
Jam menunjukkan pukul 12 siang, Monika datang ke kantor Dion sekedar ingin melepas rindu, walaupun ia kesal karna Dion semakin lama semakin dingin padanya, tapi tak bisa melepaskan Dion begitu saja, ia akan memberi Tania pelajaran atas perubahan sikap Dion terhadap nya....
"Kali ini aku tidak akan main-main lagi padamu Tania, aku akan menunjukkan padamu siapa aku sebenarnya, selama ini aku mengalah karna video itu, dan semua itu telah lenyap...."Monika tampak begitu marah, ia berjalan kedalam kantor dengan langkah elegan,....
Semua yang melihat Monika menunduk sopan, tentu karyawan manapun tau siapa Monika, karna kebucinan Dion yang selalu bersiap lembut pada Monika dimana pun mereka berada, tak tanggung-tanggung Dion selalu memberikan kejutan disetiap momen berharga pada Monika....
Brakk.....
Monika mendorong pintu dengan keras, membuat Tania sangat terkejut, Tania melihat kepintu dan mendapati Monika yang sedang mengunci pintu, mereka tinggal berdua sekarang karna Dion sedang meeting bersama dengan klien ditemani oleh Vino....
Dengan senyuman liciknya, Monika berjalan perlahan kearah Tania yang sedang menatap tajam padanya....
"Wah-wah pelakor ini menikmati sekali sebagai sekretaris kekasih ternyata,...."Tania mendengus kesal saat mendengar kata pelakor yang ditujukan padanya, tapi ia tak berusaha menanggapi dan fokus pada pekerjaan nya....
Brakk.....
"Berani sekali kamu mengabaikan pelakor sialan, apa begini didikan mamamu hah?...."
Plakk.....
Monika memegangi pipinya yang memanas akibat tamparan keras Tania kepada nya hingga sudut bibirnya mengeluarkan sedikit darah....
"Dengar Nona saya tidak akan pernah melawan apapaun yang Nona katakan pada saya, tapi jangan berani-berani menyebut mama saya karna anda tidak tau bagaimana dia mendidik saya dengan sangat baik...."Tania sama sekali tidak terlihat takut pada Monika, sepertinya batas kesabar Tania sudah habis jika menyangkut tentang mama nya....
Prankkkk.....
__ADS_1
Mata Tania membulat sempurna saat melihat laptop dan sebagian barang-barang nya berserakan dilantai, Monika langsung menarik rambut panjang Tania dan mendorongnya kelantai....
Plakk....
Plakk...
Plakk....
Tania ditampar dengan keras karna rambut panjang Tania, Monika dengan leluasa menyiksa Tania, menampar nya berkali-kali dan membenturkan kepala Tania kelantai hingga berdarah, Tania tak tinggal diam, ia mencoba meraih tangan Monika dan menggelintir nya sehingga Monika kesakitan...
"Lepaskan aku wanita murahan, kau menyakiti tangan ku!!...."Teriak Monika saat merasakan tangan nya yang seperti patah dipelintir Tania dengan sangat kuat...
Kini giliran Tania yang membalas perlakuan Monika, ia juga menamparnya berkali-kali dan membenturkan kepala Monika kelantai, kini keduanya impas...
"Maaf Nona Monika, sebaiknya kata wanita murahan itu anda tujukan pada diri anda sendiri yang rela bergonta-ganti pria tua ataupun muda, sepertinya anda tidak tau bagaimana yang dimaksud dengan wanita murahan, kaulah wanita murahan itu, menjajankan tubuh mu kesana kemari untuk mendapatkan kepuasan, atau mendapatkan uang..."Kata-kata Tania benar-benar membuat darah Monika mendidih, ia menarik tangan nya dengan keras hingga terlepas dan kini menyiksa Tania tanpa ampun...
....
Prang,,,,
Semua orang terkejut dan langsung melihat kearah gelas yang terjatuh tepat disamping sepatu Dion, sepertinya lelaki itu tak sengaja menyenggol nya...
"Kenapa perasaan ku tidak enak, apa terjadi sesuatu pada Tania?..."Dion membuka ponsel nya ia ingin melihat yang ia tinggal sendiri diruang kerja nya, tapi sedetik kemudian, matanya membulat melihat keadaan di ruangan nya....
