Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
44) Menekan perasaan


__ADS_3

"Sebaiknya kita ke Dokter, sepertinya lukamu sangat parah,...."Ujar Dion melihat wajah Tania yang begitu memar, Dion tidak menyangka jika Monika akan sekejam ini pada istri nya.....


"Tidak usah Tuan, dikompres es batu nanti akan sembuh juga, lagian jika kita kedokter terus nenek sama mama tau tentang hal ini mereka pasti akan mengamuk pada Tuan, saya tidak apa-apa...."Dion tertegun mendengar jawaban dari istri nya, dalam keadaan sakit pun Tania masih memikirkan dirinya....


"Terima kasih Tania, karna dalam keadaan begini pun kamu masih memikirkan saya, sebaiknya kita pulang saja biar kamu istirahat dirumah...."Tania menggeleng ia menunjuk jam dinding yang masih menunjuk ke angka satu...


"Ini masih jam kerja Tuan muda, lagian saya tidak apa-apa, tuan muda lanjutkan saja pekerjaan nya!!, Nanti saya akan istirahat disini, tapi setelah sepreinya di ganti...."kening Dion berkerut saat Tania mengatakan sprei, sedetik kemudian ia mengerti arah pikiran Tania, siapapun akan berpikir demikian jika berada diposisi Tania karna Dion dan Monika sering menghabiskan sepanjang waktu didalam kamar itu....


"Kamu tidak perlu khawatir, saya dan Monika tidak pernah melakukan hal diluar batas seperti yang kamu pikirkan, kami hanya sekedar tiduran saja, dan saya ini masih perjaka, begitupun dengan Monika, dia masih gadis seperti wanita yang belum menikah pada umumnya, karna prinsip yang saya pegang, saya tidak akan melakukan apapun dengan nya sebelum adanya ikatan pernikahan...." Tania sedikit tidak percaya dengan apa yang diucapkan Dion jika mereka belum pernah melakukan hubungan intim, tapi melihat wajah Dion yang serius pun Tania jadi yakin jika Dion dan Monika memang belum pernah melakukan,....


"Mungkin anda belum pernah melakukan nya dengan Monika Tuan, saya bisa percaya itu, tapi jika anda mengatakan Monika perawan, disuap 100 miliyar pun saya tidak akan pernah percaya, karna saya pernah melihat Monika melakukan nya bersama pria lain bahkan dikamar hotel yang anda pesan sendiri, kasiahn sekali Tuan muda, ia dikhianati oleh orang yang benar-benar dia cintai sepenuh hati...."Ujar Tania dalam hati, matanya tak pernah lepas memandang wajah tampan didepannya...


"Tuan, sebaiknya anda lanjutkan meeting anda, saya tidak apa-apa, cukup istirahat sebentar saja keadaan saya akan segera membaik...."seru Tania menyuruh Dion untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda, Tania sangat yakin jika Dion belum menyelesaikan acara meeting nya karna ia sendiri yang menyusun jadwal Meeting Dion...

__ADS_1


"Apa kamu yakin kamu tidak apa-apa?...."tanya Dion sedikit ragu untuk meninggalkan Tania dalam keadaan seperti ini, tapi mengingat meeting ini sangatlah penting Dion jadi berfikir apa lagi Tania menyuruh nya pergi melanjutkan meeting yang sempat tertunda karna kelakuan Monika....


"Iya Tuan Muda saya sangat yakin, sudah sana...."Dion pun melanjutkan meeting setelah memastikan jika Tania istirahat,.....


"Vino, kirim bunga kepada Monika, sampaikan permintaan maafku padanya, aku sangat menyesal karna telah menamparnya, baru kali ini tanganku melukai nya...."Seru Dion yang diangguki Vino....


"Tuan saya kira anda benar-benar marah terhadap perempuan itu, ternyata hati anda tak sekeras itu meski melihat Nona muda babak belur seperti itu, tapi saya mulai menyadari jika cinta Tuan padanya mulai memudar, dan perhatian tuan terhadap Nona Tania perlahan menunjukkan jika Tuan mulai menyukai Nona muda...."


Mereka pun kembali keruang Meeting, melanjutkan meeting yang baru setengah jalan harus terhenti karna kejadian diruang Dion...


Monika sangat marah karna Dion dengan tega menamparnya apa lagi Vino ada disana menyaksikan adengan memalukan itu, rasanya Monika sangat malu, segera ia merongoh ponselnya dan menghubungi seseorang, cukup lama ia berbincang-bincang sampai sambungan telfon pun terputus...


.....

__ADS_1


"Tuan Vino apa Tuan tau ada pelayan yang berkhianat dirumah Tuan Dion...."kening Vino berkerut saat mendengar ucapan Nona muda nya, ia segera memutar tubuhnya agar bisa melihat Tania yang berada di kursi belakang, Dion belum naik keatas mobil, ia masih sibuk menelfon seseorang, entah itu Monika atau orang lain Tania dan Vino pun tidak tau....


"Maksud anda Nona muda?... "Vino bertanya, ia sedikit tidak percaya jika ada seorang pelayan yang mencoba menyusup kedalam rumah tuan Dion, karna semua pelayan dipilih langsung oleh nya dan telah melalui proses yang sangat berat agar bisa menjadi pelayan disana....


"Waktu itukan saya sedang sakit, , beberapa pelayan ditugaskan oleh Tuan muda untuk menjaga saya, disaat itu ada yang mengambil ponsel saya dan menghapus semua foto dan rekaman video Monika bersama pria lain, saya baru menyampaikan nya karna baru ada peluang....."Vino mengangguk-anggukan kepalanya, kemudian memperbaiki posisinya saat melihat Dion yang hampir masuk kedalam mobil....


"Nanti kita cari tau Nona muda,..."Ujar Vino yang diangguki Tania, Mereka pun menghentikan obrolan mereka karna Dion telah masuk....


"Kita kerumah sakit terlebih dahulu ya untuk memeriksa keadaan Tania, takutnya nanti terjadi sesuatu...."Ujar Dion usai masuk kedalam mobil....


"Tidak perlu Tuan Muda, besok ini juga sembuh kok, lagian saya sudah istirahat jadi pasti akan segera sembuh, lebih baik kita pulang kerumah saja...."Tania menolak, bukan nya apa-apa, ia takut nya mertua nya dan nenek Ami tau dan memarahi Dion, Tania takut semua nya terbongkar dan mereka semua kecewa terhadap nya, Tania sudah sangat menyayangi mereka seperti keluarga sendiri, jadi Tania tidak mau jika sampai mereka kecewa....


Dion menghela napas kasar, ia pun memberikan Vino kode untuk segera pulang, seakan mengerti kode sang Tuan, Vino pun melajukan mobilnya meninggalkan kantor....

__ADS_1


Sepanjangan perjalanan, ketiga insan itu hanya diam, hanyut dalam pikiran masing-masing, Tania sekali-kali melirik Suaminya yang terlihat gelisah, susah tentu Tania tau jika Dion pasti memikirkan Monika.....


"Sepertinya sampai kapanpun Tuan muda tidak akan bisa lepas dari Monika, walaupun Monika berbuat kesalahan fatal terhadap istri nya ia tetap saja mengkhawatirkan Monika, secinta itukah Tuan Dion pada Monika? dan apakah selamanya aku hanya akan menjadi istri pajangan nya saja, didatangi saat dibutuhkah saja, mungkin begitu, aku akan menekan perasaan ku kepadamu Tuan?...."Tania mencoba untuk mengalihkan perhatian nya dengan memainkan ponsel nya, mencoba mengusir pikiran yang mengganggu nya


__ADS_2