Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
47) peringantan Dion


__ADS_3

Ketika sampai dirumah, Dion kini duduk bersandar disofa, menunggu kepulangan istri yang belum sampai, Dion kini tidak bisa menahan perasaan nya lagi, ia akan mengungkapkan perasaannya pada Tania agar jarak diantara mereka tidak seperti ini lagi, dia ingin seperti dulu, bisa mengobrol banyak dengan Tania...


Jam menunjukkan pukul 5:30 Tania baru sampai dirumah, Tania langsung masuk ke kamar nya dan menuju kamar mandi, tapi sebelum masuk, Dion menahan tangan dan mempertanyakan keterlambatan nya pulang...


"Kamu dari mana, kenapa terlambat pulang?...."Tania menghela napas kasar lalu menarik tangan nya yang digenggam oleh Dion....


"Tanyakan pada pacar anda itu, dia tau jawabannya kenapa saya terlambat pulang...."Ujar Tania ketus kemudian masuk kedalam kamar mandi, Dion tentu bingung dengan jawaban Tania, entah apa lagi yang telah diperbuat Monika pada istrinya itu....


Flashback off


Tania mengendarai motor kesayangan nya dengan hati-hati, walaupun perasaan nya sedikit kalut, Tania tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan, ia percaya jika ada kebahagiaan yang menantinya dimasa yang akan datang, entah itu dengan lelaki yang ia cintai atau lelaki lain yang akan datang untuk membuatnya percaya jika Cinta itu sangat indah tidak seperti yang ia pikirkan, sejak patah hati dengan Dion Tania percaya jika Cinta itu menyakitkan...


Ditengah perjalanan, Tania berhenti saat mobil sedan berhenti tepat didepan nya, Tania tentu saja panik, ia takut jika orang itu adalah penjahat uang ingin mencoba merampoknya tapi saat pemilik mobil itu turun Tania memutar bola mata malas saat melihat Monika yang turun bersama kedua teman perempuan nya...


"Wah-wah si Nona Tania yang tak sengaja kita cegat, ternyata kita bertemu lagi...."Monika berjalan dengan angkuh kearah Tania, ditangan nya terdapat pisau tajam, Tania sebenarnya sangat takut melihat Monika membawa pisau tapi ia berusaha tenang....


"Sepertinya ular berbisa seperti kamu ini ada dimana-mana ya, sibuk mengganggu ornag lain...."membalas ucapan Monika dengan santai, Monika yang kesal karna disebut ular berbisa pun memerintahkan kedua temannya untuk menyeret Tania menjauhi motor kesayangan nya, sekuat tenaga Tania memberontak tapi kekuatan nya kalah yang dua lawan satu....

__ADS_1


Monika mulai berjongkok mengempeskan kedua bang motor Tania lalu menusuk nya dengan pisau berkali-kali hingga bang motor itu rusak parah, Monika juga merusak tempat duduk, menusuk pisau yang tajam itu, Tania yang marah pun menarik tangan nya saat kedua teman Monika sibuk tertawa, ia berlari mendorong Monika mencoba menghentikan kejahatan Monika tapi ketidak hati-hatian nya Tania terkena pisau ditangan kirinya, seketika darah segar bercucuran, kedua teman Monika sangat takut tapi tidak dengan Monika, ia malah menertawakan Tania...


"Upss, kesayat deh, sori ya aku memang sengaja, kamu sih main dorongan aja, jadi kena pisau kan, jangan nangis ya karna aku sengaja melakukan nya..."Usai menertawakan Tania, Monika dan Teman-teman pun pergi meninggalkan Tania yang ingin menangis karna rasa perih pergelangan tangan nya yang tersaya pisau....


Dengan darah yang mengalir tampa henti, Tania terus mendorong motornya, dan sial nya tidak ada bengkel satupun yang Tania lewati, dengan pasrah Tania mendorong motornya hingga dipintu gerbang utama....


