Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
100) Kondisi Tania


__ADS_3

Setelah mengetahui kebenaran, Dion pun meminta Sera untuk bertemu dengan Istri nya saat itu juga, Sera tentu tak menolak dan mengantar Dion kerumah nya yang ada di desa terpencil, walaupun hari sudah larut malam itu tak membuat Dion menunda keinginan nya....


Puluhan pengawal tentu saja ikut mengantar lantaran Dion tak ingin penyerangan kembali terjadi, mengesampingkan perihal Bianka karna ingin memastikan keadaan Istri nya saat ini....


Berjalan kesana memakan waktu sekitar 8 jam, Dion yang berangkat sekitar jam 11 malam ketika sampai jam telah menunjukkan pukul 7 pagi,....


Mobil yang jumblah nya ada 5 terparkir dipinggir jalan karna mobil tak bisa masuk, jalan kesana sangat lah sempit, melewati setapak tanah kecil, untuk menuju rumah kecil itu diperlukan untuk berjalan kaki...


Hingga sampailah Dion Sera dan yang lain nya didepan rumah yang terbuat dari bambu yang terlihat telah lapuk,....


"Nona muda ada didalam tuan...."Ujar Sera membuka pintu yang terbuat dari bambu yang dianyam itu, Dion pun masuk dan langsung mencari istri nya....


Seketika air mata Dion menetes deras kala melihat sang istri terbaring diatas ranjang yang terlihat tak begitu kuat, Dion mendekat berlutut dilantai, tangan dan tubuhnya bergetar menahan rasa sakit dihatinya melihat wajah dan tubuh Tania yang penuh dengan luka, tubuh yang dulu terlihat indah dan mungil itu kini telah kurus kering....


Perlahan Dion mengangkat tubuh Tania, dada Dion seakan remuk saat merasakan badan istri nya yang begitu ringan, Video yang selalu dikirimkan padanya kembali terlintas saat Tania makan dengan makanan yang telah basi, seketika darah Dion seperti mendidih mengingat wajah Bianka yang terlihat polos tapi asli nya sangat menyeramkan....

__ADS_1


"Maaf saya Tuan muda, saya gagal menjaga Nona muda, saya tau anda terkejut saat merasakan berat badan Nona muda yang sangat ringan, bahkan tubuh kecil saya pun dengan leluasa menggendong nya, saya hanya bisa memberikan makanan yang layak sekali-kali pada Nona muda jika Bianka tidak ada...."Ujar Sera tertunduk, memang dia sering memberikan makanan yang bagus untuk Tania itupun jika Bianka tidak ada disana, tapi jika Bianka langsung yang memberikan Tania makanan, Sera hanya bisa menutup mata karna kasihan....


Terimakasih Sera, setidaknya sekarang Tania ada bersama ku, aku akan menjaga dia dengan nyawaku sendiri...."Dion pun mulai melangkah keluar diikuti Sera dan pengawal lain nya, Vino tak ikut menemani Dion karna ia ditugaskan langsung untuk menjaga keamanan rumah, Bianka bisa saja sewaktu-waktu datang menyerang....


Sama seperti sebelumnya, Dion dan yang lain pun menempuh perjalanan selama 8 jam untuk kembali ke kota tanpa berisitirahat sedikitpun, tentunya Dion ingin segera membawa sang istri kerumah sakit untuk ditangani oleh Dokter, tak lupa Dion juga mengabari seluruh keluarga nya akan kabar ketemunya Tania dan langsung akan dibawa kerumah sakit,....


Sekitar jam 4 sore, Dionpun telah sampai, ia langsung turun dan menggendong Tania membawanya masuk kedalam rumah sakit, disana terlihat mama Ratih, Mama Rima dan yang lain telah menunggu kedatangan Dion...


Mama Ratih langsung mendekat kala Dion berjalan kearah mereka menggendong tubuh Tania, wanita paru baya itu tak bisa membendung air matanya kala melihat wajah pucat putri nya, senang sekali sedih karna Tania dapat berkumpul lagi dengan mereka tapi dengan kondisi yang sangat mengenaskan....


