
Aku tidak habis pikir, kok bisa di perkosa. setahuku, kejahatan pemerkosaan hanya ada di film-film saja, sedangkan pelaku pemerkosaan itupun harus lebih dari satu orang.
"Beneran beby di perkosa?" aku masih penasaran.
"Apa beby nggak percaya dengan ucapanku! sungguh tega kamu beb. Hiks...hiks..." Viska kembali mengurai air mata.
"Bukan begitu beb, pemerkosaan di lakukan oleh satu orang itu sangat susah, apalagi kalau korban melawan. Bisa-bisa gagal melakukan aksinya, terkecuali korban di lumpuhkan terlebih dahulu" ujarku menjelaskan, ada rasa kecewa dan curiga. Karna status Viska dan Mujab adalah sebagai tunangan, bisa jadi di lakukan atas dasar suka sama suka.
"Beb,ketahuilah, selama ini aku menjaga kehormatan untuk suamiku kelak. Dan nyatanya, mahkota yang aku jaga selama ini dengan nyawaku, telah aku berikan kepadamu. Dan aku tak ingin memberikannya lagi dengan orang lain, cukup satu orang. Untuk yang pertama dan terakhir" aku hanya manggut-manggut, saat Viska mengatakan tentang prinsipnya.
"Terus kejadiannya gimana beb?" tanyaku masih ragu dengan ucapannya tadi.
"Aku tidak tahu, tiba-tiba dia sudah ada dalam kamarku, sesuatu seperti pil di masukan kedalam mulutku, kemudian mulutku di bekapnya, kedua tanganku di tindih dengan kakinya dan tubuhku di tindihnya. Badanku kesakitan, tapi dia tak menghiraukannya." Viska mengusap air matanya, aku hanya melihatnya terbengong dengan kronologi yang di ceritakan nya. Kemudian Viska melanjutkan ceritanya lagi.
"Pil yang ada di mulutku menjadi larut, beberapa saat kemudian tubuhku terasa lemas tak berdaya, tak mampu memberontak, apalagi melawan. Semua terasa lemas banget, tapi aku masih mampu melihat aksi bejatnya dan semua perkataannya beb"
"Lalu beb" kataku lirih, aku serasa lemas saat mendengar penjelasan Viska. Aku tidak terima, kekasihku di perlakukan seperti itu.
"Kemudian saat mengetahui diriku sudah tidak ada perlawanan, mulutku di sumpal pakai kain, kemudian di ikat pakai kerudungku beb, lalu aku di telanjanginya. Aku melihat, mendengar tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Ingin rasanya aku berteriak, menjerit saat di memasukan batangnya ke dalam rahimku. Mujab tersenyum sinis, penuh kemenangan saat berhasil menggagahi diriku" Air matanya Viska meleleh lagi, aku jadi tidak tega melihatnya. Ku usap air matanya dengan kaos Kumal yang aku pakai. Kemudian Viska melanjutkan ceritanya lagi.
"Dia memperlakukan ku dengan sangat kasar, dia merasa cemburu. Mujab berkata,
"kenapa hanya Prasetyo yang boleh menikmati tubuhmu? aku juga ingin menikmati tubuhmu sayang, setiap kali kamu ku ajak bercinta, kamu selalu menolak, dengan alasan belum menikah. jangankan mencumbumu, mencium mu saja, mukaku kamu gampar. Lalu dengan Prasetyo, kamu seenaknya memberikan tubuhmu buat dia. Dasar wanita ******!!"
Setelah selesai berkata begitu, dia menghentak-hentakan gerakannya. Aku merasa sangat ngilu di buatnya" Aku hanya melongo mendengarkan setiap perkataan Viska.
"Punya Mujab besar nggak beb?" Celutuk ku tiba-tiba. Reflek, segera kututup mulutku dengan kedua tanganku, karna Viska mendelik marah padaku.
"Maaf beb, keceplosan. Lanjutkan lagi ceritanya beb" ucapku merasa bersalah, karna telah menyela ceritanya dengan perkataan yang kurang pantas.
"Sakit beb, sangat sakit hatiku. Mujab mengucapkan kata-kata kotor kepadaku,
"di bayar berapa kamu sama Prasetyo, hah!? aku yang tunanganmu saja tak boleh menyentuhmu. Dasar wanita murahan, pecun jalanan. Rasakan ini!" PLAKk... aku di tamparnya, terasa perih di pipiku. Aku hanya pasrah nggak bisa berbuat apa-apa. Dia terus merengkuh kenikmatan dari tubuhku"
"Tunggu sebentar beb" aku berdiri lalu pergi sebentar, tak lama aku telah kembali sambil menenteng dua bungkus esteh manis. Lalu aku berikan sebungkus kepada Viska, setelah selesai menyedot esteh beberapa kali, dia melanjutkan ceritanya.
__ADS_1
"Setelah puas bermain dan menindihku cukup lama, kemudian dia membalikan tubuhku, hingga menjadi tengkurap. Di ludahinya pantatku, kemudian jari telunjuknya di masukan kedalam anusku"
"Apa!! jijik banget!" aku menjadi terkesiap kaget.
