
Setelah membuat minuman dan mengambil cemilan, Wilda langsung mengantar nya keruang tamu, ia meletakkan nampan itu diatas meja dan duduk disofa berhadapan dengan Vino yang sedang menggendong putri nya, Wilda benar-benar merasa risih melihat Bianka juga ikut mengakrabkan diri nya dengan sang putri....
"Kak dia sangat lucu dan cantik, jika kelak aku punya anak perempuan aku ingin dia seperti gadis mungil ini, cantik manis dan sangat lucu....."Bianka terlihat gemas mencubit pelan pipi gembul Wilka Wilda yang mendengar nya hanya diam saja menahan cemburu dihatinya....
"Tergantung kamu, kamu cantik atau tidak...."Balas Vino melihat Bianka sejenak kemudian melihat Wilka kembali....
"Akukan cantik dan juga imut, masa kakak ngak merhatiin sih...."Bianka memasan wajah imut membuat Vino terkekeh melihat tingkah bocah disamping nya....
"Kak sepertinya Wilka ingin tidur, ini sudah lewat dari jam tidurnya...."Kelakar Wilda saat melihat putri nya menguap, Vino pun menciumi pipi gembul Wilka kemudian memberikan nya pada Wilda untuk di bawa kekamar untuk di tidurkan....
"Wilda ini baju untuk Wilka, ada juga baju untukmu aku tadi sempat mampir ke mall saat mengantar tuan muda pulang..."Vino memberikan Wilda paper bag besar saat melihat wanita itu kembali dan duduk disofa, Wilda meraih nya dengan senyuman paksa seraya mata nya melirik Bianka yang memanyungkan bibir sepertinya Bianka tidak suka dengan perhatian Vino kepada Wilda....
"Terima kasih ya kak, tapi sepertinya mulai sekarang kakak tidak perlu repot-repot untuk membelikan baju untuk ku dan Wilka, sudah cukup aku menyusahkan kakak selama ini, aku ingin ingin nanti nya ada yang salah paham karna kebaikan kakak padaku,...."Ujar Wilda melirik Bianka yang melihat kearah nya....
"Kamu apa-apaan sih Wil, Wilka itu sudah aku anggap seperti putriku sendiri, mana mungkin aku mengabaikan kalain berdua, Tania sudah mempercayakan kamu dan Wilka kepadaku...."Vino sangat tidak suka dengan sikap Wilda padanya,....
__ADS_1
"Untuk masalah itu kak Vino tentang saja biar aku yang bicara sama kak Tania, yang jelas aku tidak ingin membuat kakak repot lagi, aku bisa kok menjaga Wilka, masih ada mama Ratih bersamaku....."
"Yasudah jika itu maumu, aku tidak akan kesini lagi,...."Vino langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Wilda, Bianka pun langsung berdiri dan menyusul Vino yang telah menghilangkan diambang pintu....
Wilda menunduk sedih, tidak ada niatan dihati Wilda untuk menjauhkan Vino dan Wilka tapi Wilda rasa ia tak enak hati terus-menerus membuat Vino repot, terlebih lagi ia tidak ingin menaruh hati terlalu dalam pada Vino karna sikap pria itu....
"Kamu kenapa nak kok malah berbicara seperti itu pada Vino, kamu tau sendiri kan Vino sangat menyayangi putri mu seperti anaknya sendiri...."Mama Ratih datang dan duduk disamping Wilda yang masih mendunduk....
"Aku takut ma, aku takut Wilda semakin dalam jatuh dalam perasaan ini, aku juga tidak ingin membuat hubungan Bianka dan kak Vino renggang karmaku dan Wilka, aku ngak mau Wilka bergantung pada Vino...."Wilda menghapus air matanya yang sempat menetes dipipi nya, mencoba memringati hati dan pikiran nya jika dia tidak cocok dengan Vino....
