
Semenjak bertemu dan mengetahui semua niat buruk Monika kepada keluarga, Dion hanya diam saja, terlihat lelaki itu sangat gelisah, merutuki kebodohan nya yang tertipu dengan sikap lembut dan manja Monika selama ini, Tania yang menyadari kegelisahan sang suami pun segera menggenggam tangan suaminya mencoba menenangkan, Dio hanya tersenyum seraya membelai kepala sang istri, memberikan isyarat jika dia baik-baik saja, tapi dalam hatinya, jujur saja dia merasa takut sekarang terlebih Tania sedang mengandung buah cinta mereka....
Setelah sampai, Dion langsung mengajak sang asisten untuk berbicara diruang tamu, Tania yang mengerti akan situasi saat ini pun ia memilih untuk kekamar memberikan badan nya yang seharian lengket penuh dengan keringat....
"Vin tambah pengamanan disini, perketat penjagaan, begitu juga dirumah mama dan papa, aku sekarang merasa sangat cemas mendengar cerita Om Bram, sepertinya Monika dan orang uang bernama Jack itu memiliki dendam yang teramat dalam untuk keluarga ku,...."Seru Dion yang diangguki oleh Vino....
"Saya rasa juga begitu tuan, tapi yang saya pertanyakan apa yang telah Tuan besar perbuat sehingga membuat Monika dan Jack begitu ingin balas dendam, Tuan Bram juga tidak tau apa yang terjadi, beliau hanya mengatakan jika Monika dendam karna kematian kedua orang tuanya sedangkan Jack ingin balas dendam untuk adiknya, sepertinya kita harus mencari tau selut belut masalah ini, supaya mempermudah kita mencari jalan keluar nya...."Vino beranggapan yang langsung disetujui oleh Dion, mereka pun berbincang-bincang, menyusun rencana....
Sekitar jam 8 malam, Dion menuju kamarnya, ia melihat sang istri yang sedang duduk di sofa seraya bermain hp, Dion menjatuhkan badannya disamping Tania, mengelus perut istri nya yang sudah membuncit.....
"Apa aku boleh meminta sesuatu padamu sayang?...."tanya Dion menatap Tania penuh cinta....
"Minta saja Mas, selagi aku bisa memberikan nya padamu akan khi usahakan..."Dion menyandarkan kepalanya di pundak sang istri, seraya terus menerus mengelus perut Tania....
"Aku ingin kamu tetap ceria bahagia apapun yang terjadi nantinya, jika suatu saat terjadi sesuatu padaku, aku ingin kamu tetap...."Tania menutup mulut sang suami, tidak ingin mendengar kata yang tidak ingin ia dengar...
"Mas, aku akan hidup selama kamu masih hidup dan aku akan mati disaat kamu juga mati, kita akan selalu bersama, ingat bayi kita membutuhkan...."Dion tersenyum, ia membenarkan posisi duduk nya dan memiringkan tubuhnya menghadap Tania....
"Aku akan selalu berusaha bertahan hidup demi kamu dan anak kita aku janji akan hak itu...."Mencium kening Tania dengan lembut, mengingat setiap momen indah yang mereka lalui, walaupun Dion sangat cemas dengan keadaan keluarga, Ia tetap berusaha tenang agar Tania tidak khawatir, bagaimana Tania sedang mengandung tidak baik bagi ibu hamil banyak pikiran....
"Mandi gih mas, habis itu makan malam bersama, adek bayinya sudah lapar nih, tapi mau disuapi sama ayahnya..."Dion mengangguk, mencium bibir Tania singkat kemudian masuk kedalam kamar mandi....
__ADS_1
"Aku tau mas, sekarang perasaan mu sedang cemas memikirkan semua yang terjadi saat ini, tapi kamu berusaha menutupi nya agar aku tidak khawatir, aku janji akan selalu mendukung apapun yang kamu lakukan dan tidak akan membuat kamu khawatir dengan ku dan bayi kita...."Ujar Tania Melihat punggung suaminya yang perlahan menghilang dibalik pintu....
