Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
45) Meminta cerai


__ADS_3

Tania menghela napas, ia menjatuhkan bobot tubuhnya diatas kasur, memcoba untuk menenangkan perasaan nya yang berlarian kesana kemari, sekarang perasaan nya kacau balau, mengingat saat Dion baru sampai dirumah dan mendapatkan telfon dari Monika ia langsung pergi tanpa pamit padanya, sungguh Tania merasa sakit hati, ternyata perhatian Dion selama ini tidak lebih dari rasa kasihan terhadap nya....


"Dari awal aku sudah memperingati mu Tania untuk tidak jatuh cinta padanya, karna cinta mu tidak akan pernah terbalaskan, cinta mu akan hanya sia-sia semata, tapi mengapa kamu malah membuka lebar hatimu dan memberinya kesempatan untuk masuk kesana, dan sekarang kamu tau sendirikan akibatnya, kamu hanya akan mendapatkan sakit hati...."Tania menghapus air matanya yang mengalir dipipi mulusnya berulang kali menarik napas panjang agar merasa sedikit tenang, kemudian beranjak ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya....


Makan malam telah tiba, tanda-tanda kedatangan Dion sama sekali belum terlihat, Tania tersenyum kecut bahakan Dion pun tak pernah meminta nomor ponselnya padahal pernikahan nya hampir mencapai setengah tahun, tapi Dion maupun dirinya belum pernah bertukar Nomor....


"Sayang sekali, penantian ku hanya sia-sia saja, mungkin saja dia sedang bermesraan dengan kekasih nya sementara aku disini gelisah menanti kedatangan nya...."Tania memilih makan malam dari pada terus menunggu Dion yang entah kapan datang, usai makan malam, Tania memilih untuk masuk keruang perpustakaan tempat yang baru ia ketahui dari pelayan....


....


Tengah malam tiba, sekitar jam 12 malam, Dion baru datang, ia langsung masuk kedalam kamar dan menuju kamar mandi, ia tidak melihat ranjang yang masih kosong, usai mandi, Dion baru menyadari jika Tania tidak ada didalm kamar itu....


"Dimana Tania, mengapa sekarut ini dia tidak ada dikamar?...."Dion bergegas masuk kedalam ruang ganti, memakai baju dan turun kelantai satu mencari sang istri....


"Dimana Nona muda kalian, mengapa tidak ada dikamar?..."tanya Dion saat melihat beberapa pelayan sedang menyiapkan makan malam untuknya...


"Kami tidak tau Tuan muda, usai makan malam, kami kira Nona muda kembali kekamar...."Sahut kepala pelayan yang memang tidak mengetahui keberadaan Nona muda mereka....

__ADS_1


"Maaf Tuan muda, tadi saya melihat Nona muda masuk keruang baca, kemarin dia bertanya pada saya, karna Nona muda mengatakan jika dia sangat suka membaca cerita jadi saya memberitahu jika disini ada ruangan baca, mungkin Nona muda ada disana...."Ujar seorang pelayan, Dion langsung melenggang pergi meninggalkan ruang makan dan menuju ruang baca, dan benar saja, Tania berada disana sedang tidur dengan posisi duduk memegang sebuah buku cerita...


Dion mengambil buku cerita itu dan membaca judul cerita nya...


Ketabahan hati Istrimu.....


Dion mengambil nya dan mengangkat tubuh Tania membawanya kedalam kamar, Dion membaringkan tubuh Tania diatas ranjang kemudian meletakkan buku cerita itu diatas nakas, mana tau nanti Tania berminat membacanya kembali, ia bisa dengan muda melihat nya, Dion menatap dalam wajah cantik Tania yang memar, kemudian mengelus nya secara perlahan, detak jantung nya kembali berdetak lebih kencang seperti biasanya saat berada dekat dengan Tania....


....


