
Sesampainya di apartemen, Monika melampiaskan kemarahannya pada benda yang ada didepan nya, ia memporak-porandakkan seisi apartemen nya karna marah atas penolakan Dion, sungguh dia tidak menyangka jika Dion akan bersikap seperti itu padanya, ini pertama kalinya Dion menolak bahkan mengusir Monika....
"Kurang ajar, aku benar-benar tidak terima dengan semua ini, Dion aku akan membuat kamu menyesal seumur hidup mu,....."Monika menjatuhkan dirinya kesofa seraya menenagkan emosinya yang membuncah.....
"Sabar Monika sabar, belum saatnya kamu menunjukkan sikap asli kamu kepada Dion, tinggal beberapa langkah lagi kamu akan mendapat kan semuanya, entah apa yang terjadi dengan bocah itu, kenapa dia seperti sedang memikirkan sesuatu sampai tega menolak ku, sepertinya ada yang tidak beres, aku harus cari tau yang sebenarnya......"Monika mengambil ponsel nya dan menelfon seseorang, cukup lama ia berbicara hingga ia pun mengakhiri sambungan telfon itu.....
"Sial, sepertinya membiarkan Tania dan Dion memilik waktu luan membuat celah besar bagi mereka untuk saling menyukai, aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi, sebelum mereka benar-benar saling mencintai, semua rencana ku harus berhasil....."Monika melempar ponsel nya keatas ranjang kemudian berlalu kekamar mandi, ia ingin mendinginkan kepala nya dengan air dingin.....
Jam kerja masih ada sekitar satu jam lagi tapi Dion memilih untuk pulang karna perasaan cemas pada sang istri mendorong nya meninggalkan pekerjaannya, tidak ada Tania didepan matanya membuat semangat nya sekan hilang bersama perempuan itu,....
Sesampainya dirumah, ia langsung mencari keberadaan sang istri, langkah nya menuju kamar...
Clekkk.....
__ADS_1
Dion membuka pintu dan melihat Tania sedang berbaring diatas ranjang, perlahan ia mendekat dan duduk di tepi ranjang, Tania yang menutup mata tak menyadari keberadaan suami nya hingga saat menyadari jika ada tangan yang menyentuh dahinya, ia membuka matanya perlahan dan melihat sang suami yang berada di hadapannya....
"Astaga kamu demam Tania, saya akan memanggil kan Dokter untuk memeriksa keadaan kamu...."Dion pun mengambil ponselnya kemudian menghubungi Dokter pribadinya.....
"Tuan, saya minta maaf atas sikap saya tadi malam, saya tau saya belum bisa menjadi istri yang baik buat tuan muda, tapi saya berjanji akan berusaha menjadi istri yang tuan inginkan, tapi saya meminta tolong pada Tuan muda untuk memberikan saya waktu untuk menjadi lebih baik lagi, karna tidak mudah bagi seorang istri menjalani rumah tangga tanpa cinta apa lagi suaminya memiliki perempuan lain yang begitu ia Cintai, saya hanya perlu waktu untuk belajar Tuan, sekali lagi saya minta maaf ...."Ujar Tania menatap lekat wajah sang suami, memang tidak muda bagi Tania harus memberikan hak untuk Dion disaat suaminya itu masih mencintai wanita lain, apa lagi pernikahan nya hanya diatas kerja saja....
"Saya juga meminta maaf, saya belum bisa menjadi suami yang sempurna untuk kamu, jujur saja saya menyesal karna telah mengikat kamu dalam ikatan pernikahan yang membuat hidup kamu hancur, maafkan saya karna telah membuat kamu terluka batin dan fisik....."Tania mengangguk perlahan, ia tidak menyangka jika Dion bisa berkata lembut pada wanita selain Monika....
Keadaan menjadi canggung usai keduanya saling meminta maaf, Dion jadi tidak tau harus membahas apa, ingin menanyakan apa yang dirasakan sang istri pun ia taku keadaan nya, hingga pintu diketuk dari luar.....
