ISTRI MUDAKU MAFIA

ISTRI MUDAKU MAFIA
BAB 68


__ADS_3

Pria berjaket, meliriku dengan tatapan tersenyum sinis. Dia meraih ponsel yang ada di saku jaket, cukup lama ponsel tersambung ke nomer tujuan. Dan akhirnya di angkat, seseorang menjawab dengan nada emosi.


"Hallo bang Gopal"


"ada apa menelponku, jam segini waktunya gua istirahat. Brengsyek lu!" jawab Gopal sengit.


"A-aku butuh bantuan, tubuhku dan Simon terluka bang"


"siapa yang berani melakukannya, hah!! bilang kalau lu anak buah Gopal gitu!"


"be'berapa cewek bang, katanya kalau Abang berani di suruh datang kemari" jawab pria berjaket memprovokasi Gopal.


"Apa!! cewek?" teriak Gopal keras, seakan tak percaya kalau yang melukai anak buanya adalah seorang cewek. Sungguh ini suatu penghinaan yang besar.


"Goblokk lu! ngurus *****-***** aja nggak becus, mati saja kau!" umpat Gopal kesal.


"Dia, dia nantangin Abang, kami ada di blok G lapak baru pojok, bang" pria berjaket semakin memprovokasi bang Gopal, sehingga kemarahan Gopal di ubun-ubun kepalanya yang mulai botak.


"Sialan!! tunggu gua, gua segera kesana. Mau gua bikin gundik-gundik sampahku itu cewek " ancam Gopal esmosi, dia segera menggerakkan 20 anak buahnya untuk segera menuju tempat yang di beritahukan anak buahnya tadi.


Lena menyulut rokok mild, dan menyelipkan di sudut bibir sensualnya. Sesekali menyesap pelan, dan menghempaskan ke udara dengan nikmat. Dia berjalan menghampiri, cowok yang tergeletak pingsan di depannya.


"Betah amat lu pingsannya" kata Lena sambil menendang telur puyuh pria itu. Melihat temannya yang di tendang telurnya, pria berjaket hitam sedikit ngeri melihatnya. Ngeri-ngeri sedap. Dia tak mengira kalau cewek-cewek di depannya begitu menakutkan dan berdarah dingin. Dia terus meringis menahan perih di dadanya, berkali-kali mengelap darah yang selalu mengalir keluar. Untung nasibnya tidak seburuk Simon, yang tergeletak di sampingnya. Tak lama Simon menggerakkan tubuhnya, tandanya dia sudah sadar. Saat tersadar merasakan tubuhnya sangat sakit dan perih, kepalanya juga sangat pusing akibat benturan yang sangat keras tadi.


"Tenang Mon, bang Gopal sebentar lagi datang membawa banyak anak buah, cewek-cewek itu pasti akan mampus" lirih pria berjaket pada Simon temannya, seulas senyum harapan terpancar dari wajahnya. Sebentar lagi dia akan membalas penghinaan ini. Dari luar jalan masuk gerombolan orang dengan wajah yang beringas, dan badan penuh tato yang bikin geli. Di tangan mereka membawa banyak senjata, balok kayu, pedang, linggis, tang, obeng dan lain sebagainya. Mereka berjalan dengan terburu-buru, dengan tatapan emosi kemarahan.

__ADS_1


"Mana para ***** murahan itu, biar gua ***** sampai habis" teriak Gopal dari kejauhan, suaranya menggema keras. saking kerasnya jangkrik tak berani bersuara. Dia mengacungkan goloknya dengan gagah, Tahu musuhnya ada di depan. Gopal dan anak buahnya segera berlari kedepan untuk membabat habis.


"mampus kalian" ejek pria berjaket tersenyum penuh kemenangan, Simon juga tersenyum sinis karna merasa bantuan sudah datang. Saat sudah dekat, dia bersiap mengayunkan goloknya untuk menyabet seorang wanita yang memunggunginya. Tiba-tiba Viska berbalik dan tersenyum ke arah Gopal.


"Hai Gopal, masih ingat gue??"


Sontak Gopal tersentak kaget, serta menjatuhkan goloknya. Keringat dingin tiba-tiba keluar dengan derasnya, kakinya gemetar seakan tak bisa di gerakan seperti terkena sihir.


"Hah!! Bell- Bella and the Genk" ucapnya ketakutan, dia duduk bersimpuh. Anak buahnya keheranan melihat bosnya seperti anak kecil yang ketakutan, kemudian cuma diam saling memandang.


"Apa yang kalian lakukan!! cepat berlututlah, buang mainan kalian" bentak Gopal pada anak buahnya, anak buahnya mengikuti perintah Gopal dan segera membuang senjata mereka. Pria berjaket dan Simon tak kalah kagetnya, bang Gopal yang terkenal kuat dan di takuti semua preman berlutut di hadapan cewek-cewek ini. Sebenarnya siapa cewek-cewek ini? bisa-bisanya membuat seorang Gopal yang terkenal sadis Sampai gemetaran di hadapannya.


"Mbak, Mbak Bella, sudah lama tak berjumpa, maafkan saya yang tak mengenali anda" kata Gopal sambil menundukan kepalanya, keringat dingin menetes ke tanah tanpa henti. Dia mengutuk anak buahnya yang membuat kesalahan besar, dia akan tertimpa musibah bila berani mengusik ketenangan Bella and the Genk. Nyawa taruhannya ***.


