Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
37) Sudah menikah


__ADS_3

Tania tau jika sahabat pasti sangat takut sekaligus kecewa, Ia takut dengan Dion dan kecewa melihat semua ini, Tania sangat yakin jika sahabatnya itu pasti berpikir yang tidak-tidak tentang nya....


"Masuk!!....."Seru Dion dengan suara dingin, dengan wajah pucat, Gita berbalik dan menghampiri meja kerja Dion membawa beberapa map besar di tangan nya....


"Apa kamu tau peraturan jika ingin masuk keruangan saya harus apa?...."Gita meneguk ludah dengan kasar, tenggorokan nya seakan di cekal hingga dia tak mampu menjawab membuat Dion marah.....


Brakk....


"Apa kau bisu sehingga tidak bisa menjawab?...."Gita terperanjat kaget saat Dion menggebrak meja, terlihat Gita sangat ketakutan menahan tangisnya, Tania yang melihat sahabatnya sangat kasihan, tapi ia pun tidak bisa menjawab.....


"Jawab...."teriak Dion dengan lantang nya....


"Maaf atas kelancangan saya Tuan, saya sudah mengetuk pintu berkali-kali tapi tak mendapat kan jawaban jadi saya pikir Tuan tidak ada didalam ruangan....."Tania sangat kasihan melihat Gita, hingga tanpa sadar pun air mata nya jatuh....


"Apa kamu pikir saya tuli sehingga saya tidak mendengar ketukan di pintu, mulai sekarang kamu saya pecat,...."Gita meneteskan air mata, ia sungguh tidak menyangka jika ia akan dipecat karna kesalahan kecilnya, Gita melirik Tania dengan sangat kecewa, ia pun mulai meletakkan map yang ia bawa dan bersiap untuk keluar dari ruangan Dion tapi saat Gita berbalik dan hendak pergi, seketika Tania menahan tangannya....


"Jika Tuan memecat dia maka tuan juga harus memecat saya...."Ujar Tania membuat Gita dan Dion terkejut dengan perkataan Tania yang baru saja keluar dari mulutnya...


"Dengan alasan apa saya harus memecat kamu? Dia itu memang pantas untuk dipecat karna dia masuk keruangan saya tanpa seizin saya...."

__ADS_1


"Bukan nya dia sudah mengatakan jika sudah mengetuk pintu tapi kita tak mendengar nya, jika Tuan benar-benar memecat Gita, saya pun akan mengundurkan diri, dan untuk masuk tanpa izin, apa Tuan lupa jika kekasih tuan itu sering masuk tanpa meminta izin darimu dulu kan, jadi apa salahnya Gita mendapatkan maaf dan kesempatan...."Dion menarik napas nya dalam-dalam, mencoba menahan emosi nya....


"Dengar Tania, Dia itu kekasihku, apapun yang ia lakukan disini bebas, jangan samakan Monika dengan bawahan mereka jauh berbeda...."Tania tersenyum kecut sungguh ia tidak habis pikir dengan cara berpikir Dion....


"Dia kekasih mu Tuan, saya tau betul tentang hal itu, tapi apa tuan pernah memikirkan posisi saya disini, apa tuan pernah menghormati perasaan saya sebagai istri hah, Oiya saya lupa, maaf saya benar-benar melupakan status saya dimata tuan, saya ini hanya istri pajangan, baiklah Tuan saya mengerti, saya dan sahabat saya akan pergi dari sini, saya akan mencari pekerjaan lain untuk mengganti semua uang yang telah dituduhkan kepada saya, meski hidup saya taruhan nya?...." Gita sangat terkejut mendengar pengakuan dari Tania, sampai-sampai ia hampir pingsan, Tania pun berbalik dan menarik Gita pergi, tapi belum sampai kedepan pintu ia langsung berhenti saat mendengar perkataan Dion....


"Tania, ok dia tidak akan ku pecat, dia akan terus bekerja disini...."Tania menarik napas lega, senyuman nya seketika terpancar saat melihat kearah Sahabatnya, ia pun berbalik dan menarik Gita kearah Dion....