"Nak, hati seseorang tidak ada yang tau, lagian apa kamu tidak kasihan dengan putri mu dia sangat nyaman dengan Vino...."Mama Ratih sejak awal sudah berada didekat ruang tamu sejak Vino datang tapi dia tidak ingin ikut nimbrung saat melihat wajah Wilda yang terlihat sedih, tentu mama Ratih tau betul jika selama ini Wilda menyukai Vino tapi ia juga tidak mau ikut campur dan memilih diam saja....
"Maafkan mama Wilka, mama melakukan ini semua karna tidak ingin kamu kecewa nantinya, lebih baik kamu kecewa dari sekarang darip nanti, sekarang kamu belum mengerti apa-apa tapi nantinya kamu akan terluka....."Wilda benar-benar telah memantapkan hatinya untuk mengubur perasaan nya dalam-dalam kepada Vino dan memcoba membuka lembaran baru.....
.....
__ADS_1
"Wilda itu siapa nya kak sih aku jadi penasaran, apa dia pacar kakak ya?...."tanya Bianka membuat Vino seketika menoleh....
"Dia bukan pacarku dan bukan siapa-siapa ku, hanya saja anak nya aku anggap sebagai putri ku...."Vino pun menceritakan tentang kejadian diamana dia bertemu dengan Wilda saat ingin bunuh diri dikala hamil dan diusir oleh mama kandungan sendiri, hingga Tania memutuskan untuk membawanya kerumah mama Ratih dan dia diminta oleh Tania untuk menjadi ayah untuk anak Wilda.....
"Tapi kok sikapnya kayak gitu sih, seharusnya dia tidak bersikap seperti itu, selama ini kan kakak sudah sangat baik padanya, aku jadi ngak suka sama Wilda..."Ujar Bianka gemas dengan sikap Wilda terhadap Vino yang telah banyak membantu nya hingga mau menjadi ayah untuk Wilka....
"Mungkin saja dia lelah merawat Wilka yang super rewel jadi dia bersikap seperti itu...."kelakar Vino membela Wilda membuat Bianka kesal,.....
Dan keadaan pun kembali sunyi, Bianka sibuk memandang keluar jendela mengomel atas sikap Vino sementara lelaki itu sibuk memikirkan perkataan Wilda padanya...
"Entah apa yang terjadi pada Wilda, kenapa dia tiba-tiba melarang aku untuk memberikan perhatian pada Wilka?..."Vino tentu bertanya-tanya dalam hati, bingung atas sikap Wilda padanya yang langsung berubah total, apa mungkin karna beberapa Minggu ini ia tak pernah menanyakan kabar Wilka atau tidak pernah menjenguk Wilka dan baru menemui nya sekarang, tapi Wilda tau betul jika dia sedang sibuk bahkan mendengar berita kematian Dion dan penyerangan dirumah Tuan muda Dion, Vino seakan pusing memikirkan itu semua ia pun tidak tau mengapa Tania berubah total padanya....
"Kak apa Wilda cemburu karna aku datang kesana?..."seketika Vino menginjak rem mendadak mendengar ucapan Bianka....
"Mana mungkin dia cemburu, lagian kamu itu bukan siapa-siapa ku dia juga tau jika kamu pelau ku tak lebih dari itu, selama ini hubungan kami pun hanya sekedar partner dalam menjaga Wilka tidak lebih dari ini...."Tentu Vino menyangkal dengan apa yang Bianka katakan karna memang selama ini hubungan kedua nya hanya sebatas teman saja tidak lebih jadi tidak mungkin jika Wilda cemburu atas Bianka....
__ADS_1
"Ya bisa aja kan Wilda itu suka sama kakak tapi kakak tidak tau terus dia cemburu karna aku ikut sama kakak, ngak ada yang tau hati seseorang...."Vino terdiam mencerna ucapan Wilda, kemudian ia pun kembali menjalankan mobilnya saat mendengar suara klakson mobil dibelakang nya karna posisi nya memang berada ditengah jalan....
"Apa iya Wilda benar-benar cemburu dengan Bianka, tapi mana mungkin, selama ini tidak ada tanda-tanda jika dia menyukai ku....."Vino bertanya dalam hati, berusaha menepis apa yang ada di kepala nya....