Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
92) Tania diculik


__ADS_3

Hari pernikahan Vino dan Bianka telah tiba, semua persiapan telah siap, mulai dari penjamuan hingga keluarga yang akan menjadi saksi, karna Bianka adalah anak yatim-piatu Bram ditunjuk dan diminta sebagai wali perempuan, sementara Papa Tomi berada di pihak laki-laki...


Para Tamu pun telah berdatang satu persatu, yang diundang hanya tetangga yang dekat dengan rumah Vino, selebihnya hanya keluarga Dion dan juga mama Ratih, Wilda pun turut hadir walaupun dengan berat hati, ditemani oleh Bayu laki-laki yang sebentar lagi akan mejadi suami nya....


Bianka sedang berada didalam kamar pengantin, dirias secantik mungkin, senyum bahagia tak pernah luntur dari bibirnya kala sebentar lagi status nya akan berganti menjadi istri dari Vino lelaki yang sangat ia cintai, Momen inilah yang Bianka tunggu-tunggu selama ini....


Bianka tersenyum ramah kala melihat Tania masuk bersama dengan menggendong Beby Leon....


"Wah Bianka kamu sangat cantik, selamat ya akhirnya kamu yang berhasil mencairkan sigunung es itu...."Tania datang mendekat dan duduk dimeja berhadapan dengan Bianka yang telah usai dirias, kini wanita itu sudah sempurna dengan dibalut kebaya putih dan riasan wajah yang begitu mempesona....


"Kakak bisa aja,..."Bianka hanya tersenyum menanggapi, kemudian seorang pelayan pun masuk dan dan memberitahu jika mempelai perempuan telah dipanggil...


Oekkk....


Oekkk....


Oekkk....


Leon menangis kencang saat Tania berdiri ingin menuntun Bianka, Tania pun meminta maaf pada Bianka karna tak bisa menemani nya kedepan karna tak ingin mengganggu acara ijab kabul, ia memilih tinggal dikamar Bianka untuk menenangkan sang Putra....


"Maaf ya dek, kakak ngak bisa menemani kamu kedepan, Leon menangis takutnya nanti mengganggu acara diluar seperti nya dia lapar, kakak akan menyusuinya dulu sebelum menyusul...."Bianka pun mengangguk dan keluar sementara Tania tinggal untuk menyusui Leon....


Bianka duduk disamping Vino, melirik calon suaminya yang sangat tampan dibalut dengan kemeja putih sama seperti nya, tentu Bianka sangat terpanah melihat ketampanan Vino hingga senyuman tak pernah luntur dibibir nya, sementara Vino, ia sama sekali tak melirik Bianka, pikiran nya saat ini sangat kacau apa lagi saat melihat Wilda yang melihat kearah nya dengan pandangan sendu, andai bisa Vino akan menarik wanita itu dan memeluk nya mengatakan jika wanita yang dia cintai adalah Wilda bukan wanita yang kini duduk disamping nya....

__ADS_1


Pak penghulu pun mengulurkan tangannya meminta agar mempelai laki-laki segera menjabat tangan nya tapi Vino hanya diam saja, terlihat sangat enggan untuk mengangkat tangan nya nya....


"Kak jabat tangan penghulunya, jangan buat Bianka malu...."Bianka berbisik saat Vino tak kunjung mengangkat tangan nya, Bianka berusaha untuk tenang, tersenyum ramah pada semua orang untuk mencairkan suasana....


Dengan berat hati Vino pun mengangkat tangan nya membalas jabatan tangan pak penghulu....


"Saudara Vino, saya nikahkan engkau dengan seorang perempuan yang bernama Bianka Maharani binti Aryo Kusuma dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai...."


"Saya terima nikah dan kawinan Bianka Maharani binti Aryo Kusuma dengan mas kawin seperangkat....."


Belum sempat Vino menyelesaikan ijab kabulnya seorang pengawal pun datang dengan luka parah disekujur tubuhnya seraya menggendong Leon yang menangis kencang ia berlari kepada Dion memberitahu jika Tania diculik....