Ruangan Dion memang telah di pasang cctv tersembunyi yang langsung terhubung ke ponselnya, itu ia lakukan untuk mengetahui jika ada yang masuk kedalam ruangan nya dan mencuri berkas-berkas penting, dan untuk saat ini cctvt itu sangat bermanfaat....
__ADS_1
Dion langsung berdiri dan meninggalkan ruang meeting, Vino yang melihat tuan nya pun segera menyusul, dengan tergesa-gesa Dion berlari keruangan nya, mendorong pintu dengan keras tapi sayang nya pintu itu telah dikunci dari dalam...
Dion pun mendobrak pintu itu, tapi ternyata pintu itu sangatlah kuat, Vino yang datang dan melihat tuan nya tentu saa bingung tapi dengan cepat ia membantu Dion mendobrak pintu...
Sekitar setengah jam Dion dan Vino membuka pintu hingga akhirnya pintu pun terbuka, Dion langsung berlari kearah Monika dan langsung mendorong tubuh Monika menjauhi Tania...
"Apa kau gila Monika, kau mau membunuh istriku..."teriak Dion lantang, Monika sangat kaget dengan teriakan Dion, terlihat lelaki itu mengangkat tubuh Tania dan membawanya masuk kedalam kamar....
Tak lama kemudian, ia kembali dan menghampiri Monika....
Plakk....
Plakk....
Vino terperanjat kaget saat melihat secara langsung bagaimana Dion menampar pipi Monika dua kali, sungguh ini adalah venome alam menrut Vino, dua tahun berpacaran baru kali ini Dion berlaku kasar pada Monika...
"Dengar Monika, aku memang sangat mencintai kamu, tapi aku juga tidak akan membiarkan kamu menyiksa seseorang sampai seperti itu, apa kamu tau, dia telah sengsara karna menikah dengan ku, aku sendiri yang membawa nya masuk kedalam penderitaan, aku menyesal atas hal itu dan sekarang kamu menyiksanya hingga seperti itu, aku tidak menyangka ternyata Monika yang kukenal lembut ternyata perilakunya tidak baik..."dari raut wajah Dion, terlihat dia sangat kecewa dengan perilaku Monika yang kasar terhadap istri nya....
"Tapi aku bisa jelasin Dion, aku tak sengaja melakukan itu, aku hanya membela diriku, aku hanya mencoba melindungi diri, dia yang duluan menyerang ku, lihat wajah ku dan dahiku terluka karna dia Dion, kamu harus percaya padaku, dia yang bersalah, dia cemburu karna kamu lebih mencintai aku daripada dia...."Monika mencoba untuk membela diri, menunjukkan pipi nya dan dahi nya yang....
"Sudah lah Monika, apapun yang kamu katakan tidak akan membuat aku percaya, aku melihat dengan jelas bagaimana kamu menyiksa Tania didepn mata ku sendiri, sekarang pergilah sebelum aku lepas kendali, jangan temui aku dulu untuk beberapa hari ini..."seru Dion membalikkan badan dan kembali kekamar meninggalkan Monika yang diam mematung mendengar ucapan Dion, sungguh ia tak percaya jika Dion lebih memilih Tania ketimbang dirinya....
Dion kembali kekamar dan langsung menghampiri Tania yang sedang meringis kesakitan, segera ia mengambil es batu dan handuk mengompres luka dipipi dan didahi Tania,....
"Tahan ya ini akan sedikit sakit,...."Dion mulai mengompres luka Tania dengan sangat teliti dan hati-hati, Tania diam saja membiarkan Dion mengobati lukanya....
__ADS_1
"Sayang sekali aku tak bisa menyaksikan Dion memarahi Monika, seandainya bisa diulang, aku ingin sekali melihat wajah Mak lampir itu, ukhhh sakit sekali mak, tapi tak apalah yang penting Monika dapat semburan lava dari Dion, awas saja ya kau Monika, aku akan membalas perbuatanmu dilain waktu, kaki ini aku hanya memberiku sedikit peluang tapi tidak di lain kesempatan...."Tania sangat senang saat Dion lebih memilih dirinya ketimbang Monika, ia bersorak dalam hati seperti anak kecil yang sedang menang undian...
Sebenarnya Tania bisa dengan muda melawan Monika tapi otak cerdik nya bekerja, ia merelakan tubuhnya dipukuli oleh Monika demi untuk mendapatkan perhatian dari Dion,...