
Tania seketika menoleh saat mendengar suara yang begitu ia kenal, dan betapa terkejutnya ia kala melihat sang suami yang berdiri didekat tangga, Tania langsung berdiri dan berlari menghampiri Dion....
"Jangan berlari Tania nanti kamu jatuh...."Tegur Dion seraya ikut berjalan menghampiri Tania, takut jika Istri nya terjatuh....
Tania langsung memeluk Dion dengan sangat erat, menumpahkan air matanya di dada bidan Dion, masih dalam percaya atau tidak Tapi Tania sangat berharap jika ini adalah nyata....
"Aku ada disini sayang, maaf karna meninggalkan kamu terlalu lama...."Dion mengelus lembut kepala Tania yang masih menangis kencang dipelukan nya, Dion hanya diam saja membiarkan Tania menangis.....
Setelah cukup tenang, Dion membawa Tania kekamar usai memerintah kan para pelayan baru untuk memasak bubur dan sup untuk Tania....
"Kenapa pengawal bodoh mu itu memberikan informasi yang tidak benar tentang mu, apa kamu tau aku hampir mati karnamu, aku takut kamu benar-benar pergi meninggalkan aku untuk selamanya, dan Monika dia, dia datang dia mencoba melenyapkan bayi kita...."
"Sudah lah sayang jangan pikirkan hal yang tidak penting, kamu harus banyak istirahat agar keadaan mu cepat pulih, tentang Monika dia telah diurus oleh Vino jadi kamu jangan takut lagi, semua nya sudah aman sekarang...."Dion membantu Tania berbaring diatas ranjang, membelai kepala istri yang terus menatap nya membuat Dion gugup dan salah tingkah...
"Mas, apa aku boleh meminta sesuatu padamu?..."Dion mengernyit dahinya mendengar pertanyaan Tania, kemudian tangan nya bergerak mencubit kecil hidung Tania karna gemas....
"Katakan sayang apa yang kamu inginkan aku akan mengabulkan nya...."
"Jangan pergi lagi tanpa aku di sisi mu, aku ingin selalu berada didekat mu dimana pun kamu berada, aku sangat mencintai kamu dan tidak ingin kehilangan kamu lagi mas, cukup sekali aku hidup tapi seperti mati tanpamu...."Tatapan Tania sangat lembut hingga Dion seperti terhipnotis, dan...
Cupp.....
__ADS_1
Tania mengecup bibir Dion singkat dan menutup wajahnya karna aku, Dion yang mendapat ciuman tiba-tiba dari sang istri diam membeku kaget dengan tingkah Tania yang tiba-tiba, kemudian senyum Dion mengembang melihat Tania yang sangat malu....
"Kenapa ditutup wajahnya, kamu malu ya...."Tania menggeleng tapi tak kunjung menyingkirkan tangan nya dari wajah nya jujur saya ia sangat malu karna tindakan tiba-tiba, entah inisiatif dari mana Tania bisa melakukan hal memalukan seperti itu, Dion hanya tertawa melihat tingkah sang istri yang begitu menggemaskan.....
Tok tok tok....
Dion mengalihkan pandangannya saat mendengar pintu kamar diketuk, segera ia berdiri dan membukanya, terlihat pelayan berdiri diambang pintu seraya membawa nampan yang berisi sup dan bubur yang dipesan Dion untuk Tania, setelah mengambil nampan, Dion pun kembali menutup pintu dan berjalan kearah ranjang, menarik kursi ketepi ranjang agar ia lebih mudah menyuapi sang istri....
"Kamu makan dulu ya habis itu istirahat, supaya Dede bayi nya juga kenyang,..."Dion mulai Menyuapi Tania dengan telaten, tanpa mempedulikan keadaan nya sendiri, kondisi Dion belum sembuh total, ia masih sering merasakan sakit yang teramat dibagian dada nya tapi ia berusaha menahan nya dan terlihat baik-baik saja didepan sang istri agar Tania tidak terlalu khawatir padanya....