"Tuan, hari ini saya naik motor ya berangkat kekantor, rasanya saya rindu naik motor,...."Ujar Tania disela-sela sarapan nya, Netra Dion membola, tentu ia tidak setuju jika Tania harus naik motor kekantor...


"Tidak Tania, saya tidak mengizinkan kamu untuk naik motor, lebih baik kamu tidak usah berangkat bekerja jika kamu naik motor kekantor....."


"Kalau begitu segera ceraikan saya tuan muda, saya ingin bebas dari tuan muda, saya ingin hidup seperti sebelum menikah dengan tuan muda...."perkataan Tania sungguh membuat Dion terkejut sekaligus marah, hingga ia menggebrak Meja membuat pelayan yang ada disana terkejut sekaligus ketakutan, Dion mengangkat tangan nya mengisyaratkan pelayan untuk segera pergi dari sana....


"Jaga ucapanmu Tania, bukankah kamu tau alasan saya menikahi kamu karna apa?...."Netra itu menatap tajam Tania yang balas menatap nya....

__ADS_1


"Tentu saya tau tuan, anda menjadikan saya sebagai tameng didalam hubungan tuan dan kekasih Tuan, menjebak saya seolah-olah saya yang telah menggelapkan uang 10 miliyar itu, nyatanya memang saya tidak pernah melakukan semua itu,, apa anda pikir saya tidak mendengar semua nya kemarin saat dikantor?...."Dion terdiam mendengar kata-kata Tania, sungguh ia tidak menyangka jika Tania mendengar semuanya.....


"Saya permisi Tuan,...."Tania yang tidak ingin memperbesar keributan kemudian berlalu pergi meninggalkan Dion yang diam mematung, kini pikiran Dion terasa buntu, tidak tau harus melakukan apa, ingin menekan Tania pun wanita itu sudah tau semua nya jika Dion menjebaknya, dan menjadikan nya sebagai Tameng dalam hubungan Dion dan Monika...


Ada rasa takut dalam hati Dion jika Tania benar-benar pergi meninggalkan nya, entah itu rasa takut kehilangan karna memang dia sudah nyaman pada istri nya itu atau memang ia takut jika keluarga nya tau dan mereka kecewa terhadap nya karna melakukan semua sandiwara ini....


Dion berjalan cepat kedepan pintu, dan melihat Tania perlahan menuju gerbang menggunakan motor milik nya, yang ia simpan lama dibagasi....


"Apa melepaskan Tania adalah keputusan yang tepat untukku?...."Dion bergumam, ada perasaan aneh dalam hatinya saat Tania ingin bercerai dari nya....


Walaupun dengan hati yang bergemuruh, Tania tetap melajukan motor kesayangan nya menuju kantor, ia menggunakan masker agar para karyawan lainnya tidak melihat kondisi wajahnya yang masih terlihat memar, Tania akui, jika kekuatan Monika sangat kuat terbukti dari tamparan keras Monika yang masih terasa sangat sakit...


"Sekitar 30 menit, akhirnya Dion sampai dikantornya ia masuk kedalam ruangan nya dan melihat Tania yang sudah ada dimeja kerja menatap laptop di hadapan, tanpa mengatakan apapun, Dion langsung saja pergi kemeja kerja nya, memeriksa berkas-berkas penting yang bertepuk diatas meja...


Sekali-kali melirik Tania yang sedang fokus bekerja, ada perasaan aneh dalam diri Dion saat Tania berperilaku seperti itu padanya, rasa tak terima begitu mendalam, ingin marah tapi tidak bisa....


"Perasaan apa ini, kenapa rasanya sangat tidak enak, apa karna aku telah ketahuan telah membohongi nya sehingga ada rasa penyesalan didalam diriku?...."Dion memilih bangkit dari duduknya, keluar dari ruang kerja dan menuju ruangan Vino yang tak jauh dari ruangan nya berada, ia menyuruh pria itu membuat kan kopi pahit untuk nya sekedar menghilangkan beban pikiran yang menyiksa nya....

__ADS_1


__ADS_2