.....
Drattt...
Dratt.....
Dion meraba ponselnya yang terus bergetar, ia menarik tangan nya dengan pelan yang dijadikan sebagai bantal oleh Tania, kening Dion berkerut dalam saat melihat nama Vino tertera disana, ia melihat jam di ponsel nya masih menunjukkan pukul 4 pagi....
"Ada apa Vin?...."Tanya Dion berdiri dan menjaih dari Tania, ia takut jika bumil nya itu terkejut....
"Tu-tuan muda, sebaiknya anda kesini sekarang,...."Seru Vino yang terlihat begitu panik,....
"Ada yang memasang Bom dalam rumah Tuan Tomi, sepertinya ini ulah dari Monika...."Dion menjatuhkan ponsel nya karna terkejut, hal itu membuat Tania kaget, ia pun terbangun dari tidur nya dan melihat suami nya sedang mematung, entah apa yang terjadi Tania tidak tau...
"Mas ada apa, apa uang terjadi...."Dion kembali tersadar saat Tania menepuk punggung nya....
"Mama papa sama nenek mereka...."
"Mereka kenapa mas,apa yang terjadi pada mereka?...."Tania mengguncang tubuh Dion meminta jawaban atas pertanyaan nya, terlihat air mata Tania mulai merembes kepipi nya....
__ADS_1
"Mas kenapa diam saja ayo kita kesana!!..."Tania berteriak kencang saat Dion hanya diam saja, menarik tangan Dion dengan keras...
"Ambil Jaket dulu Tania diluar sangat dingin!!..."Walaupun Dion sangat mencemaskan keadaan keluarga nya tapi ia juga tidak mungkin mengabaikan kesehatan sang istri....
"Persetan dengan jaket aku tak peduli mas, aku ingin segera melihat keadaan mama sama nenek beserta papa, ayo cepat...."Tania berjalan lebih dulu, Dion segera menyusul istri nya yang sudah keluar....
Sekitar 30 menit, Dion melajukan mobil menuju rumah orang tuanya dengan kecepatan tinggi, Sedari tadi Tania tidak berhenti menangis takut terjadi sesuatu kepada kedua mertuanya dan nenek nya....
Saat sampai, terlihat begitu banyak pengawal yang terluka, Tania langsung turun dari mobil dan mencari kedua mertua nya dan nenek nya, ia terus mengedarkan pandangannya dan melihat kedua orang tua suami nya duduk seraya menangis meraung-raung memanggil nama Nenek Ami...
"Ma pa apa yang terjadi..."Mama Rima memeluk menantu nya dan menangis dipelukan Tania,...
"Pa Nenek dimama?...."Dion mencari keberadaan nenek nya yang tak kunjung terlihat dimata nya, begitupun dengan Vino,....
"Dia masih ada didalam Dion, Vino masuk sedari tadi tapi belum juga keluar, tolong selamatkan nenekmu Dion, dia harta satu-satunya yang papa punya..."Papa Tomi meraung-raung, meminta agar Dion menyelamatkan mama nya, Dion segera berlari masuk kedalam rumah tanpa mengatakan apapun, ia segera mencari keberadaan wanita tua uang sangat ia sayangi....
Tania yang melihat Suaminya masuk menerobos api besar hanya bisa menutup mata dan berdo'a untuk kesehatan suami dan neneknya,...
Dion terus berlari dikobarkan api mencari sang nenek yang entah dimana keberadaan nya, ia melihat beberapa pengawal yang ikut mencari keberadaan nenek Ami, dan menyadari jika Vino juga tidak ada...
"Nenek dimana kamu, tolong bertahan Dion akan segera datang untuk menyelamatkan nenek...."Gumam Dion terus mencari disetiap sudut rumah, berharap menemukan nenek nya....
__ADS_1
Sekitar 15 menit menunggu, semua pengawal pun keluar dari kobaran api karna rumah itu sepenuh nya sudah terbakar, tapi anehnya Dion, Vino maupun nenek Ami tidak keluar bersama Pengawal....