kalian ke sini lagi, ibu kangen banget, kalau tak ada kalian rasanya sepi banget" ujar Bu Salamah tersenyum senang.
"sebentar ibu ambilkan kunci rumah kalian, baru tadi pagi ibu membersihkannya. Kemarin ada yang mau nyewa, tapi ibu nggak ijinkan" kata Bu Salamah berjalan ke dalam rumah, dan tak lama kembali sambil menyerahkan kunci rumah kepadaku.
__ADS_1
"Kenapa tidak di ijinkan Bu" sahut Elvi keheranan, kami juga sama keheranan seperti Elvi.
"Ya karna di sewa mau buat naruh daganganya, dagangannya itu buah-buhan, makanya ibu tolak, takut kotor dan Bau kalau ada buah yang busuk" jelas ibu salamah, kami hanya mengangguk setuju dengan ibu Salamah.
"Oh baguslah Bu, untung di tolak, kalau tidak bisa bau busuk nanti basecamp kami" celutuk Lena, ibu Salamah hanya tersenyum mendengar perkataan Lena.
"Ya sudah, kami masuk dulu ya Bu? sebelumnya terima kasih sudah menjaga rumah kami" ucapku pada Bu Salamah, dan Bu Salamah mengangguk dan mengiyakan dengan halus.
Setelah pintu di buka, kami rebutan untuk masuk. Kangen dengan suasana rumah kami yang nyaman dan penuh cerita, dan juga ada kenangan pahit yang kami alami bersama.
"Aroma rumah ini khas, gue suka baunya" ucap Lena terus rebahan di atas kasur.
"Iya kayak ada manis-manisnya gitcu kayak gue" timpal Katrine ikut rebahan di samping Lena.
"kalau gue sih, Suka aja di rumah ini. Bisa bebas" kelakar Elvi sambil merentangkan tangannya lebar-lebar.
"Dan bebas mendengkur dengan keraskan?" sahutku melirik Elvi, Elvi hanya merengut ngambek.
"Jangan salah lho, dengkuranku itu merdu, semerdu seruling bambu" sanggah Elvi membela diri.
"Wooo!! ngeledek lu kat, sini gua tampol muka lu" ancam Elvi mengambil guling, terus menghantam kepala Katrine, dengan cepat Katrine menghindar dan terkena Lena.
"Woii, anjiir kena gue nih, songong lu" Lena membalas perlakuan Elvi dengan memukulkan bantal ke arah muka Elvi.
BUKK! tepat di muka, yang membuat Elvi gelegapan dan membalas memukulkan guling yang masih di tangannya ke Lena.
"Rasakan ini!" teriak Elvi ganas, tapi malah kena Katrine. Akhirnya mereka saling menyerang dengan bantal dan guling, sampai selimut kasur terjatuh ke lantai. Aku memungutnya kemudian menggelarnya di atas tubuh teman-temanku yang sedang berantem. Dengan santainya aku naiki tubuh mereka.
"Uhh Viska, brengsek lu, susu gue kena sikut lu" teriak Elvi, dia berusaha keluar dari balik selimut. Tapi sengaja aku tutup mukanya dengan selimut, sehingga di gelapan untuk membukanya.
"Oh itu Susu lu ya, gue kira bantal, pantesan empuk. Hahahaha" sahutku menggoda Elvi. Kami tertawa riuh, dan membuat gaduh di basecamp. Tak terasa hari sudah menjelang siang, dan kami merasa lapar.
"Yuk cari makan"
__ADS_1
"kemana Vis?" tanya Katrine bangun dari rebahannya.
"Kemana lagi kalau bukan ke pasar"
"nggak elit banget sih, makan kok di pasar" celutuk Elvi lalu ikut duduk di samping Katrine.
"Yang gratis dan banyak pilihannya, sekaligus kita bisa makan sepuasnya" jawabku membulatkan mata berbinar. Serempak di sambut setuju oleh teman-temanku. Dan segera kami berangkat menggunakan motor.
"Naik motor lagi?" kata Elvi menggaruk kepalanya, tapi akhirnya naik juga di boncengan.
"Yuk tancap Len, kita keliling pasar" seruku sambil mengangkat tanganku tinggi-tinggi. Sesampainya di pasar, kami menjadi pusat perhatian. Banyak cowok-cowok yang berteriak dan berseru riuh, entah karna kami ini cantik dan seksi semua, atau mencemooh kami yang naik motor satu berempat kami juga tak tahu.
"Hai cantik, neng mau kemana? cantik-cantik kok ke pasar sih, wah ada bidadari nyasar ke pasar" beraneka ragam seruan dan sapaan kami terima saat berjalan menyusuri jalan pasar. Kami hanya menebar senyuman sekaligus tebar pesona.
"Lha bukannya tu neng Bella dan genknya ya, waduh bisa gawat nih" seru seorang penjual sayur yang mengenal kami. Aku hanya meliriknya dengan senyum canggung. Ternyata masih ada yang mengenal kami, yang pastinya bukan tentang kebaikan tapi sebaliknya. Dulu kami sering membuat onar di pasar ini, maka tak sedikit juga pedagang pada kenal kami. Mereka buru-buru membuang muka saat kami lewat, atau pura-pura tidak tahu dan pura-pura tak mengenal kami.
"Bella dan genknya kembali!" teriak seorang lelaki berlari menjauhi kami, kelihatannya dia sangat ketakutan dengan kami. Kami hanya terkekeh riuh.
"Wah asyik ya? ternyata banyak yang masih mengingat kita" celutuk Lena senang, dia sendiri yang nampak riang saat di elu-elukan orang pasar. Katrine cuma diam dan memandang jijik jalanan yang becek, atau saat melihat selokan yang kotor. Sesekali dia memencet hidungnya saat tercium bau tak sedap.
"Kenapa kita nggak ke mall atau swalayan aja sih, disini baunya minta ampun dech, bau amis, bau terasi, bau sayur busuk, bau ketek busuk" omelnya kesal, sambil terus menutup hidungnya.
"Hai cantik, pada mau kemana nih" Goda seorang lelaki yang berotot dan berkulit hitam, dia berani mencolek pinggul Lena dengan senyum menyeringai mesum.
Lena mendelik tajam, tapi lelaki itu malah tersenyum mengejek sambil duduk santai di atas peti kayu yang biasa buat jualan sayur atau buah.
"Ngapain lu colek-colek gue hah!" sentak Lena sambil menatap tajam penuh emosi.
"Duh, cuma gitu doang sewot amat, cewek BO aja sombong" ucapnya merendahkan, serta mencibirkan bibirnya.
"Anjiing lu!!" PRAAKK! seketika lelaki itu terjungkal ke bawah saat di gampar Lena dengan keras, dengan bertolak pinggang Lena menginjak kepala lelaki itu.
"Coba lu ulangin kata lu tadi, gue pecahin kepala lu" hardik Lena garang, kami hanya mandangi aksi Lena dengan bersedekap santai. Pasti sakit banget kepala lelaki dekil itu, di injak pakai sepatu hill oleh Lena.
__ADS_1
terus dukung karyaku ya kak, jangan lupa like dan komen serta hadiahnya, trims.