Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
68) Keluar Kota


__ADS_3

Hoammm....


Dion menyibak selimut dengan malas, berjalan kearah kamar mandi menggosok gigi dan mencuci muka setelah nya ia menuju balkon mencari sang istri yang ia yakini sedang berjemur di pagi hari....


Saat sampai diluar, benar saja Tania sedang duduk ditaman menikmati secangkir kopi sambil berjemur santai, Dion begitu menikmati wajah istri nya dari jauh, tak bisa Dion pungkiri jika Tania memiliki daya tarik tersendiri baginya, jadi tak sulit untuk Tania membuat es balok itu mencair dengan sikap pemberani dan pembangkan Tania....


Setelah puas memandangi wajah istri nya dari jauh, Dion pun kembali kekamar dan memutuskan untuk mandi, hari ini ia akan meninjau proyek diluar kota bersama Vino....


.....


Sementara Bumil yang sedang bersantai itu segera bangkit dan menyudahi berjemur pagi nya karna mengingat jika sang suami akan pergi keluar kota, Tania memilih kedapur untuk membuat sarapan untuk sang suami tercinta, walaupun Dion berkali-kali melarang nya untuk masak tapi dia tetap melakukan nya dan mengatakan bosan jika hanya berdiam diri saja, perut yang semakin hari semakin besar dan berat tidak menyulutkan semangat nya untuk memasak......


Selepas memasak, Tania menuju Kamar nya menggunakan Lift, Tania tentu sangat tidak diperbolehkan untuk naik turun tangga karna Dion dan keluarga nya sangat takut jika Tania terpeleset dan jatuh, karna waktu itu dia hampir jatuh dari tangga tapi untungnya Dion sigap menangkap tubuh Tania sehingga Tania tidak jadi terjatuh....


"Pasti masih mandi...."Gumam Tania saat mendengar gemercik air berjatuhan kelantai, segera Tania masuk kedalam ruang ganti, mengambil setelan baju yang akan dikenakan oleh suami nya....


"Sayang kamu sudah mandi?...."Dion mengangguk kemudian menghampiri sang istri, mencium bibir nya berkali-kali, hal wajib yang selalu Dion lakukan setiap pagi nya disaat bangun atau selesai mandi....


"Kamu enggak apa-apa kan aku tinggal, ini cuman dua Minggu kok, habis itu aku langsung pulang...."Dion sebenarnya sangat enggan untuk meninggalkan sang istri, walaupun kedua orang tua nya dan Om Bram ada tapi perasaan cemas selalu mengintimidasi Dion membuat nya cemas....


"Aku ngak papa kok Mas lagian kan cuman 2 minggu, mama sama papa juga disini kan, kamu tidak perlu khawatir aku akan baik-baik saja...."Tania berusaha menenangkan Dion agar tidak terlalu khawatir padanya,...

__ADS_1


"Pengawasan disini juga sudah sangat aman sehingga bergerak pun kami kesusahan, untung kamu ngak taro pengawal diluar kamar,...."Dion terkekeh mendengar keluhan sang istri, memang keamanan dirumah Dion sangat ketat karna tidak ingin kejadian seperti kemarin tidak terjadi lagi, apa lagi sekarang mereka sedang menunggu calon pewaris yang kelak akan menggantikan Dion, setelah membantu Dion untuk bersiap-siap, mereka pun turun kebawa untuk sarapan bersama keluarga,...


....


Dilain tempat...


Vino sedang menggendong bayi mungil Wilka anak dari Wilda uang sudah ia anggap sebagai putri nya sendiri, setiap 4 kali dalam seminggu, Vino selalu menyempatkan diri untuk melihat Wilka walaupun hanya sebentar saja, walaupun Wilka bukan akan kandungan Vino tapi dari cara Vino pemperlakukan Wilka dia seperti sangat menyayangi bayi mungil itu....


"Apa kakak tidak takut terlambat menjemput kal Dion?..."Wilda datang membawa secangkir kopi dan beberapa cemilan ringan untuk Vino, sekaligus mengingatkan lelaki yang telah berjasa dalam hidupnya itu....