Flashback On


Seorang pelayan datang mengetuk pintu tanpa henti, Dion segera membuka nya dan melihat ada dua orang pelayan yang datang membawa air dan handuk dan satu nya lagi membawa kotak P3K, tentu saja Dion bingung, ia pun bertanya pada pelayan apa yang terlah terjadi....


Dengan panik, Dion pun berjalan cepat kearah kamar mandi, mengetuknya berulang kali, terlihat ia sangat khawatir mendengar jika Tania terluka, beberapa saat Dion dan pelayan menunggu, akhirnya Tania membuka pintu, Dion langsung menarik tangan kanan Tania dan mendudukkan nya disofa,..


"Tuan saya mau pakai baju dulu..."Tania berusaha menarik tangan nya, ia sangat malu karna keadaan nya yang belum menggunakan baju, ia hanya memaki bra dan ****** ***** yang dibungkus handuk, Dion tidak menjawab, ia fokus melihat pergelangan tangan Tania yang terus mengeluarkan darah, segera Dion meminta pelayan agar mencucinya setelah nya ia mengobati tangan Tania sendiri...


Sekitar 30 menit, akhirnya tangan Tania sudah selesai di obati, Dion memberikan isyarat pada pelayan nya agar segera keluar....


"Apa Monika yang melakukan ini padamu?...." Tanya Dion menatap Tania dengan serius....

__ADS_1


"Iya atau pun tidak tuan muda pasti akan tetap membela nya dan menyalakan saya, anda tidak perlu khawatir, mungkin hari ini masih Tangan, besok mungkin leher saya, besoknya lagi mungkin perut saya, dan saya tau Tuan muda hanya akan percaya padanya, terimakasih telah mengobati luka saya, anggap saja tuan muda menggantikan Monika mengobati saya, tapi ini baru tangan belum motor saya,...."Tania berdiri dan berjalan masuk kedalam ruang ganti meninggalkan Dion yang diam mematung....


"Monika benar-benar gila, entah apa yang ia pikirkan, wanita itu benar-benar tidak waras...."Dion begitu tidak percaya dengan perilaku Monika yang selama ini ia sangka sangat lembut dan penyayang, ternyata memiliki sifat yang tercela, Dion benar-benar kasihan melihat motor Tania yang hancur karna ulah kekasihnya, lebih kasihan lagi saat mengingat Tania mendorong motor dengan keadaan tangan terluka....


.....


Plakkk....


"Sudah berulangkali aku memberitahu kamu untuk tidak mengganggu Tania terus menerus kenapa kamu tega melukai nya bahkan merusak motor pemberian dari ayahnya, aku sungguh tidak menyangka kamu selicik dan sejahat ini Monika, kamu bukan Monika yang aku kenal dulu, kamu sekarang berubah....."


Monika memegangi pipinya yang baru saja ditampar oleh Dion, ini adalah kedua kalinya Dion menamparnya karna Tania....


"Apa maksud kamu Dion? aku tidak melakukan apapun padanya, dia pasti berbohong, kenapa sekarang kamu mudah sekali percaya dengan Tania...."Monika mencoba berkilah, mengatakan jika dia tidak melakukan apapun pada gadis kampung itu...


"Sampai kapanpun aku tidak akan percaya lagi sana kamu, mulai sekarang jangan temui aku dulu sampai kamu membuktikan jika kamu telah berubah dan kembali seperti Monika yang dulu, Monika yang sangat lembut dan baik hati Monika yang sangat aku cintai...."Ujar Dion kemudian pergi dari apartemen Monika, tampak nya Dion benar-benar kecewa atas perbuatannya...


"Ternyata wanita itu mengadu pada Dion hingga Dion marah besar padaku, aku akan membalas segala sakit yang aku dapat dari Dion padamu Tania, bahkan sekarang aku mengincar nyawamu untuk membalas tamparan Dion padaku...."

__ADS_1


__ADS_2