Mama Ratih pun mengangguk kemudian membiarkan Dion membawa putrinya kedalam ruangan yang telah disiapkan oleh Dokter, setelah tubuh kurus itu dibaringkan diatas ranjang pasien, para Dokter terpilih pun langsung memasang alat-alat ketubuh Tania, kemudian menyuruh Dion untuk keluar....


"Terimakasih nak kamu telah membawa putriku kembali, aku sangat bersyukur atas ditemukan nya Tania, setiap waktu mama selalu berdoa agar ada keajaiban yang Tuhan berikan pada putri ku, dan sekarang semua nya telah terkabul,...."Ujar Mama Ratih menggenggam tangan Dion yang baru saja keluar....


"Semua ini sudah seharusnya aku lakukan ma, Tania itu adalah tanggung jawab ku, dia adalah istri ku, mama tak perlu berterima kasih, justru Dion lah yang meminta maaf karna sebagai suami Dion lalai menjaga istriku sehingga dia menjadi korban atas dengan keluarga Monika terhadap keluarga ku...."Semua ikut bersedih menyaksikan mertua dan menantu itu....

__ADS_1


Sera pun ikut terharu, dia sangat salut karna keharmonisan keluarga Dion, tentu Sera tak habis pikir mengapa Bianka begitu tega melakukan hal diluar batas pada keluarga sebaik mereka....


"Ma, sebenarnya yang betul-betul menyelamatkan Tania adalah Sera, walaupun awalnya dia terlibat dalam penculikan itu tapi dia pun hanya dijebak oleh Bianka,... Mama Ratih mengalihkan pandangannya pada Sera yang hanya tersenyum malu, kemudian wanita itu berhambur memeluk Sera dan mengucapkan banyak terima kasih....


"Terimakasih atas kebaikan mu nak tente tidak akan pernah melupakan jasa mu yang telah menjaga Tania putri ku,...." Sera sekali lagi terharu apa lagi saat mendapat pelukan hangat dari mama Ratih,...


"Sama-sama Tante, anggap saja ini adalah penebusan kesalahan saya karna pernah terlibat rencana Bianka untuk menculik Tania...."Kelakar Sera di angguki oleh mama Ratih,....


Semua orang pun dengan sabar menunggu Dokter memberikan kabar tentang keadaan Tania, memanjatkan doa untuk keselamatan orang yang mereka sayangi....


Sekitar 30 menit menunggu, beberapa Dokter pun keluar, semua keluarga langsung menghampiri Dokter dan menanyakan keadaan Tania....


"Nona muda Tania kondisi nya sangat lemah diakibatkan oleh kurang nya makanan dan air yang masuk kedalam tubuhnya, untuk saat ini kami tidak memperbolehkan ada yang menjenguk nya lebih dulu, tunggu sampai kondisi nya ada peningkatan,...."penjelasan Dokter bak tombak uang menghunus keluarga Dion, tapi mereka pun tak bisa berbuat apa-apa, hanya pasrah dan berdoa agar keadaan Tania segera membaik dan bisa berkumpul kembali....


"Sabar ya nak, mama tau perasaan kamu sekarang sangat hancur, tapi kita tak bisa berbuat apa-apa, semua sudah diatur oleh yang maha kuasa...."mama Rima mendekati Dion mengelus punggung putra nya yang sedang memandang Tania dari pintu, tentu laki-laki itu sangat hancur kala melihat istrinya berbaring tak berdaya, andaikan bisa ditukar, Dion mau dengan senang hati menggantikan posisi Tania....

__ADS_1


"Sayang cepatlah sembuh, aku dan Leon sangat merindukan mu, kami sangat membutuhkan mu, tolong Tania kasihanilah aku dan Dion...."Ujar Dion dalam hati, seraya menahan isak tangis nya....


__ADS_2