Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
39) Menghukum Tania


__ADS_3

Dion menghela napasnya saat masuk kedalam kamar dan tak melihat Tania padahal ini sudah tengah malam, dengan wajah marah, Dion keluar kamar mencari keberadaan Tania disetiap kamar tamu, ia mebanting setiap pintu kamar yang ia jumpai membuat semua pelayan terkejut.....


Dion sangat marah, terllihat dari wajahnya yang memerah, dirinya tidak terima dengan perlakuan Tania yang menjatuhkan harga dirinya, cukup lama Dion mencari sampai akhirnya ia menemukan Tania disalah satu kamar tamu dilantai satu, Dion langsung mengangkat tubuh Tania.....


Tania yang merasakan sesuatu pun segera membuka mata dan terkejut saat mengetahui jika sekarang dia berada didalam gendongan Dion....


"Apa yang tuan lakukan, lepaskan saya tuan, lepas....."Tania terus meronta-ronta meminta agar Dion menurunkannya tapi sama sekali tak diindahkan oleh Dion.....


"Tuan mau membawa saya kemana?....."tanya Tania saat menyadari jika Dion membawanya kearah pintu...


Brakkk.....


"Kamu tidur diluar, supaya kamu tidak terganggu dengan kehadiran saya...."Ujar Dion melempar tubuh Tania begitu saja kelantai, ia sama sekali tak merasa kasihan melihat sang istri mengadu kesakitan......


"Apa maksud Tuan, apa yang saya lakukan terhadap tuan......"


Dion terkekeh mendengar pertanyaan Tania, ia pun berjongkok menyesuaikan dirinya dengan Tania yang kini telah duduk....


"Karna perilaku mu pada saya yang tidak sopan sebagai istri, kamu lari dariku seolah saya ini seorang penjahat, apa kamu tau tugas istri? Melayani suaminya dengan baik, kamu seolah-oleh begitu berharga, bahkan saat makan malam pun kamu tidak muncul untuk melayani saya, apa ini pemaham kami tentang tugas seorang istri? Saya ini punya hak penuh atas diri kamu sekarang sebagai suami kamu, apapun bisa saya lakukan padamu termasuk memakai tubuhmu itu, untuk siapa kamu menyimpan tubuh mu itu kalau bukan untuk suamimu apa untuk orang lain hah?....."Tania terdiam tak mampu menjawab semua pertanyaan Dion, ia pun menyadari kesalahan terbesarnya karna menolak suaminya, padahal dia tau betul tugasnya sebagai seorang istri, mau tidak mau, rela tidak rela ia harus memberikan tubuhnya dan seluruh hidupnya pada sang suami....

__ADS_1


Dion kemudian berdiri lalu masuk kedalam rumah, ia membanting pintu dengan sangat keras membuat Tania terperanjat kaget, Dion lalu mengunci pintu, sepertinya ia tidak main-main dengan hukuman nya kali ini....


"Jangan ada yang membuka pintu untuk nona pembangkan kalian itu, sekali-kali dia harus diberi pelajaran biar bisa menghargai suami, jika sampai salah satu dari kalian membuka pintu kalian semua akan saya pecat...."Dion berlalu menuju kamarnya, ia tidak ingin memikirkan Tania terlalu lama, baginya penolakan Tania adalah penghinaan baginya dan tentu saja sang tuan muda yang digilai semua wanita itu merasa terhina.....


Tania meringkuk disudut teras, ia memeluk lututnya erat-erat, dingin yang Tania rasakan seolah-olah menembus tulang-tulang nya, sungguh ia menyesal karna menjauhi Dion, mungkin penolakannya dikamar mandi tidak Dion permasalahkan, salah nya adalah dia menghindari Dion apa lagi saat makan malam, dan ia pun tidur dikamar tamu....


Dan sialnya, ditengah-tengah kegelapan malam, Hujan mulai turun, Tania semakin kedinginan apa lagi saat beberapa tetes air hujan mengenai badannya Tania seakan membeku, baju yang ia gunakan pun baju tidur yang tipis, Tania berdiri lalu berjalan ke tengah, ia menggosokkan kedua tangannya mencari sedikit kehangatan, pembantu yang belum berjanjak dari dekat pintu pun sangat kasihan bahkan ada yang menangis melihat Tuan muda menghukum Nona muda seperti itu.....