"Tidak cuma itu beb, setelah puas mengobok-obok anusku, di masukannya batangnya ke anusku, aku di sodominya. Aku menjerit kesakitan, tapi tertahan oleh sumpalan kain di mulutku. Teriak pun aku tak bisa. Hanya air mataku yang memberontak atas perlakuan Mujab yang biadab. Huuuu...huuu... setelah puas, dan mencapai klimakss " tumpah lagi air mata Viska, mengingat kejadian yang barusan menimpanya. Aku hanya menggelengkan kepala, tega bener Mujab melakukan itu pada kekasihku tercinta.
"Beb, ini kasus pelecehan seksual, pemerkosaan. Harus lapor pihak yang berwajib, biar tau rasa si Mujab" usul ku pada Viska, seketika raut wajahnya berubah tegang.
"Apa beb? lapor polisi? nggak, aku nggak mau"
"lha terus gimana beb, itu sudah tindak pidana lho"
"kalau lapor polisi, nanti semua orang pada tahu beb, nanti keluargaku juga yang malu, di tambah Mujab adalah tunanganku" kata Viska memberi alasan. menurutku, masuk akal juga. Aku yang makin bingung harus berbuat apa.
"Bilangin sama Bapakmu gimana beb, biar Bapakmu nanti yang bertindak sama Mujab" usulku pada Viska.
"Nggak mungkin Bapak percaya beb, soalnya Bapak Mamak itu lebih percaya sama Mujab, ketimbang aku anaknya sendiri" sanggahnya kecewa.
"Masak lebih percaya Mujab beb"
"iya beb"
"maksutnya beb?" tanya Viska menatapku penuh heran.
"yang kuat yang menang to beb, nanti biar aku yang Hadapi Mujab beb, mau tak buat rempeyek dia" aku mengepalkan tanganku, seraya memukul-mukulkan batang pohon yang di duduki kami.
"Awas saja kau Mujab, ku kirim kau segera ke Neraka" desisku penuh kebencian. Nafasku memburu penuh emosi.
"Beby mau ngapain? nggak usah mengotori tanganmu, dan buang-buang tenagamu beb. Biar aku saja yang hadapi Mujab" tukas Viska cepat.
"emang beby bisa menghadapi Mujab?" aku memicingkan mata, meragukan kemampuan Viska, karna Viska itu cewek. Pasti kalah tenaga sama Mujab.
"Jangan meragukan kemampuanku beb, pemuda di kampungku sudah aku kendalikan, tenang saja." Viska percaya diri sekali, dan kulihat dia sudah bisa tersenyum, meski tersenyum kecut penuh dendam membara.
"Ya terserah beby ajalah, gunakan strategi Serigala berburu aja beb"
__ADS_1
"apaan lagi itu beb?" tanyanya sambil memiringkan kepalanya melihatku.
"Strategi Serigala berburu itu, satu memancing, yang lainnya menyerang, dan satunya menyerang sebagai eksekutor. Artinya nanti Beby yang bagian pamungkas, yang bagian terakhir membantai mangsa" terangku secara singkat. Dan Viska mengangguk tanda dia sudah mengerti.
"Beb" kata Viska merajuk.
"Iya ada apa?"
"kamu tidak jijik padaku kan?"
"hmm, nggak, kamu kan nggak pegang kotoran ayam, ngapain mesti jijik"
"kamu nggak akan meninggalkanku kan?" tangannya memegang lenganku, kayaknya dia sangat kuatir.
"nggak, aku masih disini menemanimu"
" iiihh, yang serius Napa beb, aku takut kehilanganmu" ucapnya lirih, pelupuk matanya sudah berair. ih, cengeng banget.
"nggak sayang, aku akan selalu bersamamu, jangan kamu pikir, setelah kejadian ini aku akan jijik dan meninggalkanmu, tidak beb. Semua kejadian ini tidak kita harapkan, dan ini semua adalah musibah." Bibirku ke Viska. Dia tersenyum penuh haru, lalu memeluk diriku.
"lepasin sayang, malu di lihat orang. Ini di tempat umum, bahaya" tukasku sambil melepas pelukannya.
Kemudian kami merencanakan suatu kejutan buat Mujab, kejutan yang tidak akan di lupakannya seumur hidup.
"Semoga berjalan lancar beb, tinggal tunggu waktu yang pas saja" ujarku pada Viska. Viska menatapku tajam, tiba-tiba saja mengecup bibirku dengan cepat.
"Makasih ya beb, aku sayang kamu"
"hehehe, kamu terpesona dengan ketampananku kan beb?" dia menggelengkan kepala lucu, aku hanya bersungut pura-pura ngambek. Dia tersenyum manis.
Karna hari sudah sore, kami pun berpisah. Dia pulang, akupun pulang menuju rumah untuk mandi dan aktifitas sore lainnya.
"Dari mana mas! hampir magrib baru pulang, nggak bantuin ngurus anak, malah keluyuran. Ketemuan ma cewek ya!" baru sampai rumah, sudah mendapat sambutan hangat dari istriku Fatimah.
"Sekarang cewek mana lagi yang kamu ajak ketemu! Viska ya!" tukasnya tepat, aku hanya diam tak menggubrisnya. Aku ngeloyor pergi ke kamar mandi untuk bersemedi sebentar. Plung...plung.
__ADS_1
Hari yang di rencanakan tiba, semua sudah di persiapkan dengan matang. Tinggal menuju Mujab datang.
terus dukung karyaku dan jangan lupa follow ya kak, trims.