
Monika benar-benar terkejut, ia langsung turun dari ranjang mengambil handuk yang tak jauh dari ranjang melilitkan ketubuh nya dan menghampiri Monika, lelaki yang masih dengan posisi terlentang karna saat bermain Monika berada diatas nya hanya bisa menarik selimut dan menutupi tubuhnya....
"Dion, ini tidak seperti yang kamu pikirkan, dia datang kesini dan memaksakan ku bahakan mengancam akan membunuhku jika aku tidak menuruti keinginan nya untuk melayani nya....."Monika mencari alasan sebaik mungkin agar Dion percaya pada ucapan nya, wajah nya kini pucat pasit, lututnya bergetar seolah tak mampu menahan berat badan nya.....
Lelaki yang masih berada diatas ranjang itu pun ketakutan setengah mati, ia tau betul siapa lelaki yang ada dihadapannya saat ini, lelaki yang terkenal kejam dan tidak berperasaan....
"Tu-tuan maafkan saya, saya tidak tau jika dia adalah kekasih tuan, tapi percayalah Tuan saya tidak pernah memaksa atau mengancam nya, dia adalah wanita panggilan yang biasa disewa orang-orang penting, saya bisa memberikan bukti nya Tuan tolong jangan bunuh saya...."Lelaki itu merangkak turun dari ranjang menyeret selimut dan bersimpuh dikaki Dion memohon maaf....
Dion semakin dibuat terkejut saat mendengar ucapan pria itu, ia memandang Monika dari ujung kaki hingga ujung kepala, tidak menyangka jika perempuan yang telah ia sanjung dan bangga-banggakan adalah wanita panggilan....
Plakkk....
Plakk....
Plakkk....
Monika tersungkur kelantai karna tamparan keras Dion, ia memegang sudut bibirnya yang berdarah, tamparan Dion begitu keras sehingga pipi nya seketika membengkak...
__ADS_1
"Aku sungguh tidak menyangka Monika jika kamu wanita yang paling aku percaya ternyata adalah seorang ****** murahan, aku sampai mengabaikan keluarga ku dan istriku hanya untuk percaya pada mu, berapa kali mereka mencoba mengingatkan aku tapi aku tak perduli, karna aku pikir kau adalah wanita yang baik dan tidak mungkin melakukan hal semacam ini ternyata mereka semua benar kau ini seorang ******....."Dion begitu murka menghancurkan semua benda yang ada disana, hatinya sangat terluka mendapatkan pengkhianatan dari Monika orang yang sangat ia percayai...
"Tidak Dion jangan mengatakan hal itu, semua itu tidak benar, semua ini jebakan aku sangat mencintai kamu, aku tidak mengkhianati kamu sedikit pun tolong percaya padaku...."Monika merangkap meraih kaki Dion dan memeluk nya, sementara lelaki yang sempat bercinta dengan Monika tadi telah kabur entah kemana...
Brakkk....
Dion menendang Monika dengan kasar, rasanya sudah tidak ada lagi belas kasih dihati Dion karna pengkhianatan Monika terhadap nya...
"Jika kamu memang dijebak mengapa kau mau melayani nya dengan suka rela Monika mengapa?, Kamu tidak perlu menyangkal lagi semua sudah jelas, perkataan keluargaku, istriku bahkan asisten pribadiku tidak ada yang aku percaya karna aku hanya percaya padamu tapi justru mereka semua lah yang benar, aku dibutakan oleh cinta ku padamu.."Dion mengguncang tubuh Monika dengan keras membuat handuk uang menutupi tubuh Monika jatuh dan memperlihatkan seluruh tubuhnya....
Dion memandang jijik tubuh Monika, tubuh yang selalu dia puja-puji ternyata jajanan pria hidung belang diluar sana,....
