Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
80) Mencintai dengan hati


__ADS_3

Akhh.....


Tania berteriak kencang saat menyadari dirinya akan jatuh kelantai, ia memejamkan mata nya menunggu sakit yang akan menghantam punggung kecilnya,....


Perlahan Tania membuka mata saat tak merasakan apa-apa, ia pun tersenyum bahagia saat melihat sang suami berada di depan nya seraya menangkap tubuhnya yang hampir jatuh....


"Sayang dia sangat jahat, dia membuang makanan yang aku bawakan untukmu, aku kan sudah capek-capek masak dengan perut besar seperti ini malah seenak jidat dibuang oleh wanita menjengkelkan itu, dia juga mengataiku wanita murahan dan hamil anak orang lain, dan lagi dia bilang jika kamu mencintai nya...."Tania mengadu seperti anak kecil pada ayah nya, memanyungkan bibir nya menatap Sera dengan kesal....


Sementara Sera memasang wajah datar, sepertinya ia belum percaya akan apa yang dikatakan oleh Tania barusan......


"Apa benar apa uang Tania katakan Sera, kamu mengatainya wanita murahan?...."tanya Dion dengan wajah datar nya tapi dengan sorot mata yang begitu tajam....


"Iya Tuan karna saya yakin jika dia berbohong, mana mungkin dia istri Tuan muda, , Tuan muda kan belum menikah dan mantan terakhir Tuan bernama Monika yang dikabarkan meninggal beberapa hari yang lalu jadi dia tidak mungkin istri tuan..."Sera sepertinya memiliki dua nyawa walaupun Dion menatap nya dengan pandangan membunuh tapi ia masih terlihat santai karna tidak percaya dengan apa yang dikatakan Tania padanya tadi...

__ADS_1


"Dia memang ISTRI ku dan akan yang dikandung nya adalah ANAK ku, apa kau mendengar nya hah?...."Mata Sera membola dengan sempurna saat mendengar bentakan dari Dion yang menekan kata Istri dan anaknya, seketika kaki Sera terasa tak bertulang mengetahui kebenaran tentang Tania....


Sera bersimpuh dikaki Tania meminta maaf atas perilaku tidak sopan nya....


"Maafkan sa-saya nona muda sa-saya tidak bermaksud lancang pada Nona muda, saya tidak tau jika anda adalah istri dari Tuan muda Dion, mohon maafkan kesalahan saya dan untuk makanan itu juga saya sangat-sangat minta maaf...."Sera terus menghiba memegang kaki Tania dengan erat berharap jika wanita yang ia hina tadi itu mau memaafkan semua kesalahan nya....


"Kamu ini benar-benar wanita tidak tau di untung ya, jangan mentang-mentang kamu ini cantik seksi dan memiliki jabatan cukup tinggi kamu menilai rendah seseorang uang berpenampilan jelek seperti ku, mungkin kamu tidak akan pernah menghargai ku dan akan terus memakiku jika aku benar bukan istir dari mas Dion,...."Sera menunduk dalam menyadari kesalahannya, tapi kemudian ia kembali memohon agar Tania mau memaafkan nya dan tidak memecatnya...


"Saya mohon Nona Tania jangan pecat saya, saya benar-benar minta maaf, saya berjanji akan merubah sikap saya, saya mohon maafkan...."


"Kenapa tidak mengabariku terlebih dahulu sayang jika kamu mau kesini, akukan bisa menjemput mu, dan keadaan belum sepenuhnya aman, aku tak ingin kejadian kemarin terulang kembali aku tidak sanggup jika kamu kenapa-kenapa....."Dion seperti seorang ibu yang memarahi putri nya yang telah berbuat kesalahan, ia yang semula terkenal pelit bicara sekarang bak ibu-ibu rempong yang tak bisa berhenti bicara ketika bertemu dengan teman gosip nya.....


"Jika aku memberitahu mana mungkin kamu tau sifat asli sekertaris seksi kamu itu, malah nantinya kamu akan tergoda dengan nya, dia kan seksi cantik, montok, sementara aku, udah jelek, jerawatan dan juga gendut...."Tania mengusap air matanya yang dialiri air mata, entah mengapa perasaan nya jadi galau padahal ia tau betul secinta apa dan sesayang apa Dion padanya...

__ADS_1


"Tania sayang dengarkan aku, mau bagaimana pun keadaan kamu, aku akan tetap mencintai kamu apapun yang terjadi, karna aku mencintai kamu dengan hati bukan dengan mata, sebanyak apapun wanita seksi diluar sana itu tidak akan pernah membuat perasaan ku goyah padamu, kamu jangan bersedih lagi ya karna aku hanya mencintai kamu...."Tania seketika tersenyum sumringah, ia memeluk suaminya dengan erat seolah enggan untuk melepaskan nya...


"Maaf ya sayang, makanan nya ngak bisa kamu makan,...."Ujar Tania merasa sedih, sedikit menyesal karna telah menyimpan bekal itu diatas meja kerja Sera, seandainya ia tetap memegang nya mungkin Dion masih bisa memakan nya sekarang....


"Tidak apa-apa sayang, aku sudah kenyang kok, tadi Vino yang membelinya untuk ku...."Dion yang tak ingin melihat istrinya bersedih pun berbohong jika ia sudah makan, padanya dirinya sangat lapar karna tidak sempat untuk sarapan dan langsung berangkat kekantor...


Tapi alangkah sial nya, saat Tania baru percaya, perutnya berbunyi, seketika Tania memandang Dion dan menertawakan sang suami....


"Itu bunyi apa mas, nyaring bener, kamu bohong ya sama aku, kamu bilang udah makan...."Dion hanya menyengir kuda memperhatikan deretan giginya yang berjejer rapi dan sangat putih, ia tak bisa lagi berbohong dan mengelus perutnya yang terus berbunyi karna lapar....


"Ya sudah mas aku masak dulu ya untuk kamu...."Tania ingin beranjak tapi secepat kilat Dion menahan nya....


"Tak perlu sayang, lebih baik kita makan diluar saja, aku tak ingin kamu bekerja yang berat-berat kasihan anak kamu jika diajak kerja sama terus...."

__ADS_1


"Tapikan makanan diluar kurang sehat, kita ngak tau bahan-bahan apa saja yang mereka gunakan, itu tidak baik untuk kesehatan kamu dan anakmu, mas Dion tunggu saja disini aku tidak akan lama paling cuman 10 menit......."Memang benar kata pepatah, wanita selalu benar dan harus selalu menang agar dia tidak ngambek, Dion pun pasrah saja dan membiarkan Tania untuk memasak makanan untuknya, sembari menunggu, Dion memilih untuk bekerja memeriksa dokumen-dokumen penting....


Dan benar saja, tak butuh waktu lama, Tania pun kembali datang membawakan dua piring yang penuh dengan nasi goreng, Dion dengan semangat berpindah kesofa saat Tania meletakkan piring itu, mereka pun mulai menyantap makanan dengan sekali-kali melempar candaan, tak ada yang tau jika hubungan mereka akan sampai dititik ini, pernikahan yang hanya dimaksudkan sebagai tameng untuk hubungan Dion dan Monika justru mengikat mereka dalam cinta dan kasih sayang....


__ADS_2