
Tania menyandarkan kepalanya di dada bidang Dion, memeluk lelaki itu dengan erat, Dion membiarkan saja Tania memeluk nya dan bersndar didada nya walaupun harus menahan sakit.....
"Mas kamu belum pernah kan menceritakan tentang berita tentang kematian mu, apa kau boleh mendengar nya?...."Tania sudah lama ingin mengetahui tentang cerita bohong itu tapi tak kunjung ia tanyakan karna Dion sangat sibuk dikantor nya....
"Itu karna...."
Flashback Off.....
Vino masuk kedalam ruang tuan nya dengan kaki gemetar hebat, menghampiri ranjang dengan air mata yang terus mengalir, rasa sesak didada Vino teramat dalam mengingat kebaikan yang Dion lakukan padanya, walaupun selama ini Dion selalu memberikan perintah yang terkadang tidak masuk akal dan sulit dilakukan tapi tak bisa Vino tepis jika ia sangat menyayangi orang yang telah berjasa didalam hidupnya,....
Jika bukan karna Dion mungkin Vino sekarang menjadi laki-laki pengecut yang hanya bisa bersembunyi saat ditindas, Dion juga memberikan kehidupan yang layak untuknya sehingga apa yang ia inginkan bisa Vino beli....
"Apa kamu sesedih itu mendengar kematian ku?...."Vino tercengang saat mendengar suara Dion, ia melihat Dion yang seketika membuka mata lebar-lebar....
Takut sekaligus senang itulah yang Vino rasakan kali ini,...
"Tuan muda masih hidup?...."tanya Vino masih terlihat terkejut, Dion mencoba untuk duduk segera Vino membantu nya....
"Iya aku masih hidup, tidak mungkin aku mati meninggalkan keluargaku apa lagi istriku yang sedang mengandung buah cinta kami,...."Ujar Dion dengan santainya....
"Tapi Dokter tadi mengatakan jika Tuan Telah...."
"Aku yang menyuruh mereka untuk menyampaikan kabar itu untuk mengelabui Monika dan Jack, aku yakin mereka sekarang merencanakan penyerangan kekediamam ku, untuk bisa menghabisi mereka mungkin cara ini yang paling tepat, segera hubungi pengawal kepercayaan mu dan suruh dia membawa semua keluarga ku ketempat aman, aku tidak ingin satu pun dari mereka ada yang terluka...."Ujar Dion panjang lebar, Vino pun mengangguk dan menghubungi pengawal nya....
"Cepat persiapan segalanya kita harus berada disana sebelum mereka berhasil menyakiti salah satu keluarga ku...."Dion pun turun dari ranjang dan seketika memegang dadanya yang terasa sakit luar biasa....
__ADS_1
"Sebaiknya tuan istirahat saja keadaan Tuan belum sembuh untuk melakukan hal berat biar saya saja dan para pengawal yang kesana...."melihat kondisi Dion membuat Vino tidak yakin untuk tetap melibatkan Dion dalam pertempuran ini....
"Aku tidak apa-apa, luka ini bukanlah alasan untuk diam saja sementara Keluarga dalam bahaya,...."Vino menghela napas panjang, ia pun menuruti perintah Dion walaupun terpaksa....
Sesampainya dikediaman, Dion dan Vino dapat melihat jika rumah nya telah menjadi lautan darah, Dion berdecak kesal karna terlambat datang,...
Dengan keadaan sakit, Dion langsung turun menembak kesegala arah, memcoba masuk kedalam ruang, pikiran nya kini sangat kacau, ia langsung berjalan kelantai dua untuk memastikan jika istri nya telah aman, tapi saat sampai dikamar Dion begitu terkejut saat melihat Tania yang diinjak oleh Monika, segera ia melepaskan tembakan saat melihat Monika yang hendak menembak perut Tania.....
Dor.....
Flashback On......
"Maaf ya sayang sudah membuat kamu bersedih dengan berita itu, mungkin kita harus sedikit berkorban untuk mencapai sesuatu, aku sangat menyesal atas luka yang kamu dapat dari Monika karna keterlambatan ku...."ujar Dion membelai wajah istri nya, Tania mendongak menatap dalam mata suami nya yang hitam pekat, sungguh Tania selalu merasa tenang jika di tatap teduh oleh suaminya....