"Apa yang saya dengar tidak salah Tuan, Gita tidak jadi dipecat kan?..."Tania Kembali bertanya untuk memastikan pendengaran nya....


"Iya dia boleh bekerja kapan pun yang kamu mau puas?..."Dion terpaksa mengalah karna tidak ingin Tania keluar dari perusahaan nya, Tania tersenyum senang dan langsung memeluk Gita....


"Kamu berhutang penjelasan padaku?..."Ujar Gita yang diangguki oleh Tania...


"Ok nanti aku jelaskan saat jam istirahat, cepat kembalilah bekerja sebelum singa galak itu marah-marah...."Usai menutup pintu, Tania mendekat kearah meja kerja Dion, ia melihat lelaki itu duduk dikursi kebesaran nya seraya menatap tajam dirinya.....


"Terima kasih tuan Dion karna tidak jadi memecat sahabat saja, dan maaf juga atas perkataan kasar saya tadi..."Tania meminta maaf dengan kepala tertunduk, sungguh ia tidak sengaja mengeluarkan kata-kata tadi,....


"Baiklah kembali kemeja kerja mu biar ini saya yang selesaikan!...."Tania mengangguk dan kembali kemeja kerja nya, ia menarik napas dalam-dalam menetralkan perasaan nya dan mulai bekerja melupakan kejadian yang baru saja terjadi....

__ADS_1


Dion memijat dahinya, ia merasa sangat aneh saat Tania ingin pergi, ada perasaan tak rela dalam hati Dion saat Tania ingin pergi darinya, entah perasaan apa itu Dion pun tak tau pasti....


.....


Sesuai janji Tania, kedua wanita itu sudah duduk dimeja yang sama, walaupun sempat sedih karna tadi Dion memecatnya, tapi Gita benar-benar bersyukur karna Tania telah membantunya....


"Pliss ceritakan semuanya jangan sampai ada yang terlewatkan satu pun!!!...."pinta Gita yang begitu penasaran, Tania pun menceritakan apa yang ia alami hingga ia bisa menikah dengan Bos mereka sekarang, tak ada satupun cerita yang Tania simpan, bahkan saat pergi ke Amerika pun ia ceritakan Gita pun mendengarkan nya secara seksama...


"Wah gila tuh orang ya, tega banget dia jebak kamu seperti ini, dan soal Nona Monika aku benar-benar ngak nyangka dia orang nya seperti itu, semoga saja Tuan muda Dion segera tau niat jahatnya....."Gita tentu saja terkejut dan bergidik ngeri saat mendengar cerita dari sahabatnya, tapi dia sangat senang saat mengetahui jika Tania menikah dengan tuan Muda....


"Kalian udah ngelakuin itu belum?..."tanya Gita menyatukan kedua telunjuknya, Tania tentu saja tidak mengerti apa yang dimaksud oleh sahabat nya itu....


"Maksud kamu apa sih, aku ngak ngerti...."


"Aduhh kamu sama tuan Dion sudah pernah skidipapap belum, gitu aja kamu nggak tau, dasar kuno...."Tania memukul kepala Gita dengan sendok membuat wanita itu meringis kesakitan...


"Ya belum lah, gila loh mempertanyakan soal itu, kan aku udah bilang pernikahan aku sana Tuan Dion itu karna terpaksa, lagian kamu tau sendiri kan gimana bucin nya Tuan Dion pada Mak lampir itu, udah kelewat batas, aku itu cuman jadi istri pajangan didepan keluarga nya doang, diluar itu kami seperti orang asing yang tinggal seatap...."Gita mengangguk paham,....


"Kamu harus bisa jaga rahasia ini ya hanya kamu yang tau, Gio pun jangan sampai tau, kamu tau sendiri kan mulut dia lemes, kalau sampai pernikahan aku sana Tuan Dion aku yang jadi sasaran amukan oleh nya...."Gita mengangguk dan berjanji akan menyimpan rahasia ini baik-baik, setelah jam istirahat selesai, Tania dan Gita pun kembali ke tempat kerja masing-masing....

__ADS_1


__ADS_2