Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
52) Monika sakit


__ADS_3

Hari-hari Tania jalanin seperti biasa, berangkat kekantor untuk bekerja dan pulang untuk istirahat, hubungan keduanya semakin renggang, kini Tania tak lagi peduli pada suaminya yang suka keluyuran dan tak menghiraukan perasaan nya, mau apapun yang dilakukan dan terjadi pada Dion kini Tania tidak mau mengurusi nya lagi....


Jam makan siang, Tania menuju restoran ingin mengisi perutnya yang kosong sedari bekerja, ia duduk dipojok restoran tempat kesukaan nya,, baru saja duduk Gita dan Gio datang menghampiri nya...


"Hey sayang, bagaimana keadaan mu, kamu terlihat sangat pucat?..."Gita menyapa seraya menelisik mimik wajah Tania yang sangat pucat...


"Mungkin karna terlalu banyak pikiran Git, tau sendiri kan perusahaan selama ini mengalami Masalah jadi harus ekstra untuk bekerja..."Jawab Tania diangguki Gita dan Gio, tak lama Pesanan Tania datang, ia baru ingin menyantap makanan nya tapi rasa mual begitu mencekal hidung nya, gegas Tania berlari kekamar mandi restoran....


Tania muntah-muntah Gita datang untuk melihat keadaan sahabat nya itu dan terkejut melihat Tania tak berhenti memuntkan cairan kuning, Tania sangat lemah, badan nya luruh kelantai, Gita sebagai sahabat pun tak tinggal Diam, ia mencoba membantu Tania untuk berdiri dan membawanya keluar kamar mandi....


Tapi baru keluar dari kamar mandi, Tania seakan sangat lemah, ia tak tahan hanya sekedar melangkah kemudian pingsan...


"Tania, Tania kamu kenapa, apa yang terjadi padamu...."menepuk pipi Tania berulang kali mencoba membangunkan sahabatnya tapi tak mendapat respon dari gadis yang kini tak berdaya itu....


Dan secara kebetulan, Vino datang, ia kaget saat melihat Nona mudanya pingsan didepan kamar mandi, gegas ia mengangkat tubuh mungil itu dan membawanya kerumah sakit diikuti oleh Gita....


.......


Sepulang dari rumah sakit, Tania hanya murung saja, bahakan untuk makan pun ia tak berselera, Vino memutuskan untuk mengantar nya pulang kerumah agar istri tuan nya itu bisa istirahat...


"Kamu kenapa, saya dengar dari Vino kamu pingsan, apa kamu sakit?...."Tania melirik sekilas kearah Dion yang telah pulang kemudian kembali Melihat jendela...


"Saya sakit ataupun tidak bukan urusan Tuan bukan, untuk apa Tuan pedulikan keadaan saya,? Saya rasa tidak perlu...."Tania memilih keluar dari kamar menghindari Dion yang hanya membuat nya sakit hati....

__ADS_1


Dion mengacak rambutnya frustasi, tak tau harus mengatakan apa, sikap Tania yang acuh padanya sungguh membuat dia tidak nyaman tapi untuk meninggalkan Monika dan tetap berada disamping Tania rasanya tidak mungkin.....


Dion kembali teringat permintaan Monika yang ingin segera menikah dengan nya, tentu membuat Dion sangat bingung apa lagi dengan kondisi Monika yang sedang sakit....


Flashback off


Malam itu, Dion datang keapartemen Monika usai mendapat telfon darinya, saat sampai di apartemen Monika, Dion melihat wanita itu sedang duduk diatas ranjang serya memeluk lututnya, ia menangis sesenggukan, Dion mendekat dan duduk ditepi rajang membelai kepala Monika dengan sangat lembut....


"Ada apa sayang, kenapa kamu menangis seperti ini?...."Monika mengambil sebuah kertas yang ada diatas nakas samping tempat tidurnya dan memberikan nya pada Dion, Dion membaca nya dengan seksama dan seketika Netra nya membulat melihat apa yang tertera dikertas selembar itu....


