Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
71) Kabar kematian Dion


__ADS_3

2 Minggu telah berlalu, tapi keadaan Dion belum juga ada tanda-tanda akan sadar, Vino juga merasa frustasi harus memberikan alasan apa lagi kepada Tania, setiap saat ia mendapatkan telfon dari istri tuan nya itu mempertanyakan keberadaan Dion yang tak pernah mendapatkan kabar dari suami nya itu, Vino hanya menjawab jika Dion sibuk dan tak ingin di ganggu karna proyek ini sangat penting tapi Tania tak semuda itu untuk percaya....


"Vino ini sudah lebih dari 2 Minggu tapi Dion sama sekali tak pernah menelfonku katakan apa yang terjadi, jangan berbohong padaku aku tau kamu menyembunyikan sesuatu dari tentang Dion...."Lagi dan Lagi Vino hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gagal tentu sangat bingung harus memberikan alasan apa lagi....


"Katakan padaku Vino apa uang terjadi, kamu tidak tuli kan?...."Teriak Tania dari seberang telfon, Vino terkejut dan langsung menjauhkan ponselnya dari telinga nya karna teriakan Tania uang sangat kencang, rupanya kesabaran Tania sudah sampai pada patas nya saat ini karna tak kunjung mendengar suara suami nya....


"Baiklah Tania, aku akan jujur, tapi kumohon hanya kamu yang tau tentang ini semua, jangan sampai yang lain tau karna keselamatan kalian semua sangat penting...."Dan pada akhirnya, Vino pun memutuskan untuk jujur karna tak bisa lagi berbohong, bagaimana pun juga Tania sebagai istri Dion harus tau kondisi Suaminya yang sedang tidak baik-baik saja....


"Hari kedua kami disini saat turun lapangan Suami mu terkena tembakan jarak jauh dan itu hampir menembus dadanya, dia sekarang sedang koma, tapi aku tak bisa membawanya pergi dari rumah sakit ini karna musuh sedang mengincar nyawanya....."Ujar Vino menjelaskan semua nya....


Degkkk.....


Jantung Tania seketika berhenti berdetak mendengar berita Suami nya, air mata yang tertahan dipelupuk mata nya kini meluncur tanpa hambatan, sakit dihati Tania bagian ribuan belatih yang menghunus jantung nya bersamaan,...

__ADS_1


"Hikss,, Hiksss,,,,,. Kenapa kamu berbohong padaku Vin, kenapa kamu membohongi aku selama ini, aku ini istri aku berhak tau keadaan suami ku, aku akan menyusul nya kesana, aku harus menemaninya...."Tania menangis histeris mendengar kabar Suaminya yang sedang tidak baik-baik saja, pantas saja selama ini hatinya tidak tenang ternyata Dion sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.....


"Jangan Tania, keadaan nya sedang tidak baik, diluar sangat berbahaya, musuh sedang menunggu kita lengah, jika kamu kesini semua nya akan kacau, percaya padaku Dion akan baik-baik saja,...."Vino mencoba memberikan Tania pengertian supaya Tania tidak menyusul mereka kesana karna ia yakin jika Monika dan Jack sedang menunggu kesempatan....


"Apa kamu gila, selama ini aku menunggu kabar Suamiku dan kamu selalu bilang dia sibuk bekerja dan tidak mau diganggu ternyata semua itu bohong, dia sedang sakit lalu bagaimana aku bisa duduk tenang disini sementara Dion disana sedang membutuhkan aku, aku tidak peduli dengan Monika dan teman-teman nya itu yang jelas aku ingin menemui suami ku ...."Tania seakan tidak terima karna Vino melarang nya untuk menemui suami nya yang sangat ia rindukan...


"Tolong Tania bekerja sama lah kali ini, kamu sedang mengandung, pikirkan bayi yang ada didalam kandungan mu, jika kamu kesini dan terjadi sesuatu padamu dan bayimu apa yang harus aku katakan pada Tuan muda jika sadar, aku lebih baik mati ditangan nya saat ini juga Tania daripada harus gagal melindungi Tuan muda dirimu dan keluarga nya, jika boleh ditukar biar aku saja yang ada diposisi nya saat ini Tania, aku juga sangat mengkhawatirkan dia sama seperti mu, dan terlebih para musuh mengincar bayi yang ada didalam perutmu, apa kamu akan Setega itu pada bayimu sendiri?..."Vino berbicara panjang lebar berharap Tania mau mendengarkan nya agar tidak menyusul mereka....


Tania seketika terdiam memikirkan apa yang Vino katakan, memang benar keadaan diluar sangat berbahaya, apa lagi sekarang ia sedang mengandung anak dari orang yang ingin mereka bunuh, tentu saja mereka juga mengincar bayi nya yang tak berdosa itu....


Setelah nya sambungan telfon pun terputus, tubuh Tania seakan tak bertulang, ia duduk di ranjang dengan air mata yang terus mengalir deras dipipi nya tanpa henti memikirkan keadaan suami nya yang kini sedang koma,....


"Mas kamu pernah berjanji padaku akan kembali dengan keadaan baik-baik saja, tolong tepati janjimu itu, jika bukan untuk ku setidaknya untuk anakmu ini, dia sangat membutuhkan mu, tolong Kembalilah mas aku sangat mencintai kamu...."Ujar Tania menatap langit yang mendung seperti hati nya saat ini,....

__ADS_1


.....


Sementara dirumah sakit, setelah sambungan telpon terputus, Vino gegas berlari keruangan Tuan muda saat seorang pengawal datang dan memberitahu jika keadaan Dion semakin memburuk, Vino melihat beberapa Dokter berlarian masuk kedalam kamar rawat Dion, entah apa yang terjadi Vino belum tau pasti tapi ia yakin jika keadaan Tuan nya sedang tidak baik-baik saja.....


Sekitar 2 jam lamanya Vino menunggu semua Dokter pun keluar, Vino langsung bertanya tentang kondisi Tuan nya...


"Ada apa dengan Tuan muda Dion, apa dia menunjukkan perkembangan?...."melihat wajah para Dokter tampak lesuh membuat Vino sangat takut jika keadaan Tuan nya semakin memburuk hingga salah satu Dokter terbaik angkat bicara...


"Maaf Tuan kami semua sudah memberikan usaha kami semaksimal mungkin tapi keadaan Tuan Dion memang sangat parah, dan kami oun tidak bisa menyelamatkan nya...."Ujar Dokter itu membuat tubuh Vino seketika rubuh, ia terduduk dilantai mencoba untuk mencerna semuanya....


"Tidak, tidak mungkin Tuan muda meninggal, kalian semua pasti salah, kalian semua pasti berbohong...."Vino seketika bangkit dan masuk kedalam kamar Dion, para pengawal yang mendengar nya pun terkejut dan bersedih atas kabar yang mereka dengar,...


Seketika kabar kematian Dion tersebar dikota itu hingga terdengar ketelinga Monika dan juga Om Jack, tentu kalian tau bukan apa reaksi mereka, tentu mereka sangat senang dan bahagia mendengar kabar kematian Dion....

__ADS_1


"Akhirnya Dia mati juga, kita tak perlu lagi mengotori tangan kita untuk membunuhnya, nyatanya dia sendiri yang menyerah dan pergi ke langit, dan sekarang giliran keluarga nya, kita harus menyusun rencana penyerangan secepat mungkin, kita jadikan rumah besar itu menjadi makam mereka...."Om Jack begitu gembira mendengar kabar yang ia tunggu-tunggu begitupun Monika mereka merayakan nya dengan meriah, kematian Dion adalah pesta untuk mereka.....


__ADS_2