Dari kejauhan, Dion juga dapat melihat jikalau istrinya sedang kedinginan, sebenarnya lelaki dingin itu sangat kasihan tapi semua itu Dion lakukan agar Tania lebih bisa menghargainya dikemudian hari, tidak ingin terlalu lama melihat istirahat menderita, ia pun masuk kedalam kamar dan membaringkan tubuhnya diatas kasur mencoba memejamkan mata......


Pagi harinya....


"Selamat pagi Nona muda Anda perlu sesuatu?..."tanya seorang Pelayan yang berdiri paling dekat dengan nya, Tania menggelengkan kepalanya dan berusaha untuk bangkit....


"Nona muda tidak usah bergerak, jika ingin sesuatu katakan pada kami, Tuan muda memerintah kan kami untuk menjaga anda agar tidak turun dari ranjang?...."Tania mengerutkan keningnya mendengar perintah Dion, sungguh Tania sangat kesal....


"Saya mau mau toilet, dan ingat kalian tidak boleh ikut, tidak mungkin kan saya pipis disini...."Tania turun dari ranjang kemudian masuk kedalam kamar mandi....


Setelah membuang hajat, Tania pun terkejut saat melihat jam dinding telah menunjukkan pukul 8 pagi...

__ADS_1


"Tuan Dion dimana, apa dia sudah berangkat meninggalkan saya?..."Tania panik, ia ingin kembali masuk kedalam kamar mandi ingin membersihkan badan tapi pelayan mengatakan jika dia tidak diperbolehkan untuk kerja...


"Maaf Nona muda, Tuan muda mengatakan jika hari ini anda tidak perlu kekantor, dia menyuruh Nona muda beristirahat....."Tania menghentikan langkahnya, menarik napas panjang kemudian kembali kerajang menutupi tubuhnya dengan selimut, jujur saja ia merasa kedinginan....


"Siapa yang telah membawa saya kesini?...."bertanya seraya menatap pelayan satu persatu....


"Tuan muda yang membawa Nona muda kedalam kamar setelah melihat Nona muda sudah tak sadarkan diri dari balkon...."Tania tentu tak yakin saat mengingat begitu kejamnya Dion melempar nya kelantai....


"Kalian keluarlah saya mau istirahat, jika saya memerlukan sesuatu pasti saya panggil salah satu dari kalian...."titah Tania menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, dan para pelayan pun keluar dari kamar Tuan Muda Dion setelah mendengar perintah dari Nona muda mereka....


Jam menunjukkan pukul 12 siang, Tania pun bangun dari tidurnya, ia memutuskan untuk turun kedapur mencari makanan, dia sangat jenuh tinggal dirumah, tidak ada kegiatan yang bisa ia lakukan,....


"Tolong buatkan saya mie instan, dengan cabe yang banyak, saya mau yang pedas-pedas!!!..."Seru Tania pada pelayan yang sedang bertugas membersihkan dapur, Pelayan pun mulai membuat mie untuk Tania yang pasti sudah sangat lapar....


.....


Pikiran Dion sangat kacau, memikirkan Tania, sungguh Dion sangat menyesal telah membuat istirahat pingsan, niat ingin menghukum Tania malah membuat wanita itu sakit....


"Sayang aku datang....."Dion mendongak saat melihat Monika datang, terlihat wanita itu menghampiri Dion dan ingin mencium bibir Dion sebagai tanda pertemuan, tapi seketika Dion memundurkan kursi nya....

__ADS_1


"Maaf Monika, aku sedang banyak perkerasan, tolong untuk saat ini kamu jangan ganggu aku dulu, aku perlu konsentrasi yang penuh, mending kamu pulang lah dulu, saat ini pikirkan sangat kacau...."Monika benar-benar terkejut mendengar ucapan Dion, ia tidak menyangka jika Dion akan menolak ciuman nya dan bahakan dengan tega mengusir nya, Monika pun langsung pergi dari ruangan Dion.....


__ADS_2