"Tuan muda, tuan muda, Nona muda Tania diculik...."Seketika suasana jadi heboh, Keluarga Dion tentu nya sangat syok mendengar kabar jika Menantu nya diculik terlebih pada mama Ratih, wanita paruh baya itu menjerit histeris memanggil nama putri nya hingga ia jatuh pingsan....


"Kak, Kak Vino kau tidak boleh pergi sebelum kita menyelesaikan pernikahan ini, kak cepat kembali kakak tidak boleh pergi...."semua mata para tamu undangan tertuju pada Bianka yang memikirkan dirinya sendiri, dan tak perduli dengan berita penculikan terhadap Tania dan Leon, bagi wanita itu pernikahan nya dengan Vino lebih penting dari apapun....


Mama Rima yang kini menggendong bayi Leon melirik tajam kearah Bianka yang seketika menunduk, Bram papa Tomi dan Bayu pun tak tinggal diam mereka ikut menyusul Dion dan Vino untuk mencari keberadaan Tania, sementara para tamu mengangkat tubuh mama Ratih dan membawanya masuk kedalam kamar tamu....


Dion berteriak marah kala, ia langsung masuk kedalam mobil milik nya dan mengejar penculik yang telah menculik istri nya, rasa takut dan khawatir mencuak dihati Dion mengingat istri nya yang baru melahirkan....


....


Sementara didalam mobil hitam, Tania terus memberontak minta dilepaskan, tapi teriakan dan permohonan nya sama sekali tak dihiraukan, Tania menangis ketakutan saat beberapa lelaki mengacuhkan pistol padanya, untuk saja Tania berhasil menyerahkan bayi Leon pada pengawal jika saja mereka berhasil membawa Leon bersama nya mungkin saja keadaan semakin sulit sekarang....

__ADS_1


"Cepat lepaskan aku aku ingin keluar aku ingin menemui suamiku!!!..."teriak Tania memberontak, salah satu pengawal yang kesal pun kembali mengarahkan pistol nya dan....


Dor.....


Tania pingsan saat betis nya terkena tembakan, teman nya melotot tajam kearah pria yang telah menembak Tania....


"Apa yang telah kau lakukan, bagaimana jika Bos marah pada kita?...."


"Katakan saja kita tak sengaja menembak nya saat ia hendak kabur,...."jawab pria itu santai...


Mobil itu pun terus melaju dengan cepat meninggalkan Kota tempat Tania berasal, dibawa kemana tak ada yang tau....


Sementara Dion terus menerus melajukan mobilnya mencari keberadaan sang istri yang entah dibawa kemana, Dion turun saat menemukan perempatan tak tau harus lewat jalan mana agar bisa menemukan Tania, hingga mobil Vino dan ayah nya pun datang, mereka memutuskan untuk berpencar agar lebih muda untuk mencari keberadaan Tania....


Hingga larut malam, Tania tak juga ditemukan, tak ada sedikitpun tanda-tanda yang penculik itu tinggalkan membuat Dion dan yang lain kebingungan, Dion memarkirkan mobilnya ditepi jalan, keluar dan melihat sekeliling, tak tau kemana arah nya sekarang,....


Sedari tadi air mata Dion tak henti-hentinya mengalir membayangkan hal-hal buruk yang terjadi pada istri nya, Dion terduduk di tanah meurutik kebodohan nya yang kecolongan, ia berpikir jika semua nya aman terkendali karna dia sendiri yang turun tangan memeriksa keadaan tapi ternyata musuhnya lebih licik dan cerdik dari nya.....


Byuurrr.....


Tania tersadar dari pingsan nya saat seember air menguyur tubuhnya, badan nya terasa dingin, ia membuka mata perlahan dan terkejut melihat perempuan didepan nya....


"Ka-kamu, Sera...."Tania begitu syokk melihat perempuan yang duduk santai didepan nya memandang nya dengan pandangan meremehkan, Tania memekik kesakitan saat merasakan air mengenai kaki nya yang terkena tembakan, kemudian pandangan nya kembali terarah pada perempuan didepan nya, sungguh Tania begitu terkejut hingga ia pun tak bisa berkata-kata lagi...

__ADS_1


__ADS_2