"Bagaimana aku tidak mencintai kamu sedalam ini mas, jika sikap mu seperti ini padaku, aku berharap jika memang Tuhan ingin memisahkan kita berdua nantinya itu disaat kita sama-sama tak bernyawa, aku tidak akan sanggup hidup tanpa kamu...."Tania bergumam dalam hati menatap suaminya tanpa henti, rasa bahagia tak bisa Tania jabarkan, dulu dia sangat ingin lepas dari laki-laki didepan nya, berharap Dion bosan padanya dan segera menceraikan nya tapi cinta perlahan tubuh dihatinya membuat ia takut kehilangan Dion,...
....
"Aku berjanji sayang akan selalu berusaha ada untukmu apapun yang terjadi, aku akan menebus semua kesalahan ku padamu...."Dion mencium bibir Tania lama, kemudian menarik selimut menutupi tubuh istrinya kemudian ia pun beranjak menuju ruangan eksekusi dimana Monika dan Jack disekap,.....
.....
Monika merasakan sakit di sekujur tubuhnya tubuhnya, perlahan membuka mata dan terkejut melihat Dion duduk santai didepan nya bersama Vino, Monika kembali mengingat saat-saat Tania akan habis ditangan nya tapi Dion malah datang dan menyelamatkan Istri nya, Monika tentu saja bingung karna kemarin ia baru mendengar kematian Dion tapi mengapa pria itu sedang duduk santai didepan nya...
"Akhhh sakit...."Monika memekik kesakitan ia ingin memegang dadanya tapi sayang kedua tangannya dirantai begitu pun dengan kedua kaki nya....
__ADS_1
"Lepaskan aku Dion, tubuh ku sangat kesakitan, kenapa kamu melakukan ini padaku, apa salah ku padamu...."Monika memohon agar dilepaskan, bahkan tanpa malu mengeluarkan air mata buaya berharap Dion akan luluh dan melepaskan nya,....
Dion menyungginkan senyuman mengejek, berdiri lalu mendekati tubuh Monika yang penuh dengan luka.....
"Kamu bertanya apa salah mu? hahaha Monika bahkan diujung napasmu pun kami tidak sadar juga dengan kesalahan yang telah kau perbuat pada keluarga ku, aku rasa aku tak perlu menjelaskan nya satu persatu bukan agar kau mengerti...."Dion memutari tubuh Monika memandang nya dengan pandangan jijik, merutuki kebodohan nya karna pernah mencintai Monika dengan sangat dalam sehingga ia mengabaikan istri dan keluarga nya....
"Bagaimana kamu bisa ada disini bukanlah para pengawal mu bilang jika kamu sudah meninggal? kenapa kamu masih hidup, seharusnya kamu sudah ada dineraka..."akhirnya Monika tak ingin lagi menyembunyikan sifat aslinya karna percuma saja toh Dion telah menge semua kebenaran nya, ia sangat yakin jika Dion tak lagi peduli padanya....
"Semua itu karna doa Keluargaku Monika, karna mereka aku bertahan hidup, aku tak akan membiarkan siapapun menyakiti mereka termasuk wanita ****** sepertimu, entah pelet apa yang kamu berikan padaku sehingga aku pernah terbuai dengan rayuan wanita murahan seperti mu....."Monika begitu marah mendengar ucapan Dion, mencoba untuk menggapai Dion tak tangan nya terikat kuat,....
"Seharusnya kamu mati Dion, menyusul kakek mu yang brengsek itu, aku bersumpah akan membunuhmu...."Teriak Monika tak terima, mata Dion membulat sempurna ia menghampiri Monika dan melayangkan tamparan keras...
Plakkk.....
Monika meringis merasa nyeri dipipi nya, tapi semua itu tak membuat nya jerah....
Cuihhh.....
Monika malah meludahi wajah Dion membuat lelaki itu benar-benar marah, Dion gegas mengambil cambuk dan mencambuk badan Monika tanpa ampun.....
"Obati lukanya, aku ingin tau masa lalu kakek ku yang membuat mereka sangat dendam padaku...."titah Dion saat melihat Monika pingsan karna siksaan nya,...
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah membiarkan mu mati dengan mudah Monika ingat kata-kata ku, aku akan membuat mu menangis meminta kematian..."Ujar Dion kemudian pergi dari tempat itu.....