"A-aku minta maaf Dion, tolong maafkan aku, semua ini salah ku karna telah mengkhianati kamu, aku menyesal tolong maafkan aku...."Monika tak memiliki perasaan malu sedikit pun didepan Dion, ia membiarkan saja tubuh nya telanjang bulat, yang hanya ia lakukan adalah memohon dan memohon agar Dion tidak meninggalkan nya...
"Apa aku tidak salah dengar Monika? Kamu menyuruh ku agar tidak meninggalkan kamu? Aku tidak bodoh Monika membuang berlian indah demi kerikil tak berguna seperti mu, aku tak sudah dengan tubuh bekas orang lain, tak hanya satu orang Monika aku yakin ada ratusan orang yang telah kau layani dengan tubuh kotor mu itu, mulai sekarang aku tidak ingin memiliki hubungan apapun dengan mu, tinggalkan apartemen ini, aku tidak sudi tempat ku dihuni perempuan sepertimu...."Dion melangkah pergi meninggalkan Monika uang meraung-raung memanggil namanya.....
"Jalan Vin!!!...."Seru Dion setelah masuk kedalam mobil, Vino pun mulai menjalankan mobilnya, memcoba untuk fokus walaupun sekali-kali melirik Dion yang sangat marah...
__ADS_1
"Apa ada sesuatu Tuan?...."Vino seperti peramal yang selalu tau isi hati Dion yang tidak bagus, Dion menghela napas panjang kemudian memejamkan mata perlahan....
"Ternyata Kalian benar, Monika bukanlah wanita baik-baik, aku sangat menyesal telah percaya padanya dan mengabaikan ucapan kalian...."Vino tentu bingung dengan ucapan Dion karna memang ia tidak mengetahui kejadian uang barusan Dion liat....
"Monika ternyata tidak setia Vin, dia mengkhianati ku, aku memergokinya sedang berhubungan dengan seorang pria, dia adalah wanita panggilan seperti yang kalian katakan, bodohnya aku yang tidak percaya pada kalian semua,...."Vino diam saja, merasa bersyukur nkarna Dion telah mengetahui kebenaran tentang Monika, berulang kali keluarga Dion memberitahu jika Monika bukan lah wanita baik-baik tapi Dion selalu mengelak dan tidak percaya....
"Maaf Tuan, sebenarnya Nona Tania juga pernah memperlihatkan saya tentang Video yang ia dapat sewaktu di Amerika, tapi kami tak berani memberitahukan nya pada Tuan karna kami tau Monika sangat licik dan cerdik, kami pun yakin jika Tuan pasti tidak akan percaya dan mengira semua itu adalah editan jadi kami memilih diam saja...."Dion mengacak-acak rambutnya frustasi, mengingat bagaimana sikapnya pada Tania saat wanita itu mencoba memberitahu jika Monika telah mengkhianati nya....
.....
Setelah sampai, Dion langsung merendam dirinya, mencoba mengumpulkan semua sisa-sisa tenaga nya yang kini telah terkuras, membuang pikiran tentang Monika yang telah mengkhianati nya dan fokus mencari keberadaan sang istri....
"Kenapa aku tidak kepikiran tentang Cctv?...."Dion mempercepat mandi nya, memakai pakaian santai dan pergi keruang cctv, memeriksa keadaan 3 bulan yang lalu disaat Dion pergi....
Di rekaman itu, terlihat Tania keluar dari rumah, berjalan kaki menuju gerbang,
setelah memastikan keadaan aman, Dion terus melihat rekaman itu hingga Tania menghilang dibalik pagar besi yang tinggi menjulang, Dion merasa frustasi karna tak menemukan petunjuk apapun, kemudian ia teringat kejadian dikolam, ia pun mengeceknya, dan seketika tangan nya terkepal kuat melihat kebenaran yang terjadi, tetapi bodohnya Dion tidak mempercayai ucapan Tania, ia malah menampar Tania dengan sangat keras....
__ADS_1
"Dimana kamu sayang, tolong kembalilah, aku sangat merindukan mu?...."Ujar Dion lirih.....