"Aku tidak apa-apa mas, asal kamu bersamaku aku akan kuat apapun yang terjadi, terima kasih telah menepati janjimu....."Tania menguatkan pelukan nya pada Dion, serasa tak ingin jauh lagi dari ayah anak nya itu....
"Disini ngak ada hantu kan kak?...."Vino terkekeh mendengar pertanyaan Bianka yang menurut nya sangat lucu, ia pun tersenyum menyeringai dan mengangguk....
"Ada, hantu nya itu anak kecil tapi dia baik kok dia cuma mau main aja...."seketika Bianka mengedarkan pandangannya kesegala arah dan langsung berdiri dan memegang lengan Vino....
"Masa sih kak rumah sebagus ini ada hantu nya, jadi takut deh, aku ikut kakak aja...."
"Hahaha kamu itu ternyata penakut, mana ada hantu dirumahku yang ada hantu kabur saat tau aku pemilik rumah ini...."Vino tertawa terbahak-bahak kemudian berjalan diikuti Bianka yang terus mengedarkan pandangannya takut jika memang benar ada hantu dirumah itu....
"Kita mau kemana kak?..."tanya Bianka saat mereka telah duduk didalam mobil....
__ADS_1
"Aku ingin bertemu putri kecil ku sudah lama aku tidak melihat nya...."kening Bianka seketika terangkat, kaget tentu nya saat mendengar kata putri....
"Jadi kakak sudah menikah?...."tanya Bianka yang terlihat tak percaya,....
"Belum, aku belum menikah,...."Jawab Vino singkat,. Bianka pun hanya diam mengangguk kan kepalanya, kemudian memilih untuk memandang keluar jendela melihat mobil dan motor yang berlalu lalang menuju tujuan nya masing-masing.....
Sekitar 25 menit, mobil pun telah sampai, Vino gegas turun disusul oleh Bianka setelah mendapat kode dari lelaki tampan itu untuk menyuruhnya ikut turun....
Tok tok tok....
Berapa kali Vino mengetuk pintu hingga terdengar suara perempuan yang cukup ia kenal menyahut,....
Clekk.....
Pintu pun terbuka lebar menampakkan Wilda berdiri didepan pintu dengan posisi menggendong bayi Wilka....
"Ehhh kak Vino, tumben kesini ngak kasih tau dulu, ayo masuk...."Seru Wilda mempersilahkan Vino untuk masuk, kemudian tatapan nya beralih kearah Bianka,....
"Wil perkenalkan ini Bianka pelayan ku dirumah, dan Bianka ini Wilda...."Vino pun memperkenalkan kedua wanita itu, Bianka tersenyum ramah dan mengangkat tangan yang langsung dibalas oleh Wilda....
"Halo namaku Bianka...."Ujar Bianka memperkenalkan diri...
"Wilda..."jawab Wilda tersenyum ramah....
"Wil apa boleh aku menggendong Wilka aku sangat merindukan nya...."Wilda mengangguk kemudian memberikan sang putri pada Vino, kemudian ia pun pamit untuk membuat kan minuman dan cemilan untuk Vino dan Bianka....
__ADS_1
"Sejak kapan kak Vino mempunyai pelayan? mengapa mereka terlihat akrab hanya dengan status pelayan dan majikan?...."Wilda menggeleng pelan mencoba untuk acuh walaupun hatinya terasa terbakar karna kehadiran Bianka, jujur saja Wilda sudah menaruh hati pada Vino sejak Vino rutin mengantar nya untuk Periksa kandungan, apa lagi saat Vino menemaninya berjuang untuk melahirkan putri nya tapi Wilda memilih diam karna mengingat dirinya yang bukan lagi gadis sama seperti wanita lain nya, ia memiliki masa lalu yang buruk, untuk bersanding dengannya mungkin pria manapun harus berpikir 1000 kali.....
"Untuk apa aku memikirkan hal seperti ini, aku tak pantas cemburu, toh kak Vino berhak dekat dengan siapa saja...."