
Perlahan mata yang hampir satu Minggu terpejam itu mulai terbuka dengan pelan, sekali-kali mengedipkan matanya karna sinar lampu yang begitu terang, sedikit terkejut dengan apa yang dia lihat saat perlahan mata nya terbuka lebar....
Tania mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan dan menyadari jika dia sedang berada dikamar rumah sakit, siapa yang membawa nya kesini tentu Tania belum tau tapi Tania sangat berharap jika orang yang menolongnya adalah orang baik....
Hingga mata nya menangkap seorang laki-laki yang baru keluar dari kamar mandi, sosok itu adalah Dion, laki-laki yang selama ini dia rindukan setengah mati,....
"Mas Dion..."Ujar nya lirih dengan air mata yang mulai membanjiri pipinya, entah itu adalah kenyataan atau hanyalah mimpi Tania sudah sangat senang....
Dion yang semula merapikan baju nya seketika mendongak melihat sang istri saat mendengar suara isak tangis, seketika mata hitam pekat itu membuat saat melihat istrinya telah sadar, Dion langsung menghampiri Tania dan memeluk tubuh ringkih itu dengan erat karna bahagia....
"Sayang akhirnya kamu sadar juga, aku sangat merindukan mu tolong jangan tinggalkan aku lagi...."tangisan kedua nya pecah dalam pelukan, saling melepas rindu satu sama lain....
"Mas, hikss, Bianka jahat mas, dia- dia telah menyiksaku, dia adalah adik Monika,,...."Tania memberi tahu sang suami kejahatan Bianka yang sebenarnya telah diketahui oleh Dion sendiri....
"Iya sayang, aku sudah tau semuanya dari Sera, dia yang telah mengungkapkan sifat asli Binka, dan Sera jugalah yang menyelamatkan mu dari jurang...."Tania mengangguk, ia tau jika Sera adalah orang yang baik, awalnya Tania berpikir jika Sera adalah dalang dibalik itu semua tapi ternyata ia salah besar, ternyata wanita itu hanyalah korban dari Binka, Tania pun mengaku jika Sera sering memberi nya makanan diam-diam disaat Bianka tidak ada....
__ADS_1
"Mas Leon dimana, dia baik-baik sajakan dia tak terluka sedikitpun kan?..."Tania merundung Dion bertanya tentang putra nya, tentu sangat khawatir dengan keadaan sang putra yang saat itu juga berniat diculik oleh anak buah Bianka...
"Dia baik-baik saja sayang, makanya kamu harus cepat sembuh supaya bisa bertemu Leon secepatnya...."Tania mengangguk penuh harap, tak lama kemudian seorang Dokter pun masuk dan memeriksa keadaan Tania....
Kabar kesadaran Tania bagai angin surga yang berhembus membuat keluarga Tania maupun Dion sangat bahagia, mereka pun langsung menuju rumah sakit ingin melihat kondisi Tania....
"Sayang akhirnya kamu sadar juga, mama sangat senang melihat senyuman kamu lagi, mama sangat merindukan kamu Tania...."Mama Ratih yang datang lebih awal dari keluarga Dion langsung menghampiri Tania dan memberikan pelukan hangat, kedua nya tentu saling merindukan satu sama lain....
"Tania juga sangat senang bisa berkumpul lagi dengan kalian, tadi nya Tania pikir ini cuman mimpi ternyata ini adalah kenyataan yang selama ini Tania tunggu-tunggu...."Tania tersenyum sembari memeluk hangat mama nya yang tengah menangis terharu...
Tak lama Mama Rima pun datang bersama yang lainnya dan memeluk Tania secara bergantian,....
"Sayang, keadaan kamu kan masih lemah, nanti kalau kondisi kamu sudah cukup membaik kamu boleh gendong Leon, sekarang jangan dulu,...."Tania mengerucutkan bibirnya saat Dion melarang nya untuk menggendong sang putra padahal dia sangat merindukan anak nya itu....
"Tapi kan mas...."Tania pun hanya pasrah saat Dion menggeleng kepalanya, dan Tania hanya bisa mencium seluruh wajah beby Leon tanpa menggendongnya....
__ADS_1
Satu Minggu telah berlalu, kini Tania telah diperbolehkan pulang karna kondisi nya semakin membaik tapi Dokter terus mewanti-wanti agar Tania tak banyak pikiran dan tidak banyak melakukan hal-hal berat yang bisa membuat kesehatan nya kembali menurun,....
Tania begitu terharu kala kaki nya melangkah masuk kedalam rumah yang lebih tiga bulan dia tinggalkan, yang menyimpan banyak kenangan manis dan pahit bersama sang suami, dulu Tania tentu sangat ingin keluar dari rumah itu dan kembali kerumah orang tua nya, tapi saat benih-benih cinta mulai tumbuh diantara dia dan Dion Tania ingin menjadikan rumah itu tempat ia menua bersama sang suami dan keluarganya yang lain...
"Sayang aku ingin bertemu nenek, sejak berada dirumah sakit dia tak pernah menjenguk ku, aku sangat merindukan nya...."Semua keluarga saling pandang saat mendengar permintaan Tania, memang sejak awal belum ada yang berani menceritakan tentang kematian nenek Ami karna tidak ingin kondisi Tania semakin parah....
"Mas, ayo antar aku kekamar nenek, aku sangat merindukan nenek!...."Dion tidak bergerak sama sekali membuat Tania kesal, ia pun mencoba untuk melangkah kan kaki nya tapi seketika berhenti kala mendengar ucapan dari suaminya....
"Nenek telah meninggal 10 hati yang lalu Tania....."Ujar Dion dengan kepala tertunduk, Tania membalikkan tubuhnya memandang Keluarga nya satu persatu, berharap dia salah mendengar....
"Mas, kamu bohong kan mas, atau aku yang salah dengar kan,?...."Air mata Tania seketika menetes begitu saja saat melihat Dion menggeleng, Tania melangkah mundur, keseimbangan tubuhnya tak terkontrol sehingga ia hampir jatuh, untung saja Dion dengan cepat menahan tubuh Tania dan membawanya duduk disofa....
Tania menangis tersedu-sedu, dia tentu tak menyangka jika nenek Ami telah meninggal 10 hari yang lalu, Bahkan Tania lupa kapan terakhir dia menghabiskan waktu mengobrol dengan wanita tua yang begitu menyayangi nya....
"Nenek kenapa begitu tega padaku mas, aku bahkan lupa kapan terakhir kali aku mengobrol dengan nya hikss, hikss...."Mama Rima ikut menangis, ia duduk disamping sang menantu dan memeluk nya dengan kuat....
__ADS_1
Semua kembali bersedih, bahkan Om Bram sampai pergi meninggalkan ruang keluarga menuju kamar nya, Mama Rima memberikan kode pada sang suami untuk menemani sang kakak, tentu nya mereka tidak mau jika Om Bram melakukan hal bodoh yang sempat dilakukan Minggu lalu, lelaki itu hampir saja bunuh diri karna depresi....
"Sayang semua ini sudah takdir, tak ada yang tau jika semua ini akan terjadi, kita sebagai manusia hanya bisa menjalani takdir yang diberikan Tuhan tanpa banyak protes, sekarang tenangkan diri kamu ingat kata Dokter kamu tidak boleh banyak pikiran, Dion bawa Tania kekamar kalian dia harus istirahat yang cukup...."Tania menghapus air matanya kemudian mengangguk, Dion pun membawa nya kekamar untuk istirahat, sementara Mama Rima menyusul sang suami yang sedang berada dikamar kakak ipar nya yaitu Om Bram....