ISTRI MUDAKU MAFIA

ISTRI MUDAKU MAFIA
BAB 73


__ADS_3

Sate di tangan Elvi terjatuh, karna kencangnya hempasan angin dari truk yang lewat.


"Yaelah, monyet, cuma sate doang, jeritannya menyayat hati gitu" celutuk Lena terkekeh, melihat sate Elvi yang jatuh ke jalan aspal dan berserakn.


"Brengsek, siapa supir ugal-ugalan tadi" desis Levi geram.


"Udah tenang aja lu, gue kenal kok, tadi truknya Adi bogel, yang nyupir tadi anak buahnya. Nyantai aja, kita makan dulu, habis ini kita kerjain dia" ujar Viska, mereka memesan sate dan memakannya di pinggir jalan dengan santai. Para cewek cantik dan seksi makan di pinggir jalan, mereka jadi pusat perhatian setiap orang yang lewat. Bahkan tidak sedikit mereka di goda pemuda yang iseng dan usil.


"Hay cantik, ikut om yuk" ajak seorang lelaki paru baya sambil tersenyum dan melepaskan kaca mata hitamnya, yang tiba-tiba menghentikan mobilnya di samping gerobak sate.


"Huh, nggak level sama om-om mobil butut. Berani godain kita lagi, Nih" sengak Lena geram sambil mengacungkan tinjunya.


"Eits!! sombong amat" kata si om sambil melajukan mobil tuanya.


Ebret... ebret... wrenng, suara mobil tua menderu kencang, namun jalan mobil itu tak sekencang suara knalpotnya.


"Hahahaha, gila-gila, udah bau tanah masih belagu sok gaya"


"El, ambilin motor gi, kita samperin Adi bogel" seru Viska pada Elvi, yang sudah habis duluan makannya, dengan agak malas Elvi berjalan mengambil sepeda motor yang terparkir di area pantai.


"Yeeh, Mayan jauh ambil motornya, nyampe sini laper lagi deh gue" gumam Elvi lesu.


"Dasar perut gentong lu"


Saat Elvi datang membawa sepeda motor.


"Yuk pergi, udah pada kenyang kan?" seru Lena, kemudian mengambil alih motor yang di pegang Elvi, lalu kami berempat naik kembali ke atas motor.


"Lho... lho... mbak tunggu, satenya belum bayar!" teriak Abang tukang sate mengejar kami, mendengar teriakan tukang sate Lena berhenti beberapa meter.


"Ada apa bang?"


"Bayar satenya mbak" kata penjual sate terengah-engah mendekati kami.


"Tunggu sebentar di sini bang, kami cari duit dulu" kata Serly memberi pengertian.


"Waduh nggak bisa gitu mbak, aku harus muter lagi"


"ih bawel amat ini Abangnya, tunggu kami, nanti kami bayar"


"Pokoknya nggak bisa mbak, mbak harus bayar sekarang, jangan main kabur gitu saja" tukas Abang satenya sambil megangi begel motor.


tiba-tiba


GROMPYANG... !! terdengar suara pecahan kaca, dan saat kami melihat ke belakang. Gerobak sate sudah rubuh di jalan, bumbu kacang, kecap dan satenya jatuh berserakan dimana-mana. Ternyata itu ulah Lena, habis mendorong gerobak hingga terjatuh, Lena kembali dengan tersenyum puas.


"Udah beres, yuk pergi" kata Lena sambil mengusap-usap tangan membersihkan debu yang menempel.

__ADS_1


"Waddduuh biyuuung, satekuu, gerobakku" seru penjual sate melihat dagangnya yang sudah hancur berantakan, dia hanya terbengong melihat kejadian itu. Penjual sate hanya bisa meratapi gerobaknya yang sudah tak terbentuk lagi, dan berlari ke gerobaknya untuk membereskan sisa sate yang masih utuh dengan perasaan dongkol. Kami terus pergi sambil tertawa cekikikan, tak memperdulikan penjual sate yang sedang meratapi nasib sialnya.


Sampai di gudang milik Adi bogel, kami turun untuk mencarinya. Seseorang satpam berlari untuk menghentikan kami , karna kami masuk langsung nyelonong kedalam tanpa permisi.


"Mbak tunggu, ada perlu apa ya mbak-mbak semuanya"


"Kami mencari bosmu, dimana dia sekarang?"


"bos lagi istirahat mbak, apa sudah membuat janji"


"Sudah, janji tidur sama dia. Udah cepat bangunin, atau gua bakar gudang ini" kata Lena menatap tajam satpam, melihat beberapa cewek cantik satpam itu hanya tersenyum kecil, kemudian meninggalkan kami menuju rumah Adi bogel yang ada di dalam gudang.


Setelah pintu di ketu berulang kali oleh satpam, Adi bogel muncul dari balik pintu.


