Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
97) penyerangan


__ADS_3

Pernikahan Bayu dan Wilda pun diminta untuk dipercepat dan mama Ratih beserta Wilda pun setuju saat Bayu memberikan alasan karna ingin membawa mama nya untuk berobat ke Amerika dan Bayu mengatakan akan tinggal disana sebelum kondisi mama nya belum sembuh dan dia ingin membawa Wilda dan juga Wilka ikut dengan nya agar ada yang mengurus nya....


Tak ada yang tau jika orang yang disebut oleh mama Bayi adalah wanita bayaran untuk pura-pura sakit guna membuat Wilda dan keluarga Dion percaya padahal mama dan ayah Bayu sedang baik-baik saja dan tinggal dikota yang berbeda dengan Bayu,....


Sementara untuk pernikahan Bianka dan Vino ditunda hingga semua urusan kantor yang terbengkalai karna ketidak pedulian Dion lagi selesai tentu Bianka sempat menolak karna dia benar-benar jatuh hati pada Vino dan ingin segera memiliki lelaki itu tapi Bianka hanya bisa menyetujui dengan berat hati pernikahan nya ditunda karna tak ingin rencana nya berhasil....


Kecerdikan Bianka memang harus di akui, ia menjadikan Sera kambing hitam untuk menutupi semua kesalahan nya, seakan-akan Sera lah yang yang ada dibalik semua ini dan dia dianggap sebagai adik dari Monika padahal yang sebenarnya adik kandung Monika adalah Bianka....


.....


Acara dekorasi sudah siap walaupun hanya dihadiri oleh pihak keluarga, tentu Bayu masih punya hati nurani, dia tidak ingin banyak korban jika Bianka telah menjalankan rencana nya, Bayu pun tak tinggal diam ia juga membuat rencana agar bisa menyelamatkan Wilda dan Wilka agar tak terluka sedikitpun.....


Wilda pun telah dirias dengan cantik, walaupun sudah memiliki satu anak, tak bisa dipungkiri jika kecantikan Wilda wajib di acungi jempol....


Keluarga Dion pun telah berdatang dan duduk dimeja yang telah disiapkan, pernikahan Wilda dan Bayu digelar di rumah Bayu lebih tepatnya dirumah Bianka, Bianka melakukan hal itu tentu saja untuk memudahkan agar bisa menghabisi semua keluarga Dion hingga tak tersisa, dia telah menaruh beberapa pengawal didalam rumah dan di luar rumah tanpa sepengetahuan Dion dan Vino.....


Setelah para keluarga telah datang, saksi-saksi dan juga mempelai pria telah duduk dihadapan pak penghulu, Mama Ratih pun segera menemui sang putri yang telah menunggu disebuah ruangan untuk dijemput....

__ADS_1


Mama Ratih membuka pintu yang didalam nya ada Wilda yang menunggu, ia begitu terkesima melihat kecantikan putri angkat nya, mama Ratih memeluk Wilda dengan erat yang dibalas pelukan yang tak kala erat nya dari Wilda.....


Antara sedih dan senang itulah yang wanita paruh baya itu rasakan kala melihat putri nya akan menikah, sebentar lagi mama Ratih akan kembali kesepian ia akan tinggal sendiri lagi seperti saat Tania baru-baru menikah, tapi mama Ratih pun tak mau egois untuk menahan Wilda agar terus bersama nya karna putri nya pun berhak bahagia dengan keluarga nya sendiri....


"Mama jangan nangis nanti Wilda juga ikut nangis..."Ujar Wilda mengusap air mata mama Ratih usai pelukan mereka terlepas, Wilda tau betul bagaimana perasaan mama nya saat ini, pasti wanita itu berat untuk melepaskan nya apa lagi sang kakak belum ada kabar sampai sekarang....


"Maaf ya nak, mama hanya terharu melihat kamu, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang istri, itu artinya kamu akan meninggalkan mama dan ikut dengan suami mu, mama tak menyangka wkatu berlalu begitu cepat..."Mama Ratih mencoba untuk tersenyum walaupun hati nya sangat sedih tapi ia mencoba agar kuat....


Wilda pun dibimbing untuk menuju pelaminan agar segera melaksanakan ijab kabul, mama Ratih memberi arahan pada putrinya agar duduk disamping calon suaminya yang telah menunggu nya sedari tadi,....


Wilda mengedarkan pandangannya melihat para tamu yang hadir, hingga mata nya menangkap seseorang yang selama ini ia cintai sedang duduk jauh kebelakang, hati Wilda bergetar hebat, ada rasa tak nyaman dihati nya kala Vino juga memandang nya dengan tatapan yang begitu dalam, tapi seketika ia memutuskan pandangan saat Bayu menggenggam tangan nya....


Dor...


Dor....


Baru saja pak penghulu ingin membimbing Bayu untuk mengucapkan ijab kabul, suara tembakan terdengar begitu nyaring, semua orang langsung berdiri dan mencari tempat perlindungan, Vino langsung berdiri dan menghampiri mama Ratih yang tengah menggendong Wilka dan membawa nya ketempat yang aman kemudian kembali untuk melindungi Dion dan keluarga nya sementara Papa Tomi Om Bram dan Dion segera melindungi nenek Ami dan mama Rima yang sedang menggendong bayi Leon mencari tempat yang aman....

__ADS_1


Sementara Bayu membawa Wilda untuk pergi dari sana, tentu Bayu tak kesusahan karna ia telah mempelajari letak bangunan itu jadi ia dengan muda bisa mengetahui jalan keluar yang aman....


"Ayo kita pergi tempat ini tidak aman!!..."Bayu terus membimbing Wilda untuk berjalan cepat tapi seketika Wilda berhenti dan menarik tangan nya saat teringat putri dan mama nya...


"Aku tidak mau aku ingin mencari anak dan mamaku...."Wilda hendak berbalik tapi dengan cepat Bayu mencegah nya untuk kembali kedalam, ia tau jika keadaan didalam sangatlah berbahaya....


"Jangan Wil keadaan didalam sangat kacau, mending kita pergi dari sini sebelum para penjahat itu ada yang melihat kita...."


Plakk....


Satu tamparan keras mendarat dipipi Bayu tentu hal itu Wilda yang memberikan nya, Wanita itu memandang Bayu dengan tatapan penuh kebencian, ia sungguh tidak percaya jika Bayu akan hanya memikirkan diri nya sendiri....


"Aku tak sudi hidup dengan laki-laki yang hanya perduli dengan dirinya sendiri tapi tak perduli pada keluarga ku lebih baik aku tidak menikah seumur hidup ku jika harus menikah dengan mu...."Wilda berbalik meninggalkan Bayu yang diam mematung, segera wanita anak satu itu masuk kedalam untuk mencari keberadaan mama dan anak nya....


Keadaan didalam rumah itu sangatlah kacau, tempat yang semula indah dengan dekorasi pernikahan seketika menjadi lautan darah, mayat tergeletak dimana-mana,.....


Karna tak tau dimana titik letak para penyerang, Vino Dion dan yang lain nya tentu kesusahan, Papa Tomi dan Om Bram berusaha untuk menjaga Nenek Ami dan mama Rima, Bianka yang jengkel karna belum ada keluarga Dion yang meninggal pun diam-diam mengeluarkan pistol yang sedari tadi ia sembunyikan didalam baju nya, ia membidik nenek Ami dari balik tembok dan melepaskan peluruh...

__ADS_1


Dor.....


"Mama....."


__ADS_2