Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
49) Hampir buka segel


__ADS_3

Usai makan malam, Dion dan Tania pun menuju kamar untuk istirahat setelah berbincang-bincang ringan dengan mama Ratih dan Wilda, Tania langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang ingin melepas rasa lelah yang bertengger dibadan nya karna seharian bekerja....


Dion yang melihat Tania berbaring terlentang segera menghampiri wanita itu, mungkin selama ini ia telah cukup lama memendam apa yang seharusnya ia saluran....


Tania begitu terkejutnya saat Dion naik keatas tubuhnya tanpa permisi, mata keduanya saling menatap, seolah berlomba-lomba menyampaikan perasaan masing-masing lewat tatapan mereka....


Dion kini telah berada diatas Tania, menahan tubuhnya agar tidak menimpa gadis mungil dibawa nya, rasanya Dion sudah tidak sabar ******* bibir ranum milik Tania, tapi ia masih menahan nya karna takut Tania marah...


"Apakah saya bisa mendapatkan hak saya sebagai suami Tania?, Jujur saja saya menantikan saat-saat ini bersama kamu...."tanya Dion menatap dalam mata Tania....


Tania yang sebenarnya telah lama mencintai Dion pun sudah menunggu momen-momen ini, tapi ia masih terus memikirkan perasaan cinta Dion kepada Monika, tapi mau tak mau ia mengangguk karna memang itu adalah hal Dion sebagai suaminya...


Dion yang mendapat lampu hijau pun tersenyum senang, ia memulai aksinya dengan mencium bibir Tania, memberikan sensasi yang luar biasa, Tania sangat terbuai, ia memberikan akses kepada Dion untuk menjajah bibir dan lidahnya, mengapsen setiap giginya....


Tangan Dion tak tinggal diam, ia meraba gundukan milik Tania dan sekali-kali meremas nya membuat Tania menggelinjang....


Dan entah dimulai dari mana dan bagaimana keduanya kini telah telanjang bulat, walaupun malu Tania merelakan apa yang seharusnya menjadi milik Dion....


"Kamu siap?...."tanya Dion sangat merasa pemanasan yang ia berikan sudah cukup, Tania mengangguk pelan, memberikan lampu hijau, Dion pun mulai mengarahkan benda pusaka nya kemilik Tania....


Tringg,, Tringg......

__ADS_1


Dion mendengus kesal saat ponsel nya berdering, dengan terpaksa ia pun menghentikan aktivitas nya belum dimulai, lalu mengambil ponselnya dan melihat si penelepon, Tania menarik selimut hingga menutupi seluruh badannya, menunggu Dion yang sedang mengangkat telepon...


"Ada apa, apa kamu tau saya capek ingin istirahat, kamu ini mengganggu saja...."Dion memaki asisten pribadi nya karna telah mengganggu waktunya yang hampiri buka segel....


"Maaf Tuan muda, bukan nya saya lancang, saya hanya ingin memberitahu tuan muda jika ada yang mencuri data perusahaan, beberapa pengawal terluka parah karna mencoba menangkap penyusup itu, semua cctv kantor pun rusak...."Dion menghela napas panjang, ia pun mematikan ponsel nya dan melihat Tania yang melihat kearah....


"Ada sedikit urusan yang harus saya lakukan Tania, semua data kantor dicuri, saya harus kekantor sekarang juga, maaf atas kejadian ini, saya akan segera kembali,,...."Dion memakai semua pakaian nya kemudian menghampiri Tania mencium kening dan Bibir Tania bergantian kemudian berlalu pergi....


Ada perasaan sedih dihati Tania saat melihat kepergian Dion, tapi Tania pun tak menyalahkan Dion karna ia tau jika saat ini lelaki itu pasti sangat frustasi...


"Aku akan menunggu kami disini Mas...."ujar Tania lirih, bangun untuk memunguti pakaian nya yang telah robek karna ulah tangan Dion,...


