Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
93) Dalang dibalik penculikan Tania


__ADS_3

"Sera apa yang kau lakukan, kenapa kamu membawaku kesini?...."tentu Tania bingung dan bertanya-tanya mengapa Sera melakukan ini padanya, apa mungkin perempuan itu dendam padanya karna dipecat oleh Dion karna nya atau apa Tania tidak tau...


"Kamu pasti sangat bingung kan melihat ku berada disini, biar aku perjelas aku berada disini untuk membantu Sahabat ku dan suami nya untuk menghancurkan keluarga mu terutama Dion, untuk membalas kematian Monika dan keluarga nya yang dibunuh oleh suami mu..."Ujar Sera menjelaskan, tentu Tania sangat kaget mendengar berita jika Monika telah meninggal, selama ini dia memang sering menanyakan keberadaan Monika tapi Dion bungkam dan tak pernah menjawab ternyata Monika telah meninggal yang membunuhnya adalah suami nya sendiri, sulit dipercaya tapi itulah kenyataannya....


Tak lama kemudian, seorang perempuan pun datang bersama dengan seorang laki-laki, kedua nya terlihat bergandeng tangan dengan mesra berjalan kearah mereka berdua, mata hitam Tania kembali melotot mendengar sepasang suami istri itu berjalan kearah nya....


"Bianka, Bayu...."Ujar Tania merasa tak percaya, Bianka mengecup singkat bibir Bayu singkat dan menyuruh Bayu untuk duduk disofa sementara ia berjalan kearah Tania yang masih terduduk dilantai yang dingin dan basah....


"Ada apa sayang, apa kamu kaget melihat aku berada disini?..."Bianka berjongkok memegang dagu Tania dengan kencang,....


"Apa maksud dari semua ini Bianka dan kenapa kamu bersama Bayu...."Tania merasa semakin bingung tak mengerti dengan apa yang telah terjadi, ia melirik Bayu yang sedang merokok dan membaca buku....


"Aku lupa memperkenalkan diriku ya, perkenalan kak namaku adalah Bianka Maharani adik dari perempuan yang telah suami bunuh beberapa bulan yang lalu dengan sangat keji, dia bernama Monika Maharani dan dia adalah Bayu suami ku...."


"Jadi selama ini kalian yang telah mengganggu ketenangan keluarga ku?...."Tania tampak emosi, tangan nya terangkat ingin menampar Bianka tapi sayang Bianka lebih cepat darinya, Bianka menghempaskan tangan Tania lalu berdiri dan menginjak kaki Tania yang terkena tembakan....


Sontak saja darah yang telah berhenti kembali mengalir apa lagi peluruh itu masih bertahan didalam kaki Tania, perempuan beranak satu itu memekik kesakitan merasakan sakit uang luar biasa dibetis nya yang diinjak oleh Bianka dengan keras, bukan nya berhenti, Bianka semakin memperkuat menginjak kaki Tania....

__ADS_1


"Ahhh sakit...."Tania menjerit kesakitan memohon pada Bianka untuk menurunkan kaki nya tapi perempuan ia malah menendang betis Tania sehingga Tania mengerang kesakitan....


"Kamu harus membayar semua yang telah Keluarga mu lakukan pada keluarga ku Tania, Dion juga harus kehilangan orang yang dia cintai sebelum dia mati, sama seperti aku kehilangan kakak ku dan keluarga ku yang lain..."Bianka begitu kejam menendang Tania tanpa henti, tak perduli dengan teriakan Tania yang begitu menyedihkan....


Kemudian Bianka menyuruh salah satu pengawal menyeret tubuh lemah itu dan menggantung kedua tangan nya, kedua kaki Tania juga diikat kuat setelah nya Bianka mengambil cambuk dan mencambuk badan Tania tanpa belas kasih, sepertinya Bianka benar-benar menaruh dendam yang teramat dalam...


Bayu dan Sera hanya duduk diam menyaksikan kekejaman Bianka,....


"Akhhh sakit,....."Teriakan demi teriakan Tania semakin terdengar memiliukan saat cambuk menghantam keras badan mungil nya, tapi untuk tenaga nya telah habis bahkan untuk bergerak pun rasanya Tania tak sanggup lagi hingga ia pun pingsan tak sadarkan diri....


