Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
66) Menunggu


__ADS_3

Kenapa kalian keluar, dimana suami dan nenek Ami, kenapa mereka tidak ikut kalian keluar..."Tania mendatangi pengawal yang baru saja keluar, air mata yang coba ia tahan didepan kedua mertua nya kini tak bisa ia bendung lagi tak kala melihat pengawal keluar tanpa nenek dan suami nya....


Sementara Mama Rima telah pingsan sedari tadi, ayah Tomi pun tak mampu melakukan apapun karna kaki nya tertimpa besi yang terbakar saat menyelamatkan sang istri,...


"Kenapa kalain diam saja, hah mengapa kalian keluar tanpa suami dan nenek Ami?..."Tania bak kehilangan akal mengguncang beberapa pengawal yang hanya diam menundukkan kepala, Tania jatuh terduduk ditanah melihat rumah yang kini terbakar tanpa sisa...


"Enggak aku ngak boleh diam saja, aku harus masuk dan mencari keberadaan suami ku, dia tidak boleh pergi meninggalkan aku seperti ini, dia harus tetap hidup demi aku dan anak nya,...."Tania berdiri ingin masuk kedalam rumah tapi dengan cepat papa Tomi memerintahkan pengawal untuk menahan Tania, kobaran api sudah menyebar kemana-mana, mustahil untuk bisa selama jika kita masuk kedalam sana....


"Lepaskan, aku ingin masuk mencari suamiku aku yakin dia sedang menunggu pertolongan ku, cepat lepaskan aku!!..."Tania terus meronta-ronta meminta dilepaskan tapi pengawal sama sekali tak mendengar nya...


"Tania, ingat nak kamu sedang mengandung, kamu tidak boleh seperti ini, apa kamu tidak kasihan pada bayimu..."Papa Tomi mendekati menantunya usai memastikan jika istri nya telah dibawa ke rumah sakit ditemani pelayan, papa Tomi memeluk sang menantu dan berusaha menenangkan Tania....


"Tapi pa, Dion sudah berjanji padaku dia tidak akan meninggalkan aku, dia pasti masih ada didalam aku yakin itu...."Tania terus menerus menangis dipelukan papa mertua nya, hingga penglihatan nya buram dan pingsan....


"Tania, bangun nak Tania...."papa Tomi menepuk pipi Tania dengan pelan tetapi tak ada respon apapun, Papa Tomi pun memerintahkan pada anak buahnya untuk membawa Tania kemobil, tak lama kemudian, Pemadam kebakaran pun berdatangan mencoba memadamkan api yang telah membesar....


.....


Tania perlahan membuka mata, ia menatap langit-langit dengan pandangan kosong kemudian segera duduk saat ingatan tentang kebakaran itu terlintas dipikiran nya, Tania mengedarkan pandangannya dan menyadari jika dia sedang berada dikamar rumah sakit, gegas Tania langsung turun dan berjalan cepat kearah pintu, merutuki dirinya sendiri karna pingsan disaat situasi tidak mendukung....


"Aku harus mencari mas Dion, pasti dia sedang mengkhawatirkan aku...."Belum sempat tangan nya memutar gagang pintu, suara seorang lelaki menggema di ruang itu....


"Kamu mau kemana?...."Tania seketika menoleh dan terkejut saat melihat Dion dengan rambut yang basar baru saja keluar dari kamar mandi, Tania tersenyum bahagia dan berlari memeluk Dion, rasa khawatir akan kehilangan separuh jiwanya seketika sirna,....

__ADS_1


"Hikzzz,,, hikzzz,,, kamu kemana saja, kenapa membuat aku khawatir, kamu jahat..."Dion mengelus lembut kepala Tania, membiarkan istrinya nya itu menangis dan mengomel dalam pelukan nya....


"Siapa yang meninggalkan mu, aku masih disini kan, masih memberikan kamu pelukan hangat...."Ujar Dion memundurkan badan Tania dan mencium bibir wanita itu dengan lembut...