"Awas kalian, ku bunuh kau nanti" batin Gopal mengumpat kepada kedua anak buahnya.


"Hahahaha, ternyata kamu masih mengenaliku Gopal. Bagus, bagus.


Oya, tadi ada yang bilang ***** murrahan, dan akan menjadikan gundikk-gundikk sampah" ejek ku mengulangi perkataannya tadi di telpon.


"Ma-maafkan saya Mbak Bella, sa-saya tidak tahu. Saya pantas di-di hukum" ucap Gopal gemetaran sambil menampar pipinya sendiri berulang kali dengan keras, kami yang melihat menjadi geli sendiri terutama Katrine, dari tadi ketawa cekikikan melihat tingkah konyol Gopal. Setelah menampar dirinya sendiri, Gopal melirik kedua anak buahnya yang bersimbah darah, dengan tatapan kebencian. Ini yang membuat kedua pria malang tersebut juga gemetar ketakutan. Ada aura pembunuh dalam tatapan Gopal.


Gopal sangat mengetahui seluk beluk Bella and the Genk, meski semuanya cewek, mereka terkenal kejam dan sadis.Mereka adalah pembunuh profesional berdarah dingin, yang tak mengenal ampun pada mangsanya. Kalau hanya cewek biasa, Gopal sendiri sanggup melawannya hingga sepuluh orang cewek dengan tangan kosong. Selain menjadi Pembunuh bayaran berdarah dingin, bisnis Bella and the Genk di dunia hitam tidak bisa di remehkan. Mereka adalah pemasok Narkoba terbesar di Jateng, yang sudah meroket namanya di dunia hitam. Preman-preman besar di atasnya Gopal saja banyak yang bertekuk lutut di kaki Bella and the Genk, apalagi hanya sekelumit anggota Gopal, bagi Bella and the Genk itu sama sekali tidak berarti. Teringat beberapa waktu silam, preman besar yang beranggotakan lebih dari 200 orang, menyinggung dan berani menantang Bella and the Genk, dalam seketika semuanya di bantai secara sadis. Bahkan sampai keluarganya di bikin hancur. Oknum kepolisian tak bisa menyentuh mereka, mereka kebal hukum. pagi ketangkap, siang sudah lepas. Dan Gopal paham betul, siapa orang kuat di balik keganasan Bella and the Genk, ialah seorang cowok, kekasih Bella sendiri. Andriano putra Atmaja, milyuner sekaligus ketua Mafia di dunia hitam. Jangankan menyentuh, menyinggung Bella and the Genk, berarti kematian dan kehancuran keluarga.


"Gopal, lu tau konsekuensinya apa?" tanyaku ringan, sambil melirik Gopal yang masih gemetar ketakutan.

__ADS_1


"I-iya mbak, saya tau" Gopal melihat anak buahnya yang di belakangnya.


"Hei kalian!! patahkan tangan dan kaki kedua orang yang berani menyinggung Mbak Bella, Cepat lakukan!!" teriak Gopal memerintah anak buahnya dengan marah.


"Ampun bang, ja-jangan kami mohon" rengek pria berjaket dan Simon, mereka memucat ketakutan setengah hidup. Dan tak lama terdengar suara yang mengerikan.


Krakk, krakk... suara tulang di patahkan secara paksa.


ARRRGGGHHH.... jeritan keras terdengar menggema memekakan telinga, mereka menjerit kesakitan dengan jeritan yang menyayat hati.


"Lolongan anak buahmu mengganggu telingaku" kataku pada Gopal, sambil tersenyum di sudut bibir.


"Cepat singkirkan sampah itu!! seret keluar!!" Perintah Gopal buru-buru, dan kedua anak buah Gopal di seret dengan paksa.


"Kerja bagus Gopal, lalu?" aku tersenyum dan memicingkan mataku ke arah Gopal.


"Oh ya mbak, sebentar" Gopal mengambil dompet yang ada di saku belakang, kemudian secepatnya menyerahkan ATMnya ke padaku. Ternyata Gopal cerdas juga, dia tahu apa yang aku mau.


"Maaf mbak Bella, di ATM ini ada sedikit dana pengganti waktu Mbak Bella yang terganggu, cuma ada 40 juta, PINnya standar" aku menerima ATM dari tangan Gopal, memeras preman dengan cara preman.


"Okey, sekarang lu boleh pergi" kataku sambil mengibaskan tangan, seperti mengusir ayam saja, sekali kibas Gopal kabur bersama anak buahnya.


"Terima kasih atas kebaikan mbak Bella" katanya sopan, lalu berjalan mundur dan cepat-cepat berlalu dari hadapanku. Setelah kepergian Gopal, kami serempak terkekeh dan tertawa riuh.


"Yuk guys, kita pesta" kataku tersenyum sambil mengoyang-goyangkan ATM yang ada di tanganku. Serempak temanku menjawab.

__ADS_1


"Berangkat"


Hay kak, saya telah merilis novel baru yang berjudul "modal selangkangann" mohon dukungannya untuk karya saya, jangan lupa like, komen dan hadiahnya. trima kasih


__ADS_2