
"Pak Sarjo tolong boncek Karwi dan ikuti kami ya?" ujar Viska.
"Baik mbak"
lalu Bella and the Genk menaiki motor di ikuti oleh Sarjo yang membonceng Karwi. Setelah sampai di depan pantai, terlihat penjual sate yang sedang memunguti sate yang tercecer di jalan.
"Bang berapa, kerugian semua sekalian dandan gerobak" Tanya Viska, kepada penjual sate yang keheranan melihat kedatangan Viska dan teman-temannya kembali.
"Sekitar satu juta mbak"
"Baiklah, nih tak kasih satu juta, tapi bilang kalau sopir truck tadi yang menyenggolmu ya" bisik Viska pada penjual sate memberi isyarat.
"Baik mbak" jawab penjual sate melihat mata Viska yang mendelik penuh ancaman ke arahnya.
"Lihat karwi, karna ulahmu Abang sate ini rugi banyak, besok-besok kalau bawa truck itu yang baik jangan ugal-ugalan"
PLakk...
"itu hadiah dari kami, cepat minta maaf sama Abang sate"
"iya mbak" jawab Karwi sambil mengelus pipinya yang merah akibat tamparan Viska yang keras. Lalu karwi turun dan meminta maaf pada penjual sate.
"Pak Sarjo, urusan sudah selesai, kamu bawa kembali balik ke gudang"
"Baik mbak" jawab Sarjo terkekeh menertawakan karwi yang kena gampar oleh Viska.
"Yuk pulang, udah sore nih"
"makan dulu lah guys, gue laper" kata Elvi cepat sambil mengelus perut buncitnya.
"emang dasar gentong, perut Mulu yang di pikirin" sahut Serly tersenyum.
"biarin, Wek!"
"ya udah kita makan dulu yuk? Len cari caffe terdekat ya?"
"Siap bossku"
Kemudian kami meluncur ke sebuah caffe yang sudah menjadi langganan kami. Sampai Caffe kamu berhamburan mencari tempat duduk yang paling nyaman.
"Vis, itu Davin manager caffe yang menyukai lu" celutuk Lena, sambil menunjuk cowok tampan yang sedang memperhatikan kedatangan kami.
"Biarin aja, mang Napa Len?"
"Lucu aja, namanya kayak merk Semvak. Hahahaha"
"permisi mbak, silahkan di pilih menunya" sapa seorang pelayan menyodorkan daftar menu.
"Nasi ikan gurame bakar 4 ya mbak, udang saos tiram sama, cumi crispy sama minumnya gue es jus alpukat sama lemon tea"
"kalau gue minumnya jus jeruk 3 gelas" sela Elvi
"gue minumnya squas lemon mbak" kata Serly.
"Gue air mineral aja deh" timpal Lena, sambil maen hapenya.
"hai Viska apa kabar?" sapa manager Davin sambil tersenyum.
"Baek" jawab Viska cuek membuang pandangan.
__ADS_1
"Boleh ikut duduk di sini?"
"terserah lu, caffe juga punya lu" ketus Viska tanpa menoleh ke arah manager Davin.
"Davin lu tambah cakep aja" puji Lena sambil tersenyum.
"Ah lu bisa aja Len, Oya lu bisa pesen apa aja, biar gue yang bayar" kata Davin tersenyum manis.
"Beneran ni Dav?" seru Elvi senang.
"Iya beneran masak gue bokong ma kalian"
"Mbak... mbak, bawa sini daftar menunya, gue mau nambah" lambai Elvi ke arah pelayan Caffe tadi.
"Yaelah, kingkong.... mentang-mentang gratisan, malu dong dikit" kelakar Serly pura-pura mencegah Elvi tapi dalam hatinya girang banget.
"Bodoh amat, penting gue kenyang. Terserah lu mo bilang apa ke gue" cerocos Elvi tak menggubris ocehan Serly. Davin cuma tersenyum melihat tingkah teman-teman Viska.
"Vis" panggil Davin, yang di panggil cuma melirik saja.
"Gimana tentang penawaran gue yang lalu? gue masih mengharapkan mu" ujar Davin meremas tangannya sendiri, dia berharap Viska mau menerima tawarannya untuk menjadi kekasihnya.
"Permisi mbak, pak" sapa pelayan ramah sambil membungkukkan sedikit badannya ke arah Davin.
"Ini daftar menunya, mbaknya mau tambah apa lagi, biar saya catat" kata pelayan sambil membawa buku catatan kecil.
"Gue tambah ini, ini, ini, dan ini"Jawab Elvi sambil menunjuk gambar yang menurutnya enak dan menarik.
"Banyak amat ***, lu habis nggak?" seru Lena melongo.