"Apa Dion semalaman tidak pulang, mengapa tidak mengabariku ya? Yahh lagi-lagi kami lupa Tania, kamu itu bukan prioritas nya, jangan berharap lebih dan untuk semalam anggap saja dia khilaf...."Tania tersenyum kecut, kemudian keluar kamar, menuju dapur untuk sarapan sebelum berangkat bekerja....


"Usia kandungan mu sudah berapa bulan Wil?..."tanya Tania melihat perut buncit Wilda....


"Masuk 6 bulan kak, kurang dari 3 bulan lagi aku melahirkan, kakak harus menemani aku ya saat aku lahiran nanti..."Tania mengangguk pelan mengiyakan permintaan Wilda uang telah ia anggap sebagai adik kandungnya sendiri, Tania merasa beruntung membawa Wilda kerumah nya, ia merasa memiliki tanggung jawab atas Wida dan calon bayi nya nanti...


"Makanya kamu juga usahanya lebih giat lagi dong biar anak Wilda nanti ada teman bermainnya...."Ujar mama menimpali, Tania hanya cengengesan menanggapi permintaan mama nya yang pastinya tidak mungkin Terjadi...


"Suami kamu tadi menelfon mama, katanya kamu nanti dijemput sama pegawai kantor, Dion maupun Vino tidak bisa menjemput kamu karna mereka ada urusan penting...."Ujar mama Ratih menyampaikan pesan dari menantu nya....

__ADS_1


"Iya ma...."Lagi-lagi Tania dibuat kecewa oleh sikap Dion, sebagai istri harus nya Dion menghubungi dirinya bukan pada orang lain, tapi Tania cukup parah dengan semua itu....


Setelah sarapan, Tania pun pamit pada mama nya dan Wilda karna mobil jemputan Tania sudah datang...


"Miris sekali nasibku menjadi istri orang kaya tapi tak dianggap,...."Tania seakan menertawakan hidup dan statusnya sebagai istri yang keberadaannya tak pernah dianggap oleh suaminya sendiri, bahkan pernikahan mereka bisa dibilang pernikahan diatas kertas, ia dijadikan tameng oleh Dion untuk menutupi hubungan nya dengan Monika....


Setelah sampai dikantor, Tania langsung duduk dimeja kerja nya menatap pintu yang masih tertutup rapat, entah Dion ada didalam sana atau tidak Tania pun tidak ingin memastikan nya....


"Nona muda sudah datang?...."Vino datang menghampiri Tania dengan wajah lesuh sepertinya lelaki itu tidak tidur semalaman Vino terlihat menguap berkali-kali, seperti nya tadi malam Vino dan Dion bekerja keras....


"Iya Tuan, sepertinya anda sangat mengantuk perlu saya buatkan kopi?..."menawarkan bantuan,...


"Kalau Nona muda tidak keberatan, tuan memang sedang meminta kopi, sepertinya dia sangat mengantuk karna masalah bisa teratasi saat menjelang pagi,...."Tania mengangguk kemudian berlalu kedapur perusahaan yang ada dilantai itu, membuat kopi untuk Vino dan Dion....


Tania membawa kopi yang telah ia buat masuk kedalam kamar suaminya, terlihat Dion sangat lelah hingga tertidur disofa, perlahan Tania mendekat membangunkan Dion agar pindah keatas ranjang....


"Tuan sebaiknya anda pindah keatas ranjang supaya tidur tuan lebih nyaman...."Dion membuka mata nya saat mendengar suara lembut Tania....


"Maaf karna semalam saya tidak sempat pulang, saya sudah menelfon kamu beberapa kali tapi kami tidak mengangkat panggilan dari saya, jadi saya menelpon mama mertua untuk memberi pesan padamu...."Tania terlesiap, ia segera merongoh saku celana dan melihat benda pipih itu dan benar saja ada begitu banyak panggilan yang masuk ke ponsel nya....


"Maaf Tuan saya tidak mendengar nya...."Ujar Tania diangguki oleh Dion, lelaki itu pun berdiri kemudian berjalan keatas ranjang, saking ngantuk nya saat tubuhnya terbaring sempurna diatas ranjang ia langsung terlelap....

__ADS_1


__ADS_2