Tok tok tokk....
"Masuk Dok!...."Seru Dion usai membuka pintu, Dokter pun masuk dan memeriksa keadaan Tania setelah mendapatkan izin dari Dion....
"Keadaan Nona muda tidak apa-apa Tuan muda, tubuhnya hanya kaget karna dingin, minum obat akan membuat dia cepat sembuh dan istirahat yang total, pikiran berat pun bisa membuat keadaan nya gampang sakit...." Dokter menjelaskan, Dion hanya mengangguk sekali-kali melirik Tania yang ikut menyimak perkataan dari Dokter....
__ADS_1
Setelah menjelaskan semua nya dan memberikan resep obat, Dokter pun pamit pergi, diatar langsung oleh Dokter sekalian menyuruh pengawal untuk menebus obat yang diberikan oleh Dokter....
Usai mengantar Dokter, Dion pun kembali membawa nampan ditangan nya, ia duduk ditepi rajang, dan membantu istri nya yang ingin bersandar...
"Biar saya saja tuan muda, saya tidak apa-apa, tuan muda kan belum mandi, sebaiknya mandi dulu nanti masuk angin...."Ujar Tania ingin mengambil mangkuk yang ada ditangan Dion tapi sektika Dion menjauhkan mangkuk itu dari jangkauan Tania...
"Biar saya saya, kamu hanya perlu membuka mulut, mengunyah dan menelan, anggap saja ini permintaan maaf saya terhadap kamu, karna membiarkan kamu tidur diluar sampai sakit seperti ini...."Tania tersenyum tipis atas ucapan Dion, perlahan sikap Dion semakin lama semakin baik padanya, dan Tania pun nyaman akan hal itu....
"Semoga saja sikap Tuan Dion akan terus seperti ini, sepertinya aku juga harus belajar membuka diri, bagaimana dia memilik hak atas dirinya begitu pun aku....."Ujar Tania dalam hati, perasaan nyaman dan damai perlahan ia rasakan, jika keluarga mertuanya tau sikap Dion pada nya mereka pasti akan sangat bahagia....
"Buburnya sudah habis, sekarang kamu berbaring seraya menunggu obat yang ditebus oleh pengawal, saya mau mandi dulu...."Dion berbagai masuk kedalam kamar mandi, usia membantu Tania untuk kembali berbarin, rasanya Tania merasakan jika perhatian Dion seperti suami yang perhatian pada istri nya, Tania merasakan hal aneh dihatinya, ia merasa senang dan ingin selalu Dion dekat dengan nya...
Tania meraih ponselnya, ia berniat menghubungi sang mama dan mempertanyakan keadaan mama dan Ratih, tapi ia merasa aneh dengan ponselnya,....
"Kenapa ponsel ku kosong begini, semua nya terhapus, astaga Video itu pun terhapus, siapa yang menghapus, tidak ada yang tersisa satu pun bahkan Video Monika pun terhapus pasti ada orang yang sengaja menghapus, tapi siapa? apa mungkin Tuan Dion? tapi tidak mungkin, jika Tuan Dion yang menghapus nya, berarti dia telah melihat video itu kan, tapi Dion tidak menunjukkan sikap apapun, atau mungkin salah satu pelayan yang menemani ku tadi pagi ya?...."Tania menghela napas panjang, baru saja ia mendapatkan alat untuk menekan Monika agar tak semena-mena terhadap tapi bukti nya sudah hilang, pupus harapan Tania, iya sangat yakin jika Monika akan bersikap semena-mena lagi padanya....
__ADS_1
Tania segera menyimpan ponsel nya saat menyadair jika Dion telah selesai mandi, ia meraih buku cerita yang ia ambil dari ruangan Dion dan pura-pura membaca nya, agar Dion tidak curiga...
"Aku harus segera mencari tau siapa yang telah menghapus video itu, pasti dia adalah suruhan Monika, dan dia adalah salah satu pelayan yang bekerja disini...."gumam Tania yakin....