
Tania meringis kesakitan memegangi perutnya yang sakit luar biasa, Tania berjalan keatas nakas mencari ponselnya, setelah mendapatkan nya ia langsung mencari kontak sang suami dan mencoba menelfon nya.....
"Kenapa ngak diangkat sih sama mas Dion...."Tania berjalan keluar kamar mancari pelayan, dan untung saja saja saat Tania membuka pintu terlihat seorang pelayan yang sedang mengepel lantai.....
"Bi tolong panggilkan papa dan mama sepertinya aku mau melahirkan...."Seru Tania membuat pelayan terkejut, ia pun segera berlari menuruni anak tangga untuk memberitahu jika Nona muda nya ingin melahirkan...
Papa Tomi mama Rima dan Nenek Ami beserta Om Bram yang sedang bersantai diruang keluarga kebingungan saat melihat pelayan lari tergopoh-gopoh menuju mereka...
"Ada apa kenapa kamu lari seperti dikejar setan seperti itu?..."tanya Mama Ami seraya berdiri...
"Maafkan saya Nyonya besar, Nona muda dia, dia kesakitan sepertinya mau melahirkan...."Sontak semua keluarga kaget mendengar hal itu, papa Tomi dan mama Rima gegas setengah berlari kelantai duaw dimana Tania berada...
"Sayang kamu kenapa?...."Mama Rima langsung menghampiri Tania yang duduk didepan pintu seraya meringis kesakitan, papa Tomi langsung mengangkat tubuh sang menantu dan membawanya masuk kedalam lift, jika lewat tangga ia pun pasti kesusahan....
Tania segera dibawa kerumah sakit ternama dikota nya, mama Rima mama sang besan untuk mengabarkan jika Tania akan melahirkan...
"Kenapa Dion tidak mengangkat telfonnya sih...."Gerutu mama Rima berkali-kali menghubungi Dion tapi tak kunjung diangkat, ia pun mencoba menghubungi Vino....
"Halo Vino, Dion dimana, kenapa tidak mengangkat telfon mama cepat kasih tau dia jika Tania mau melahirkan, sekarang mau dibawa kerumah sakit suruh dia menyusul kesana...."Mama Rima nyerocos saja usai Vino menyambungkan panggilan...
"Naik Nyonya besar saya akan memberitahu pada Tuan muda kabar ini....."segera Vino berjalan keruang rapat, sedikit ragu untuk menyampaikan kabar ini karna yang Dion hadapi saat ini adalah klien yang sangat penting,....
__ADS_1
"Ini lebih penting daripada kerja sama Tuan muda, Tania sangat membutuhkan Tuan muda saat ini...."Vino pun langsung masuk dan menghampiri Dion yang sedang duduk seraya menyampaikan presentasi seorang wanita....
"Maafkan saya karna telah mengganggu Meeting yang sangat penting ini,...."Ujar Vino menundukan setengah badan nya meminta maaf kemudian mentap Dion seolah memberitahu lewat mata....
"Tuan muda, Tania dia..."belum sempat Vino memberitahu, Dion langsung dan pamit pada klien nya....
"Kamu gantikan aku dulu Vin, Tania lebih membutuhkan aku saat ini..."Dion langsung keluar begitu saja, sementara Vino meminta maaf dan menggantikan posisi Dion sementara....
Dion benar-benar seperti orang gila mengendarai mobilnya, tak perduli dengan mobil yang ada didepan, terdengar jelas umpatan umpatan yang ia dapat dari pengendara lain yang ada dipikiran Dion saat ini adalah istri dan anak nya....
Hanya butuh waktu sekitar 15 menit, Dion telah sampai dirumah sakit, ia memarkirkan mobilnya dengan sembarang dan berlari masuk kedalam rumah sakit....
"Maafkan Dion ma, tadi Dion sedang rapat, ponsel nya Dion simpan diruang kerja Dion...."jawab Dion yang terlihat menyesal...
"Yasudah cepatlah masuk temani istri mu melahirkan...."Dion mengangguk kemudian masuk untuk mendampingi Tania....