"Sudah mbak, nggak usah pesen lagi"
"Gimana Vis?" lanjut Davin masih menunggu jawaban Viska.
"Gimana apa ya Dav?" Viska balik tanya pura-pura tidak tahu.
"Gue sayang ma lu, gue pingin lu jadi tambatan hati gue yang terakhir" ujar Davin mengatakan perasaan kembali ke Viska.
"Gue nggak tertarik ma lu, and gue juga sudah punya cowok yang baik banget" jawab Viska cuek, lalu mengambil minuman yang di sajikan pelayan di meja.
"Terima aja ngapa Vis, Mayan buat serep" kelakar Lena berbisik ke Viska.
"Ihh apaan sih, emangnya Ban mobil kok pakai serep"
Davin menaikan alisnya, heran dengan jawaban Viska.
"Maksut lu Andreano Vis? bukankah kalian dah lama pisah ya?"
"bukan, lain lagi"
"Kalo lu mau sama gue, gua jamin lu bakal hidup enak Vis" Yakin Davin.
"gue pertimbangan dulu deh, yuk makan dulu dah tersaji semua nih" jawaban Viska membuat harapan baru bagi Davin, dengan tersenyum senang Davin memandangi Viska yang lagi asyik menikmati makanan. Satu meja penuh dengan makanan, membuat mereka bingung bagaimana menghabiskannya.
"Wuuiiih mantap kan? ini yang di namakan makan besar, gratis pula" kelakar Elvi tersenyum senang, langsung mencicipi makanan kesukaannya.
"Lu nggak ikut makan bareng kita Dav?" tanya Viska,melihat Davin hanya tersenyum memandangi kita makan.
"Lu makan aja, gue udah kenyang"
__ADS_1
tak lama hanya terdengar dentingan sendok dan garpu saling bergesekan dengan piring.
"Duh kenyang banget" ujar Elvi bersandar ke kursi, dan mengelus perut buncitnya.
"Masih banyak nih, lu nggak habisin?" tanya Lena, melirik Elvi yang sudah kekenyangan.
"Udah nggak kuat gue"
"makanya jadi orang jangan serakah, eh Dav, boleh di bungkus nggak sisanya. Hehehe" tanya Lena malu-malu.
"Oh boleh, nggak apa-apa kok. Mbak tolong bungkusin ini semua ya"
"Baik pak"
"Hehehe maaf ya jadi ngrepotin"
"santai ja Len, Oya Vis kamu mau di bungkusin sekalian nggak?" tanya Davin memandang Viska yang sedang asyik main ponselnya.
"nggak usah Dav, trims" jawab Viska cuek.
"pokoknya, gue tunggu kepastian dari lu ya Vis?"
"hm"
"okey, lu nyantai aja disini, gue mau kembali kerja dulu ya?" ujar Davin kemudian berdiri dan akan pergi.
"Terimakasih atas traktirannya ya Dav" kata teman-teman Viska, dan Davin hanya tersenyum menganggukan kepala.
"Saat, kenapa nggak langsung lu terima aja sih si Davin?" kata Serly setengah berbisik, menyenggol tangan Viska yang dari tadi mainin ponselnya.
"Males gue" jawab Viska cuek.
"Iya, kenapa nggak lu terima Davin Vis, sudah tampan mapan, kan lu jadi cewek Davin, kalau kita makan disini bisa gratis terus. Hihihihi" kelakar Elvi terkekeh.
"Ah dasar lu, makan Mulu yang dipikirin"
"Kalau udah selesai, balik yuk?udah mau malam nih" ujar Viska berdiri, dan melangkahkan kakinya keluar dari Caffe.
"Eh tunggu dulu, gue ambil bungkusannya tadi ya?" Elvi menghampiri tempat kasir, dan mengambil bungkusan makanan sisa tadi.
Lena melajukan motornya menuju tempat cucian mobil Serly, untuk mengambil mobil Serly yang tadi masih di tempat cucian.
"Eh berhenti dulu sebentar" tiba-tiba Viska berkata setengah berteriak.
"Ada apa Vis?" tanya Lena heran.
"Kalian pada minta uang dari Adi bogel nggak?"
"terserah lu aja deh Vis, gue nggak terlalu membutuhkannya" jawab Lena.
"gue udah dapat ini yang penting, nggak butuh duit" sela Elvi mengangkat bungkusan plastik.
"kalau pada nggak mau, gue serahin pengurus masjid ya? di sana ada pembangunan masjid" tunjuk Viska, menunjuk sebuah pembangunan masjid yang masih dalam tahap pembangunan.
"setuju, itung-itung ngurangain dosa kita. Heheheh" celutuk Elvi.
visual Lena
__ADS_1
terus dukung karyaku dan jangan lupa follow ya kak, trims.