"Bos, ada yang mencarimu"


"Siapa!! ganggu orang tidur saja"


"nggak tau bos, cewek-cewek cantik, empat orang"


"Hah!! cewek?"


"iya bos"


"ya sudah, aku tak pakai baju dulu"


"Ais, resiko jadi cowok ganteng ya gini. Di cari cewek-cewek cantik. Uhuyyy" gumam Adi bogel berkaca dan menyisir rambutnya hingga kelimis, tak lupa menyemprotkan parfum Axee aroma kacang. Sambil bersiul kecil, berjalan lagak big bos, Adi bogel menemui anggota Viska.


"Hay bogel, masih ingat gue nggak" seru Viska menyapa seorang pria pendek sambil tersenyum, pria berkulit hitam, badan penuh tato spongbobe.


"Hah!! Bella and the Genk?" Adi bogel kaget saat mengetahui siapa yang datang mencarinya.


"Satpam brengsekk, kalau tau yang mencariku Bella and the Genk, tak mungkin aku menampakan batang hidungku" gumam Adi bogel membatin, sambil melirik geram ke satpam yang selalu tersenyum caper sama anggota Bella.


"Ada masalah apa ya mbak Bella dan teman-teman kemari" kata Adi bogel sedikit kwatir, mengingat setahun yang lalu, gudang ini dan beberapa truk di bakar. Hingga dirinya mengalami kerugian milyaran rupiah.


"Tadi ada truk milikmu mau menyerempet kami, dan menyenggol gerobak sate hingga hancur saat kami sedang makan sate di pinggir jalan dekat pantai" jawab Elvi menjelaskan.



Visual Elvi


"Truck yang mana ya mbak?" Tanya Adi bogel mulai berkeringat, dia tak mau membuat masalah lagi dengan anggota Bella and the Genk.


"No.. no, yang warna hijau, yang lagi nurunin barang" tunjuk Lena ke arah truck itu.


"Sarjo, siapa tadi supir truck ijo itu" tanya sarjo kasar ke satpam.

__ADS_1


"Karwi bos, dia memang kalau nyetir sering ugal-ugalan" jawab Satpam heran, biasanya bosnya galaknya minta ampun ke anak buahnya, kini malah melempem di depan cewek.


"Suruh karwi kesini, Cepat!!" teriak adi bogel kesal. Satpam berlari dengan cepat memanggil karwi yang sedang santai ngopi di warung.


"Wi, kamu di suruh menghadap si bos sekarang, cepat" kata sarjo terengah-engah.


"Ada apa pak?" tanya karwi bingung.


"Udah buruan, kamu di cari cewek-cewek cantik dan seksi"


"masak iya pak, ayolah segera kesana" karwi girang bukan kepalang karna baru kali ini di cari cewek-cewek, cantik lagi. Setelah melihat cewek-cewek cantik di depan bos, karwi terlihat senang dan memasang senyum mautnya.


"Karwi, sini cepat!!" bentak Adi bogel.


"iya boss, ada apa ya bos"


"apa yang kamu lakukan di jalan tadi"


PLakkk....


"Aduuuhh"


Karwi menatap bingung ke bosnya, tidak tahu apa-apa tiba-tiba di tampar bosnya dengan keras. Sambil mengelus pipinya yang sakit,


"Perasaan tidak terjadi apa-apa kok bos" jawab karwi lirih.


"Tidak terjadi apa-apa, matamu!!"


PLakkk...


Kali ini kepala karwi yang jadi sasaran pukulan Adi bogel.


"Kamu hampir saja menyelakai mbak Bella dan teman-temannya, kamu juga telah menyenggol gerobak sate hingga hancur" bentak Adi bogel ke karwi, dan karwi hanya diam saja mendengar omelan bosnya.


"Sudah ah, nggak usah banyak drama" sela Viska.


"Kasih saja ganti ruginya, nggak usah banyak-banyak. Lima juta saja"


"Iya mbak Bella, saya ambilkan" Adi bogel berlari kedalam rumah mengambil uang untuk Bella and the Genk. Karwi hanya plonga-plongo tak mengerti apa-apa.


"Hihihi, sukurin kena gampar bos" gumam satpam yang melihat kejadian itu.


"Nggak usah bingung, nanti lu ikut gue lihat gerobak sate yang lu senggol. Dan lu nanti juga bisa makan sepuasnya. Dan nanti lu juga dapat yang asyik-asyik dari kami" ujar Serly ke Karwi yang sedang kebingungan.


Mendengar kata asyik-asyik, karwi kembali tersenyum senang.


"Wuih mantap, dapat yang asyik-asyik dari cewek-cewek cantik" batin Kawi sambil berfantasi membayangkan tubuh indah cewek cantik yang ada di depannya.

__ADS_1


__ADS_2