"Sayang maafkan aku yang terlambat datang,...."Dion langsung menghampiri Tania yang telah berbaring diatas ranjang rumah sakit menciumi kening sang istri dengan penuh kelembutan....
"Ngak papa kok mas, aku tau kamu sangat sibuk,..."Tania masih tersenyum manis pada sang suami walaupun keadaan nya sudah berada dalam kondisi lemas dan kesakitan.....
Dokter dan suster sibuk menyiapkan peralatan melahirkan, mengingat wanita yang sedang berbaring itu bukanlah wanita sembarangan, dia adalah menantu dari pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja....
__ADS_1
"Nona muda, atur napasnya yang dalam dan buang perlahan, tenangkan pikiran dan mengejang jika kamu sudah memberikan aba-aba, lakukan berkali-kali ya Nona..."Ujar Dokter memberikan arahan saat memeriksa pembukaan yang telah masuk pembukaan kesepuluh, Tania mengangguk dan menarik napas dalam-dalam membuangnya secara perlahan....
Tania pun mengejang sekuat tenaga saat Dokter memberikan arahan, Dion yang berada disamping nya tak kuat menahan tangis melihat Tania yang berjuang untuk melahirkan anaknya, ia mencium kening Tania yang dibanjiri keringat seraya terus berdoa dalam hati untuk keselamatan Istri dan anaknya....
Tangis Dion semakin tak bisa dibendung saat mengingat perlakukan buruk nya pada Tania, bagaimana ia mencaci maki istri nya bahkan menyiksa fisik dan mental nya....
"Ayo Nona muda sedikit lagi, kepada bayinya hampir terlihat...."Ucapan Dokter membuat semangat Tania untuk bertemu bayinya semakin besar, ia yang hampir kehilangan kesadaran karna sakit nya melahirkan mencoba untuk sekuat mungkin, menarik napas dan mengejang sekencang mungkin, hingga terdengarlah suara bayinya yang menangis kencang memenuhi seisi ruangan itu,....
Dion terdiam kaku saat melihat anak nya yang telah keluar, Dokter pun memberikan pada suster untuk dibersihkan, pandangan Dion tak pernah lepas dari sang anak, kini status nya telah berganti menyandang gelar sebagai seorang Ayah,....
"Terimakasih sayang kamu sudah berjuang, aku bangga padamu, kamu memang hebat..."Uajr Dion Kembali mencium seluruh wajah istrinya tanpa malu dilihat oleh Dokter dan para suster,....
Sementara diluar ruangan, terlihat suasana begitu bahagia sekaligus terharu mendengar suara tangisan bayi yang menggema didalam ruangan, Mama Rima menggenggam tangan sang besan seakan menunjukkan jika dia sangat bahagia atas cucu pertama mereka....
"Bu cucu kita sudah lahir, aku sudah tak sabar ingin menggendongnya, pasti dia sangat tampan dan menggemaskan...."Kelakar mama Rima sangat antusias begitu pun dengan mama Ratih mereka terlihat tidak sabar menunggu ruangan itu terbuka lebar agar mereka segera masuk dan melihat bayi mungil yang suaranya masih terdengar nyaring....
Tak berapa lama, seorang suster pun membuka pintu mempersilahkan keluar ga Dion untuk masuk, mama Rima dan mama Ratih langsung masuk disusul yang lainnya, mereka menghampiri Tania yang masih terlihat sangat lemah ditemani oleh Dion yang sama sekali tak ingin beranjak dari samping istrinya....
"Nak selamat ya sekarang kamu sudah menjadi ibu, mama bangga padamu..."Mama Ratih menciumi kening dan pipi Tania mengelus kepala putri nya yang kini telah menjadi ibu, sungguh mama Ratih tak menyangka putri yang dulu masih ia gendong masih ia jaga dengan penuh kasih sayang sekarang telah memberikan nya seorang cucu yang sangat lucu....
Semua keluarga sangat tak sabar menanti bayi masih dalam pembersihan, rasa bahagia dan haru benar-benar terasa atas kehadiran bayi mungil yang akan menjadi penerang bagi keluarga Dion sama seperti saat Tania datang ....
__ADS_1