Bianka membuang cambuk nya mengeluarkan ponselnya dan menfoto Tania, kemudian ia mengirim nya kepada Dion...


Dion terus menerus menghubungi nomor yang telah mengirimi nya foto-foto Tania tapi nomor itu tidak aktif lagi, Dion terduduk dilantai menangis meraung-raung hingga mama Rima datang kekamar nya....


"Ada apa, Dion apa yang terjadi padamu?...."Mama Rima sangat sedih melihat putra nya yang terlihat berantakan, ia menghampiri putra tunggalnya itu lalu memeluknya...


"Mengapa Tania yang harus menjadi korban ma, mengapa tidak Dion saja, Dion telah gagal menjadi suami dan ayah yang baik untuk keluarga Dion, Dion gagal ma...."Tangis Dion pecah didalam pelukan sang mama, menumpahkan segala keluh kesahnya......

__ADS_1


"Kamu yang sabar sayang, kamu jangan lemah, jika kamu lemah maka musuh akan semakin senang, kamu harus kuat dan mencari Tania, kasihan Leon dia pasti sangat merindukan mama nya...."Dion mengangguk dan mencoba menenangkan diri, benar kata mama nya jika ia lemah maka Musuh akan lebih muda menghancurkan keluarga nya....


.....


.....


Sebelum pergi, Dion terlebih dahulu mencium wajah sang Putra, memberikan pelukan hangat nya kemudian berlalu pergi untuk kembali mencari keberadaan sang Istri....


"Tunggu aku sayang, aku akan datang menyelamatkan mu,......"Gumam Dion mulai mengemudikan mobilnya meninggalkan rumah besar nya, Vino tak henti-hentinya menambah penjagaan ketat tentu nya itu semuanya atas perintah Dion karna tak ingin anak nya diculik, tak bisa dibayangkan bagaimana masih Leon seandainya dia juga berhasil dibawa waktu penculikan itu....


"Aku akan membunuhmu dengan kedua tangan ku sendiri Sera, kamu tidak akan pernah aku lepaskan kemanapun kamu berada, akan kubuat hidup mu lebih menyedihkan daripada Monika...."Dion tentu nya tak tau jika dalang dibalik penculikan Tania adalah Bianka, Sera hanya di jadikan umpan agar Dion dan Vino terkecoh,....


Dimalam yang gelap, Dion terus mengemudikan mobil nya mencari keberadaan Tania, beberapa pengawal pun ikut dengannya dengan berbeda mobil, tak hanya Dion, Vino, papa Tomi dan Om Bram pun turut serta untuk mencari Tania,...


Walaupun tak ada tanda-tanda yang dapat mereka temukan, tapi mereka tentu nya tak ingin putus asa, rupanya Bianka telah menyusun rencana seapik mungkin agar Dion ataupun Vino tak curiga sedikitpun.....


"Aku tak menyangka masalalu ayah akan membuat keadaan sekacau ini, andai saya dulu Monika dan Om nya itu tidak melarikan diri mungkin pihak kepolisian masih bisa menjelaskan jika semua itu murni kecelakaan bukan karna kesalahan ayah...."Papa Tomi menyandarkan kepalanya dijop mobil, sungguh tak menyangka jika keluarga nya akan menanggung kesalah pahaman ini, Bram yang duduk didepan yang bisa terdiam, tentu ia merasa bersalah karna turut andil dalam hal ini, andai dulu ia mendengar kan keluarga nya mungkin saja keadaan tak akan sekacau saat ini.....

__ADS_1


Dilain tempat, Bianka Sera dan Bayu merayakan keberhasilan mereka dengan meriah, mereka berpesta Seakan baru saja Mendapatkan uang miliyaran juta,....


"Aku sangat senang melihat penderitaan Dion, dan keluarga nya, tapi aku akan lebih senang ketika semua keluarga Dion lenyap dari muka bumi ini agar semua keluarga ku senang...."Bianka mengangkat botol minuman yang ada ditangannya bersulang dengan penuh semangat menikmati kemenangan sementara mereka.....


__ADS_2