" aku itu sedang khawatir, sempat-sempatnya kamu mencuri ciuman dariku...."Tania tentu kesal saat rasa cemasnya tak dihiraukan oleh suaminya, Dion terkekeh melihat wajah cemberut sang istri....


"Aku baik-baik saja sayang, tidak terluka sedikitpun, kamu tidak perlu khawatir,...."Kelakar Dion menenangkan istirahat agar tidak terlalu khawatir padanya...


"Terus keadaan Nenek bagaimana, Vino juga?...."Tania yang mengingatkan nenek dan Vino segera mempertanyakan keadaan kedua nya....


"Nenek masih dalam penanganan Dokter, begitu pun dengan Vino...."Jawab Dion dengan nada pelan....


"aku ingin Melihat kondisi mereka mas, ayo kita kesana...."


"Oiya mas, kalian kemana saja, kenapa tidak keluar bersama Pengawal?...." Tania menatap suaminya meminta jawaban atas pertanyaan yang ia ajukan,...


"Saat itu aku mencari nenek disemua sudut rumah tapi tidak menemukan nya, jadi aku berlari kedapur mencari air, saat itu aku dikelilingi oleh api,...."Dion mengingat jelas bagaimana keadaan waktu itu, dia hanya hampir tertimpa besi yang terbakar diselamatkan oleh Vino...


Flashback Off


"Tuan Awas!!..."


Brakk...

__ADS_1


Akhhh....


Dion begitu terkejut saat melihat besi yang hampir menimpa nya, ia memegang kepala nya yang terhantuk kemeja, Dion segera bangkit dan menolong Vino yang tertimpa okeh besi yang hampir menimpa nya, jika tidak ada Vino mungkin ia telah terbakar hidup-hidup....


"Dasar Bodoh kenapa kamu malah menyelamatkan ku, lihat wajah mu jadi tergores begitu, apa kau ingin mati..."Dion terus mengomel seraya membantu asisten nya berdiri, ia mencari jalan keluar tapi api telah menyebar....


"Saya tidak apa-apa Tuan muda, ini hanya luka kecil, sebaiknya kita lewat pintu belakang, Nenek Ami juga saya simpan di area belakang...."Uajr Vino menunjuk pintu yang dimana ada nenek Ami disana, Dion merasa lega saat mendengar jika nenek nya sudah diselamatkan oleh Vino, gegas memapah Vino agar cepat keluar karna tempat itu sepenuh nya hampir terbakar....


Flashback On


Tania menarik napas lega saat mendengar cerita suami nya,...


"Untung saja kamu selama mas, seandainya kamu benar-benar pergi dari ku entah apa uang akan terjadi dengan ku, aku sangat takut kehilanganmu...."Tania kembali memeluk Dion yang juga membalas pelukannya dengan lembut, Tania terus mengucap syukur atas keselamatan suami nya, beserta Nenek Ami dan Vino,....


....


Dion dan Tania menunggu dengan cemas diluar ruangan nenek Ami, sudah hampir setengah hari Dokter didalam menangani nenek Ami tapi tak satupun dari mereka yang kunjung keluar sekedar memberikan informasi sekecil apapun...


"Vino kenapa kamu keluar dari ruangan mu, cepat masuk, jangan berkeliaran seperti ini, nanti kondisi mu tidak kunjung membaik...."Dion menegur Vino yang terlihat berjalan kearah nya dengan kaki pincang dan wajah bagian kiri nya terluka dan harus diperban...


"Saya tidak apa-apa Tuan ini hanya luka kecil, bagaimana keadaan Nyonya Besar?...."Dion menggeleng kan kepala nya, Vino yang mengerti pun hanya diam saja dan duduk dikursi samping Dion, ikut menuggu...


"Terimakasih ya Vino lagi dan lagi kamu menyelamatkan suami ku, jika tidak ada kamu mungkin saja aku sudah menjadi janda bahenol sekarang ini...."Vino terkekeh mendengar ucapan Tania, ia hanya mengangguk menahan tawa, sementara Dion diam hanya memasang wajah masang dengan ucapan sang istri....

__ADS_1


__ADS_2