"Tidak, barusan aku menelfon Tuan Dion, dia menyuruh ku menjemput nya setengah jam lagi...."Jawab Vino tanpa mengalihkan pandangan nya dari Wilka, terlihat bayi itu tersenyum riang tak kala Vino terus mencium pipi mungil nya, Wilda tentu saja terharu melihat kedekatan Putri nya dengan Vino, ia sangat bersyukur Vino menyayangi Wilka seperti anak sendiri....


"Jika semuanya lancar hanya dua Minggu, ada apa?...."Wilda tampak ragu untuk menjawab, tapi Vino terus mendesak nya,....


"Aku hanya takut kak jika Wilka rewel karna lama ngak ketemu kamu,..."Jawab Wilda dengan suara pelan dan pandangan yang masih menunduk, ia takut jika Vino menyala artikan pertanyaan tadi....


"Itu gampang Wil, kamu tinggal telfon saya, atau saya yang akan menelfon kamu nanti kita Video Call...."Wilda menggangguk pelan, merasa malu karna terkesan meminta waktu luang Vino....


Setelah puas bermain dengan Wilka, Vino pun berangkat untuk menjemput Dion dikediaman nya, karna kali ini perjalanan cukup jauh, mereka harus berangkat pagi.....


....

__ADS_1


"Sayang jangan nakal ya, kamu harus jadi anak yang baik didalam sana, Ayah pergi dulu,...."Dion berlutut mensejajarkan kepala nya dengan perut Tania, mengelus nya secara perlahan dan menciumi nya beberapa kali...


"Iya ayah, hati-hati ya, jangan lupa jaga kesehatan dan segera kembali...."Tania menirukan suara anak kecil membuat Dion gemas, ia pun kembali berdiri dan mencium seluruh wajah Tania dan berakhir di bibir....


Malu? Tentu saja karna kedua mertuanya dan Om Bram ada disana menyaksikan adengan romantis dipagi hari, setelah pamit pada semua orang pun Dion pergi saat Vino telah datang...


......


"Informasi apa yang kamu bawa tentang Dion?..."Monika menyilangkan kali nya menunggi jawaban dari orang suruhan nya untuk memata-matai Dion dan keluarga nya....


"Dion dan asisten nya hari ini berangkat keluar kota untuk meninjau suatu Proyek bos, rencana nya mereka akan tinggal disana selama 2 minggu..."pria berjas hitam berbadan tinggi itu pun segera menyampaikan pesan yang ia dapat kepada Monika.....


"Ini kesempatan yang sangat bagus untuk kita Om, kita bisa menyerang keluarga nya disaat dia diluar, dan saat dia kembali semua keluarga nya sudah habis tak tersisa, aku sudah tidak sabar menghabisi mereka semua...."Monika tampak sangat ingin menghabisi semua keluarga Dion, terdengar dari ucapan nya dan tatapan tajam nya....


"Maaf Bos, penjagaan nya sangat ketat, untuk mendekat saja sekedar mencari informasi kami sangat kesusahan, sepertinya Tuan Dion sangat waspada karna kejadian pengeboman beberapa waktu lalu, untuk menyusupkan pengawal pun sangat susah karna mereka semua miliki tanda yang dibuat langsung oleh Tuan Dion...."


"Aku yakin jika Dion sudah merencanakan semua ini, satu-satunya cara yaitu merubah rencana, kita habisi Dion terlebih dahulu sebelum menghabisi keluarga nya...."Om Jack yang terdiam mendengar penjelasan anak buah nya pun ikut menimpali memerintahkan pengawal untuk mempersiapkan semua nya...


"Apa kita akan menyusul Dion keluar kota Om?..."Monika bertanya, seakan menebak rencana Om Jack...


"Tentu baby, kita akan melenyapkan mantan kekasih mu terlebih dahulu sebelum melenyapkan keluarga nya, persiapkan dirimu...."Monika mengangguk senang, ia pun segera berlalu untuk menyiapkan semua yang akan diperlukan nanti.....

__ADS_1


__ADS_2