"Sejak kapan, kenapa aku baru mengetahui nya Monika...."Monika menunduk menghapus air matanya yang mengenang dipeluk Netra nya....


"Akupun tidak tau, aku baru mengetahui nya saat periksa ke dokter kemarin, aku sungguh wanita yang tidak beruntung, apa mungkin tuhan tidak membiarkan aku bahagia, buktinya saja sekarang lelaki yang sangat aku cinta kini mulai berubah...."Dion merasa tercekal dengan ucapan Monika, ia menggenggam tangan kekasihnya itu dan mencium keningnya....


"Apakah aku bisa meminta sesuatu padamu Dion, anggap saja ini permintaan terakhirku padamu?..."


"Katakan saja sayang, apapun itu yang penting kamu bahagia?...."membelai lembut pipi sang kekasih....


"Aku ingin kamu menikahi, tak apa jika aku harus menjadi istri simpanan mu, yang penting aku bisa menjadi istri mu,...."Dion terdiam memikirkan permintaan Monika, melihat Monika dengan wajah pucat dan air mata yang terus mengalir membuat Dion mengangguk mengiyakan keinginan Monika....


"Tapi tidak sekarang ya, tunggu sampai urusan kantor ku selesai, setelah itu baru kita menikah...."Monika mengangguk senang lalu kembali memeluk tubuh kekar Dion uang juga membalas pelukannya...


Flashback On....

__ADS_1


Dion menghela napas panjang saat melihat Tania yang duduk jauh darinya, sedari tadi ia terus memandangi wajah pucat Tania,....


"Kenapa kamu tidak makan, apa makanan tidak enak?...."


"Tidak apa-apaa Tuan, saya hanya tidak berselera...."Jawab Tania singkat dan kembali menatap lurus ke depan, entah apa yang ada dipikiran nya kini hanya dia sendiri yang tau...


"Ada apa dengan Tania, mengapa dia sangat pucat begitu, aku harus bertanya pada Vino karna dia yang mengantar Tania kedokter?..."Dion terus menerka-nerka tapi tak bertanya lagi, ia tau betul jika sekarang istri nya itu sendang kecewa padanya karna sikap nya beberapa hari yang lalu....


"Apa yang harus aku lakukan sekarang, apa aku harus menyerah dengan keadaanku yang sekarang, atau terus berada disisinya untuk sakit hati yang berkepanjangan? apa aku akan sanggup menjalani semua ini seorang diri?...."Tania begitu bimbang dengan keputusan nya, rasa lelah berada disituasi seperti ini sungguh membuat ia muak dengan sikap Dion yang seolah-olah mempermainkan nya....


Tania menatap langit yang penuh dengan bintang-bintang yang berkelap-kelip dilangit, hal itu membuat hatinya terasa sedikit lebih nyaman, ia yang berada dibalkon kamar melihat Dion yang memasuki mobil mewahnya,. Tania sangat yakin jika Dion akan menemui Monika....


Tania mengutak-atik ponselnya mencari nomor seseorang, menghubungi nya beberapa kali....


"Halo, apa aku boleh minta bantuanmu?...."Tania bertanya berharap orang yang berada diseberang telfon bisa membantunya....


"Aku ingin pergi dari sini, aku ingin tenang melepas beban pikiran ku?...."


"Baiklah, tapi kumohon jangan sampai ada yang tau tentang hal ini, aku hanya percaya padamu...."


Tut,,, tut,,,


"Semoga saja ini adalah keputusan terbaik ku, Mama, maafkan Tania ya, rasanya Tania sudah tak sanggup berada di posisi ini, semoga mama mengerti keadaanku, aku hanya ingin bahagia sedikit saja, mungkin pergi darinya akan lebih baik...."Tania memilih kembali kekamar, karna angin malam mulai menusuk tulang nya, ia memilih tidur untuk melepas lelah nya.....

__ADS_1


.


__ADS_2